Cara Memilih Susu Rendah Gula untuk Anak agar Tumbuh Kembang Tetap Optimal

Susu rendah gula untuk anak berarti tanpa tambahan gula (sukrosa), tapi tetap mengandung laktosa atau gula alami. Pilihlah yang mengandung 0gr sukrosa, DHA, dan FOS GOS.

Susu rendah gula untuk anak-Bebeclub


Susu rendah gula untuk anak adalah susu pertumbuhan tanpa tambahan sukrosa (gula pasir), namun tetap mengandung laktosa sebagai gula alami yang menjadi sumber energi. Membatasi gula tambahan pada susu bantu menjaga kesehatan pencernaan, daya tahan tubuh, serta dukung tumbuh kembang anak.

Apa Itu Susu Rendah Gula untuk Anak? 

Susu rendah gula untuk anak adalah susu formula dengan sedikit atau tanpa tambahan gula sukrosa (gula pasir), tetapi tetap mengandung laktosa sebagai gula alami. 

Bila pada kemasan susu tertulis 0 gram sukrosa, artinya produk ini tidak mengandung tambahan gula pasir. Namun, hal ini tidak berarti susu tersebut bebas karbohidrat ataupun bebas gula, karena kandungan laktosa tetap ada secara alami.

Jadi, susu rendah gula bukan berarti tanpa gula sama sekali. Sebagian besar susu tetap mengandung laktosa, yaitu gula alami susu yang berfungsi sebagai sumber energi bagi si Kecil.

Mengapa Anak Sebaiknya Membatasi Gula Tambahan?

Anak sebaiknya membatasi gula tambahan karena konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, gigi berlubang, serta berbagai gangguan kesehatan di kemudian hari. 

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak di bawah 2 tahun tidak boleh konsumsi gula tambahan sama sekali. Anak usia 2 tahun ke atas boleh konsumsi gula tambahan maksimal 25 gram per hari, atau sekitar 6 sendok teh. 

Minuman kemasan, camilan, biskuit, sereal, hingga susu formula tertentu juga bisa jadi sumber gula tambahan. Karena itu, memilih susu tanpa tambahan sukrosa dapat bantu mengurangi total asupan gula harian anak.

Baca Juga: Asupan Gula Anak: 5 Manfaat + Tips Aman

Manfaat Susu Rendah Gula untuk Anak

Susu rendah gula dapat menjaga kesehatan pencernaan si Kecil hingga mendukung daya tahan tubuhnya. Berikut manfaat susu rendah gula dan lemak untuk anak yang perlu Ibu ketahui:

1. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Terlalu banyak mengonsumsi gula tambahan bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik di pencernaan. Sebaliknya, gula alami susu (laktosa) bisa lebih bermanfaat untuk pencernaan anak.

Sebuah studi yang dimuat pada Frontiers Nutrition (2022) menemukan, laktosa bantu meningkatkan jumlah dua jenis bakteri baik, yaitu Bifidobacterium dan Lactobacillus.

Laktosa juga mengurangi jumlah bakteri jahat penyebab gangguan pencernaan pada anak.

2. Mendukung Daya Tahan Tubuh

Sekitar 70-80% sel imun tubuh berhubungan dengan saluran pencernaan. Oleh karena itu, keseimbangan bakteri baik di usus berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh.

Jika si Kecil kebanyakan makan gula, lapisan pelindung di usus bisa rusak sehingga lebih mudah ditembus oleh bakteri jahat penyebab penyakit.

Konsumsi gula tambahan berlebihan juga dapat membunuh bakteri baik (probiotik) di usus yang bisa membuat anak lebih mudah jatuh sakit.

3. Mendukung Kesehatan Tulang

Konsumsi gula berlebihan dapat mengganggu metabolisme dan menghambat penyerapan nutrisi dari susu. 

Hal ini dapat memengaruhi penyerapan kalsium dan menurunkan kadar vitamin D dalam tubuh anak.

Minum susu rendah gula untuk anak dapat bantu meningkatkan kadar vitamin D sekaligus memaksimalkan penyerapan kalsium, sehingga mendukung kesehatan tulang si Kecil. 

Baca Juga: Susu Cair vs Susu Bubuk: Mana yang Lebih Baik?

4. Menjaga Fungsi Belajar dan Konsentrasi

Konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang dapat memicu peradangan otak, meningkatkan risiko penurunan kognitif, seperti gangguan memori, fokus, dan konsentrasi.

Sebagai upaya menjaga fungsi belajar dan konsentrasi anak tetap optimal, Ibu dapat mengganti susu si Kecil dengan susu formula rendah gula (0 gr sukrosa) sambil tetap melanjutkan pola makan bergizi seimbang.

5. Membantu Mengurangi Konsumsi Gula Harian

Konsumsi gula berlebihan bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti penurunan drastis, disebut sugar crash. Hal ini dapat membuat anak cepat merasa lelah sehingga ia jadi mudah rewel.

Susu formula rendah gula tidak ada penambahan sukrosa dan hanya mengandung laktosa, sehingga tidak memicu efek “ketagihan gula” seperti konsumsi gula pasir atau gula tebu.

Susu rendah gula merupakan sumber protein, vitamin B12, dan vitamin B2 yang bagus untuk menghasilkan energi lebih tahan lama tanpa perlu menambah asupan gula harian.

Selain memperhatikan asupan nutrisi, penting juga memantau respons pencernaan si Kecil. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popok dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa menggunakan fitur ini melalui Aplikasi Bebeclub Mobile untuk memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.

Bagaimana Cara Memilih Susu Rendah Gula yang Tepat?

Memilih susu rendah gula tidak cukup hanya melihat klaim pada kemasan. Perhatikan langkah berikut saat memilih susu rendah gula untuk anak:

1. Pilih yang Tidak Mengandung Tambahan Sukrosa

Prioritaskan susu dengan label 0 gram sukrosa atau tanpa tambahan gula pasir. Dengan begitu, gula yang dikonsumsi anak lebih banyak berasal dari laktosa sebagai gula alami susu.

2. Pastikan Tetap Tinggi Protein

Pastikan susu mengandung protein yang sesuai dengan kebutuhan usia anak. 

Protein merupakan zat gizi utama yang diperlukan untuk pertumbuhan jaringan tubuh, pembentukan otot, dan mendukung sistem kekebalan tubuh anak.

3. Perhatikan Kandungan DHA

Selain rendah gula, pilihlah susu dengan kandungan DHA yang lebih tinggi. Nutrisi ini penting untuk dukung kemampuan berpikir, mengingat, dan daya tangkap anak serta menjaga kesehatan mata. 

4. Mengandung Vitamin dan Mineral Lengkap

Formulasi susu rendah gula mengutamakan penambahan lebih banyak nutrisi penting agar manfaat susu tetap maksimal tanpa terganggu oleh kalori kosong dari gula tambahan.

Periksa apakah produk susu rendah gula untuk anak ini mengandung vitamin A, C, D, vitamin B kompleks, zat besi, zinc, fosfor, dan kolin.

Berbagai mikronutrien tersebut dibutuhkan untuk mendukung sistem imun, metabolisme energi, serta pertumbuhan tulang dan otak.

5. Mengandung Prebiotik untuk Pencernaan

Pilih susu yang mengandung prebiotik untuk membantu menjaga kesehatan saluran cerna. Prebiotik berperan mendukung keseimbangan mikrobiota usus sehingga pencernaan anak menjadi lebih nyaman.

Jika sedang mencari susu rendah gula untuk anak, Ibu bisa pilih susu Bebelac 1 NutriGreat+ untuk asupan nutrisi tambahan si Kecil yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x ​lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar anak tumbuh bersinar dari dalam.

Baca Juga: Susu Cair Rendah Gula untuk Anak, Apakah Lebih Baik?

Apa Bedanya Susu Rendah Gula, Tanpa Sukrosa, dan Tanpa Gula?

Memahami perbedaan susu rendah gula, tanpa sukrosa, dan tanpa gula dapat bantu Ibu memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan si Kecil. Simak tabel berikut:

Istilah

Arti

Rendah gula

Kandungan gula lebih rendah dibandingkan produk sejenis sesuai ketentuan yang berlaku.

0 gram sukrosa

Tidak mengandung tambahan gula pasir (sukrosa), tetapi tetap dapat mengandung laktosa.

Tanpa gula

Tidak selalu berarti bebas laktosa. 

Siapa yang Sebaiknya Mengonsumsi Susu Rendah Gula?

Beberapa kelompok anak yang boleh mengonsumsi susu rendah gula antara lain:

  • Anak usia 1 tahun ke atas yang mulai rutin mengonsumsi susu pertumbuhan.
  • Anak yang mulai sering mengonsumsi camilan atau makanan kemasan sehingga perlu membatasi gula tambahan.
  • Anak yang memiliki pola makan tinggi makanan manis sehingga asupan gula hariannya perlu dikontrol.
  • Anak yang tetap membutuhkan asupan protein, vitamin, mineral, dan nutrisi penting untuk mendukung tumbuh kembang.

Itu dia informasi mengenai susu rendah gula dan manfaatnya yang perlu Ibu ketahui. Pastikan Ibu memilih susu sesuai dengan kebutuhan dan kondisi si Kecil, ya.

Anak aktif butuh asupan nutrisi yang tepat untuk mendukung proses belajar, bermain, dan tumbuh kembangnya. Daftarkan diri jadi member Bebeclub untuk mendapatkan insight nutrisi, inspirasi menu harian, dan berbagai edukasi dari para ahli. Selain mendapatkan akses ke berbagai artikel dan panduan dari para ahli, Ibu juga dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai hadiah menarik sebagai member Bebeclub.

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Arnone, D., Chabot, C., Heba, A.-C., Kökten, T., Caron, B., Hansmannel, F., Dreumont, N., Ananthakrishnan, A. N., Quilliot, D., & Peyrin-Biroulet, L. (2021). Sugars and gastrointestinal health. Clinical Gastroenterology and Hepatology, 20(9). DOI: 10.1016/j.cgh.2021.12.011
  2. Firrman, J., Liu, L., Mahalak, K., Hu, W., Bittinger, K., Moustafa, A., Jones, S. M., Narrowe, A., & Tomasula, P. (2023). An in vitro analysis of how lactose modifies the gut microbiota structure and function of adults in a donor-independent manner. Frontiers in Nutrition, 9. DOI: 10.3389/fnut.2022.1040744
  3. Administrator. (2017). Role of Milk and Milk Product in Body Immune System. Universitas Gadjah Mada. ugm.ac.id – 15275 Role Of Milk And Milk Product In Body Immune System
  4. DiNicolantonio, J. J., Mehta, V., Zaman, S. Bin, & O’Keefe, J. H. (2018). Not Salt But Sugar As Aetiological In Osteoporosis: A Review. Missouri Medicine, 115(3), 247. pmc.ncbi.nlm.nih.gov – Pmc6140170
  5. Kodl, C. T., & Seaquist, E. R. (2008). Cognitive Dysfunction and Diabetes Mellitus. Endocrine Reviews, 29(4), 494–511. DOI: 10.1210/er.2007-0034
  6. Torrens, K. (2020, August 27). Milk for kids: what parents need to know. Good Food. bbcgoodfood.com – Milk For Kids What Parents Need To Know
  7. Harvard Health Publishing. (2022). The Sweet Danger of Sugar. Harvard Health. health.harvard.edu – The Sweet Danger Of Sugar
  8. Romero-Velarde, E., Delgado-Franco, D., García-Gutiérrez, M., Gurrola-Díaz, C., Larrosa-Haro, A., Montijo-Barrios, E., Muskiet, F. A. J., Vargas-Guerrero, B., & Geurts, J. (2019). The Importance of Lactose in the Human Diet: Outcomes of a Mexican Consensus Meeting. Nutrients, 11(11). DOI: 10.3390/nu11112737
  9. Joe DiMaggio Children’s Hospital. (2022). How Much Sugar Should My Child Consume- JDCH. In www.jdch.com. jdch.com – How Much Sugar Should My Child Consume
  10. American Academy of Pediatrics. (2024). How to Reduce Added Sugar in Your Child’s Diet: AAP Tips. HealthyChildren.org. HealthyChildren.org – How To Reduce Added Sugar In Your Childs Diet
  11. Editorial Team. (2025, Sept 1). Lactose Intolerance in Children. www.nationwidechildrens.org. Retrieved August 7, 2026, from nationwidechildrens.org – Lactose Intolerance In Children
  12. Editorial Team. (n.d.). Protein (for Kids) - Nemours KidsHealth. Kidshealth.Org. KidsHealth – Protein Def
  13. Khouma, M., Diallo, M., Sow, D., Djigal, A., Diop, N. S., Allen, S., & Faye, B. (2025). Efficacy of prebiotic, probiotic and synbiotic administration in improving growth in children aged 0–59 months living in low- and middle-income countries: a systematic review and meta-analysis. BMC Pediatrics, 25(1). DOI: 10.1186/s12887-025-05503-0
  14. World Health Organization. (2025). Sugars and Dental Caries. World Health Organization. World Health Organization. World Health Organization – Sugars And Dental Caries


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Desktop

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Desktop

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Mobile

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Mobile

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun