Apa Saja Vitamin untuk Anak yang Susah Buang Air Besar?
Selain makanan yang kaya serat, beberapa jenis vitamin seperti vitamin A, C, dan B juga bantu melunakkan feses secara alami agar BAB si Kecil tidak terasa keras saat dikeluarkan.
Anak yang susah buang air besar perlu mendapatkan serat, cairan, dan nutrisi cukup. Beberapa vitamin untuk anak yang susah buang air besar seperti vitamin C dan vitamin B5 dapat meningkatkan aktivitas usus. Berikan pepaya, buah naga, pir, alpukat, jeruk, serta sayuran hijau untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan memelihara kesehatan saluran cerna.
Apakah Vitamin Bisa Membantu Anak yang Susah BAB?
Vitamin dan suplemen tertentu dapat membantu menjaga kelancaran BAB. Namun, suplemen bukan pengganti obat pencahar untuk mengatasi sembelit pada anak.
Sembelit pada anak lebih sering berkaitan dengan kurangnya asupan serat atau cairan, kebiasaan menahan BAB, dan perubahan rutinitas. Jadi, tidak selalu berarti anak kekurangan vitamin.
Kebutuhan vitamin juga sebaiknya dipenuhi melalui makanan bergizi seimbang, seperti dari buah, sayuran, dan biji-bijian utuh, untuk memenuhi kebutuhan zat gizi sekaligus membantu mencukupi serat.
Vitamin dan Mineral untuk Anak yang Susah Buang Air Besar
Di dalam tubuh, beberapa jenis vitamin bekerja sebagai pelunak feses alami agar BAB si Kecil tidak sakit dan keras. Berikut beberapa pilihan vitamin untuk anak yang susah buang air besar:
1. Vitamin C
Vitamin C merupakan vitamin untuk anak yang susah buang air besar. Vitamin ini membantu sistem kekebalan tubuh dan pembentukan kolagen untuk menjaga kesehatan jaringan.
Mengutip Kementerian Kesehatan, anak 1-3 tahun butuh 40 miligram vitamin C per hari.
Ibu bisa memenuhi kebutuhan vitamin C anak dari buah dan sayuran, seperti jeruk, kiwi, stroberi, brokoli, dan paprika.
2. Vitamin B1
Vitamin B1 membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi dan mendukung fungsi saraf serta otot.
Penelitian yang diterbitkan di BMC Gastroenterology pada 2024 menunjukkan bahwa asupan vitamin B1 yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko sembelit kronis yang lebih rendah. Kondisi ini diduga berhubungan dengan tekstur feses yang lebih lunak dan pergerakan usus yang lebih aktif.
Sebagai vitamin untuk anak yang susah buang air besar, Ibu bisa memberikan vitamin B1 dari salmon, beras cokelat, kacang polong, kerang hijau, biji bunga matahari, dan yogurt.
3. Vitamin B12
Vitamin untuk anak yang susah buang air besar selanjutnya adalah vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 menimbulkan berbagai gejala dan pada kondisi tertentu dapat disertai sembelit.
Namun, sembelit tidak selalu disebabkan oleh kekurangan vitamin B12, sehingga pemberian suplemen B12 sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak.
Vitamin B12 dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan seperti hati sapi, salmon, tuna, daging sapi, produk turunan susu, dan telur.
4. Vitamin D
Beberapa penelitian menemukan hubungan kadar vitamin D rendah dengan konstipasi. Namun, buktinya masih kontroversial sehingga vitamin D belum dapat dianggap sebagai obat sembelit.
Jadi, vitamin D bukan pilihan utama sebagai vitamin untuk anak yang susah buang air besar. Vitamin D berperan dalam membantu penyerapan kalsium dan menjaga kesehatan tulang.
Ibu tetap dapat memenuhi kebutuhan vitamin D anak melalui makanan seperti ikan salmon, sarden, mackerel, kuning telur, dan hati.
5. Vitamin B9 (Folat)
Vitamin B9 atau folat berperan dalam sintesis DNA, metabolisme asam amino, dan pembelahan sel, sehingga penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Folat tetap penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, tetapi belum terbukti dapat digunakan sebagai vitamin untuk anak yang susah buang air besar.
Folat dapat diperoleh dari bayam, brokoli, kacang polong, dan kacang merah yang juga mengandung serat untuk membantu mencegah dan mengatasi sembelit pada anak.
6. Vitamin A
Vitamin A berperan dalam menjaga kesehatan jaringan tubuh, termasuk lapisan pelindung saluran pencernaan. Vitamin ini juga membantu menjaga kesehatan lapisan epitel (dinding) usus dan mendukung kerja sistem kekebalan tubuh.
Menurut penelitian dalam Nutrients (2018), vitamin A turut berperan dalam menjaga fungsi lapisan pelindung usus dan kesehatan saluran pencernaan.
Kebutuhan vitamin A si Kecil dapat dipenuhi dari berbagai makanan, seperti wortel, ubi jalar, bayam, telur, dan hati sapi.
7. Magnesium
Magnesium bukan vitamin, melainkan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, termasuk fungsi otot dan saraf.
Beberapa bentuk magnesium, seperti magnesium hidroksida, membantu melunakkan feses dengan meningkatkan kadar air di dalamnya.
Ibu bisa memenuhi kebutuhan magnesium anak dari makanan seperti almond, bayam, kacang mete, kacang tanah, sereal, edamame, selai kacang, yoghurt, dan kentang.
Baca Juga: Ciri Sembelit pada Anak + Dampak Jika Dibiarkan
Makanan Sumber Vitamin untuk Membantu Menjaga Pencernaan Anak
Berikut beberapa sumber vitamin untuk anak yang susah buang air besar sehingga kesehatan pencernaan si Kecil tetap terjaga:
|
Nutrisi |
Sumber Makanan |
|
Vitamin C |
Jeruk, jambu, stroberi, brokoli |
|
Vitamin B1 |
Salmon, kacang polong, biji bunga matahari, beras cokelat |
|
Vitamin B12 |
Salmon, tuna, daging sapi, telur, susu |
|
Vitamin D |
Salmon, sarden, mackerel, kuning telur, makanan fortifikasi |
|
Folat |
Bayam, brokoli, kacang polong, kacang merah |
|
Vitamin A |
Wortel, ubi jalar, bayam, telur, hati sapi |
|
Magnesium |
Almond, bayam, kacang mete, kacang tanah, edamame, yoghurt, kentang |
Selain memperhatikan asupan nutrisi, penting juga memantau respons pencernaan bayi. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Nutrisi yang Lebih Penting untuk Membantu BAB Anak Lancar
Selain memberikan vitamin untuk anak yang susah buang air besar dan mineral tambahan, ada nutrisi penting lainnya yang dapat membantu mendukung BAB anak tetap lancar, antara lain:
1. Serat
Serat merupakan salah satu nutrisi penting untuk membantu menjaga konsistensi feses. Asupan serat yang cukup dapat membantu mencegah konstipasi pada anak.
Ibu dapat memenuhi kebutuhan serat anak melalui berbagai makanan, seperti:
- Buah: pir, apel dengan kulit, jeruk, dan buah beri.
- Sayuran: wortel, brokoli, dan kacang polong.
- Whole grains: oatmeal, roti gandum utuh, dan pasta gandum utuh.
- Kacang-kacangan: kacang merah, kacang kedelai, lentil, dan kacang arab.
2. Cairan
Kebutuhan cairan anak berbeda sesuai usia dan kondisi. Anak perlu mendapatkan cukup cairan untuk membantu serat bekerja lebih baik dan menjaga feses tetap lunak.
Jumlah cairan yang dibutuhkan dapat disesuaikan dengan ukuran tubuh, kondisi kesehatan, aktivitas, dan kondisi lingkungan seperti iklim.
3. Lemak Sehat
Lemak merupakan sumber energi dan menyediakan asam lemak esensial yang dibutuhkan untuk berbagai proses tubuh, termasuk membantu penyerapan vitamin.
Dalam pola makan seimbang, Ibu dapat memilih sumber lemak yang lebih sehat, seperti alpukat, ikan, dan minyak nabati, termasuk minyak zaitun, kedelai, dan bunga matahari.
4. Prebiotik dan Probiotik
Prebiotik merupakan komponen makanan yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus, sedangkan probiotik adalah mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi kesehatan.
Probiotik dapat ditemukan dalam beberapa makanan fermentasi, termasuk yogurt yang mengandung kultur hidup.
Sementara itu, prebiotik dapat ditemukan dalam bahan pangan yang mengandung komponen seperti inulin dan FOS yang dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme di saluran cerna.
Baca Juga: Perut Anak Bunyi & Mencret: Penyebab & Pencegahan
Cara Mengatasi Anak Susah BAB Selain Memberikan Vitamin
Jika BAB anak kurang dari tiga kali seminggu, terlihat kesakitan atau meringis saat mengejan, dan feses yang keluar tampak berbongkah kering, tandanya ia sedang sembelit.
Berikut beberapa cara yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasi sembelit pada anak, di samping tetap memberikan vitamin:
1. Pastikan Anak Cukup Minum
Pastikan anak minum cukup air dan cairan sepanjang hari. Cairan membantu serat bekerja lebih baik dan dapat membuat feses lebih lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Kebutuhan cairan anak berbeda-beda sesuai usia, ukuran tubuh, kondisi kesehatan, aktivitas, dan iklim.
2. Tambahkan Serat Secara Bertahap
Berikan makanan tinggi serat secara bertahap agar tubuh anak terbiasa dengan perubahan tersebut. Sumber serat dapat berasal dari biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah, dan sayuran.
3. Berikan Buah dan Sayur
Buah dan sayur dapat menjadi pilihan makanan untuk membantu memenuhi kebutuhan serat anak.
Beberapa pilihan yang bisa diberikan antara lain pir, apel dengan kulitnya, jeruk, beri, brokoli, wortel, dan kacang polong.
4. Ajak Anak Aktif Bergerak
Ajak anak aktif bergerak sesuai usianya, misalnya dengan bermain, berjalan, berlari, atau bersepeda.
Aktivitas fisik membantu menjaga usus agar tidak melambat sehingga dapat mendukung proses BAB.
5. Biasakan Jadwal BAB Teratur
Biasakan anak duduk di toilet setelah makan atau sebelum tidur untuk membentuk rutinitas BAB yang teratur. Berikan pujian saat anak mau mencoba, meskipun belum berhasil BAB.
6. Jangan Membiasakan Anak Menahan BAB
Ajarkan anak untuk segera ke toilet ketika ingin BAB dan jangan membiasakan anak menahannya.
Tanda anak sedang menahan BAB dapat berupa menyilangkan kaki, berjalan jinjit, mengencangkan bokong, atau BAB secara sembunyi-sembunyi.
Kapan Anak Susah BAB Perlu Diperiksakan?
Anak yang susah BAB perlu diperiksakan ke dokter jika keluhannya berlangsung lebih dari 2 minggu atau tidak membaik setelah perawatan di rumah.
Segera bawa anak ke dokter jika susah BAB disertai tanda bahaya, seperti:
- Terdapat darah dalam feses atau perdarahan dari anus
- Perut kembung atau terlihat membuncit
- Nyeri perut yang terus-menerus
- Muntah
- Berat badan menurun
Baca Juga: Vitamin untuk Pencernaan Anak agar Tetap Sehat dan Sumbernya
Pencernaan yang sehat membantu si Kecil lebih nyaman beraktivitas, bermain, dan belajar setiap hari. Jadi member Bebeclub sekarang untuk mendapatkan berbagai edukasi seputar kesehatan pencernaan anak, lengkap dengan tips dari para ahli. Selain mendapatkan akses ke berbagai artikel dan panduan dari para ahli, Ibu juga dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai hadiah menarik sebagai member Bebeclub.
Apakah Anak Sembelit Perlu Minum Suplemen Vitamin?
Anak yang sehat dengan pola makan seimbang umumnya tidak membutuhkan suplemen vitamin tambahan. Jadi, anak yang sembelit juga tidak otomatis memerlukan suplemen vitamin.
Pemberian suplemen vitamin untuk anak yang susah buang air besar dapat dipertimbangkan jika anak:
- tidak mendapatkan cukup zat gizi dari makanan, misalnya karena pola makan sangat terbatas
- mengalami defisiensi zat gizi yang telah didiagnosis
- memiliki kondisi medis yang meningkatkan risiko kekurangan zat gizi
Ibu juga bisa bantu dukung kesehatan pencernaan anak dengan memberikan susu pertumbuhan terfortifikasi. Bebelac 1 NutriGreat+ adalah Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
