12 Sumber Protein Nabati Tinggi yang Bagus untuk Tumbuh Kembang Anak

Meskipun protein hewani memiliki asam amino yang lengkap namun protein nabati tetap memiliki peran penting. Di dalam sumber protein nabati, ada asam amino esensial yang diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Sumber protein nabati-bebeclub


Sumber protein nabati untuk anak yang baik untuk tumbuh kembang antara lain tempe, tahu, edamame, kacang merah, kacang hijau, lentil, chickpea, dan almond. Ragam jenis makanan tersebut kaya protein yang membantu mendukung pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh anak. 

Apa Itu Protein Nabati?

Protein nabati adalah protein yang berasal dari makanan tumbuhan, seperti kacang-kacangan, kedelai, biji-bijian, dan serealia. 

Dalam jurnal Nutrients (2020) dijelaskan bahwa, perbedaan protein nabati dan protein hewani terletak pada profil asam amino dan kualitas proteinnya.

Beberapa protein nabati memiliki asam amino esensial yang lebih terbatas dibandingkan dengan protein hewani. 

Makanan sumber protein nabati juga mengandung serat, vitamin dan mineral, serta antioksidan alami yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh. 

Fungsi Protein Nabati untuk Anak

Berikut fungsi protein nabati yang perlu Ibu ketahui untuk mendukung tumbuh kembang dan kesehatan Si Kecil.

1. Membantu Pertumbuhan Otot dan Jaringan Tubuh

Protein dari sumber nabati menyediakan asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk dan memelihara otot serta jaringan tubuh. 

Asupan protein yang cukup juga penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. 

2. Mendukung Perkembangan Otak

Salah satu fungsi protein adalah mendukung perkembangan dan fungsi otak anak. 

Hal ini karena protein menyediakan asam amino untuk membentuk neurotransmitter, yaitu senyawa yang membantu sel-sel saraf berkomunikasi. 

3. Membantu Pembentukan Enzim dan Hormon

Protein nabati dicerna menjadi asam amino yang kemudian digunakan tubuh untuk membentuk berbagai senyawa penting. 

Asam amino tersebut berperan dalam sintesis enzim dan hormon peptida yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi tubuh. 

4. Menjaga Daya Tahan Tubuh

Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition (2021) menjelaskan, protein membantu mendukung kerja sistem kekebalan tubuh.

Asupan protein yang cukup juga penting untuk menjaga fungsi sistem imun, sementara kekurangan protein dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. 

Protein nabati juga mengandung peptida yang dapat membantu mendukung aktivitas sel imun serta produksi sitokin dan antibodi. 

5. Menjaga Kesehatan Saluran Cerna Berkat Kandungan Serat

Makanan sumber protein nabati, seperti kacang-kacangan, mengandung serat yang baik untuk kesehatan usus. 

Serat ini dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus (prebiotik) dan membantu mencegah masalah pencernaan seperti sembelit.

Rekomendasi Sumber Protein Nabati untuk Anak

Agar asupan protein anak lebih beragam, Ibu bisa melengkapinya dengan berbagai sumber protein nabati. Berikut beberapa pilihan yang bisa diberikan dalam menu sehari-hari: 

1. Tempe

Tempe merupakan sumber protein nabati yang kaya protein, zat besi, kalium, dan vitamin B12. Kandungan seratnya membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan si Kecil. 

Bahan makanan ini juga mudah diolah menjadi berbagai menu, seperti stik tempe, nugget tempe keju, atau bakwan tempe dengan tambahan daging dan sayuran.

2. Tahu

Tahu kaya protein, vitamin, mineral, serta mengandung 9 asam amino esensial dan kalsium yang baik untuk kesehatan tulang.

Sumber protein nabati ini mudah diolah dengan cara digoreng, ditumis bersama sayuran, atau dipadukan dengan protein hewani. Ibu juga bisa mencoba resep tahu kukus atau orak-arik tahu.

3. Edamame

Edamame merupakan sumber protein nabati yang bagus. Di dalamnya mengandung vitamin C, kalsium, zat besi, dan folat sehingga mampu membantu pertumbuhan tulang dan gigi si Kecil.

Edamame bisa Ibu olah dengan cara direbus hingga lunak. Pastikan si Kecil sudah mahir mengunyah dan awasi saat makan untuk mencegah tersedak, ya, Bu. 

4. Kacang Merah

Kacang merah termasuk sumber protein nabati. Selain protein, kacang merah juga mengandung senyawa bioaktif dan jenis serat pangan yang baik untuk saluran cerna.

Ibu bisa memberikan si Kecil kacang merah yang sudah dihaluskan atau diblender hingga teksturnya lembut sehingga lebih mudah untuk dikonsumsi.

5. Kacang Hijau

Kacang hijau menjadi sumber protein nabati yang bisa coba Ibu berikan pada si Kecil. Bahan ini kaya akan lisin dan memiliki asam amino esensial yang mudah dicerna tubuh. 

Kacang hijau bisa disajikan dengan cara dimasak hingga lunak, lalu dihaluskan atau dicampurkan ke dalam bubur. 

6. Lentil

Lentil menjadi pilihan sumber protein nabati yang baik untuk si Kecil. Kandungan nutrisinya juga dilengkapi folat, zat besi, mangan, dan fosfor.

Bahkan, lentil mengandung berbagai senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa ini membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. 

Ibu dapat menyajikan lentil pada si Kecil setelah dimasak hingga lunak, lalu dicampurkan ke bubur, sup, nasi, atau sayuran.

Baca Juga: Zat Besi untuk Anak: 13 Manfaat + Tanda Kekurangan

7. Chickpea (Kacang Arab)

Chickpea atau kacang arab merupakan sumber protein nabati yang kaya protein dan asam amino esensial, terutama lisin. 

Kandungan seratnya juga baik untuk mendukung fungsi pencernaan si Kecil karena dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus. 

Chickpea dapat dimasak hingga lunak, lalu dihaluskan, dicampurkan ke makanan, atau dilumatkan sebagai pengganti sebagian tepung dalam kue dan roti.

8. Almond

Almond kaya akan protein, magnesium, vitamin E, kalsium, dan fosfor yang mendukung pertumbuhan serta kesehatan tulang si Kecil. 

Dalam 1 ons almond, terdapat sekitar 6 gram protein dan 3 gram serat. Agar aman dikonsumsi, almond sebaiknya dihancurkan dan dihaluskan dengan air atau susu hingga menjadi selai. 

Jika Ibu ingin memberikan almond utuh, pastikan si Kecil sudah mampu mengunyah dengan baik untuk mengurangi risiko tersedak. 

9. Bayam

Bayam dilengkapi vitamin A, C, K, zat besi, folat, dan kalium. Kandungan vitamin K dan zat besi di dalamnya mendukung kesehatan tulang serta tumbuh kembang si Kecil.

Ibu dapat mengolah bayam menjadi sayur bening, tumisan, keripik panggang, atau sandwich telur bayam. 

10. Brokoli

Brokoli mengandung vitamin A, C, K, folat, kalsium, kalium, dan zat besi. Kandungan nutrisinya mendukung pertumbuhan tulang, daya tahan tubuh, kesehatan pencernaan, mata, dan kulit si Kecil. 

Ibu bisa coba hidangkan tumis brokoli saus creamy atau kentang panggang dengan topping brokoli agar kadar protein nabatinya semakin kaya.

11. Kentang

Kentang mengandung 4,5 gram protein nabati serta tinggi kalium dan serat. Terdapat juga antioksidan yang berfungsi melawan radikal bebas penyebab peradangan dan kerusakan pada sel-sel tubuh. 

Kalau bosan menghidangkan kentang sebagai french fries atau isian sup bening, Ibu bisa mengolahnya menjadi bola-bola kentang, pastel tutup kukus, atau perkedel daging.

12. Alpukat

Alpukat mengandung lemak tak jenuh, seperti asam oleat, yang bantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K. Kandungan tersebut mendukung kesehatan mata, jantung, pencernaan, dan bantu menjaga berat badan anak

Karena tekstur alpukat yang lembut Ibu bisa memberikannya kepada si Kecil dengan membuatkan jus alpukat, alpukat kocok, atau bubur alpukat. 

Selain memperhatikan asupan nutrisi, penting juga memantau respons pencernaan si Kecil. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popok dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa menggunakan fitur ini melalui Aplikasi Bebeclub Mobile untuk memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.

Makanan Apa yang Paling Tinggi Kandungan Protein Nabatinya?

Beberapa makanan memiliki kandungan protein nabati tertinggi dibandingkan lainnya. Berikut urutannya per 100 gram.

Makanan

Protein per 100 gram

Almond

21,2 gram

Tempe

20,3 gram

Edamame

±11 gram

Kacang lentil (miju-miju)

9,0 gram

Chickpea/kacang arab

8,9 gram

Di antara sumber protein nabati tinggi, Ibu bisa memvariasikan jenisnya untuk diberikan pada anak setiap hari.

Baca Juga: Kebutuhan Serat Harian Anak Sesuai Usia dan Cara Penuhinya

Apakah Protein Nabati Bisa Menggantikan Protein Hewani?

Protein nabati dari kacang-kacangan, polong-polongan, dan biji-bijian dapat menjadi bagian dari asupan protein harian si Kecil.

Namun, kualitas protein nabati dan protein hewani dapat berbeda karena kandungan serta daya cerna asam amino esensialnya tidak sama. 

Oleh karena itu, Ibu sebaiknya memberikan variasi protein nabati dan hewani agar kebutuhan asam amino serta zat gizi si Kecil lebih optimal. 

Baca Juga: 10 Makanan Tinggi Zinc untuk Anak

Berapa Kebutuhan Protein Anak Setiap Hari?

Kebutuhan protein anak berbeda tergantung usianya. Berikut kebutuhan protein harian anak berdasarkan AKG Kemenkes RI: 

Usia

Kebutuhan Protein/Hari

0–5 bulan

9 gram

6–11 bulan

15 gram

1–3 tahun

20 gram

4–6 tahun

25 gram

7–9 tahun

40 gram

Tips Memaksimalkan Asupan Protein Nabati untuk Anak

Agar Si Kecil mendapatkan manfaat protein nabati secara optimal, Ibu dapat menerapkan beberapa cara sederhana saat memilih, mengolah, dan menyajikannya. 

1. Variasikan Jenis Protein Nabati

Ibu sebaiknya memberikan beragam protein nabati untuk anak karena setiap makanan memiliki kandungan asam amino esensial yang berbeda. 

Misalnya, serealia cenderung lebih rendah lisin, sedangkan kacang-kacangan kaya akan lisin tetapi memiliki kadar asam amino yang mengandung sulfur lebih rendah. 

Dengan memberikan berbagai protein nabati dalam menu sehari-hari, kandungan asam amino dari makanan tersebut dapat saling melengkapi.

2. Padukan dengan Sumber Vitamin C agar Penyerapan Zat Besi Lebih Optimal

Ibu dapat memadukan protein nabati dengan makanan kaya vitamin C untuk membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan nabati. 

Misalnya, sajikan kacang-kacangan bersama tomat, paprika, brokoli, jeruk, atau stroberi.

3. Kombinasikan dengan Protein Hewani bila Memungkinkan

Bila memungkinkan, lengkapi protein nabati dengan protein hewani seperti telur, ikan, ayam, atau daging. Protein hewani punya susunan asam amino esensial lebih lengkap dan mudah dicerna.

Oleh karena itu, protein hewani dapat membantu melengkapi kualitas protein nabati dalam menu si Kecil.

Susu juga termasuk pilihan protein hewani yang bisa Ibu berikan untuk si Kecil. Jangan sampai salah pilih, coba berikan Bebelac 1 NutriGreat+ dengan Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x ​lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.

4. Pilih Metode Memasak yang Mempertahankan Nutrisi

Ibu sebaiknya memilih metode memasak seperti mengukus untuk membantu mempertahankan zat gizi pada protein nabati.

Hindari memasak dengan banyak air terlalu lama karena dapat menyebabkan sebagian zat gizi larut ke dalam air. 

Pastikan kacang-kacangan dan polong-polongan tetap dimasak hingga matang dengan tekstur yang aman untuk si Kecil. 

5. Sajikan dalam Bentuk yang disukai Anak 

Ibu dapat menyajikan protein nabati dalam bentuk yang disukai si Kecil, misalnya mencampurkan tempe atau tahu ke dalam makanan favoritnya. 

Jika si Kecil belum menyukainya, Ibu bisa menawarkannya kembali di lain waktu tanpa memaksa.

Itulah penjelasan seputar beragam sumber protein nabati untuk anak, kebutuhan protein harian si Kecil, hingga tips memaksimalkan asupan proteinnya. Semoga artikel ini bermanfaat, ya, Bu!

Anak aktif membutuhkan asupan nutrisi yang tepat untuk mendukung proses belajar, bermain, dan tumbuh kembangnya. Jadi member Bebeclub untuk mendapatkan insight nutrisi, inspirasi menu harian, dan berbagai edukasi dari para ahli. Selain mendapatkan akses ke berbagai artikel dan panduan dari para ahli, Ibu juga dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai hadiah menarik sebagai member Bebeclub.

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. American Academy of Pediatrics Committee on Nutrition. (2021). Making healthy food choices. In HealthyChildren.org. HealthyChildren.org – Making Healthy Food Choices 
  2. Ahnen, R. T., Jonnalagadda, S. S., & Slavin, J. L. (2019). Role of plant protein in nutrition, wellness, and health. Nutrition Reviews, 77(11), 735–747. DOI: 10.1093/nutrit/nuz028 
  3. Hertzler, S. R., Lieblein-Boff, J. C., Weiler, M., & Allgeier, C. (2020). Plant proteins: Assessing their nutritional quality and effects on health and physical function. Nutrients, 12(12), 3704. DOI: 10.3390/nu12123704 
  4. Wen, C., Zhang, J., Zhang, H., Duan, Y., & Ma, H. (2020). Plant protein-derived antioxidant peptides: Isolation, identification, mechanism of action and application in food systems: A review. Plant Protein-Derived Antioxidant Peptides: Isolation, Identification, Mechanism of Action and Application in Food Systems: A Review, 105, 308–322. DOI: 10.1016/j.tifs.2020.09.019 
  5. Escobedo-Monge, M. F., Parodi-Román, J., Escobedo-Monge, M. A., & Marugán-Miguelsanz, J. M. (2025). The biological value of proteins for pediatric growth and development: A narrative review. Nutrients, 17(13), 2221. DOI: 10.3390/nu17132221 
  6. Cohen Kadosh, K., Muhardi, L., Parikh, P., Basso, M., Jan Mohamed, H. J., Prawitasari, T., Samuel, F., Ma, G., & Geurts, J. M. (2021). Nutritional support of neurodevelopment and cognitive function in infants and young children-an update and novel insights. Nutrients, 13(1). DOI: 10.3390/nu13010199 
  7. Carbone, J. W., & Pasiakos, S. M. (2019). Dietary protein and muscle mass: Translating science to application and health benefit. Nutrients, 11(5). DOI: 10.3390/nu11051136 
  8. Verduci, E., & Köglmeier, J. (2021). Immunomodulation in children: The role of the diet. Journal of Pediatric Gastroenterology & Nutrition, 73(3), 293–298. DOI: 10.1097/mpg.0000000000003152 
  9. Editorial Team. (2019). Legumes and pulses. In The Nutrition Source. nutritionsource.hsph.harvard.edu – Legumes Pulses 
  10. Hojsak, I., Benninga, M. A., Hauser, B., Kansu, A., Kelly, V. B., Stephen, A. M., Morais Lopez, A., Slavin, J., & Tuohy, K. (2022). Benefits of dietary fibre for children in health and disease. Archives of Disease in Childhood, 107(11), 973–979. DOI: 10.1136/archdischild-2021-323571
  11. Kong, C., Duan, C., Zhang, Y., Wang, Y., Yan, Z., & Zhou, S. (2023, November 29). Non-starch polysaccharides from kidney beans: comprehensive insight into their extraction, structure and physicochemical and nutritional properties. Rsc.Org. pubs.rsc.org – Non Starch Polysaccharides From Kidney Beans 
  12. Editorial Team. (2026). Kidney beans for babies - solid starts. Solidstarts.Com. solidstarts.com – Kidney Beans
  13. Li, S., Feng, X., Hao, X., Zhu, Y., Zou, L., Chen, X., & Yao, Y. (2023). A comprehensive review of mung bean proteins: Extraction, characterization, biological potential, techno-functional properties, modifications, and applications. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, 22(4), 3292–3327. DOI: 10.1111/1541-4337.13183 
  14. Editorial Team. (2025). Mung Bean for Babies - first foods for baby - solid starts. In Solidstarts.com. solidstarts.com – Mung Bean 
  15. Amarowicz, R., & Pegg, R. B. (2023). Lentils (Lens Culinaris L.) as a source of phenolic compounds - their content, changes during processing, antioxidant and biological activities. Current Pharmaceutical Design, 29. DOI: 10.2174/1381612829666230223105804 
  16. Editorial Team. (2025). Lentils for babies - first foods - solid starts. In Solidstarts.com. solidstarts.com – Lentil
  17. Nikhil Dnyaneshwar Patil, Bains, A., Sridhar, K., Maharshi Bhaswant, Kaur, S., Tripathi, M., Déborah Lanterbecq, Chawla, P., & Sharma, M. (2024). Extraction, modification, biofunctionality, and food applications of chickpea (cicer arietinum) protein: An up-to-date review. Foods, 13(9), 1398–1398. DOI: 10.3390/foods13091398 
  18. Editorial Team. (2018). Chickpeas (garbanzo beans). In The Nutrition Source. nutritionsource.hsph.harvard.edu – Chickpeas Garbanzo Beans
  19. Editorial Team. (2026). Almonds · nutrition data · WhatYouEat. Whatyoueat.Io. whatyoueat.io – 170567 Almonds 
  20. Editorial Team. (2026). Tempeh · nutrition data · WhatYouEat. Whatyoueat.Io. whatyoueat.io – 174272 Tempeh 
  21. ProteinPer100g. (2026, January 5). Canned edamame protein: 11G per 100g. ProteinPer100g. Proteinper100g.Com. proteinper100g.com – Edamame Canned 
  22. Editorial Team. (2026). Lentils, mature seeds, cooked, boiled, without salt · nutrition data · WhatYouEat. Whatyoueat.Io. whatyoueat.io 
  23. Editorial Team. (2026). Nutrition facts for cooked chickpeas (garbanzo beans). My Food Data. tools.myfooddata.com 
  24. Harrison, L., Oh, C., D. Charbonneau, K., Owais, A., C. Keats, E., & A. Bhutta, Z. (2023). WHO guideline development group, steering group, systematic review teams, and external resource persons. World Health Organization. Ncbibooks. NCBI – Nbk596426 
  25. Herreman, L., Nommensen, P., Pennings, B., & Laus, M. C. (2020). Comprehensive overview of the quality of plant‐ and animal‐sourced proteins based on the digestible indispensable amino acid score. Food Science & Nutrition, 8(10). DOI: 10.1002/fsn3.1809 
  26. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Permenkes no. 28 tahun 2019. In Database Peraturan | JDIH BPK. peraturan.bpk.go.id – Permenkes No 28 Tahun 2019 
  27. Editorial Team. (2023). Iron. In National Institutes Of Health. NIH Office of Dietary Supplements – Iron Consumer 
  28. Elmadfa, I., & Meyer, A. L. (2017). Animal proteins as important contributors to a healthy human diet. Annual Review of Animal Biosciences, 5(1), 111–131. DOI: 10.1146/annurev-animal-022516-022943 
  29. Coe, S., & Spiro, A. (2022). Cooking at home to retain nutritional quality and minimise nutrient losses: A focus on vegetables, potatoes and pulses. Nutrition Bulletin, 47(4). DOI: 10.1111/nbu.12584 
  30. Natalie D. Muth, MD, MPH, RDN, FAAP. (2021, September 20). How do I help my picky eater try more healthy foods? HealthyChildren.Org. HealthyChildren.org


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Desktop

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Desktop

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Mobile

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Mobile

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun