Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi di Rumah
Cara mengatasi perut kembung pada bayi dapat dilakukan dengan membantu bayi bersendawa, memperbaiki posisi menyusu, serta memberi pijatan lembut.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
dr. Attila Dewanti, SpA (K)
Diterbitkan: 13 Oktober 2026
Diperbarui: 13 Oktober 2026
Untuk mengatasi perut kembung pada bayi, sendawakan setelah menyusu dengan posisi tegak sambil menepuk punggungnya perlahan. Gerakkan kaki bayi seperti mengayuh sepeda atau pijat perut searah jarum jam dengan lembut. Ibu juga bisa lakukan tummy time dengan pengawasan dan mandikan bayi menggunakan air hangat untuk membantu mengeluarkan gas.
Kenapa Perut Bayi Bisa Kembung?
Perut kembung pada bayi dapat terjadi karena gas menumpuk di saluran pencernaan. Kondisi ini cukup umum, terutama ketika bayi banyak menelan udara saat menyusu atau masih beradaptasi dengan proses pencernaan.
1. Banyak Menelan Udara saat Menyusu
Bayi dapat menelan lebih banyak udara ketika menyusu terlalu cepat, menangis lama sebelum menyusu, atau pelekatan pada payudara saat menyusu belum optimal.
Udara yang tertelan dapat membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman. Karena itu, perhatikan posisi menyusu dan tanda lapar Si Kecil. Usahakan menyusui sebelum ia terlanjur menangis terlalu lama.
2. Sistem Pencernaan Bayi Masih Berkembang
Si Kecil masih belajar mengenali berbagai sensasi dari sistem pencernaannya. Gas yang sebenarnya normal dapat terasa lebih mengganggu karena bayi belum bisa mengeluarkannya dengan mudah.
Jadi, tidak setiap perut yang terasa penuh berarti ada masalah pencernaan. Ibu bisa melihat kondisi Si Kecil secara keseluruhan, termasuk apakah ia tetap mau menyusu dan beraktivitas seperti biasa.
3. Sembelit atau Gangguan Pencernaan
Kembung juga dapat muncul bersamaan dengan sembelit. Ketika feses tertahan di usus besar, pergerakan saluran cerna melambat sehingga gas menjadi lebih sulit keluar.
Perhatikan apakah Si Kecil juga mengalami feses keras, sulit BAB, atau tampak kesakitan saat BAB. Jika keluhan berlangsung terus atau disertai gejala lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
4. Sensitivitas terhadap Makanan atau Susu
Pada bayi yang sudah mulai MPASI, beberapa jenis makanan dapat membuat produksi gas meningkat. Namun, Ibu tidak perlu langsung menganggap kembung sebagai tanda alergi atau intoleransi.
Jika keluhan muncul berulang setelah makanan tertentu diberikan, catat makanan yang dikonsumsi dan gejala yang muncul. Informasi tersebut dapat membantu dokter mengevaluasi penyebabnya.
Baca Juga: Kolik vs Kembung pada Bayi: Bedanya + Penanganan
Ciri-Ciri Perut Kembung pada Bayi
Perut bayi yang sedikit penuh setelah menyusu belum tentu berarti kembung. Perhatikan kombinasi perubahan pada perut, perilaku, dan kebiasaan Si Kecil.
Beberapa tanda yang dapat diperhatikan antara lain:
- perut terlihat lebih besar atau terasa penuh
- bayi lebih rewel dari biasanya,
- bayi sering menggeliat,
- kaki sering ditarik ke arah perut
- bayi lebih sering kentut atau sendawa
- bayi tampak tidak nyaman setelah menyusu
- bayi sulit tidur atau mudah terbangun
Baca Juga: Bayi Gumoh: 5 Penyebab + Cara Mengatasi
Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi
Ada beberapa cara sederhana yang dapat dicoba di rumah untuk membantu Si Kecil merasa lebih nyaman. Lakukan perlahan dan hentikan jika bayi tampak tidak nyaman.
1. Sendawakan Bayi Setelah Menyusu
Setelah menyusu, posisikan bayi tegak dengan kepala dan leher tetap tersangga. Tepuk atau usap punggungnya secara perlahan untuk membantu mengeluarkan udara.
Tidak semua bayi harus selalu bersendawa. Jika Si Kecil sudah terlihat nyaman, Ibu tidak perlu memaksanya.
2. Perbaiki Posisi dan Pelekatan saat Menyusu
Pastikan posisi kepala dan tubuh bayi nyaman selama menyusu. Pelekatan yang baik membantu Si Kecil menyusu dengan lebih efektif sekaligus mengurangi kemungkinan menelan udara berlebihan.
Jika bayi terlihat sering melepas dan kembali menyusu sambil rewel, coba hentikan sebentar. Beri kesempatan Si Kecil untuk tenang sebelum melanjutkan menyusu.
3. Gerakkan Kaki seperti Mengayuh Sepeda
Baringkan bayi dalam posisi telentang di permukaan yang aman. Kemudian, gerakkan kedua kakinya secara perlahan seperti sedang mengayuh sepeda.
Gerakan ini dapat menjadi aktivitas sederhana untuk membantu gas bergerak melalui saluran pencernaan. Hentikan jika Si Kecil terlihat tidak nyaman.
4. Tekuk Lutut Bayi Perlahan ke Arah Perut
Selain gerakan mengayuh, Ibu dapat menekuk kedua lutut Si Kecil perlahan ke arah perut. Gerakkan dengan lembut dan jangan memberikan tekanan kuat.
Jadikan aktivitas ini sebagai permainan ringan. Bila bayi menangis atau tampak kesakitan, segera hentikan.
Baca Juga: Bayi Mencret Setelah ASI: 5 Penyebab & Perawatan
5. Lakukan Pijat Perut dengan Lembut
Pijat perut dapat dilakukan dengan gerakan ringan dan perlahan. Ibu bisa menggunakan gerakan melingkar searah jarum jam tanpa menekan terlalu kuat.
Sebaiknya jangan langsung memijat setelah bayi selesai menyusu. Berikan waktu agar Si Kecil merasa nyaman terlebih dahulu.
6. Lakukan Tummy Time saat Bayi Terjaga
Tummy time dapat menjadi bagian dari aktivitas bermain sehari-hari. Letakkan bayi tengkurap di permukaan datar dan aman saat ia terjaga, lalu awasi sepanjang kegiatan.
Tummy time bukan posisi untuk tidur dan bukan obat kembung. Aktivitas ini lebih tepat digunakan sebagai kesempatan bagi bayi untuk bergerak dan melatih kemampuan motoriknya.
7. Mandi dengan Air Hangat
Mandi dengan air hangat dapat membantu Si Kecil merasa lebih rileks ketika sedang tidak nyaman. Pastikan air terasa hangat, bukan panas, dan jangan pernah meninggalkan bayi sendirian saat mandi.
Cara ini bukan obat untuk menghilangkan kembung. Ibu bisa menggunakannya sebagai bagian dari cara menenangkan Si Kecil.
8. Kompres Hangat dengan Aman
Ibu juga dapat menggunakan waslap yang terasa hangat untuk ditempelkan sebentar pada perut bayi. Pastikan suhunya nyaman dan tidak terlalu panas.
Jangan menekan atau menggosok perut dengan kuat. Hentikan jika kulit bayi menjadi kemerahan atau Si Kecil terlihat tidak nyaman.
9. Berikan Waktu agar Gas Keluar
Setelah menyusu, posisikan bayi tetap tegak selama beberapa saat.
Gaya gravitasi akan membantu menjaga susu tetap berada di lambung sekaligus memudahkan gas keluar secara alami melalui sendawa atau kentut.
Tidak perlu mencoba banyak cara sekaligus. Pilih cara yang paling membuat Si Kecil nyaman dan tetap perhatikan respons tubuhnya.
10. Hindari Bayi Menyusu dalam Kondisi Menangis Lama
Tangisan yang sudah sangat lama dapat membuat bayi menelan lebih banyak udara. Karena itu, Ibu bisa mencoba mengenali tanda lapar sebelum Si Kecil mulai menangis.
Jika bayi sudah terlanjur menangis, tenangkan terlebih dahulu sebelum kembali menyusu. Cara ini juga membuat proses menyusu terasa lebih nyaman bagi Ibu dan Si Kecil.
American Academy of Pediatrics menyarankan menghindari pemberian makan ketika bayi sudah sangat lapar. Pasalnya, bayi dapat menyusu dengan terburu-buru dan menelan lebih banyak udara.
Jika Bayi Sudah MPASI, Perhatikan Makanan Pemicu Kembung
Saat mulai MPASI, perubahan menu dapat membuat pola pencernaan Si Kecil ikut berubah. Beberapa makanan juga dapat menghasilkan lebih banyak gas pada sebagian bayi.
Contoh Makanan yang Bisa Menghasilkan Lebih Banyak Gas
Beberapa makanan yang dapat membuat sebagian bayi lebih mudah bergas antara lain:
- Brokoli
- Kembang kol
- Kubis
- Kacang-kacangan
Namun, respons setiap bayi bisa berbeda. Ibu tidak perlu langsung menghindari makanan bergizi hanya karena Si Kecil sesekali kentut atau kembung.
Jika Ibu melihat keluhan berulang setelah makanan tertentu diberikan, perhatikan jenis makanan, porsinya, dan gejala yang muncul. Dengan begitu, Ibu dapat berdiskusi dengan dokter bila keluhan terus berulang.
Tetap Berikan MPASI Sesuai Kebutuhan
Kembung bukan berarti Ibu perlu mengurangi makanan Si Kecil secara berlebihan. Tetap berikan MPASI yang beragam sesuai usia dan kemampuan makan bayi.
Perhatikan juga tekstur makanan serta asupan cairan sesuai usia. Jika kembung disertai muntah, diare, sulit BAB, atau bayi tidak mau makan, konsultasikan dengan dokter.
Cara Mencegah Perut Bayi Kembung
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi kemungkinan Si Kecil mengalami kembung:
- Pastikan pelekatan menyusu tepat.
- Hindari memberi susu ketika bayi sudah menangis sangat lama.
- Sendawakan bayi bila ia terlihat membutuhkan setelah menyusu.
- Hindari aktivitas yang memberi tekanan pada perut segera setelah menyusu.
- Untuk bayi yang sudah MPASI, kenalkan makanan secara bertahap.
- Amati makanan yang tampaknya memicu keluhan.
- Berikan kesempatan bayi bergerak sesuai tahap perkembangannya.
Dukung kesehatan pencernaan si Kecil dengan pemantauan yang lebih mudah. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Apakah Perut Kembung pada Bayi Berbahaya?
Sebagian besar kembung ringan pada bayi tidak berbahaya dan dapat membaik setelah bayi bersendawa atau kentut. Gas merupakan bagian normal dari proses pencernaan.
Namun, kembung yang muncul bersama gejala lain perlu diperhatikan. Kondisi seperti muntah berulang, perut sangat membesar, atau bayi tampak sangat lemas membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
AAP menjelaskan bahwa gas pada bayi umumnya tidak berbahaya, tetapi bayi dengan gas disertai gejala seperti sulit makan, muntah, dehidrasi, atau penurunan berat badan perlu dievaluasi.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa ke dokter jika bayi mengalami perut kembung yang disertai:
- Perut sangat membesar atau terasa sangat keras.
- Menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan.
- Muntah berulang, terutama jika berwarna hijau atau berdarah.
- Demam.
- Tidak mau menyusu.
- BAB berdarah.
- Diare berat.
- Tampak sangat lemas.
- Frekuensi pipis berkurang atau ada tanda dehidrasi.
Jangan hanya mengandalkan cara rumahan jika kondisi Si Kecil semakin memburuk. Dokter dapat membantu mencari penyebab kembung dan menentukan penanganan yang sesuai.
Masalah pencernaan bisa memengaruhi kenyamanan si Kecil. Daftar sebagai member Bebeclub sekarang untuk akses lengkap ke panduan menjaga kesehatan saluran cerna anak yang terverifikasi ahli.

_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
