jenis protein nabati

Mengenal Berbagai Jenis Protein Nabati Untuk Si Kecil

Ibu tentu mengerti bahwa agar anak bisa tumbuh hebat, ia butuh nutrisi lengkap dan seimbang, dan protein adalah salah satunya. Protein penting untuk regenerasi sel-sel tubuh, pertumbuhan rambut dan kuku, juga memperbarui sel-sel darah, tulang, juga jaringan kulit dan otot. Sesuai rekomendasi Departemen Kesehatan Indonesia tahun 2019, anak usia 1-3 tahun butuh 20 g protein, sementara anak usia 4-6 tahun butuh 18-35 g protein setiap harinya.

Perbedaan protein nabati dan hewani

Supaya kebutuhan protein harian anak terlengkapi, Ibu perlu menyediakan menu yang seimbang antara sumber protein hewani dan sumber protein nabati. Apa bedanya protein nabati dan protein hewani? Sebenarnya Bu, bedanya hanya pada sumber proteinnya saja. Ibu bisa menemukan protein di produk hewani (seperti daging, telur, atau susu sapi) dan tumbuh-tumbuhan (seperti sayuran, kacang-kacangan).

Nah, protein nabati yang tinggi sebagian besar ditemukan dalam kacang-kacangan, seperti kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, edamame, dan almond. Protein nabati juga hadir secara alami pada jenis sayuran lain, seperti brokoli atau jamur.

Namun, pola makan nabati yang baik, terutama untuk anak-anak, perlu direncanakan dengan teliti agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Bagi sebagian ibu, ini bermanfaat, karena mendorong mereka untuk memikirkan diet si Kecil dan memahami kandungan nutrisi dari makanan yang mereka makan. Bagi yang lain, bisa jadi menantang dan gizinya kurang lengkap jika tidak diatur dengan baik. Jadi, Ibu sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak lebih dulu ya!

Macam-macam protein nabati dan cara menyajikannya

Selain mengandung protein yang penting untuk tumbuh kembang anak, sumber protein nabati ini juga mengandung kelebihan lain yang baik untuk tumbuh kembang si Kecil lho! Berikut ini berbagai macam jenis protein nabati dan cara menyajikannya:

Sayur-sayuran

Protein nabati banyak terkandung di beberapa jenis sayuran. Jamur misalnya, dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dari radikal bebas. Brokoli mengandung serat yang membantu menjaga perut sehat anak. Nah, agar si Kecil mau makan dengan lahap, Ibu bisa berkreasi dengan mengukus, merebus, atau memanggang sayur-sayuran ini dan dipadukan dengan saus kesukaan anak.

Kacang-kacangan

Untuk kacang-kacangan, Ibu bisa menyajikannya dengan cara disajikan sebagai pendamping makanan atau dijadikan bubur. Selain protein, kacang-kacangan ini pun juga kaya nutrisi lain. Kacang merah misalnya, mengandung kalium yang menjaga kerja jantung, juga asam folat dan zat besi. Kacang hijau yang populer dijadikan bubur, juga tinggi serat dan flavonoid untuk membuang racun dari dalam tubuh.

Nah, tahukah Ibu kalau kedelai memiliki kadar protein paling tinggi dibandingkan sumber protein nabati lainnya? Tak hanya kaya protein nabati, kedelai pun memiliki banyak manfaat bagi si Kecil di antaranya menjaga level kolesterol, tekanan darah, dan kesehatan ginjal. Pemberian kedelai pada si Kecil bisa berupa pemberian lauk tempe, tahu, hingga minuman seperti formula soya untuk anak.

Nah Ibu, saat memilih formula soya untuk anak, pastikan Ibu memilih formula soya dengan nutrisi lengkap dan juga tinggi serat. Ada formula soya yang memiliki semua itu dengan rasa yang enak, seperti Bebelac Gold Soya. Dengan rasa vanila lezat yang pasti disukai anak, Bebelac Gold Soya bantu penuhi kebutuhan nutrisi si Kecil agar tumbuh hebat.

Bebelac Gold Soya adalah formula soya tinggi serat pertama dan satu-satunya di Indonesia. Selain kandungan tinggi seratnya, Bebelac Gold Soya juga dilengkapi nutrisi penting lainnya untuk anak:​

  • 9 asam amino esensial untuk dukung tumbuh kembang anak
  • Advansfibre Soy+ tinggi serat dengan FOS Inulin untuk dukung fungsi saluran cerna perut hebat anak
  • Fish oil, omega 3, & omega 6 untuk dukung daya pikir anak
  • 13 vitamin & 9 mineral untuk dukung pertumbuhan optimal, dilengkapi kalsium dan vitamin D untuk dukung pertumbuhan tulang

Nah, untuk info lebih lanjut tentang jenis protein nabati yang baik untuk si Kecil, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak atau tenaga kesehatan profesional ya Bu!