Pertolongan Pertama Sembelit pada Anak agar BAB Lebih Lancar
Anak yang sembelit boleh diberi makanan tinggi serat, tapi hindari makanan olahan. Pemberian probiotik juga diperbolehkan tapi untuk menjaga kesehatan pencernaan.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K)
Diterbitkan: 27 November 2024
Diperbarui: 29 September 2026
Pertolongan pertama sembelit pada anak dapat dilakukan dengan menambah asupan cairan dan membantu merangsang pergerakan usus. Berikan air putih yang cukup dan, bila sesuai usia, berikan buah kaya serat seperti pir, apel, pepaya, atau prem. Pijat perut secara lembut dengan gerakan searah jarum jam, mandikan dengan air hangat, atau gerakkan kaki seperti mengayuh sepeda. Pada anak yang sudah aktif, ajak melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai.
Bagaimana Mengetahui Anak Mengalami Sembelit?
Tidak BAB setiap hari bukan berarti anak mengalami sembelit. Sebelum menerapkan pertolongan pertama sembelit pada anak, ketahui ciri-ciri sembelit pada anak berikut ini:
- BAB kurang dari 3 kali seminggu.
- Tekstur feses sangat keras, ukurannya besar, dan sulit dikeluarkan.
- Anak sakit perut dan mengejan keras saat BAB.
- Rewel saat mau BAB, bahkan menghindari pergi ke toilet.
- Mengeluh sakit saat BAB.
- Ada bekas tinja cair atau seperti pasta pada pakaian dalam anak, tanda adanya penumpukan tinja di rektum
- Perut kembung akibat kotoran dan gas yang menumpuk di usus.
- Ada darah pada permukaan tinja yang keras.
- Nafsu makan menurun pada sebagian anak.
Selain mengenali tanda anak sembelit di atas, perhatikan juga konsistensi feses dan apakah anak mengalami kesulitan atau nyeri saat BAB.
Pertolongan Pertama Sembelit pada Anak
Saat anak sembelit, ia bisa merasa sakit saat mengejan. Supaya ia kembali nyaman, berikut adalah beberapa cara mengatasi sembelit pada anak yang bisa Ibu lakukan:
1. Pastikan Anak Cukup Minum
Sebagai cara mengatasi sembelit pada anak, konsumsi makanan berserat harus diimbangi dengan memperbanyak asupan cairan, terutama air putih.
Air putih bantu serat bekerja lebih cepat melunakkan feses agar mudah dikeluarkan. Sebaliknya, semakin si Kecil kurang minum, usus akan menyerap air dari kotoran yang membuat feses kering dan keras.
Selain air putih, Ibu bisa berikan berbagai macam asupan cairan yang berasal dari makanan berkuah, atau buah kaya air seperti semangka, melon, apel, atau jeruk.
Baca Juga: Anak Sakit Perut: 13 Pertolongan Pertama di Rumah
2. Berikan Makanan Tinggi Serat
Salah satu pertolongan pertama mengatasi sembelit yang ampuh adalah memperbanyak asupan serat. Serat dapat membuat tekstur feses yang keras jadi lebih lunak, sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Coba berikan berbagai macam sayuran hijau dan buah-buahan tinggi serat seperti pepaya, pir, alpukat, bayam, kangkung, brokoli, pepaya, jambu biji, mangga, jeruk, dan buah naga untuk bantu memenuhi kebutuhan serat harian anak.
Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan oleh Kemenkes RI, jumlah kebutuhan serat harian anak, yaitu:
- 1-3 tahun: 19 gram
- 4-6 tahun: 20 gram
- 7-9 tahun: 23 gram
3. Pilih Buah yang Membantu Melancarkan BAB
Berikan anak buah yang mengandung serat sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Beberapa buah yang bisa dicoba antara lain pir, plum, jeruk, stroberi, pepaya, dan apel.
Buah-buahan tersebut dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi asupan serat anak, sekaligus melancarkan buang air besar.
4. Ajak Anak Aktif Bergerak
Aktivitas fisik dapat membantu mendukung pergerakan usus dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari untuk membantu mencegah atau mengatasi sembelit.
Ajak anak bergerak sesuai usia dan kemampuannya, tanpa perlu melakukan aktivitas yang terlalu berat.
Ibu bisa mengajak si Kecil berjalan kaki, bermain aktif, bersepeda, atau melakukan permainan yang membuatnya banyak bergerak. Pilih aktivitas yang menyenangkan agar anak lebih mudah menjadikannya sebagai kebiasaan.
5. Biasakan BAB di Waktu yang Sama
Salah satu penyebab anak sembelit adalah karena anak mungkin kerap menahan buang air besar. Sebagai cara mengatasi sembelit pada anak, buatlah jadwal rutin BAB setiap hari.
Ajak anak pergi ke toilet di waktu yang sama setiap hari. Misalnya, setelah makan atau setiap pagi hari. Minta si Kecil jongkok atau duduk di atas toilet selama 5-10 menit dan buat suasana nyaman dan santai.
Namun, hindari memaksa anak bila ia memang belum ingin BAB.
6. Bantu Anak Relaks dengan Mandi Air Hangat
Ibu juga bisa memandikan si Kecil dengan air hangat sebagai cara pertolongan pertama sembelit pada anak.
Air hangat dapat membantu tubuh dan otot perut anak lebih rileks, tetapi bukan merupakan pengobatan utama untuk mengatasi konstipasi.
Pastikan juga suhu air nyaman dan tidak terlalu panas, serta selalu awasi anak selama mandi.
Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Pencernaan Anak Sehat dan Normal
7. Pijat Perut dengan Lembut
Pertolongan pertama sembelit pada anak berikutnya adalah memberikan pijatan lembut pada area perut.
Pijatan dapat membantu anak merasa lebih rileks dan pada sebagian anak dapat membantu merangsang pergerakan usus agar feses bisa cepat keluar. Namun, cara ini bukan pengganti penanganan medis jika sembelit menetap.
Ibu bisa memijat perut si Kecil secara perlahan dengan gerakan searah jarum jam. Hindari menekan terlalu keras dan hentikan pijatan jika anak tampak tidak nyaman atau kesakitan.
8. Hindari Makanan yang Rendah Serat dan Terlalu Banyak Olahan
Jika anak susah BAB, perhatikan kembali pola makannya. Terlalu banyak makanan ultra-proses, camilan rendah serat, atau makanan olahan dapat membuat asupan serat harian anak kurang, terutama jika pola makannya juga minim buah dan sayur.
Serat dari buah, sayur, kacang-kacangan, dan sumber pangan lainnya membantu menambah massa feses dan mendukung proses BAB.
Namun, bukan berarti satu jenis makanan tertentu pasti menyebabkan sembelit pada semua anak. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh keseluruhan pola makan, asupan cairan, aktivitas, kebiasaan BAB, dan faktor lainnya.
Di tengah aktivitas bermain dan eksplorasi si Kecil setiap hari, kesehatan pencernaan tetap perlu diperhatikan. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popok dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk membantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil setiap hari.
Apakah Anak Sembelit Boleh Diberi Probiotik?
Probiotik boleh diberikan tapi bukan sebagai pertolongan pertama sembelit pada anak, melainkan untuk mendukung kesehatan pencernaan. Namun, tidak berarti semua jenis atau strain probiotik efektif untuk mengatasi sembelit.
Probiotik bisa menjadi bagian dari pola makan anak, termasuk melalui makanan seperti yogurt yang mengandung kultur hidup.
Jika Ibu ingin memberikan probiotik saat anak mengalami sembelit, pilih sumber yang sesuai dengan usia anak dan perhatikan kandungan serta jenis mikroorganismenya.
Bolehkah Memberikan Obat Sembelit pada Anak?
Jika rasa sakitnya sampai membuat si Kecil rewel, Ibu boleh coba berikan obat sembelit yang aman sebagai cara mengatasi sembelit pada anak.
Namun, pastikan Ibu sudah konsultasi dulu dengan dokter terkait jenis obat yang aman untuk anak dan takaran dosis sesuai usia serta kondisi.
Hindari memberikan obat pencahar milik orang dewasa atau menggunakan obat dengan dosis yang tidak sesuai anjuran.
Apa yang Sebaiknya Tidak Dilakukan saat Anak Sembelit?
Di samping menerapkan pertolongan pertama sembelit pada anak, ada beberapa hal yang juga sebaiknya dihindari agar keluhan ini cepat sembuh, yakni:
- Jangan memaksa anak BAB bila belum siap.
- Jangan memarahi anak bila menahan BAB, tapi bantu anak merasa aman dan berikan dukungan agar ia tidak takut.
- Hindari memberikan obat pencahar tanpa arahan dokter, termasuk memberikan obat milik orang dewasa atau menentukan sendiri jenis dan dosis obat untuk anak.
- Jangan hanya mengandalkan satu jenis makanan untuk mengatasi sembelit.
- Hindari jus buah kental serta minuman manis atau bersoda karena kandungan nutrisinya rendah. Ganti dengan perbanyak minum air putih.
- Batasi makanan dan minuman yang rendah atau hampir tidak mengandung serat, seperti es krim, pisang, saus apel, nasi, keju, keripik, serta makanan cepat saji dan makanan olahan.
- Jangan mengabaikan darah pada feses, terutama bila disertai gejala lain seperti ada darah berulang, muntah, perut membengkak, demam, serta anak tampak sangat lemas.
Baca Juga: BAB Keras Anak 2 Tahun: 15 Cara Aman Mengatasi
Kapan Sembelit pada Anak Harus Dibawa ke Dokter?
Sembelit pada anak umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan pertolongan pertama yang tepat. Namun, jika sembelit terlalu sering terjadi atau berlangsung lebih dari 2 minggu, ini bisa menandakan masalah kesehatan tertentu.
Jadi, segera ke dokter jika muncul gejala penyerta seperti:
- BAB berdarah.
- Perut bengkak, kembung, atau sangat keras.
- Rasa sakit saat buang air besar.
- BAB berdarah (dapat terlihat di celana atau di feses).
- Penurunan berat badan.
- Demam.
- Nyeri perut.
- Perut membesar, membengkak, dan sangat keras.
- Anak tampak lemas.
- Sembelit terjadi berulang.
- Anak tidak nafsu makan dan Ibu kesulitan memberikan makanan.
- Ada bagian dari usus yang keluar melalui anus (prolaps rektum).
- Tidak membaik meski sudah dilakukan perubahan pola makan dan kebiasaan BAB.
Tips Mencegah Anak Sembelit
Beberapa tips berikut bisa membantu Ibu untuk menjaga agar BAB anak lancar, di antaranya:
- Pastikan anak cukup minum dan konsumsi serat setiap harinya.
- Jadwalkan anak untuk BAB secara rutin setiap harinya untuk melatih usus.
- Dorong anak untuk tidak menahan BAB, terutama saat sedang asyik bermain.
- Posisi jongkok akan memudahkan feses untuk keluar. Ibu bisa menggunakan bangku kecil (dingklik/foot stool) pada WC duduk.
- Berikan makanan mengandung probiotik, seperti yogurt, untuk menjaga bakteri baik di usus yang dapat melancarkan pencernaan.
- Batasi makanan penyebab sembelit pada anak, seperti produk susu yang berlebihan dan makanan olahan.
Sembelit pada anak umumnya dapat dibantu dengan memperhatikan pola makan, asupan cairan, aktivitas, dan kebiasaan BAB sehari-hari.
Jika sembelit berlangsung terus-menerus, berulang, atau disertai gejala lain, jangan tunda untuk segera konsultasikan dengan dokter agar si Kecil mendapat penanganan yang sesuai.
Pencernaan yang sehat membantu si Kecil lebih nyaman beraktivitas, bermain, dan belajar setiap hari. Jadi member Bebeclub sekarang untuk mendapatkan berbagai edukasi seputar kesehatan pencernaan anak, lengkap dengan tips dari para ahli. Selain mendapatkan akses ke berbagai artikel dan panduan dari para ahli, Ibu juga dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai hadiah menarik sebagai member Bebeclub.
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
