Makanan Pelancar BAB Bayi 8 Bulan agar Tidak Sembelit
Saat bayi sembelit, batasi pisang mentah, produk susu berlebihan, camilan tinggi tepung, nasi, roti, pasta putih, serta makanan ultra-proses. Perbanyak makan buah dan sayur.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 16 Agustus 2023
Diperbarui: 10 September 2026
Makanan pelancar BAB bayi 8 bulan dapat berupa buah, sayur, dan sumber serat yang teksturnya disesuaikan dengan kemampuan makannya. Pilih makanan yang juga mengandung cukup air, seperti pepaya, pir, buah naga, apel, dan alpukat. Beberapa pilihan lain seperti prune, oatmeal, brokoli, dan yogurt plain juga dapat menjadi bagian dari menu MPASI yang beragam.
Kenapa Bayi 8 Bulan Susah BAB?
Bayi 8 bulan umumnya mengalami susah BAB karena tubuhnya masih beradaptasi dengan MPASI, terutama saat jenis dan tekstur makanan mulai semakin beragam.
Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh peningkatan kepadatan makanan tanpa diimbangi cairan dan serat yang cukup, sehingga membuat feses lebih padat seperti beras putih atau pisang yang belum matang, serta kurang aktif bergerak.
Selain faktor makanan dan kebiasaan, susah BAB juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti gangguan pada otot atau saraf usus maupun efek samping obat-obatan tertentu.
Usahakan bayi makan lebih banyak makanan berserat, serta tetap aktif bermain dan bergerak untuk melancarkan BAB-nya.
Baca Juga: Pup Anak Warna Hijau, Normal atau Perlu Diperiksa ke Dokter?
Kapan Bayi 8 Bulan Dikatakan Sembelit?
Frekuensi BAB setiap bayi bisa berbeda. Jadi, frekuensi BAB yang lebih jarang belum tentu bayi sembelit. Berikut ciri yang umumnya terlihat saat bayi mengalami sembelit atau konstipasi.
- Feses keras, kering, atau berbentuk butiran kecil.
- Frekuensi BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu, terutama jika disertai kesulitan BAB.
- Mengejan cukup lama atau tampak kesulitan mengeluarkan feses.
- Menangis atau terlihat kesakitan saat BAB.
- Perut terasa lebih keras dan anak menjadi kurang nafsu makan.
- Feses atau kentut berbau lebih menyengat dari biasanya.
- Ada sedikit darah pada feses, yang dapat terjadi akibat luka kecil di anus karena feses keras.
Makanan Pelancar BAB Bayi 8 Bulan
MPASI kaya serat, air, dan prebiotik dapat bantu membuat feses lebih lunak serta mendukung kesehatan mikrobiota usus. Berikut pilihan makanan pelancar BAB bayi 8 bulan maupun usia lainnya.
1. Pepaya
Pepaya mengandung serat dan cukup banyak air yang dapat membantu menjaga feses tetap lunak.
Buah ini juga mengandung enzim papain dan chymopapain yang bisa mencerna protein dengan baik, sehingga akan membantu pencernaan dan mengurangi peradangan di saluran pencernaan.
Berikan buah pepaya sebagai puree atau dicampurkan ke dalam menu MPASI agar si Kecil lebih mudah memakannya.
2. Pir
Pir mengandung serat dan sorbitol alami yang dapat membantu melancarkan BAB.
Ibu bisa mengolahnya menjadi puree atau memberikan potongan pir matang sebagai finger food dengan tekstur yang sesuai kemampuan si Kecil.
3. Prune
Prune mengandung sorbitol dan senyawa fenolik yang dapat membantu meningkatkan kandungan air dalam feses. Alhasil, feses jadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan.
Untuk bayi 8 bulan, prune dapat diolah menjadi puree dengan merendam atau merebusnya terlebih dahulu hingga lunak.
Baca Juga: Pilihan Makanan Padat untuk Bayi yang Sehat dan Bergizi
4. Apel
Apel mengandung banyak nutrisi, termasuk serat dan pektin. Keduanya merupakan jenis prebiotik yang berarti dapat memberikan makanan bagi bakteri usus yang baik.
Pektin juga dapat mengurangi jumlah bakteri berbahaya di dalam saluran pencernaan. Ibu dapat memberikan makanan pelancar BAB bayi 8 bulan ini sebagai finger food.
Jika ingin lebih aman, kukus apel terlebih dahulu hingga lunak, kemudian haluskan atau potong sesuai kemampuan makan si Kecil.
5. Alpukat
Selain tinggi lemak sehat, satu buah alpukat ukuran sedang mengandung serat yang cukup untuk membantu memelihara kesehatan sistem pencernaan si Kecil.
Karena alpukat matang mempunyai tekstur yang lembut dan mudah dihancurkan, Ibu bisa membuat puree alpukat untuk si Kecil agar lebih mudah dicerna atau dicampurkan dengan bahan makanan lain.
Salah satu ide olahan yang bisa dibuat dari alpukat adalah alpukat bubur campur bayam.
6. Buah Naga
Buah naga mengandung air dan serat, serta memiliki prebiotik yang dapat memberi nutrisi bakteri baik, seperti lactobacilli dan bifidobacteria di dalam usus.
Meningkatkan asupan makanan sumber prebiotik dalam MPASI si Kecil dapat menjaga keseimbangan bakteri baik untuk melawan bakteri jahat penyebab penyakit pencernaan.
Buah ini juga mengandung antioksidan yang bisa bantu menjaga kesehatan fungsi pencernaan. Sajikan buah naga sebagai finger food untuk si Kecil atau dibuat puree dengan campuran buah lainnya.
7. Brokoli
Brokoli termasuk sayuran tinggi serat dan vitamin C yang dapat membantu mendukung kelancaran BAB.
Untuk bayi 8 bulan, kukus brokoli hingga empuk, lalu haluskan atau cincang sesuai kemampuan makan si Kecil.
8. Oatmeal
Oatmeal mengandung beta-glucan, yaitu jenis serat larut yang dapat membantu feses menyerap air agar teksturnya lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Asupan serat larut juga dapat membantu mengurangi masalah sulit BAB pada anak.
Ibu bisa memasak oatmeal, sebagai salah satu makanan pelancar BAB bayi 8 bulan, hingga lembut dan mencampurkannya dengan buah seperti pir atau pepaya untuk menu MPASI.
9. Tempe
Tempe juga bisa menjadi pilihan karena mengandung serat dan probiotik untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Tekstur tempe bisa dibuat lebih lembut dengan dikukus lalu dihaluskan atau dicincang sesuai dengan kemampuan si Kecil.
10. Yogurt Plain
Yogurt plain mengandung probiotik yang dapat membantu mendukung keseimbangan mikrobiota usus.
Meski begitu, sebaiknya berikan yogurt secukupnya pada si Kecil. Konsumsi produk susu termasuk yogurt secara berlebihan berisiko memperburuk keluhan sembelit pada beberapa anak.
Pilih yogurt tanpa tambahan gula dan berikan dalam jumlah yang sesuai untuk melengkapi nutrisi MPASI harian.
Makanan yang Sebaiknya Dibatasi Saat Bayi Sedang Sembelit
Batasi jenis makanan berikut saat bayi sembelit karena berisiko membuat feses semakin sulit dikeluarkan.
- Pisang yang belum matang, karena teksturnya lebih padat dan kandungan pati resisten lebih tinggi.
- Produk susu, seperti keju dan yogurt, terutama jika dikonsumsi terlalu banyak.
- Camilan tinggi tepung, seperti biskuit atau makanan olahan berbahan tepung yang rendah serat.
- Makanan rendah serat, seperti nasi putih, roti putih, dan pasta putih.
- Makanan ultra-proses yang umumnya rendah serat.
Ragam jenis makanan tersebut sebenarnya bukan penyebab utama sembelit pada semua bayi. Namun, pada sebagian bayi, konsumsi terlalu banyak atau terlalu sering dapat memperburuk gejala konstipasi.
Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi MPASI
Cara Melancarkan BAB Bayi Selain dari Makanan
Selain melalui MPASI, beberapa kebiasaan sederhana juga dapat membantu mendukung BAB bayi agar lebih lancar. Berikut beberapa caranya:
- Cukupi ASI: tetap berikan ASI sesuai kebutuhan si Kecil untuk membantu memenuhi asupan cairannya.
- Berikan air putih: air putih yang cukup bisa membantu melembutkan tekstur feses agar lebih mudah dikeluarkan.
- Lakukan tummy time: aktivitas ini membantu bayi aktif bergerak dan melatih otot tubuhnya.
- Pijat perut dengan lembut: pijatan ringan pada perut dapat menjadi cara sederhana untuk membantu bayi lebih rileks.
- Gerakan kaki seperti mengayuh sepeda: gerakkan kedua kaki bayi secara perlahan dan bergantian untuk membantu merangsang pergerakan usus.
- Buat jadwal makan teratur: pola makan yang konsisten membantu membangun rutinitas pencernaan.
- Jangan memaksa bayi makan: ikuti tanda lapar dan kenyang bayi agar waktu makan tetap nyaman.
Ibu juga bisa dukung kesehatan pencernaan si Kecil dengan pemantauan yang lebih mudah. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Kapan Bayi Harus Dibawa ke Dokter?
Susah BAB sesekali masih cukup umum terjadi pada bayi, terutama saat mulai MPASI. Namun, sebaiknya segera periksakan si Kecil ke dokter jika mengalami salah satu tanda berikut:
- BAB disertai darah, terutama jika jumlahnya banyak atau terjadi berulang.
- Tidak BAB selama lebih dari 5–7 hari, terutama jika bayi tampak tidak nyaman.
- Muntah, terutama jika terjadi berulang atau disertai sulit makan.
- Perut tampak membuncit atau terasa keras.
- Demam yang muncul bersamaan dengan keluhan sembelit.
- Berat badan tidak naik atau bayi sulit makan dalam waktu cukup lama.
- Bayi tampak sangat kesakitan saat mencoba BAB atau terus menangis karena tidak nyaman.
Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebab sembelit dan menentukan penanganan yang sesuai, terutama jika keluhan tidak membaik atau disertai gejala lain.
Sembari memperhatikan tanda-tanda konstipasi, berikan makanan pelancar BAB bayi 8 bulan. Jika sembelit tidak membaik, jangan hanya andalkan makanan dan segera konsultasi ke dokter.
Masalah pencernaan bisa memengaruhi kenyamanan si Kecil. Daftar sebagai member Bebeclub sekarang untuk akses lengkap ke panduan menjaga kesehatan saluran cerna anak yang terverifikasi ahli.

_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
