Kembali ke Pencernaan & Alergi

7 Cara Jitu Mengatasi Sembelit pada Bayi 6 Bulan ke Atas

Selamat, Bu! Sekarang si Kecil sudah genap berusia 6 bulan. Ini tandanya Ibu akan mulai memberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Namun...

4 min
21 Apr 2022
tips mengatasi bayi sembelit

17 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Selamat, Bu! Sekarang si Kecil sudah genap berusia 6 bulan. Ini tandanya Ibu akan mulai memberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Namun jangan kaget ya, Bu, kalau di momen ini Ibu mungkin akan sedikit diuji karena bayi yang mulai MPASI biasanya mengalami sembelit atau susah buang air besar (BAB). 

Kenapa MPASI bisa menyebabkan sembelit pada bayi usia 6 bulan ke atas dan bagaimana cara mengatasinya? Simak selengkapnya di sini, ya!

Apa Penyebab Bayi 6 Bulan Susah BAB?

Sembelit atau konstipasi adalah gangguan pencernaan yang terjadi akibat ketidakmampuan tubuh mengeluarkan feses secara sempurna. Sembelit ditandai dengan berkurangnya frekuensi buang air besar, feses lebih keras, dan rasa nyeri saat buang air besar. Selain itu, massa feses akan terasa saat perut diraba. 

Mengutip dari Mayo Clinic, sembelit atau susah BAB umum terjadi pada bayi usia di bawah satu. Biasanya, bayi 6 bulan ke atas rentan sembelit karena baru mengenal berbagai macam jenis dan tekstur makanan padat. Ketika baru mulai MPASI, sistem pencernaan bayi masih “kaget” sehingga membutuhkan waktu beradaptasi untuk mencerna jenis makanan yang baru ia terima. 

Apa lagi penyebab bayi MPASI susah BAB?

Sebetulnya apa yang menjadi penyebab susah BAB? Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebabnya:

1. Pola Makan Kurang Serat

Selain baru mengenal jenis dan tekstur makanan padat, pola makan kurang serat juga bisa menyebabkan bayi 6 bulan susah BAB. 

Mungkin saja akhir-akhir ini Ibu kurang rutin memberikan bayi makanan tinggi serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran sehingga membuat bayi sembelit. 

Di samping itu, ada pula makanan yang bisa menyebabkan sembelit pada bayi seperti sereal beras.

2. Kurang Minum Air

Orang dewasa, anak-anak, hingga bayi membutuhkan cukup cairan agar organ di dalam tubuhnya berfungsi dengan baik. Termasuk bayi Ibu yang tetap membutuhkan asupan cairan.

Bila kekurangan cairan, bayi bisa mengalami dehidrasi, Bu. Kondisi ini bisa memicu respon tubuh dengan menyerap lebih banyak cairan dari apa pun yang ia makan dan minum, bahkan dari kotoran di dalam ususnya.

Hal ini menyebabkan feses bayi keras dan kering sehingga susah untuk dikeluarkan.

3. Kondisi Medis Tertentu

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, ada beberapa kondisi medis yang bisa menjadi penyebab umum bayi usia 6 bulan mengalami sembelit.

Misalnya seperti alergi makanan, alergi protein susu sapi, luka pada anus bayi yang dapat menimbulkan iritasi dan rasa sakit saat BAB, hipotiroid, penyakit Hirschsprung, dan fibrosis kistik. 

Baca Juga: Tanda-Tanda Pencernaan Si Kecil Lancar dan Tidak Bermasalah

Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi MPASI (6 Bulan ke Atas)

Walaupun sembelit merupakan hal yang umum terjadi, tetap saja rasanya pasti pusing dan sedih ketika melihat si Kecil sulit buang air besar ya, Bu. 

Tenang saja, ada beberapa cara mengatasi sembelit pada bayi 6 bulan dengan perawatan rumahan yang bisa Ibu lakukan. Berikut penjelasannya. 

1. Ubah Pola Makan Si Kecil

Salah satu cara mengatasi sembelit pada bayi 6 bulan adalah dengan mengubah pola makan si Kecil. Pilihlah jenis karbohidrat yang mudah diserap tubuh guna melunakkan fesesnya, terutama yang mengandung sorbitol. 

Sorbitol adalah senyawa yang dipercaya mampu membantu pergerakan usus dan melunakkan feses. Ibu bisa menemukannya dalam aneka buah beri, pir, dan apel. Di samping itu, Ibu juga bisa menerapkan pola makan seimbang, yang mencakup biji-bijian, buah-buahan, dan pada MPASI si Kecil untuk mengurangi sembelitnya3.

2. Konsumsi Makanan Berserat

Untuk cara mengatasi sembelit pada bayi 6 bulan, Ibu bisa memberikan si Kecil makanan berserat dan aneka makanan yang mengandung air dalam menu MPASI-nya. Maka itu, Ibu bisa menambahkan beberapa bahan makanan seperti:

  • Kacang polong.

  • Buah beri.

  • Buah-buahan dengan kulit, seperti pir dan apel.

  • Aneka kacang-kacangan.

  • Biji-bijian utuh, seperti oatmeal, roti, pasta gandum.

  • Buah apel tanpa kulit.

  • Brokoli.

  • Persik.

Pastikan si Kecil mendapatkan porsi serat yang tepat ya, Bu. Sebenarnya, setiap anak membutuhkan serat yang berbeda-beda. 

Menurut Angka Kecukupan Gizi yang ditetapkan oleh Kemenkes RI lewat Peraturan Menteri Kesehatan no. 28 tahun 2019, jumlah kebutuhan serat harian anak berbeda berdasarkan usianya. 

Anak usia 0-6 bulan belum memiliki kecukupan serat yang dianjurkan, sedangkan untuk bayi usia 7-11 bulan, hanya membutuhkan 11 gram serat setiap hari4. Nantinya, kebutuhan ini akan bertambah seiring dengan bertambahnya usia.

Tak hanya menyajikan bubur buah, Ibu juga bisa membuat sup yang berisi aneka sayuran lezat serta kaya serat dan tinggi kandungan air. 

3. Cukupi Kebutuhan Cairannya

Cara mengatasi sembelit pada bayi 6 bulan tidak hanya bisa lewat pilihan makanannya saja lho, Bu. Kebutuhan cairan dalam tubuh juga berperan penting untuk mengatasi bayi sembelit. 

Mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh bisa membuat sistem pencernaan buah hati menjadi lancar sehingga kotoran dalam tubuh lebih mudah dikeluarkan.

Adapun jumlah kebutuhan cairan bisa berbeda berdasarkan usia dan jenis kelamin bayi. Namun pada umumnya, berikut jumlah kebutuhan cairan si Kecil:

  • Bayi 7-12 bulan memerlukan 800 ml cairan/hari.

  • Balita 1-3 tahun memerlukan 1300 ml/hari.

Namun, meski bayi sudah mulai makan makanan padat pun sebaiknya Ibu tetap lanjut memberikan ASI, ya. Sebab, ASI dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil.

Selain ASI, Ibu bisa memberikan air putih serta aneka buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi, seperti semangka, tomat, atau makanan berkuah (sup sayur).

4. Hindari Makanan yang Berisiko Sebabkan Sembelit

Ada makanan yang bisa melancarkan sembelit. Tapi, juga ada lho, Bu, makanan yang bisa menyebabkan si Kecil sulit buang air besar. Biasanya makanan yang berisiko menyebabkan sembelit ini tinggi lemak tapi rendah serat6.

Beberapa makanan yang bisa Ibu hindari sebagai menu MPASI-nya, yaitu seperti:

  • Makanan cepat saji dan makanan olahan lainnya, seperti sosis dan nugget yang mengandung banyak lemak.

  • Aneka camilan yang rendah serat, seperti keripik, biskuit manis, wafer.

  • Makanan tinggi garam, gula, dan pengawet.

Tidak hanya membuat si Kecil susah buang air besar, makanan-makanan di atas juga kurang baik untuk kesehatannya, Bu. Sebagai gantinya, Ibu bisa mengganti camilan si Kecil dengan aneka buah tinggi serat yang disajikan dengan kreatif. Dijamin si Kecil pasti enggan menolaknya.

5. Buat Bayi Aktif Bergerak

Cara menangani sembelit pada bayi 6 bulan yang mulai MPASI berikutnya adalah dengan membuat tubuh si Kecil bergerak lebih aktif. Kenapa demikian? 

Tujuannya adalah untuk merangsang gerakan usus bayi Ibu jadi lebih aktif sehingga bisa mendorong fesesnya keluar lebih lancar.

Jika bayi Ibu belum bisa merangkak atau berjalan, Ibu bisa membaringkannya di atas kasur. Lalu, pegang kaki bayi dan gerakan kakinya mengikuti gerakan mengayuh sepeda. Melakukan hal ini dapat membantu fungsi usus dan meringankan gejala bayi sembelit.

6. Mandikan Bayi dengan Air Hangat

Memandikan bayi dengan air hangat juga menjadi cara mengatasi sembelit pada bayi 6 bulan yang bisa dicoba, Bu. Tidak hanya mampu menenangkan bayi, cara ini dapat mengendurkan otot-otot perut bayi yang kaku dan membantu bayi berhenti mengejan. 

Selain itu, mandi air hangat bisa meringankan rasa tidak nyaman yang berkaitan dengan gejala sembelit pada bayi Ibu seperti sensasi perut kram dan perut kembung

Pastikan Ibu memandikan bayi dengan air yang tidak terlalu panas, ya, misalnya dengan air hangat suam-suam kuku agar tidak melukai kulit tubuh si Kecil.

Jangan lupa, Ibu juga bisa mendeteksi masalah pencernaan bayi lewat kondisi pupnya menggunakan Tummy Pedia. Hasilnya bisa diunduh dan Ibu bawa untuk konsultasikan ke dokter, lho! 

Baca Juga: 12 Resep MPASI untuk Bayi Sembelit dan Pencernaan Sehat

Sembelit memang umum terjadi, terutama pada si Kecil yang mulai makan makanan padat. Untuk itu, sekarang Ibu tidak perlu khawatir lagi, ya. Hal yang tak kalah penting, pastikan Ibu mendukung kesehatan pencernaannya setiap hari, ya, karena pencernaan yang baik akan menentukan tumbuh kembang bayi yang optimal.

Jika sembelit masih belum mereda hingga lebih dari 4 hari, bayi berdarah saat BAB, atau si Kecil tidak mau makan, segera konsultasikan pada dokter ya.

Dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk menemukan penyebabnya, sehingga bayi Ibu bisa mendapatkan perawatan yang tepat. Dokter mungkin akan meresepkan obat sembelit untuk bayi guna meredakan gejala. 

Jangan lupa, yuk, gabung bersama Bebeclub sebagai partner Ibu Hebat untuk nikmati berbagai fitur menarik dari Bebe Journey untuk pantau tumbuh kembang dan kesehatan si Kecil!

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bu!


 

REFERENSI

 

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Gangguan Pada Pencernaan Bayi (2). Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/gangguan-pencernaan-pada-bayi-2 [Diakses 10 Agustus 2021] 

  2. Lisa Philici. (2017). Management of Childhood Functional Contipation. Diambil dari https://www.jpedhc.org/action/showPdf?pii=S0891-5245%2817%2930131-1 . [Diakses pada 10 Agustus 2021] 

  3. Sun Hwan Bae. (2014). Diets for Constipation. Diambil dari 10.5223/pghn.2014.17.4.203. [Diakses pada 10 Agustus 2021] 

  4. Kementerian Kesehatan RI. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan bagi Bangsa Indonesia. Diambil dari http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf [Diakses pada 12 Agustus 2021]

  5. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Kebutuhan Air pada Anak. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kebutuhan-air-pada-anak. [Diakses pada 10 Agustus 2021]

  6. Xinias dan A Mavroudi. (2015). Constipation in Childhood. An Update on Evaluation and Management. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4574579/. [Diakses 10 Agustus 2021]

  7. Ying MM, Tang, dkk. (2020). Short and Long-term Efficacy of Massage for Functional Constipation. Diambil dari https://journals.lww.com/md-journal/fulltext/2020/06190/short_and_long_term_efficacy_of_massage_for.48.aspx. [Diakses 10 Agustus 2021

  8. Kadir Şerafettin Tekgündüz, et al. 2014. Effect of abdomen massage for prevention of feeding intolerance in preterm infants. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4236471/ [Diakses 29 September 2021]

  9. Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/abdominal/Pages/Constipation.aspx. Diakses pada 17 Desember 2022.

  10. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322382. Diakses pada 17 Desember 2022.

  11. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/symptoms-causes/syc-20354242. Diakses pada 17 Desember 2022.

  12. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/infant-constipation/faq-20058519. Diakses pada 17 Desember 2022.



 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait