Cara agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras, Aman Dicoba

Jika anak susah BAB, pemberian obat hanya boleh sesuai resep dokter berdasarkan usia dan penyebabnya. Hindari memaksa anak BAB dan ciptakan suasana toilet yang nyaman untuk anak.

Profile Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K)
agar bab anak lancar dan tidak keras-bebeclub


BAB anak keras atau susah keluar bisa membuat si Kecil mengejan, menangis, bahkan takut pergi ke toilet. Cara agar BAB anak lancar dan tidak keras yakni dengan coba perbanyak asupan sehat, pastikan anak cukup minum, serta ajak anak aktif bergerak. 

BAB Anak Keras, Apakah Berarti Sembelit?

BAB yang keras adalah salah satu ciri khas sembelit pada anak, terutama jika disertai frekuensi BAB yang jarang (kurang dari 3 kali dalam seminggu) dan sakit saat BAB. 

Konsistensi feses yang padat dan sulit dikeluarkan ini membuat anak berusaha keras untuk mengejan. Akibatnya, anak kerap mengeluhkan perutnya terasa tidak nyaman, sakit saat BAB, bahkan bisa sampai memilih untuk menahan BAB. 

BAB yang keras akibat sembelit biasanya membuat anak enggan ke toilet atau menyilangkan kaki dengan rapat saat BAB.

Seperti Apa BAB Anak yang Normal?

BAB anak yang normal umumnya memiliki beberapa ciri berikut:

  • Teksturnya lunak atau lembut dan tidak terlalu keras atau kering.
  • Mudah dikeluarkan tanpa perlu mengejan berlebihan.
  • Tidak terasa sakit saat anak BAB.
  • Anak tidak terlihat menahan atau takut BAB karena merasa tidak nyaman.

Baca Juga: Gangguan Pencernaan Anak: Ciri, Penyebab, Solusi

Apa Penyebab BAB Anak Keras?

BAB keras pada anak tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan ada penyebab awalnya. Berikut hal-hal yang bisa jadi alasan BAB anak keras dan tidak lancar:

1. Kurang Serat

Serat membantu menambah volume dan menjaga tekstur feses agar lebih mudah dikeluarkan. Jika asupan serat anak kurang, feses dapat menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. 

2. Kurang Cairan

Asupan cairan yang tidak cukup dapat membuat feses menjadi lebih kering dan keras, sehingga sulit dikeluarkan. 

Itulah mengapa penting untuk memastikan si Kecil mendapatkan cairan yang cukup sesuai kebutuhan usianya. 

3. Sering Menahan BAB

Kebiasaan menahan BAB membuat feses berada lebih lama di usus sehingga dapat menjadi semakin keras. 

Anak mungkin menahan BAB karena sedang bermain, tidak nyaman menggunakan toilet, atau pernah mengalami BAB yang sakit. 

4. Perubahan Pola Makan atau Rutinitas

Perubahan menu makanan, jadwal makan, toilet training, liburan, perjalanan jauh, atau rutinitas sehari-hari bisa memengaruhi kebiasaan BAB anak. 

Meski tidak selalu terjadi di semua anak, tapi perubahan tersebut bisa membuat frekuensi BAB berubah atau anak lebih sering menahannya. 

5. Kurang Aktif Bergerak

Aktivitas fisik membantu merangsang pergerakan usus. Anak yang kurang aktif bergerak berisiko mengalami perubahan pola BAB.

6. Pengalaman BAB yang Sakit

BAB yang pernah terasa sakit dapat membuat anak takut mengalaminya lagi. Akibatnya, si Kecil mungkin menahan BAB sehingga membentuk siklus berulang. 

Mulanya berawal dari menahan BAB, menyebabkan feses semakin keras, lalu feses susah dikeluarkan, hingga enggan BAB. Begitu siklus ini berulang. 

Baca Juga: Cara Jaga Kesehatan Pencernaan Anak Sejak Dini

7. Kondisi Medis Tertentu

Pada sebagian anak, BAB keras atau konstipasi dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu yang dapat memperlambat proses pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar, hipotiroidisme, dan penyakit saraf. 

Jika keluhan berlangsung lama, sering berulang, atau disertai gejala lain, dokter dapat membantu mencari penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai. 

Cara agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Mengalami kesulitan buang air besar (BAB) adalah salah satu masalah pencernaan yang bisa terjadi pada anak. Untuk membuatnya lebih nyaman, berikut cara agar BAB anak lancar dan tidak keras:

1. Berikan Makanan Tinggi Serat

Serat membantu memperlancar gerakan usus dan membuat feses lebih lunak. Anak sebaiknya mengonsumsi buah, sayur, dan biji-bijian utuh setiap hari dalam jumlah cukup sesuai kebutuhannya.

Contoh makanan yang bagus tinggi serat adalah pisang, pepaya, oatmeal, pir, kiwi, alpukat, wortel, serta aneka buah dan sayur lainnya. Sajikan dalam bentuk yang disukai anak agar lebih mudah dikonsumsi.

2. Pastikan Anak Cukup Minum

Anak yang kurang minum air cenderung rentan mengalami sembelit. Agar BAB anak lancar dan tidak keras, pastikan terus memberikan cukup air putih setiap hari.

Kebutuhan air putih anak bisa berbeda tergantung usia, aktivitas, cuaca, dan asupan makanan. Menurut Permenkes Nomor 28 Tahun 2019, anak usia 1-3 tahun butuh 1150 ml air per hari, usia 4-6 tahun butuh 1450 ml air per hari, dan usia 7-9 tahun butuh 1650 ml air sehari.

Selain air putih, Ibu bisa mencoba susu yang bagus agar BAB anak lancar sebagai asupan nutrisi tambahan.

3. Ajak Anak Aktif Bergerak

Aktivitas fisik membantu merangsang sistem pencernaan. Anak yang aktif cenderung memiliki pencernaan lebih lancar.

Agar BAB anak lancar dan tidak keras, lebih sering ajak ia bermain di luar, bersepeda, berjalan santai, atau mengikuti aktivitas fisik ringan setiap hari.

Di tengah aktivitas bermain dan eksplorasi si Kecil setiap hari, kesehatan pencernaan tetap perlu diperhatikan. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popok atau toilet dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk membantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil setiap hari. 

4. Biasakan BAB Setelah Makan

Agar anak lancar BAB, biasakan ke toilet di waktu yang sama setiap hari, terutama setelah makan. Rutinitas ini membantu tubuh mengatur pola BAB secara alami.

Ini karena setelah makan, gerakan usus meningkat secara alami. Kondisi ini disebut gastrocolic reflex, yaitu respons tubuh yang dapat memicu keinginan untuk BAB setelah makan. 

5. Jangan Biarkan Anak Menahan BAB

Anak bisa mulai menahan BAB setelah mengalami pengalaman yang tidak nyaman atau menakutkan, misalnya pernah susah BAB karena feses keras dan terasa sakit. 

Karena takut merasakan sakit lagi, si Kecil mungkin sengaja menahan BAB dengan mengencangkan tubuh atau menolak duduk di toilet.

Masalahnya, semakin lama BAB ditahan, feses dapat menjadi semakin keras dan lebih sulit dikeluarkan. Akibatnya, BAB berikutnya bisa kembali terasa sakit dan membuat anak semakin takut untuk BAB.

Sebelum menjadi berlarut-larut, penting membantu anak agar tidak terbiasa menahan BAB dan membuat pengalaman BAB senyaman mungkin.

Baca Juga: Susu Tinggi Serat: Rekomendasi + 6 Manfaat

6. Pastikan Posisi BAB Nyaman

Posisi BAB yang nyaman dapat membantu anak mengeluarkan feses dengan lebih mudah tanpa perlu mengejan berlebihan. Saat si Kecil duduk di toilet, perhatikan beberapa hal berikut: 

  • Kaki menapak dengan stabil. Jika toilet terlalu tinggi, gunakan bangku kecil (footstool) agar telapak kaki bisa bertumpu.
  • Lutut sedikit lebih tinggi dari pinggul. Posisi ini dapat membantu membuat posisi tubuh lebih optimal saat BAB.
  • Tubuh sedikit condong ke depan. Anak bisa meletakkan siku di atas lutut agar posisi lebih rileks.
  • Hindari mengejan berlebihan dan pastikan anak bisa BAB dengan nyaman tanpa terburu-buru.

Untuk anak usia prasekolah, Ibu juga bisa menggunakan dudukan toilet khusus anak agar si Kecil merasa lebih aman dan nyaman saat BAB. 

7. Buat Rutinitas Toilet yang Tidak Menegangkan

Buat suasana toilet nyaman dan menyenangkan agar BAB anak lancar dan tidak keras. 

Misalnya dengan memberikan stiker lucu, membacakan buku saat anak duduk di toilet, atau memberi pujian setelah berhasil BAB. Hal ini membantu anak lebih rileks dan tidak takut ke toilet.

8. Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi

Hindari makanan ultra-proses atau makanan dan minuman tinggi gula, seperti permen dan makanan cepat saji, terutama jika membuat pola makannya didominasi makanan rendah serat.

Sebagai gantinya, pilih camilan yang lebih beragam dan mengandung serat, seperti buah, buah kering, atau biskuit gandum. 

Yang terpenting, bukan berarti makanan tertentu harus selalu dihindari, tetapi pastikan pola makan anak tetap bervariasi dan mencakup sumber serat yang cukup.

9. Evaluasi Asupan Susu Anak

Susu tetap dapat menjadi bagian dari pola makan anak sesuai usia dan kebutuhan nutrisinya. Namun, Ibu tetap harus perhatikan kandungannya.

Ibu dapat memberikan susu yang bagus untuk mendukung pencernaan anak dengan 3 serat penting, yaitu Prebiotik FOS:GOS & Inulin.

Jangan lupa juga untuk perhatikan frekuensi pemberian susunya. Konsumsi susu yang terlalu banyak pada sebagian anak dapat membuat pola makan menjadi kurang beragam, misalnya karena anak lebih cepat kenyang sehingga mengurangi asupan makanan lain.

Jika anak mengalami BAB keras, jangan langsung mengganti susu tanpa mengetahui penyebabnya. Perhatikan juga pola makan, asupan cairan, kebiasaan BAB, dan faktor lainnya. 

10. Konsultasi ke Dokter Jika Berlanjut

Jika BAB anak keras terus-menerus tanpa ada perbaikan, segera konsultasikan dengan dokter.

Kondisi tersebut bisa menandakan adanya gangguan pada sistem pencernaan yang lebih serius. Dokter mungkin akan menyarankan suplemen serat atau pemeriksaan lebih mendalam. 

Baca Juga: Makanan yang Bagus untuk Redakan Sakit Perut Anak

Bolehkah Memberikan Obat Pencahar untuk Anak?

Boleh, tapi hanya diberikan berdasarkan resep dokter. Jenis obat, dosis, dan lama penggunaannya perlu disesuaikan dengan usia anak, kondisi, serta penyebab sembelit.

Dokter mungkin meresepkan obat pencahar atau pelunak feses jika perubahan pola makan, asupan cairan, dan kebiasaan BAB belum cukup membantu atau sembelit membutuhkan penanganan lebih lanjut. 

Perlu dipahami, kondisi setiap anak berbeda. Maka itu, hindari memberikan obat pencahar milik orang dewasa atau mencoba obat tertentu tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

Bagaimana Jika Anak Takut BAB karena Pernah Mengalami BAB Keras?

Anak yang pernah mengalami BAB keras dan terasa sakit bisa menjadi takut untuk BAB lagi. Alhasil, anak biasanya lebih memilih untuk menahan BAB-nya, sehingga feses semakin lama berada di usus dan menjadi lebih keras. 

BAB berikutnya pun kembali terasa sakit dan membentuk siklus berulang. Untuk membantu memutus siklus tersebut, Ibu bisa melakukan cara berikut:

  • Jangan memaksa anak BAB agar tidak membuat anak semakin takut atau menolak ke toilet.
  • Buat toilet terasa nyaman dan aman. Misalnya, menggunakan dudukan toilet anak atau footstool agar posisi BAB lebih nyaman.
  • Berikan apresiasi ketika anak mau mencoba duduk di toilet, bukan hanya ketika berhasil BAB.
  • Buat jadwal duduk di toilet, seperti beberapa saat setelah makan secara rutin tanpa memaksanya mengejan.
  • Konsultasikan dengan dokter jika terus berulang. Terutama jika anak terus menahan BAB, sering merasa sakit saat BAB, atau keluhan tidak membaik.

Kapan BAB Anak Keras Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Jangan sepelekan BAB keras pada anak bila sampai membuatnya tidak nyaman dan menimbulkan gejala berikut:

  • Ada darah pada feses dalam jumlah banyak atau berulang.
  • Muntah-muntah.
  • Perut membengkak dan terasa nyeri hebat.
  • Anak tampak sangat lemas.
  • Tidak mau makan atau minum.
  • Tidak bisa BAB maupun kentut disertai perut membesar.
  • Berat badan atau pertumbuhan tidak sesuai.
  • Sembelit berlangsung lama atau sering kambuh.
  • BAB keras sudah mengganggu aktivitas anak.
  • Sembelit lebih dari 2 minggu.
  • Aktivitas harian terganggu karena sembelit.
  • Feses sulit keluar meski sudah mengejan keras.
  • Mengalami luka robek kecil yang nyeri pada kulit di sekitar anus (fisura ani).
  • Mengalami perubahan pola buang air kecil, kelemahan pada kaki, atau nyeri punggung.

Jadi, Bu, frekuensi BAB keras yang terjadi sesekali bisa ditangani terlebih dahulu dengan memastikan asupan serat optimal, cukup minum, posisi BAB pas, dan rutin BAB. 

Segera periksakan ke dokter bila BAB keras hingga sembelit sering terjadi disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan.

Pencernaan yang sehat membantu si Kecil lebih nyaman beraktivitas, bermain, dan belajar setiap hari. Jadi member Bebeclub sekarang untuk mendapatkan berbagai edukasi seputar kesehatan pencernaan anak, lengkap dengan tips dari para ahli. Selain mendapatkan akses ke berbagai artikel dan panduan dari para ahli, Ibu juga dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai hadiah menarik sebagai member Bebeclub.

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Johns Hopkins Medicine. (2025, June 2). HopkinsMedicine. Johns Hopkins Medicine – Constipation In Children
  2. ‌Constipation in children. (2026, May 19). Healthdirect.Gov.Au; Healthdirect Australia. Healthdirect Australia – Constipation In Children
  3. ‌Health Queensland, C. (2024, October 25). What is your child’s poo telling you? Children’s Health Queensland. childrens.health.qld.gov.au – What Does My Childs Poo Mean
  4. Kemenkes RI Editorial Team. (2019). Kemenkes – Permenkes No 28 Tahun 2019 Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan - TP2S. Stunting.Go.Id. stunting.go.id – Kemenkes Permenkes No 28 Tahun 2019 Angka Kecukupan Gizi Yang Dianj...
  5. Cleveland Clinic Editorial Team. (2025, July 21). Gastrocolic Reflex: Why You Need To Poop After Eating. Cleveland Clinic. Cleveland Clinic – Gastrocolic Reflex
  6. The British Psychological Society. ‌(2026, March 3). Understanding stool withholding: Why children need more than constipation treatment alone. BPS; The British Psychological Society. bps.org.uk – Understanding Stool Withholding Why Children Need More Constipation...
  7. ‌Constipation Treatment For Children. (2025, July 29). KidsHealth New Zealand’s Trusted Voice On Children’s Health. kidshealth.org.nz – Constipation Treatment For Children
  8. ‌Treatment for Constipation in Children. (2025, October 3). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases; NIDDK - National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. niddk.nih.gov – Treatment
  9. ‌Clinic, C. (2022, July 14). Tricks To Get Your Toddler to Poop on the Potty. Cleveland Clinic. Cleveland Clinic – What Should You Do When Your Kid Refuses To Poop
  10. ‌Editorial Team. Constipation in Children - NIDDK. (n.d.). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Retrieved June 27, 2025 from niddk.nih.gov – Constipation Children
  11. Editorial Team. Constipation in Children - HealthyChildren.org. (2007). HealthyChildren.org. HealthyChildren.org – Constipation.
  12. Author. (2025). Constipation in children-Constipation in children - Symptoms & causes - Mayo Clinic. Mayo Clinic. Mayo Clinic – Syc 20354242
  13. Author. (2023). Constipation (for Kids). Kidshealth.org. KidsHealth – Constipation
  14. Author. (2022, March 7). Laxatives. KidsHealth New Zealand’s Trusted Voice on Children’s Health. kidshealth.org.nz – Laxatives
  15. Huizen, J. (2020, January 27). Which foods are good for constipation? Medicalnewstoday.com; Medical News Today. medicalnewstoday.com
  16. Subramani, A. (2020, September 13). The Importance of Good Gut Health in Children. Only about Children. oac.edu.au – The Importance Of Good Gut Health In Children
  17. G Vighi, Marcucci, F., Sensi, L., Cara, G. D., & Frati, F. (2008). Allergy and the gastrointestinal system. Clinical & Experimental Immunology, 153(Supplement_1), 3–6. DOI: 10.1111/j.1365-2249.2008.03713.x
  18. Constipation in infants and children: MedlinePlus medical encyclopedia. (n.d.). Medlineplus.Gov.  medlineplus.gov – 003125
  19. When medicine or medical problems cause constipation. (n.d.). WebMD. WebMD – Conditions Medications Cause Constipation


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Desktop

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Desktop

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Mobile

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Mobile

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun