7 Makanan Pelancar BAB untuk Bayi Usia 8 Bulan

Bayi yang baru mulai makan MPASI biasanya memang lebih rentan mengalami sembelit karena pencernaannya sedang beradaptasi dengan makanan ...

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

4 min
16 Aug 2023
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Bayi susah BAB.


Bayi yang baru mulai makan MPASI biasanya memang lebih rentan mengalami sembelit karena pencernaannya sedang beradaptasi dengan makanan baru. Di sisi lain, kesalahan pemilihan makanan untuk si Kecil juga mungkin jadi penyebabnya. Lalu, apa saja makanan yang dapat melancarkan BAB, khususnya pada bayi 8 bulan? Simak rekomendasinya di artikel ini, ya, Bu.

Makanan Pelancar BAB pada Bayi 8 Bulan

Sistem pencernaan yang sehat akan memastikan penyerapan nutrisi yang optimal dari makanan yang dikonsumsi sehingga si Kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. 

Sebaliknya, jika pencernaan si Kecil tidak dijaga dengan baik, ia bisa lebih rentan terhadap masalah pencernaan atau penyakit infeksi.

Maka, selain memberikan cairan agar pencernaan bayi tetap lancar, pemilihan asupan makanan juga sangat penting Ibu lakukan. Berikut adalah beberapa pilihan makanan pelancar BAB yang bisa Ibu berikan pada bayi di usia 8 bulan:

1. Buah Naga

Buah naga mengandung prebiotik yang dapat bantu merangsang pertumbuhan bakteri baik seperti lactobacilli dan bifidobacteria di dalam usus. Meningkatkan asupan makanan sumber prebiotik dalam MPASI si Kecil dapat menjaga keseimbangan bakteri baik untuk melawan bakteri jahat penyebab penyakit pencernaan.

Ibu dapat menyajikan buah naga potong sebagai finger food untuk si Kecil genggam sendiri atau dibuat menjadi puree dengan campuran buah lainnya.

2. Alpukat

Selain tinggi lemak sehat, satu buah alpukat ukuran sedang mengandung sekitar 10 gram serat yang dapat membantu memelihara kesehatan sistem pencernaan si Kecil. 

Karena alpukat matang mempunyai tekstur yang sangat lembut dan mudah dihancurkan, Ibu bisa memberikan puree alpukat untuk si Kecil agar lebih mudah dicerna. Ibu juga bisa olah alpukat menjadi bubur yang dicampur bayam.

Beberapa vitamin dan mineral penting lain yang terkandung dalam buah alpukat untuk mendukung kesehatan si Kecil termasuk vitamin C, vitamin K, folat, kalium, zat besi, vitamin E, dan vitamin B6.

3. Pisang

Buah kuning yang manis legit ini mungkin menjadi pilihan nomor satu Ibu ketika si Kecil tampak susah BAB.

Memberikan pisang sebagai MPASI untuk bayi sembelit sangat bagus, kok, Bu. Pisang adalah makanan kaya serat dan prebiotik inulin yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di dalam pencernaan.

Untuk si Kecil yang sedang susah BAB, pilih pisang yang kulitnya sudah berbintik-bintik cokelat, ya! Ini artinya pisang tersebut sudah matang sehingga lebih mudah dicerna oleh perut si Kecil.

4. Apel

Apel ini juga mengandung banyak nutrisi, termasuk serat dan pektin. Keduanya merupakan jenis prebiotik, yang berarti dapat memberikan makanan bagi bakteri usus yang baik. Selain itu, pektin juga dapat mengurangi jumlah bakteri berbahaya di dalam saluran pencernaan. 

Ibu dapat memberikan si Kecil potongan apel seukuran jarinya sebagai finger food. Namun ingat, jangan potong terlalu besar atau terlalu tebal, ya, untuk menghindari risiko bayi tersedak.

Baca Juga: Penyebab BAB Warna Hijau pada Anak dan Cara Mengatasinya

5. Tempe

Tempe mengandung serat pangan yang cukup tinggi untuk membantu memperbaiki pencernaan dan mencegah sembelit. Serat juga membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus

Selain itu, makanan yang diolah dari hasil fermentasi, seperti tempe, biasanya mengandung probiotik, yaitu bakteri baik yang berguna untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Jika bingung bagaimana mengolah tempe untuk si Kecil, Ibu bisa buatkan nugget tempe keju mozzarella atau steak tempe sebagai lauk MPASI-nya.

6. Pepaya

Pepaya matang mengandung berbagai nutrisi penting yang sangat bermanfaat bagi kesehatan  pencernaan bayi. Selain vitamin A, E, dan vitamin C yang mendukung sistem kekebalan tubuh, pepaya juga mengandung enzim papain dan chymopapain. Kedua enzim ini dapat mencerna protein dengan baik, sehingga akan membantu pencernaan dan mengurangi peradangan di saluran pencernaan. 

7. Yogurt

Yogurt mengandung magnesium, selenium, dan zinc yang turut berperan menjaga sistem kekebalan tubuh. Selain itu, mengonsumsi yogurt secara teratur dapat membantu meningkatkan bakteri baik dalam usus yang bermanfaat melawan infeksi dan meningkatkan kesehatan pencernaan anak.

Manfaat ini berasal dari kandungan probiotik yang didapat dari hasil fermentasi susu menggunakan bakteri Lactobacilus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.

Yogurt juga termasuk sumber makanan yang padat gizi untuk bayi, karena satu porsinya dapat mengandung sejumlah mineral dan vitamin penting, mulai dari vitamin A, B6, D, E, K, riboflavin, asam folat, niacin, hingga kalsium, fosfor, kalium, magnesium, zinc, dan lainnya. 

Pilihlah yogurt tawar (tanpa tambahan gula dan perasa) untuk si Kecil. Selain bisa langsung memberikannya begitu saja, Ibu bisa mengolah yogurt menjadi eskrim dengan cara membekukannya lebih dulu atau dibuat menjadi puding yogurt strawberry.

Cara Alami Melancarkan BAB pada Bayi

Pada umumnya, makanan padat yang lebih bertekstur akan mempengaruhi konsistensi dan bau feses pada bayi di usia 8 bulan. Maka dari itu, seringkali perubahan tekstur atau jenis makanan dapat menyebabkan BAB bayi tidak lancar. Kondisi ini bisa disebut sebagai konstipasi atau sembelit.

Konstipasi atau sembelit merupakan kondisi di mana seseorang akan mengalami kesulitan dalam BAB. Tanda-tanda konstipasi dapat dilihat dari berkurangnya frekuensi buang air besar dari kebiasaan normal, tinja yang lebih keras dan lebih besar dari biasanya atau berbentuk kerikil, serta nyeri saat buang air besar dibandingkan dengan sebelumnya. Selain itu, ketika perut diraba, dapat terasa adanya massa tinja yang mengumpul.

Berikut ini beberapa cara untuk menjaga kesehatan pencernaan pada bayi, seperti:

  • Memastikan bayi mendapatkan asupan cairan yang cukup baik dari ASI atau air putih. Asupan cairan yang cukup dapat mencegah terjadinya konstipasi.

  • Berikanlah bayi asupan probiotik yang dapat membantu menjaga kesehatan pencernaannya, seperti keju, yogurt, dan tempe.

  • Pastikan kebutuhan serat bayi memadai sesuai dengan usianya. 

  • Membersihkan alat masak yang digunakan sebelum diberikan pada bayi.

  • Melengkapi kebutuhan gizi dengan menambahkan sumber prebiotik ke dalam asupan makanan. Beberapa makanan yang kaya akan prebiotik antara lain apel, pisang, sayuran hijau, kacang polong, brokoli, dan daun bawang.

Baca Juga: 5 Penyebab Bayi Mencret Setelah Minum ASI dan Cara Mengatasinya

Nah, itulah beberapa makanan yang baik untuk pencernaan si Kecil dan dapat melancarkan BAB. Apabila pencernaan si Kecil sehat, maka sistem kekebalan tubuh pada bayi juga akan lebih kuat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

Ibu juga bisa cari tahu kondisi pencernaan si Kecil dengan menggunakan tools  Poop Tracker di Bebe Journey. Hasilnya bisa didapatkan dan dibawa ke dokter untuk dikonsultasikan lebih lanjut, lho! Semoga artikel ini membantu!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. WebMD Editorial Contributors. (2020, January 12). Health Benefits of Papaya. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/diet/health-benefits-papaya
  2. ‌IDAI | Gangguan Pencernaan pada Bayi (2). (2017). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/gangguan-pencernaan-pada-bayi-2
  3. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2023). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2160/konstipasi-sembelit-pada-anak
  4. IDAI | Sembelit (Konstipasi) pada Anak. (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/sembelit-konstipasi-pada-anak
  5. ‌Papaya for Babies - First Food for Babies - Solid Starts. (2023). Solidstarts.com. https://solidstarts.com/foods/papaya/
  6. Parents. (2013). Foods That Cause and Relieve Constipation in Babies. Parents. https://www.parents.com/baby/health/constipation/foods-that-cause-and-relieve-constipation-in-babies/
  7. ‌Collins, J. (2019, August 5). Prebiotics. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/prebiotics-overview
  8. ‌Watson, S. (2019, July 8). Dragon Fruit. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/food-recipes/benefits-dragon-fruit
  9. ‌Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/782/apa-saja-ya-manfaat-buah-alpukat
  10. ‌When can babies have bananas? (2022). BabyCenter. https://www.babycenter.com/baby/solids-finger-foods/when-can-babies-eat-bananas_40009330
  11. ‌Semeco, A. (2021, May 10). The 19 Best Prebiotic Foods You Should Eat. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/nutrition/19-best-prebiotic-foods#11.-Apples
  12. ‌Potassium. (2019, June 3). The Nutrition Source. https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/potassium/
  13. ‌Garone, S. (2020, November 16). A Nutritionist’s Guide to Plant-Based Protein: How to Make It, Eat It, and Love It. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/nutritionists-guide-to-plant-based-protein#options-to-try


Artikel Terkait