Anak Kurus Apakah Selalu Tanda Kurang Gizi? Ini Penjelasan Lengkapnya

Anak kurus bisa disebabkan oleh faktor genetik, metabolisme tubuh, asupan gizi kurang optimal, hingga punya penyakit kronis. Namun, kurus tidak selalu berarti kurang gizi.

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
anak kurus-bebeclub


 

Anak kurus identik dengan kurang gizi. Padahal, kesehatan si Kecil tidak hanya diukur dari berat badan, tetapi juga melibatkan aspek lain. Lantas, apakah kurus pada anak itu normal? 

Anak Kurus Itu Normal atau Tanda Masalah Kesehatan?

Anak dapat dikatakan kurus tapi sehat bila rutin beraktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi selama 60 menit dan tidak menunjukkan masalah hambatan pada pencapaian perkembangannya.

Anak kurus tapi sehat juga tampak bila berat badannya menunjukkan kenaikan setiap bulan berdasarkan pertumbuhan dari WHO. Namun, ada juga kurus karena kurang gizi. 

Anak dengan kurus ekstrem memiliki berat badan di bawah -2 SD pada kurva pertumbuhan. Kurus hanya merupakan tampilan fisik, berbeda dengan malnutrisi yang bisa berdampak ke badan kurus, rentan sakit, hingga masalah kognitif.

Perbedaan Anak Kurus tapi Sehat vs Anak Kurus Kurang Gizi

Ada perbedaan signifikan antara anak yang kurus tapi sehat dengan anak kurus kurang gizi, yakni:

Aspek Perbandingan

Kurus tapi Sehat

Kurus Kurang Gizi

Berat badan & tinggi

Mengikuti kurva pertumbuhan meski di bawah garis hijau kurva WHO

Berat badan tidak naik, bahkan turun

Nafsu makan

Baik dan konsisten

Rendah, sering menolak makan

Asupan gizi

Cukup dan relatif seimbang

Kurang zat gizi penting (protein, lemak, zat besi)

Energi & aktivitas

Aktif, lincah, suka bermain

Mudah lelah, tampak lesu

Perkembangan motorik & kognitif

Sesuai usia

Terlambat atau stagnan

Daya tahan tubuh

Jarang sakit

Sering sakit dan lama sembuh

Kondisi fisik

Kulit dan rambut tampak sehat

Kulit kering, rambut rapuh dan kemerahan, mata cekung

BAB & pencernaan

BAB normal

BAB bermasalah (seringnya diare)

Respons terhadap lingkungan

Responsif dan ceria

Kurang responsif, mudah rewel

Risiko jangka panjang

Rendah

Berisiko gangguan tumbuh kembang

 

Baca Juga: Anak Sering BAB Tapi Bukan Diare, Apa Sebabnya?

Penyebab Anak Kurus

Sebelum mencari cara menggemukkan anak yang kurus, perlu diketahui dulu penyebabnya, yaitu:

1. Faktor Genetik

Berat badan anak dipengaruhi faktor genetik. Studi terbitan PLoS Genetic (2019) menemukan, anak yang relatif kurus memiliki beban gen pemicu obesitas yang lebih rendah.

Hal ini bisa dilihat, salah satu faktor terkuat anak relatif kurus adalah berat badan orang tua. Bila kedua orang tua kurus, anak juga sangat mungkin memiliki badan kurus.

Gen ini ternyata juga berpeluang membuat anak makan banyak tapi tetap kurus.

2. Metabolisme Tubuh Tinggi

Anak juga bisa kurus karena metabolismenya tinggi. Tubuhnya aktif menggunakan asupan kalori dari makanan untuk diubah menjadi energi.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika anak aktif bergerak dengan intensitas tinggi, seperti berlari-larian tanpa henti. Tak jarang, anak doyan makan tapi tetap kurus.

3. Asupan Gizi Tidak Seimbang

Anak juga bisa kurus karena asupan gizinya tak seimbang. Anak mungkin banyak makan, tapi kualitas kandungan gizinya relatif rendah.

Biasanya, asupan gizi ini rendah protein, lemak sehat, zat besi, dan zinc. Protein dan lemak sehat memberikan asupan kalori untuk menambah berat badan.

Sementara itu, zat besi dan zinc penting untuk meningkatkan nafsu makan anak.

4. Gangguan Penyerapan Nutrisi (Malabsorpsi)

‌Malabsorption adalah kondisi yang membuat saluran cerna tidak bisa memecah atau menyerap kandungan gizi dengan baik. Tubuh akhirnya kekurangan gizi agar sehingga akhirnya tampak kurus.

Gejala malabsorpsi yang paling umum, yaitu:

  • Diare.
  • BAB berminyak dan bau busuk.
  • Masalah pertumbuhan.
  • Perut kembung dan membesar.
  • Nyeri perut.

5. Masalah Nafsu Makan

Salah satu penyebab anak kurus dan susah makan adalah tidak nafsu makan. Kondisi ini bisa dipicu oleh GTM, bahkan trauma dengan rasa atau tekstur makanan tertentu.

Nafsu makan juga bergantung pada lingkungan sekitar pada waktu makan. Bila makan penuh dengan paksaan atau pertengkaran orang tua, terjadilah anak kurus dan susah makan.

Padahal, makanan merupakan asupan kalori utama agar berat badan si Kecil bisa bertambah. 

6. Penyakit atau Infeksi Kronis

Masalah pencernaan, seperti sembelit dan GERD pada anak bisa menimbulkan nyeri. Kondisi ini membuatnya tak nafsu makan. 

Alergi makanan membuat ia punya pantangan sehingga sulit memilih makanan tinggi kalori. Gejala alergi juga membuat anak tidak nyaman dan malas makan.

Infeksi bakteri, virus, atau cacing meningkatkan metabolisme untuk melawan penyakit. Infeksi pun menyebabkan diare dan muntah sehingga asupan gizi terbuang. Gejala infeksi pun menurunkan nafsu makan. 

Baca Juga: Ketahui Tinggi Badan Ideal Anak Usia 2 Tahun dan Cara Mencapainya

Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus, Kenapa Bisa Terjadi?

Anak sudah makan banyak tapi tetap kurus, terjadi karena tubuh si Kecil mengalami defisit kalori, yaitu jumlah asupan kalori dari makanan dan minuman lebih rendah daripada kalori yang digunakan. 

Kondisi ini biasa terjadi pada anak dengan aktivitas fisik tinggi atau infeksi kronis. Penyebab anak kurus padahal makan banyak juga karena makanannya tidak bergizi seimbang. 

Ketika anak makan makanan rendah protein dan lemak sehat, asupan kalorinya akan rendah sehingga berat badan sulit naik.

Cara Mengatasi Anak Kurus agar Berat Badan Naik Sehat

Ada beberapa cara menaikkan berat badan anak dengan sehat. Ingat, cara ini tidak hanya fokus ke porsi makannya saja, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan. Apa saja?

1. Evaluasi Pola Makan Anak

Berikan jadwal makan yang teratur, idealnya 3 kali sehari dengan selingan camilan sehat sebanyak 2 kali. Jadwal makan teratur ini penting agar anak tidak melewatkan waktu makan.

Melewatkan porsi makan hanya membuat asupan gizi dan kalorinya berkurang sehingga berat badannya stagnan, bahkan turun.

2. Tingkatkan Kualitas Gizi

Seporsi makanan si Kecil harus bergizi seimbang. Prioritaskan asupan protein hewani, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks sebagai makanan pokok.

Jangan lupakan berbagai vitamin dan mineral. Meski dikonsumsi dalam jumlah kecil, kekurangan vitamin dan mineral bisa menurunkan nafsu makan dan kesehatan secara umum. 

Bila bingung menentukan porsi makan bergizi seimbang, cek lah Isi Piringku Balita yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI.

Pemberian susu pertumbuhan juga bisa dilakukan untuk melengkapi kebutuhan gizi harian anak. Bebelac 1 NutriGreat+ adalah Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x ​lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.

3. Ciptakan Pengalaman Makan yang Positif

Agar anak yang bertubuh kurus bisa naik berat badan, buatlah waktu makan semenyenangkan dan seaman mungkin. Hindari memaksa makanan untuk menghindari trauma makan di kemudian hari.

Pastikan si Kecil hanya fokus dengan makanannya, tidak ada distraksi dari TV, gadget, atau mainan. Kehilangan fokus dengan makanan justru membuatnya malas makan.

Biarkan si Kecil bereksplorasi dengan makanannya, jaga waktu dan lingkungan makan tetap aman agar ia selalu bersemangat saat makan.

4. Pantau Pertumbuhan Secara Rutin

Idealnya, berat badan perlu dipantau setiap bulan sejak baru lahir hingga usia 2 tahun. Dalam Kartu Menuju Sehat (KMS), berat badan anak harus menunjukkan grafik naik setiap bulan.

Hindarilah membandingkan berat badan dengan anak lain karena faktor penentu berat badan setiap anak berbeda-beda.

Kini, Ibu bisa memantau berat dan tinggi badan si Kecil dengan lebih praktis menggunakan AI Growth Tracker. Cukup dari foto handphone, Ibu sudah bisa mendapatkan gambaran tumbuh kembang si Kecil kapan saja tanpa perlu alat khusus.

Baca Juga: 4 Manfaat Memantau Berat Badan Ideal Anak 

Kapan Anak Kurus Perlu Dibawa ke Dokter?

Waspada dan segera bawa ke dokter bila anak mengalami tanda-tanda berikut:

  • Berat badan di bulan selanjutnya stagnan atau bahkan turun.
  • Anak lemas dan tidak aktif.
  • Mudah sakit dan lama sembuh.
  • Perkembangannya terlambat.
  • Menolak makan dan minum secara ekstrem.

Anak kurus bisa dikatakan sehat atau tidak bila kesehatannya dipantau secara rutin. Pastikan asupan gizi si Kecil bergizi seimbang agar tumbuh kembangnya tidak terganggu ya, Bu.

Daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Editorial Staff. (2018). Malnutrition in children. WHO. https://www.who.int/data/nutrition/nlis/info/malnutrition-in-children
  2. Riveros-McKay, F., Mistry, V., Bounds, R., Hendricks, A., Keogh, J. M., Thomas, H., Henning, E., Corbin, L. J., O’Rahilly, S., Zeggini, E., Wheeler, E., Barroso, I., & Farooqi, I. S. (2019). Genetic architecture of human thinness compared to severe obesity. PLOS Genetics, 15(1), e1007603. https://doi.org/10.1371/journal.pgen.1007603
  3. Editorial Staff. (2019, January 24). Slim people have a genetic advantage when it comes to maintaining their weight. University of Cambridge. https://www.cam.ac.uk/research/news/slim-people-have-a-genetic-advantage-when-it-comes-to-maintaining-their-weight
  4. Editorial Staff. (2025). Metabolism (for Teens). KidsHealth. https://kidshealth.org/en/teens/metabolism.html
  5. Wensveen FM, Šestan M, Polić B. The immunology of sickness metabolism. Cell Mol Immunol. 2024 Sep;21(9):1051-1065. doi: 10.1038/s41423-024-01192-4. Epub 2024 Aug 6. PMID: 39107476; PMCID: PMC11364700.
  6. Aryu Candra Kusumastuti, Ardiaria, M., & Meita Hendrianingtyas. (2018). Effect of Zinc and Iron Supplementation on Appetite, Nutritional Status and Intelligence Quotient in Young Children. The Indonesian Biomedical Journal, 10(2), 133–139. https://doi.org/10.18585/inabj.v10i2.365
  7. Editorial Staff. Figuring Out Fat and Calories (for Teens). (2021). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/teens/fat-calories.html
  8. Editorial Staff. (2025). Malabsorption Disorders. Children's Wisconsin. https://childrenswi.org/find-care/gastroenterology-liver-nutrition/malabsorption-disorders
  9. Zhu, N., Chen, T., Wang, L., Cai, F., Zhong, X., Fang, X., Chen, M., Lin, J., Tu, H., Zhao, Y., Hu, Y., Zhang, W., & Song, J. (2025). Risk of IgE-mediated food allergy and its impact on child growth: A machine learning approach. World Allergy Organization Journal, 18(8), 101088. https://doi.org/10.1016/j.waojou.2025.101088
  10. Editorial Staff. (2022, December 21). Calorie Deficit: What To Know. Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/calorie-deficit
  11. Tim Penulis. (2025). Bergandeng Tangan Menyiapkan Makanan Sehat Demi Mendampingi Anak Tumbuh Sehat. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/bergandeng-tangan-menyiapkan-makanan-sehat-demi-mendampingi-anak-tumbuh-sehat
  12. Tim Penulis. Petunjuk Teknis Penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) Balita. (2021). Kementerian Kesehatan RI. https://repository.kemkes.go.id/book/96
  13. Editorial Staff. (2015, November 19). Stunting in a nutshell. World Health Organization. https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Desktop

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Desktop

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Mobile

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Mobile

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun