6 Tanda Pencernaan Anak Sehat dan Normal

Setiap makanan yang anak konsumsi akan dicerna oleh sistem pencernaannya. Setelah dicerna, kandungan gizi makanan itu akan diserap secar...

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
21 Apr 2022
tanda sehatnya pencernaan anak


Setiap makanan yang anak konsumsi akan dicerna oleh sistem pencernaannya. Setelah dicerna, kandungan gizi makanan itu akan diserap secara optimal untuk disalurkan ke seluruh tubuh agar si Kecil senantiasa sehat, aktif, dan ceria. Oleh karena itu, Ibu dan Ayah perlu memastikan sistem pencernaan anak selalu sehat. Dengan pencernaan yang sehat, tentu saja proses penyerapan gizi akan menjadi lebih optimal untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Lantas, bagaimana ciri-ciri pencernaan anak yang sehat? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini.

Ciri-Ciri Pencernaan Anak yang Sehat dan Normal

Kondisi sistem pencernaan setiap anak memang berbeda-beda. Meski demikian, ada sejumlah ciri yang menunjukkan bahwa pencernaan si Kecil berfungsi dengan baik dan optimal menyerap gizi dari makanan. Berikut di antaranya:

1. Buang Air Besar Teratur

Salah satu ciri-ciri pencernaan anak sehat adalah jika si Kecil memiliki jadwal buang air besar secara teratur. Namun, perlu diketahui bahwa frekuensi buang air besar (BAB) setiap anak berbeda-beda, tergantung pada usia, jenis kelamin, serta metabolisme tubuh.

Beberapa anak mungkin BAB setiap hari secara rutin. Namun, ada juga yang hanya tiga sampai empat kali dalam seminggu.

Hal yang perlu Ibu waspadai adalah jika si Kecil terlalu jarang atau terlalu sering buang air besar. Kedua gejala ini bisa menjadi indikator pencernaannya tidak sehat. 

Terlalu jarang BAB bisa menandakan anak mengalami sembelit. Sebaliknya, terlalu sering BAB bisa jadi tanda anak mengalami diare.

2. Bertumbuh Kembang Sesuai Usia

Pertumbuhan merupakan salah satu perubahan yang mudah terlihat pada diri si Kecil, dan sangat bergantung pada kecukupan nutrisi yang didapat sejak awal pertumbuhannya. 

Pertumbuhan si Kecil biasanya ditunjukkan lewat pertambahan tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala3.

Untuk memantau apakah pertumbuhan dan perkembangan si Kecil telah sesuai dengan tahapan usianya, Ibu bisa membawa si Kecil untuk melakukan pemeriksaan ke dokter anak atau layanan kesehatan lainnya. Dokter akan mengukur berat badan, panjang atau tinggi badan, serta lingkar kepalanya. 

Data yang didapatkan diplot di kurva pertumbuhan standar WHO yang menggambarkan pertumbuhan anak usia 0-59 bulan.

Jika hasilnya normal atau menunjukkan hal yang baik, maka ini menandakan anak memiliki pencernaan yang sehat, serta berfungsi dan berkembang dengan baik.

3. Jarang Mengalami Gangguan Pencernaan

Salah satu gangguan pencernaan yang kerap dialami si Kecil adalah sembelit.

Sembelit adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan frekuensi BAB kurang atau lebih sedikit dari pola normalnya (biasanya kurang dari tiga kali dalam seminggu), serta kondisi feses yang lebih keras dan kering.

Gangguan pencernaan juga mencakup sakit perut, menurunnya nafsu makan, mual, dan muntah. Selain membuat anak jadi tak nyaman, gangguan pencernaan yang tidak segera diatasi akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya.

4.Suasana Hati (Mood) Baik

Tahukah Ibu? Kesehatan pencernaan anak ternyata juga bisa dilihat dari mood atau suasana hatinya.

Melansir dari Johns Hopkins Medicine, para ahli menyadari bahwa perubahan emosi drastis dapat menandakan seseorang sedang terkena diare, perut kembung, irritable bowel syndrome (IBS), sakit perut tanpa sebab, hingga penyakit hati.

Berbagai kondisi tersebut disebabkan karena kerja otak dan pencernaan saling terhubung satu sama lain. Pada otak terdapat kumpulan serabut saraf yang mengendalikan pencernaan. Sistem saraf otak juga mengendalikan aliran darah yang menyerap zat gizi dari makanan.

Para peneliti menemukan bahwa iritasi pada sistem pencernaan dapat mengirimkan sinyal ke sistem saraf pusat di otak bahwa ada sesuatu yang salah dalam tubuh. Hal inilah yang kemudian menjadi memicu perubahan suasana hati anak.

5. Nafsu Makan Baik

Tanda lain dari pencernaan anak yang sehat adalah nafsu makan baik yang diperlihatkan si Kecil.

Jika anak mengalami gangguan pencernaan seperti sakit perut, mual, muntah, dan kembung, ia akan kehilangan nafsu makan. Hal ini bisa membuat anak kekurangan asupan nutrisi yang dibutuhkannya.

Seperti telah disebutkan di atas, pencernaan yang sehat akan membuat proses penyerapan nutrisi menjadi lebih baik sehingga si Kecil memiliki happy tummy alias kondisi perut yang nyaman. Jadi, pastikan nafsu makan anak tetap terjaga dengan baik, ya, Bu!

6. Ada Banyak Bakteri Baik dalam Perutnya

Semakin banyak bakteri baik yang ada di dalam saluran cerna, akan semakin sedikit pula ruang yang ada bagi bakteri jahat. Bakteri baik bermanfaat untuk membantu memecah makanan menjadi nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Salah satu cara meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam saluran cerna adalah dengan mengonsumsi prebiotik. Prebiotik dapat meningkatkan populasi bakteri baik dan menghambat aktivitas bakteri jahat di saluran pencernaan. Adanya bakteri baik ini juga bermanfaat dalam mencegah gangguan pencernaan lho, Bu.

Baca Juga: Cara Menjaga Pencernaan untuk Sistem Imun Anak

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan

Menjaga kesehatan sistem pencernaan dapat dimulai dengan perbaikan gaya hidup dan pola makan menjadi lebih sehat. Berikut beberapa kiat yang dapat Ibu dan Ayah lakukan.

1. Perbanyak Makan Serat

Makanan kaya serat terbukti dapat menjaga kesehatan pencernaan. Ini karena asupan serat dapat membantu proses pencernaan dan melancarkan pengeluaran tinja si Kecil. Selain itu, masalah sembelit atau konstipasi pada anak Ibu juga dapat dihindari. 

Sama dengan kebutuhan karbohidrat, protein, dan zat gizi lainnya, jumlah asupan serat yang diperlukan tiap anak tentu berbeda-beda, tergantung usianya, Bu. 

Untuk memastikan kesehatan sistem pencernaan anak, pastikan ia mendapat asupan serat yang cukup setiap harinya. 

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kemenkes RI yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019, jumlah kebutuhan serat harian anak adalah sebagai berikut2:

  • 1-3 tahun: 19 gram

  • 4-6 tahun: 20 gram

  • 7-9 tahun: 23 gram

Ibu bisa memberikan asupan serat kepada si Kecil yang berasal dari sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, dan buah-buahan. Pilihlah sumber serat yang bervariasi agar anak juga mendapatkan zat gizi yang beraneka ragam.

Selain dari sumber makanan sehari-hari, asupan serat juga bisa didapat si Kecil dari susu pertumbuhan terfortifikasi, seperti susu Bebelac 3 GroGreat+ dengan keunggulan berupa kombinasi serat FOS dan GOS dengan rasio 1:9 yang satu-satunya teruji klinis untuk mendukung saluran cerna si Kecil (happy tummy). 

Ketika pencernaannya baik, anak juga akan bisa lebih aktif, ceria, dan bersemangat untuk melakukan berbagai kegiatan yang menunjang pertumbuhannya sambil bermain bersama teman-teman (happy heart). Ada pula zat besi, yodium, dan vitamin C untuk bantu melengkapi kebutuhan gizi anak supaya bisa tumbuh Hebat.

Agar manfaat yang didapat maksimal, berikan susu Bebelac 3 GroGreat+ sebanyak 3 kali sehari ya, Bu.

2. Berikan Makanan Tinggi Probiotik

Salah satu cara menjaga kesehatan sistem pencernaan adalah dengan memperkaya jumlah bakteri baik dalam tubuh adalah lewat konsumsi makanan yang mengandung probiotik. 

Probiotik adalah jenis bakteri baik yang banyak terdapat dalam makanan fermentasi seperti yogurt, tempe, dan oncom.

Selain itu, makanan mengandung probiotik juga bisa meningkatkan penyerapan zat gizi, membantu memecah laktosa, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Bahkan, makanan ini juga diyakini dapat membantu pengobatan radang usus, Bu. 

3. Penuhi Kebutuhan Cairan Si Kecil

Cara menjaga kesehatan sistem pencernaan juga bisa dengan memenuhi kebutuhan cairan si Kecil. Tanpa asupan air yang cukup terutama air putih, bisa membuat sistem pencernaan buah hati menjadi lancar sehingga kotoran dalam tubuh lebih mudah dikeluarkan.

Maka dari itu, selalu ingatkan si Kecil untuk rutin minum air putih agar sistem pencernaannya lancar ya, Bu.

4. Rutin Olahraga 

Tak ada salahnya Ibu mengajak anak bergerak aktif dengan melakukan aktivitas fisik. Sederhana saja, Ibu bisa mengajak anak bersepeda, jalan kaki, jogging, berlari, atau bermain bola. Jika kegiatan fisik dilakukan secara rutin, kesehatan pencernaan dapat senantiasa terjaga lho, Bu. 

Apabila dilakukan secara rutin, olahraga ringan sekalipun dapat membantu si Kecil mencapai atau menjaga berat badan idealnya. 

Baca Juga: Cara Mencegah Gangguan Pencernaan pada Anak

Nah, itu dia berbagai ciri-ciri pencernaan anak sehat yang perlu Ibu dan Ayah ketahui. Yuk, terus jaga menjaga kesehatan pencernaan anak. Ibu juga bisa cek kondisi BAB si Kecil dengan tools Poop Tracker di Bebe Journey. Hasilnya bisa Ibu ketahui secara langsung untuk dikonsultasikan ke dokter, lho!


Referensi tambahan:

  1. Christine L. Williams, MD, MPH, et al. 1995. A New Recommendation for Dietary Fiber in Childhood. Retreived from: https://pediatrics.aappublications.org/content/96/5/985. [Diakses 21 November 2020]
  2. Balamma Sujatha, et al. 2015. Normal Bowel Pattern in Children and Dietary and Other Precipitating Factors in Functional Constipation. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4525568/#:~:text=In%20the%20study%20by%20Wald,every%20two%20days%20%5B23%5D. [Diakses 21 November 2020]
  3. Ireska T Afifa, et al. IDAI. 2016. Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Bagian 1). Retreieved from: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-memantau-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-bagian-1. [Diakses 22 November 2020]
  4. Herlina Loka, et. al. 2014. Konstipasi Fungsional pada Anak. Majalah Kedokteran Nusantara Volume 47 No. 1. Retrieved from: https://jurnal.usu.ac.id/index.php/jms/article/download/18181/7726. [Diakses 20 November 2020]
  5. Sekretariat Jenderal Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Retrieved from: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf. [Diakses 18 November 2020]
  6. Ya-Ling Chen, et al. 2016. A Prebiotic Formula Improves the Gastrointestinal Bacterial Flora in Toddlers. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4923535/. [Diakses 19 November 2020]
  7. The Brain-Gut Connection. (2021, November). Hopkinsmedicine.org. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/the-brain-gut-connection
  8. Your Digestive System: 5 Ways to Support Gut Health. (2021, November). Hopkinsmedicine.org. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/your-digestive-system-5-ways-to-support-gut-health
  9. Improve your gut health with food. (2020). Allinahealth.org. https://www.allinahealth.org/healthysetgo/heal/how-to-improve-your-gut-health
  10. Constipation (for Kids) - Nemours KidsHealth. (2020). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/kids/constipation.html
  11. Verywell. (2021). How Much Fiber Do Kids Need Each Day? Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/fiber-fiber-recommendations-for-kids-2633944
  12. Gunnars, K. (2020, October 22). 22 High Fiber Foods You Should Eat. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/nutrition/22-high-fiber-foods#What-is-fiber

Temukan Topik Lainnya



Artikel Terkait