susu-tinggi-serat

Manfaat Susu Tinggi Serat untuk Perkembangan Anak

detail-fb detail-wa detail-twitter

Tahukah Ibu, si Kecil membutuhkan asupan nutrisi makro dan nutrisi mikro. Nutrisi makro merupakan nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah banyak, yaitu berupa karbohidrat, protein, lemak, air, dan serat. Kebutuhan nutrisi makro bisa didapat si Kecil dari asupan makanan sehari-hari, seperti nasi dan lauk pauknya, air putih, dan beragam makanan sumber serat, termasuk susu tinggi serat.

Sedangkan nutrisi mikro merupakan nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, yaitu berupa vitamin, mineral, asam lemak, dan asam amino. Si kecil bisa mendapatkannya dari beragam jenis sayuran dan buah, serta makanan lain yang diperkaya dengan asam lemak dan asam amino.1   

Nah, dari informasi di atas, Ibu tahu, kan, bahwa serat merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan si Kecil. Serat dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan saluran cerna sebagai pencahar alami. Nah, jika saluran cerna sehat, pertumbuhan, imunitas dan kesehatan anak juga menjadi lebih optimal.2 

Yuk, ketahui lebih lanjut manfaat serta sumber serat untuk anak.

Manfaat Serat untuk Pertumbuhan Anak

Selama ini, Ibu mungkin hanya tahu fungsi serat sebagai pencegah sembelit. Padahal, serat juga memiliki banyak manfaat lainnya untuk tubuh anak, lho.2 Apa saja, ya? Yuk, kita simak bersama. 

1. Mencegah Sembelit

Fungsi utama serat adalah sebagai pencahar alami. Konsumsi serat yang cukup akan meningkatkan kadar air sehingga feses menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Dengan begitu, si Kecil terhindar dari sembelit.2 

Makanan berserat tinggi mengandung 2 tipe serat, yaitu serat larut dan tidak larut. Nah, serat larut seperti FOS (frukto-oligosakarida) dan GOS (galakto-oligosakarida) berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik pada saluran pencernaan, Bu.2 

Sedangkan serat tidak larut berfungsi untuk mengikat sisa-sisa makanan dalam tubuh untuk dibuang melalui feses. Contoh serat tidak larut adalah pati jagung dan jenis karbohidat kompleks lainnya.2

2. Mencegah Obesitas

Mengonsumsi serat membuat anak merasa kenyang lebih lama, sebab serat larut mampu menahan air dan membantu pengentalan isi lambung. Dengan demikian, waktu pengosongan lambung menjadi lebih lama. Hasilnya adalah rasa kenyang yang lebih lama dan mencegah si Kecil mengonsumsi makanan secara berlebihan.2

3. Mengurangi Risiko Diabetes

Meski kasusnya jarang terjadi, diabetes pada anak bisa terjadi karena faktor obesitas. Kondisi obesitas dapat mengganggu produksi insulin, sehingga kadar gula darah menjadi meningkat.3

Serat membantu menyerap air dan mengikat glukosa sehingga mengurangi kadar glukosa dalam darah. Konsumsi serat larut dapat memperlambat penyerapan karbohidrat dan menurunkan permintaan insulin di dalam tubuh. Akibatnya, kadar glukosa 2 jam setelah makan juga lebih stabil dan risiko diabetes pada anak pun menurun.2

Makanan dan Minuman Sumber Serat Tubuh

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019, jumlah serat yang dibutuhkan anak kelompok umur 1—3 tahun dengan berat badan 13 kilogram dan tinggi badan 92 cm adalah 19 gram.3

Untuk memenuhi kebutuhan serat harian, anak perlu mengonsumsi asupan yang mengandung serat. Nah, apa saja sih, Bu, makanan dan minuman yang mengandung serat? Mari kita simak bersama.   

1. Buah-buahan

Selain mengandung serat, buah-buahan mengandung bermacam vitamin dan mineral.2 Buah yang kaya warna juga menarik perhatian si Kecil sehingga dapat dikreasikan ke dalam berbagai menu. Ibu dapat mengolah buah menjadi jus, dipotong kecil-kecil dan ditata dengan menarik, dijadikan puding, atau menjadi topping kue dan es krim.

Nah, apa saja jenis buah berserat tinggi yang cocok untuk si Kecil? Ini dia beberapa di antaranya:2

Buah Kandungan Serat/100g
Stroberi 6,5g
Pir 3,0g
Jeruk 2,0g
Anggur 1,7g
Alpukat 1,4g
Pepaya 0,7g
Pisang 0,6g

2. Sayur-sayuran

Beberapa sayuran yang biasa Ibu beli sehari-hari sebenarnya mengandung serat yang cukup tinggi, lho. Berikut ini contohnya:2

Sayur Kandungan Serat/100g
Kangkung 3,1g
Brokoli 2,9g
Labu 2,7g
Kembang kol 2,2g
Bayam 2,2g
Bayam 2,2g
Tomat 1,1g

3. Kacang-kacangan

Semua jenis kacang-kacangan umumnya berkadar serat tinggi. Ibu bisa memasukkan kacang-kacangan ini ke dalam menu masakan atau disajikan langsung setelah direbus sebagai camilan.

Baca Juga: Makanan Tinggi Serat untuk Anak

Apa saja jenis kacang-kacangan tinggi serat? Ini dia contohnya:2

Kacang-kacangan Kandungan Serat/100g
Kacang kedelai 4,9g
Kacang tanah 2,0g
Kacang hijau 4,3g
Kacang panjang 3,2g

4. Susu Tinggi Serat

Selain sumber serat dari makanan, si Kecil juga bisa mendapatkan serat dari makanan lain yang diperkaya serat, salah satunya adalah susu tinggi serat.

Susu tinggi serat yang dapat membantu mencukupi kebutuhan si Kecil adalah Bebelac Gold yang memiliki kombinasi 4 jenis serat, yaitu FOS, GOS, inulin, dan pati jagung. Ibu dapat memberikan si Kecil 3 gelas Bebelac Gold setiap hari untuk membantu memenuhi kebutuhan serat hariannya.

Selain mengandung serat, kandungan nutrisi pada Bebelac Gold juga makin lengkap dengan hadirnya kombinasi 13 vitamin dan 7 mineral. Dan yang lebih penting lagi, rasa vanilanya pasti disukai anak.  Si Kecil juga bisa mendapatkan tambahan minyak ikan dari asupan Bebelac Gold, yang di dalamnya terdapat kandungan DHA (14,5 mg/saji), omega 3 (114 mg/saji), dan omega 6 (1273 mg/saji) untuk dukung daya pikir si Kecil.

Nah, sekarang Ibu dan Ayah tidak perlu pusing lagi untuk menyajikan asupan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, termasuk jumlah serat harian anak. Tetap semangat memberikan asupan nutrisi penting serta susu tinggi serat untuk anak ya, Bu.
 


Reference:

  1. Sarah Rautio. 2017. Food micronutrients explained — The necessary essentials. Diambil dari: https://www.canr.msu.edu/news/food_micronutrients_explained_the_necessary_essentials [Diakses 20 Desember 2021]
  1. Ir. Agus Santoso, MP. 2011. Serat Pangan (Dietary Fiber) dan Manfaatnya Bagi Kesehatan. Retrieved from: https://docplayer.info/33172898-Serat-pangan-dietary-fiber-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan.html. [Diakses 16 Desember 2021]
  1. Sibylle Kranz, et al. 2012. What Do We Know about Dietary Fiber Intake in Children and Health? The Effects of Fiber Intake on Constipation, Obesity, and Diabetes in Children. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3262613/ [Diakses 21 Desember 2021]
  1. Peraturan Menteri Kesehatan RI tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan. 2019. Diambil dari: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf [Diakses 6 Desember 2021]

 

Tag