makanan-diare-untuk-anak

3 Pilihan Makanan untuk Anak Diare yang Mudah Dibuat di Rumah

detail-fb detail-wa detail-twitter

Saat anak diare, makanan yang diberikan harus tepat untuk mendukung pemulihannya. Ibu mungkin pernah mendengar diet BRAT (Banana, Rice, Applesauce, Toast) sebagai makanan untuk anak diare. Makanan ini memiliki sifat mengikat yang bisa menyebabkan konstipasi sehingga dapat membantu diare jadi berkurang. Namun untuk membantu si Kecil cepat pulih, Ibu juga perlu memberikan asupan lemak, protein dan energi yang dibutuhkannya 1.

Selain itu, hindari diet BRAT bila diare disertai demam tinggi dan keluarnya darah saat diare karena dapat memperburuk infeksi pada usus2. Oleh sebab itu, sebagai makanan pendukung si Kecil kala diare, Ibu bisa menambahkan 3 makanan berikut: Kaldu Tulang, Nasi Tim Jamur dan Nugget Pisang. Selain memenuhi nutrisi si Kecil, menu makanan ini juga mudah dibuat di rumah sehingga Ibu tidak kesulitan membagi waktu antara memasak dan menjaga si Kecil yang sakit. Simak, yuk, Bu!

1. Kaldu Tulang

Kalau sudah diare, tubuh jadi lemas, makan pun jadi tak selera. Tapi jangan sampai si Kecil kekurangan cairan ya, Bu. Selain rutin memberinya minum air putih, Ibu bisa membuatkan kaldu tulang yang sekaligus dapat memberinya tambahan energi, vitamin, dan mineral. Manfaat kaldu tulang sudah jadi rahasia umum bahkan sudah dievaluasi secara ilmiah dan memiliki pengaruh dalam proses penyembuhan infeksi saluran napas, sebagai anti inflamasi, direkomendasikan untuk pasien sindrom usus bocor, autis dan ADHD3.

Kaldu tulang kaya akan kalsium, magnesium, kalium, fosfor, vitamin A, vitamin K2, seng, besi, boron, mangan, dan selenium, serta asam lemak omega-3 dan omega-64. Ibu bisa menggunakan tulang sapi  atau ayam. Sumsum dan jaringan ikat pada bagian tulang dan kaki, termasuk ceker ayam, bisa juga digunakan. Untuk menyamarkan aroma kaldu yang terlalu tajam, tambahkan potongan wortel, seledri, bawang bombay atau bawang putih, sedikit jahe dan lengkuas geprek.

Cara membuatnya mudah, Ibu cukup cuci bersih semua bahan dan masukkan ke dalam slow cooker bersama air secukupnya dan bahan lain. Masak sekitar 12-24 jam. Cara terbaik membuat kaldu tulang memang menggunakan slow cooker karena semakin lama dimasak, akan semakin bergizi tinggi dan enak rasanya4. Ibu bisa membuatnya saat sore atau malam, untuk dikonsumsi esok hari. Setelah matang, dinginkan dan saring ke dalam wadah. Kaldu tulang siap dinikmati si Kecil untuk dijadikan campuran bubur, nasi tim atau langsung diminum.

Tidak ada slow cooker? Ibu juga bisa menggunakan panci biasa. Didihkan dengan api sedang, lalu buang air rebusan pertama ini karena biasanya pada rebusan pertama terbentuk kotoran dari sisa darah yang ada di tulang.  Setelah itu, rebus kembali tulang bersama dengan bahan lainnya dalam panci tertutup dengan api kecil selama 4-6 jam. Memang agak lama sih, tetapi dengan cara ini kaldu yang dihasilkan akan lebih lezat, Bu!

2. Nasi Tim Jamur

Jamur merupakan salah satu makanan yang aman dikonsumsi saat diare karena termasuk tinggi antioksidan, anti-inflamasi dan plus point-nya anti-virus4. Selain itu, jamur juga kaya akan vitamin, mineral, antioksidan, protein, serat dan karbohidrat yang meningkatkan kesehatan si Kecil5. Dalam membuat Nasi Tim Jamur ini, Ibu bisa menggunakan 100 gram irisan jamur kancing dan 2 buah jamur shiitake yang dicincang. Bumbu yang digunakan hanya bawang putih, kecap asin, minyak wijen dan daun bawang.

Cara membuatnya sangat sederhana. Tumis bawang putih hingga harum, lalu masukkan 2 jenis jamur tadi beserta 100 ml air. Masak hingga mendidih. Tambahkan 2 piring nasi, kecap asin, minyak wijen dan masak hingga nasi agak lembek. Lalu matikan api dan pindahkan ke dalam 2 mangkuk kecil. Tekan-tekan hingga padat, keluarkan dari mangkuk dan beri irisan daun bawang. Voilla! Mudah ya, Bu. Untuk memperkaya cita rasa dan kandungan gizinya, bisa juga tambahkan dada ayam yang dipotong dadu kecil.

3. Nugget Pisang

“Mama, aku mau makan yang manis-manis.”

Setelah selera makannya naik turun, tiba-tiba si Kecil minta sajian manis. Padahal saat diare, si Kecil belum boleh banyak makanan mengandung gula. Tapi jangan kuatir, Bu. Nugget pisang ini bisa jadi menu pilihan makanan manis saat si Kecil diare. Pisang mengandung tinggi kalium yang baik dikonsumsi saat diare6.

Ibu bisa menyediakan 7 buah pisang raja yang ranum, lalu celupkan ke dalam putih telur dan lumuri dengan panko, atau yang biasa dikenal dengan remah roti. Goreng hingga matang dan sajikan. Hindari dulu menaburkan topping manis seperti meses coklat atau keju karena itu termasuk dalam makanan flatugenik atau makanan yang membentuk gas secara berlebihan7.

Untuk menjaga kesehatan pencernaan si Kecil, saat ia sudah pulih dari diare, Ibu bisa menyajikan 3 gelas sehari susu Bebelac Gold yang mengandung 3 jenis serat, omega 3 & 6, 13 vitamin & 7 mineral, serta 0% sukrosa. nutrisi tepat tinggi serat pada Bebelac Gold jadi pilihan tepat Ibu Hebat untuk mendukung kesehatan pencernaannya.

Nutrisi tepat tinggi serat Bebelac juga dapat dukung 7 kehebatan lengkap si Kecil, yaitu pencernaan lancar, menjaga kesehatan pencernaan, penyerapan nutrisi lebih baik, tumbuh kembang lebih baik, perkembangan kognitif lebih tajam, mood lebih positif dan memberikan perlindungan alami bagi si Kecil.

Memilih makanan untuk anak diare memang gampang-gampang susah ya, Bu. Pada kondisi diare, perut pasti terasa tak nyaman dan badan pun lemas. Akibatnya si Kecil jadi tidak selera makan. Siasati dengan lebih sering memberinya makanan meski dalam porsi kecil. Air putih tentu juga harus terus diberikan untuk menghindari dehidrasi.


Referensi

  1. Vincent Iannelli, MD. 2020. Is the BRAT Diet Necessary for Your Child's Diarrhea?. Diambil dari https://www.verywellfamily.com/is-the-brat-diet-necessary-for-your-child-2633489 [Diakses 27 Juni 2021]
  1. Valerie Nemeth; Nicholas Pfleghaar. 2020. Diarrhea. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448082/ [Diakses 27 Juni 2021]
  2. Der-jen Hsu, Chia-wei Lee, Wei-choung Tsai, and Yeh-chung Chien. 2017. Essential and toxic metals in animal bone broths. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5533136/  [Diakses 27 Juni 2021]
  1. Kayla McDonell, RD. 2020. Bone Broth: How to Make It and 6 Reasons Why You Should. Diambil dari https://www.healthline.com/nutrition/bone-broth [Diakses 26 Juni 2021]
  2. Jiao-Jiao Zhang,Ya Li, Tong Zhou, Dong-Ping Xu, Pei Zhang, Sha Li, and Hua-Bin Li. 2016. Bioactivities and Health Benefits of Mushrooms Mainly from China. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6274515/ [Diakses 27 Juni 2021]
  3. Cut Nurul Hafifah, Sp.A. 2017. Bagaimana Memberi Makan Anak Saat Sedang Diare. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-memberi-makan-anak-saat-sedang-diare [Diakses 29 Juni 2021]
  4. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2015. Kembung pada Anak. Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/kembung-pada-anak [Diakses 29 Juni 2021]