Ciri-Ciri Sembelit pada Anak dan Efeknya Jika Tidak Diatasi

Anak yang sembelit terlihat kesakitan saat mengejan, BAB kurang dari 3 kali seminggu, perut kembung, dan menahan BAB. Waspadai bahaya sembelit seperti BAB berdarah sampai ambeien.

Ciri ciri sembelit pada anak-bebeclub


Sembelit bukan sekadar anak belum BAB, Bu. Kondisi ini bisa membuat si Kecil tidak nyaman, dan bila dibiarkan berisiko menyebabkan gangguan kesehatan. Yuk, kenali ciri-ciri sembelit pada anak serta cara mengatasinya sebelum menjadi lebih parah!

Sembelit Itu Apa?

Sembelit adalah kondisi saat anak jarang BAB dibanding biasanya, perlu mengejan, atau susah BAB karena feses yang keras.

Idealnya, anak 1-3 tahun BAB sebanyak 1-2 kali sehari dan 4 tahun ke atas BAB sekitar 1 kali sehari.

Anak dapat dikatakan sembelit apabila BAB kurang dari 3 kali seminggu dan diikuti dengan mengejan serta feses yang keras.

Ciri-Ciri Sembelit pada Anak

Sebelum sembelit si Kecil makin parah, Ibu bisa mengenali tandanya lebih dulu. Berikut beberapa ciri-ciri sembelit pada anak yang paling umum terjadi:

1. Jarang Buang Air Besar

Coba Ibu ingat-ingat kembali, jika anak belum BAB lebih dari 3 hari atau kurang dari 3 kali seminggu, kemungkinan besar ia mengalami sembelit. 

Meski frekuensi BAB pada setiap anak berbeda-beda, tapi perubahan frekuensi BAB bisa menandakan adanya masalah. 

2. Mengejan Lama dan Terlihat Kesakitan

Frekuensi buang air besar yang jarang menyebabkan feses mengeras dan besar, sehingga sulit dikeluarkan. 

Hal ini yang membuat si Kecil butuh waktu lebih lama untuk mengejan atau bahkan sampai menangis karena merasa sakit. 

Baca Juga: Ciri-Ciri Sembelit pada Anak dan Kapan Harus ke Dokter

3. Feses Keras dan Kering

Ketika si Kecil tampak kesulitan dan kesakitan saat mengejan, coba Ibu perhatikan bentuk kotorannya. 

Feses yang keras, kering, atau berbentuk kecil seperti kerikil merupakan gejala sembelit pada anak yang khas.

4. Perut Kembung dan Terasa Keras

Apakah Ibu merasakan perut si Kecil keras saat ditekan? Ini bisa jadi ciri-ciri sembelit pada anak, Bu. 

Penumpukan feses dalam usus dapat menyebabkan perut terasa keras saat ditekan. Si Kecil juga mungkin mengeluhkan rasa kembung, begah, atau sakit di perut bagian bawah.

5. Anak Menolak atau Menahan BAB

Ciri-ciri sembelit pada anak juga bisa ditandai dengan kebiasaan menahan keinginan buang air besar karena takut sakit. 

Coba perhatikan Bu, adakah si Kecil jongkok atau menyilangkan kaki? Atau menolak duduk di toilet meski sudah terlihat ingin BAB?

Perilaku ini sering terjadi saat anak sudah pernah merasakan sakit saat pup, sehingga ia memilih menahannya. Akibatnya, sembelit malah bertambah parah.

6. Muncul Sedikit Darah di Tinja

Saat mengalami sembelit, feses anak menjadi keras dan susah keluar. Hal ini bisa menimbulkan robekan kecil yang menyebabkan keluarnya darah merah cerah pada feses saat BAB maupun setelahnya. 

Bila ini terjadi, jangan sepelekan dan sebaiknya berikan penanganan lebih lanjut ya, Bu.

7. Anak Jadi Rewel dan Nafsu Makan Menurun

Sembelit kerap membuat perut anak terasa penuh dan tidak nyaman. 

Lama kelamaan, hal ini berpengaruh pada aktivitas dan pola makannya, sehingga membuat si Kecil jadi mudah rewel, sulit tidur, dan kehilangan nafsu makan.

Secara ringkasnya, berikut rangkuman ciri-ciri sembelit pada anak lengkap dengan kemungkinan risikonya:

Ciri Utama

Penjelasan Singkat

Risiko Jika Dibiarkan

Jarang BAB

Tidak buang air besar > 3 hari

Penumpukan feses di perut

Sakit dan lama saat mengejan

Tampak kesakitan saat BAB

Fisura anus dan trauma ke toilet

Feses keras dan kering

Kotoran menyerupai kerikil

BAB berdarah dan nyeri anus

Perut keras dan kembung

Feses menumpuk di usus

Nyeri dan susah tidur

Menahan BAB

Takut BAB karena sakit

Sembelit kronis

Ada darah pada feses

Robekan kecil pada anus anak

Infeksi atau fisura anus

Rewel dan penurunan nafsu makan

Tidak nyaman karena perut penuh

Kekurangan nutrisi

Jika Ibu melihat satu atau beberapa tanda di atas, sebaiknya segera perhatikan rutinitas pup si Kecil, asupan makanan, dan asupan cairannya. 

Bahaya Sembelit pada Anak

Meski tampak sepele, sembelit bisa memicu masalah serius jika tidak segera diatasi, Bu. Berikut beberapa dampak sembelit pada si Kecil:

1. Sakit Perut dan Kembung

Sakit perut dan kembung sering disepelekan karena dianggap akan sembuh dengan sendirinya. Meski benar begitu, kondisi ini tidak boleh dibiarkan. 

Perut kembung tak hanya membuat si Kecil merasa tak nyaman, tapi juga mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Salah satu penyebab kembung adalah sembelit. 

Feses yang sulit keluar lama-kelamaan akan menumpuk di dalam usus, membuat perut terasa begah, sakit, dan bergemuruh di perut bagian bawah. 

Ibu bisa bantu cek kesehatan pencernaan si Kecil lewat AI Poop Tracker sekarang. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik untuk dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.

Baca Juga: 15 Obat Alami untuk Anak yang Susah BAB

2. BAB Berdarah

BAB berdarah merupakan bahaya sembelit pada anak yang paling umum. Kotoran yang keras dapat merobek kulit di dalam anus sehingga menyebabkan perdarahan saat mengejan. 

Ketika BAB berdarah, Ibu mungkin melihat ada darah merah cerah pada feses anak atau gumpalan darah dan lendir yang bercampur di dalamnya. 

Sementara darah yang berwarna gelap hampir kehitaman dapat mengindikasikan masalah yang lebih serius, yakni gangguan di usus atau lambung.

3. Gangguan Tidur

Masalah tidur dapat terjadi karena gangguan pencernaan, seperti irritable bowel syndrome (IBS), dispepsia (maag), dan sembelit. 

Penelitian menunjukkan, orang dengan gejala sembelit parah mengalami gangguan tidur dan kualitas hidup yang menurun. 

Tidur yang berkualitas sangat penting bagi pertumbuhan si Kecil. Oleh sebab itu, sembelit harus diobati agar anak bisa kembali tidur dengan lelap, Bu.

4. Aktivitas Harian Terganggu

Efek konstipasi pada anak selanjutnya adalah kurangnya energi dalam melakukan kegiatan sehari-hari. 

Sakit perut atau kembung akibat sembelit membuat anak lemas, tidak nyaman, mudah lelah, dan tidak bersemangat bermain, belajar, atau beraktivitas normal. 

5. Stres dan Kecemasan

Ketika anak sembelit berkepanjangan, ia merasakan ketidaknyamanan dan sakit yang tidak biasa. Akibatnya, anak cemas dan stres, terutama jika tidak memahami apa yang terjadi pada tubuhnya. 

Stres juga mengganggu usus dan membuat otot tegang yang memperburuk sembelit dan sakit perut. 

6. Rewel dan Emosional

Sembelit pada anak menimbulkan efek signifikan pada perilaku mereka. Sembelit membuat anak mengalami rasa tidak nyaman, perut melilit, dan mungkin kebingungan.

Akibatnya, anak menjadi rewel, mudah marah, dan sulit untuk ditenangkan. 

7. Penurunan Nafsu Makan

Dampak sembelit berikutnya adalah penurunan nafsu makan. Sembelit biasanya membuat perut sakit dan kembung sehingga si Kecil kehilangan nafsu makan. 

Efek sembelit ini menyebabkan anak kekurangan zat gizi penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. 

8. Ambeien dan Fisura Anus

Ambeien atau wasir bisa terjadi pada anak yang sering sembelit. Meski tidak berbahaya, kondisi ini membuat si Kecil tidak nyaman. Gejalanya meliputi BAB berdarah, lendir dari dubur, benjolan di anus, serta rasa gatal atau nyeri.

Sementara fisura anus adalah robekan pada lapisan anus yang merupakan efek sembelit yang lebih serius. Kondisi ini biasanya muncul akibat mengejan saat BAB keras dan dapat menyebabkan perdarahan.

Baik wasir maupun fisura anus menyebabkan nyeri dan perdarahan, tapi fisura anus umumnya lebih menyakitkan.

Baca Juga: 9 Obat Sakit Perut Melilit pada Anak yang Alami

9. Impaksi Tinja

Impaksi tinja adalah kondisi sembelit berat yang berbahaya karena tinja mengeras dan menempel di usus. Tinja yang mengeras tersebut dapat tersangkut dan menyebabkan terjadinya sumbatan.

Akibatnya usus besar tidak mampu mengeluarkan tinja karena ukurannya terlalu besar dan keras. Impaksi tinja bisa menimbulkan nyeri, muntah, dan komplikasi serius lainnya, seperti: 

  • Mual.
  • Dehidrasi.
  • Pembengkakan di anus.
  • Hilangnya sensasi di dalam dan sekitar anus.
  • Inkontinensia usus atau feses tak terkendali.
  • Pendarahan dari anus.
  • Prolaps rektal atau bagian dari usus bawah keluar dan menonjol dari anus.

10. Inkontinensia Usus

Inkontinensia usus adalah ketidakmampuan mengendalikan pergerakan usus sehingga pup keluar tidak terkontrol. 

Anak bisa merasakan keinginan BAB yang tiba-tiba, sedangkan sebagian anak lain tidak memiliki rasa ingin BAB, tapi langsung pup di celana. 

Inkontinensia usus juga kadang membuat anak mengeluarkan pup tanpa disadari saat sedang kentut. 

Jika si Kecil mengalami satu atau lebih kondisi di atas, Ibu bisa langsung cek pertolongan pertama mengatasi sembelit pada anak. Semakin cepat Ibu tangani, semakin mudah sembelitnya diatasi.

Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter Saat Sembelit?

Berapa lama anak mengalami sembelit biasanya tergantung penanganannya di rumah. Namun, ada kondisi tertentu yang membuat si Kecil perlu segera diperiksakan ke dokter. Berikut ciri-ciri sembelit pada anak harus dibawa ke dokter:

  • Tidak BAB lebih dari 1-2 minggu meski sudah diberi makanan tinggi serat dan cukup cairan.
  • Anak mengalami nyeri perut hebat, muntah, atau ada darah di tinja.
  • Anak mengalami buang air besar menetes atau bocor (overflow incontinence) secara terus-menerus akibat penumpukan tinja keras.
  • Anak tampak kurang nafsu makan, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan berat badan menurun.
  • Anak tampak sangat rewel, lemas, atau tidak mau bermain.
  • Perut anak keras, membuncit, atau nyeri saat ditekan yang kemungkinan disebabkan oleh penumpukan feses di usus.
  • Bila telah melakukan program toilet training dan perubahan gaya hidup tapi tidak menunjukkan perbaikan.
  • BAB berdarah atau feses berwarna hitam pekat, bisa menandakan luka di anus atau perdarahan saluran cerna.
  • Muncul benjolan atau tonjolan di sekitar anus, bisa jadi tanda fisura atau ambeien.
  • Sembelit sering kambuh meskipun pola makan dan minum sudah diperbaiki.

Salah satu cara untuk lengkapi nutrisi anak saat mengalami sembelit bisa dari susu pertumbuhan. Bebelac 1 NutriGreat+ adalah Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x ​lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.

Bebelac 1+

Formula dengan 3 serat penting, DHA lebih tinggi, dan 0g sukrosa. Dukung tumbuh kembang optimal, bekal si Kecil bersinar dari dalam!

Cek di Sini!

Jangan lupa daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Herrmann, S. (2021, March 3). Q&A: Constipation in children. Mayo Clinic Health System. https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/qa-constipation-in-children
  2. Hopkins Medicine Editorial Team. ‌(n.d.). Constipation in Children. Www.hopkinsmedicine.org. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/constipation-in-children
  3. NHS Editorial Team. (2020, December). Constipation in children. Nhs.uk. https://www.nhs.uk/baby/health/constipation-in-children/
  4. MedlinePlus Editorial Team. (2025). ‌Constipation in infants and children: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Medlineplus.gov. https://medlineplus.gov/ency/article/003125.htm
  5. Kids Health Info : Constipation. (2020). Rch.org.au. https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/constipation/
  6. Cambridge University Hospitals. (2025). ‌Anal Fissures in children. Cambridge University Hospitals. https://www.cuh.nhs.uk/patient-information/anal-fissures-in-children/
  7. ‌Clinic, C. (2023, September 6). Rectal Bleeding (Blood in Stool): Causes, Colors & Treatments. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/14612-rectal-bleeding
  8. ‌Liu, J., Wang, W., Tian, J., Chaolan Lv, Fu, Y., Fass, R., Song, G., & Yu, Y. (2022). Sleep Deficiency Is Associated With Exacerbation of Symptoms and Impairment of Anorectal and Autonomic Functions in Patients With Functional Constipation. Frontiers in Neuroscience, 16, 912442–912442. https://doi.org/10.3389/fnins.2022.912442
  9. Constipation symptoms and treatments. (2023). NHS Inform. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/constipation/#symptoms-of-constipation
  10. ‌Bernstein, S. (2018, July 16). Handling Your Emotions With Chronic Constipation. WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/chronic-constipation-ease-stress
  11. WebMD Editorial Team. (2017, February 20). How Chronic Constipation Affects Your Body. WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/chronic-constipation-affects-body
  12. Cleveland Clinic Editorial Team. ‌(2022, May 25). Fecal Impaction: What It Is and How It’s Treated. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23085-fecal-impaction
  13. ‌Endyarni, B., & Syarif, B. H. (2016). Konstipasi fungsional. Sari Pediatri, 6(2), 75-80. https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/download/897/830
  14. Editorial Staff. (2025). Constipation in children. Accessed on October 8th 2025. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/symptoms-causes/syc-20354242


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait