9 Makanan untuk Mengatasi Anak Muntah
Anak bisa diberikan makanan dalam 6 jam setelah muntah. Berikan makanan hambar yang lembut dan mudah dicerna, seperti pisang, bubur, kentang rebus, atau oatmeal, dalam porsi kecil.
Setelah anak muntah, berikan makanan hambar yang ringan, lembut, dan mudah dicerna, seperti bubur, roti tawar, oatmeal, pisang, atau kentang rebus. Prioritaskan memberikan minum secara bertahap, misalnya dengan air putih, oralit, air jahe hangat, atau sup kuah bening. Hindari memberikan makanan tinggi lemak, tinggi serat, bercita rasa pedas, serta susu dan produk turunannya.
Bolehkah Langsung Makan Setelah Anak Muntah?
Tidak disarankan untuk langsung memberi anak makanan berat setelah ia muntah. Beri waktu sekitar 30–60 menit agar perutnya beristirahat dan tidak memicu muntah lagi.
Setelah itu, mulai dengan memberikan cairan seperti air putih atau oralit sebanyak 1–2 sendok makan secara bertahap setiap 15–20 menit. Bila si Kecil muntah lagi, stop sebentar dan coba berikan lagi dalam jumlah lebih sedikit.
Setelah 6 jam tanpa muntah, anak dapat mulai diberi makanan hambar yang lunak seperti roti tawar putih, pisang, kentang, bubur nasi, atau nasi tim secara bertahap. Anak bisa kembali makan dalam porsi normal seperti biasanya setelah 24 jam.
Makanan untuk Anak Muntah yang Aman Dikonsumsi
Untuk menjaga pencernaannya agar tidak kaget, Ibu pelan-pelan bisa mulai coba berikan makanan untuk anak muntah yang rasanya tawar, teskturnya lembut, rendah lemak, dan mudah dicerna seperti:
1. Nasi Putih atau Bubur
Nasi putih adalah sumber karbohidrat yang mudah dicerna dan aman untuk lambung. Teksturnya juga membantu menyerap asam lambung berlebih sehingga mengurangi rasa mual.
Ibu bisa sajikan nasi putih pulen seperti biasa atau sajikan sebagai nasi tim dan bubur, tanpa menambahkan bumbu atau rempah yang terlalu kuat.
2. Roti Tawar atau Toast Kering
Roti tawar bagus dijadikan makanan untuk anak muntah karena mengandung karbohidrat sederhana yang cepat menggantikan energi anak.
Jika si Kecil kurang suka roti putih tawar, coba panggang sebentar agar teksturnya lebih crispy dan rasanya gurih alami. Sajikan toast kering tanpa olesan agar tidak memicu rasa mual.
Alternatifnya, Ibu bisa tawarkan cracker tawar (biskuit tanpa gula atau perasa tambahan).
3. Pisang
Pisang kaya kalium untuk membantu menggantikan elektrolit yang hilang saat muntah.
Teksturnya juga lembut dan rasanya ringan sebagai makanan penghilang mual sehingga mudah diterima perut anak.
Ibu bisa berikan pisang segar yang telah diiris kecil-kecil agar lebih mudah dikunyah, dikukus sampai lembut terlebih dahulu, atau berikan dalam bentuk jus atau smoothie.
Baca Juga: 10 Penyebab Anak Muntah Setelah Makan dan Penanganannya
4. Sup Ayam Hangat
Habis muntah, sebaiknya si Kecil minum kaldu sup ayam hangat, karena bantu mengganti cairan dan elektrolit tubuh yang hilang untuk mencegah risiko dehidrasi.
Isian sup seperti protein dari daging dan serat serta vitamin dari aneka sayuran juga bisa memberikan asupan nutrisi tambahan agar si Kecil cepat pulih dan bertenaga.
Kuncinya, jangan tambahkan rempah dan bumbu-bumbu yang terlalu kuat.
5. Yogurt Tawar
Yogurt tawar (tanpa gula tambahan dan tanpa perasa) bisa diberikan sebagai makanan penghilang mual untuk anak karena disajikan dingin dan rasanya asam segar alami.
Yogurt juga mengandung probiotik yang mendukung keseimbangan bakteri baik di usus. Pencernaan yang lebih stabil membantu menurunkan risiko muntah berulang.
Baca Juga: 20 Makanan yang Baik untuk Pencernaan Anak
6. Jahe
Jahe dikenal mampu meredakan mual secara alami. Pemberiannya cocok untuk anak usia lebih besar dan dalam takaran terbatas.
Jahe mengandung gingerol dan shogaol, yakni komponen alami yang dapat bantu mempercepat proses pengosongan perut, menghangatkan badan, serta meredakan mual dan muntah.
Ibu bisa memberikan permen jahe, merebus jahe menjadi wedang hangat yang diberi madu dan perasan lemon, atau membuat sup kaldu ayam yang ditambahkan beberapa iris jahe segar.
7. Kentang Tumbuk
Kentang tumbuk mengenyangkan tetapi tetap ringan untuk pencernaan. Makanan ini bisa menjadi alternatif nasi saat anak belum nafsu makan.
Supaya nutrisinya lebih lengkap, Ibu bisa tambahkan topping berupa daging ayam atau sapi tanpa lemak yang dipanggang atau direbus tanpa kulit.
8. Telur Rebus
Telur rebus matang adalah pilihan aman makanan untuk anak muntah karena kaya protein yang relatif mudah dicerna. Protein dapat membantu proses pemulihan tubuhnya berlangsung lebih cepat.
Selain telur rebus, Ibu bisa berikan makanan kaya protein lainnya seperti tahu kukus, daging ayam panggang tanpa kulit dan bumbu rempah, atau kacang edamame rebus.
9. Makanan Dingin
Coba tawarkan agar-agar, potongan apel dingin, semangka dingin, atau es loli buah (es krim tanpa susu) sebagai makanan untuk anak muntah.
Makanan yang serba dingin minim aroma menyengat yang bisa memicu mual dan rasa ingin muntah.
Baca Juga: 7 Penyebab Anak Tidak Mau Makan dan Mual
Cara Memberikan Makanan Setelah Anak Muntah
Saat anak masih mual setelah muntah, bukan hanya jenis makanan yang perlu diperhatikan, tetapi juga cara pemberiannya.
Pendekatan yang tepat dapat membantu anak makan lebih nyaman sekaligus mencegah muntah kembali. Ibu perlu menerapkan tips sederhana ini agar proses makan tetap aman dan efektif.
- Berikan makanan dalam porsi kecil tetapi sering agar tidak membebani lambung.
- Jangan memaksa anak makan jika masih mual, dan sesuaikan tekstur makanan dengan usia.
- Hindari makanan berbau tajam karena bisa memicu refleks muntah.
- Mulai dari makanan cair atau lembut, seperti bubur, sup, atau pisang agar lebih mudah dicerna.
- Hindari memaksa anak makan dan beri waktu hingga anak merasa siap agar tidak memicu muntah lagi.
Makanan yang Harus Dihindari saat Anak Muntah
Beberapa jenis makanan justru dapat memperparah mual dan memperlambat pemulihan. Jadi, sebaiknya hindari memberikan:
- Gorengan dan makanan berlemak.
- Makanan pedas dan asam.
- Susu, keju, dan krim (24–48 jam awal).
- Jus buah dan teh manis.
- Cokelat serta minuman bersoda.
Cek kesehatan pencernaan si Kecil lewat AI Poop Tracker sekarang. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik untuk dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.
Sekarang, Ibu bisa lebih mudah memahami arti pup si Kecil dengan mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile. Yuk, coba sekarang!
Kapan Anak Muntah Harus Dibawa ke Dokter?
Ibu harus membawa anak ke UGD apabila ia masih muntah-muntah terus setelah makan dan gejalanya juga tidak membaik, disertai dengan tanda-tanda berikut:
- Muntah lebih dari 8 kali per hari.
- Muntah terus lebih dari 24–48 jam
- Muntah disertai diare berat
- Ada tanda dehidrasi (jarang BAK, mulut kering, lemas)
- Muntah darah atau feses hitam
- Menunjukkan tanda dehidrasi, seperti lesu, bibir kering, buang air kecil lebih jarang, mata cekung
- Perut terasa keras atau kenceng, di antara episode muntah
- Muntah disertai nyeri perut hebat dan demam tinggi.
Jika Ibu masih ragu soal makanan untuk anak muntah, Ibu juga bisa langsung hubungi tim experti di Bebecare yang cepat merespon pertanyaan Ibu selama 24/7 tanpa perlu booking atau buat janji terlebih dahulu. Gratis!
Jangan lupa daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
