Red Flag Tumbuh Kembang Anak 2 Tahun yang Perlu Diwaspadai
Red flags tumbuh kembang anak 2 tahun adalah tak bisa merangkai 2 kata penting dan jalan tidak seimbang. Kondisi ini bisa diatasi bila mendapatkan penanganan segera dan tepat.
Red flags tumbuh kembang anak 2 tahun berarti adanya hambatan sehingga perlu diketahui gejalanya. Dengan begitu, si Kecil bisa mendapatkan perawatan terbaik agar gejalanya terkendali.
Anak Usia 2 Tahun Belum Bisa "Ini", Apakah Normal?
Mungkin Ibu bertanya-tanya, ada anak usia 2 tahun yang sudah bisa berjalan, ada pula yang belum. Ada pula anak yang sudah pandai berceloteh, ada pula yang kesulitan berbicara.
Normalnya, anak usia 2 tahun sudah bisa berjalan, bahkan naik tangga. Ia pun bisa menendang bola secara perlahan. Ia pun bisa membuat kalimat dari 2–4 kata dan meniru kata-kata orang lain.
Ingat, perkembangan setiap anak berbeda-beda. Tidak semua keterlambatan perkembangan anak dianggap sebagai red flags. Namun, tidak semua keterlambatan bisa ditunggu.
Bila masih kesulitan berjalan atau belum bisa berjalan sama sekali di umur 2–4 tahun, hal ini bisa diartikan sebagai red flags tumbuh kembang anak 2 tahun.
Tanda Red Flag Perkembangan Anak Usia 2 Tahun
Berikut tanda-tanda red flags tumbuh kembang anak 2 tahun yang paling sering menjadi perhatian.
- Menunjukkan tanda speech delay, seperti belum bisa mengucapkan 2 kata berarti, seperti “mau makan”.
- Kesulitan berjalan dengan lancar, sering tersungkur atau jatuh.
- Tidak bisa mengikuti perintah sederhana.
- Hambatan keterampilan sosial dan emosional, seperti tiidak bisa meniru kata-kata atau tindakan orang lain.
- Kesulitan kontak mata.
- Kesulitan berbagi perhatian dengan orang lain.
- Gangguan pada indra penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, pengecap, hingga keseimbangan.
- Gangguan perkembangan motorik, seperti ketidakseimbangan gerakan anggota tubuh bagian kiri dan kanan.
- Gangguan motorik kasar, seperti tidak mampu berjalan naik turun tangga dengan berpegangan.
- Gangguan motorik halus, seperti tidak dapat mencoba makan sendiri menggunakan sendok atau membantu berpakaian.
- Gangguan kemampuan kognitif, seperti tidak menunjukkan minat atau rasa penasaran.
- Tidak menunjukkan ekspresi emosi yang sesuai.
Baca Juga: Ini Dia 3 Tahapan Belajar Baca Anak Sesuai Usia
Red Flag Tumbuh Kembang Anak Usia 2 Tahun yang Perlu Diwaspadai
IDAI memperkirakan sekitar 1-3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami global developmental delay, yaitu keterlambatan pada dua atau lebih aspek perkembangan.
Berikut adalah red flag yang perlu Ibu waspadai di setiap aspek perkembangan anak usia 2 tahun:
1. Keterlambatan Perkembangan Bahasa
Salah satu red flags tumbuh kembang anak 2 tahun adalah keterlambatan bicara. Pada usia 2 tahun ini, anak seharusnya memiliki kosakata ±50 kata atau lebih, mampu menggabungkan 2 kata jadi kalimat sederhana.
Misalnya “Mau makan” atau “mau bola”. Sekitar 50% bicaranya dapat dimengerti orang lain. Jadi, waspada bila Bapak Ibu tidak dapat mengerti kalimat 2 kata yang diucapkan si Kecil.
Perhatikan juga jika si Kecil belum bisa berbicara dengan lancar, tidak paham perintah sederhana, serta tidak berusaha berkomunikasi dengan suara, gestur, atau ekspresi.
2. Gangguan Motorik Kasar
Secara umum, anak usia 2 tahun sudah mampu berjalan stabil, mulai berlari, serta naik turun tangga dengan bantuan.
Si Kecil perlu diperiksa bila ia belum bisa berjalan mandiri, gerakan kiri dan kanan tampak tidak seimbang, terlihat sangat lemah atau kaku saat bergerak.
Ketidakseimbangan gerakan dapat menjadi peringatan terkait perkembangan motorik anak. Gangguan yang dialami anak dapat berupa hipotonia (gangguan tonus otot) dan hiporefleksia (gangguan refleks tubuh).
3. Keterbatasan Sensorik
Tanda red flags tumbuh kembang anak 2 tahun yang harus Ibu waspadai lainnya ialah adanya keterbatasan sensorik.
Misalnya terlalu sensitif terhadap suara, sentuhan, atau cahaya, atau justru tidak bereaksi sama sekali.
Contoh lainnya, si Kecil tidak menoleh saat mendengar suara keras, tidak bereaksi saat disentuh, atau menolak tekstur makanan tertentu secara ekstrem.
4. Gangguan Kognitif
Kemampuan kognitif pada usia 2 tahun, anak seharusnya makin tertarik mengeksplorasi lingkungan dan menggunakan imajinasinya untuk bermain dan belajar.
Si Kecil juga mulai memahami bentuk, warna, dan fungsi benda. Oleh sebab itu, waspadai red flags tumbuh kembang anak 2 tahun pada aspek kognitif ya, Bu.
Contohnya, tidak menunjukkan rasa ingin tahu, tidak tertarik bermain atau mencoba hal baru, atau sulit mengikuti aktivitas sederhana.
5. Gangguan Sosial & Emosional
Anak usia 2 tahun umumnya mulai meniru perilaku orang lain, menunjukkan emosi sederhana (senang, sedih, marah), dan ia juga tertarik pada interaksi sosial.
Seluruh proses tersebut penting untuk perkembangan sosial dan emosional yang sehat.
Makanya, waspadai jika si Kecil minim kontak mata, tidak merespons ekspresi emosi orang lain, dan tidak menunjukkan minat bermain dengan orang sekitar.
Apakah Semua Anak yang Terlambat Perkembangannya Pasti Bermasalah?
Tidak semua red flags tumbuh kembang anak 2 tahun akan menjadi anak bermasalah di kemudian hari.
Usia 2 tahun merupakan usia 1000 hari pertama kelahirannya. Ini merupakan usia krusial untuk memperbaiki masalah-masalah yang bisa bersifat permanen jika terlambat ditangani.
Untuk itu, anak perlu pemantauan tumbuh kembang sejak 0–6 tahun di Puskesmas atau di rumah sakit bila memiliki risiko, seperti lahir prematur atau berat badan lahir rendah.
Pemantauan penting untuk mendeteksi hambatan tumbuh kembang. Jadi, si Kecil bisa segera mendapatkan terapi, pengobatan, atau tindakan lainnya untuk memperbaiki masalah tumbuh kembang.
Baca Juga: 15 Mainan Edukasi Anak 2 Tahun yang Seru dan Bermanfaat
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Red Flag?
Red flags tumbuh kembang anak usia 2 tahun memang bisa membuat Bapak Ibu khawatir. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika hal tersebut ditemukan. Apa saja?
- Catat kemampuan dan perilaku anak.
- Bandingkan kemampuan dengan milestone perkembangan anak 2 tahun yang ideal.
- Konsultasikan dengan dokter anak.
- Lakukan skrining bila perlu.
- Minta rujukan kepada spesialis yang berpengalaman di bidangnya.
Kapan Anak Harus Diperiksa?
Anak perlu diperiksa secara rutin sebanyak 3–6 bulan sekali. Dengan begitu, ia akan mendapatkan deteksi red flags tumbuh kembang anak 2 tahun sesegera mungkin.
Dokter akan memberikan pemeriksaan atau tindakan lebih lanjut bila menemukan adanya tanda-tanda red flag.
Setelahnya, akan ada terapi atau pengobatan yang sesuai dengan gejala hambatan tumbuh kembang si Kecil. Sebagai contoh, terapi wicara untuk anak dengan gangguan perkembangan bahasa/bicara.
Cara Mencegah Keterlambatan Perkembangan
Para ilmuwan tidak selalu tahu mengapa keterlambatan perkembangan terjadi. Jadi, cara terbaik untuk mencegah keterlambatan perkembangan jangka panjang adalah intervensi dini, yaitu:
- Asuh: penuhi ASI dan MPASI bergizi seimbang sesuai kebutuhan, imunisasi lengkap, pengobatan bila sakit, dan lingkungan yang aman serta sehat.
- Asih: penuhi kebutuhan cinta dan kasih sayang.
- Asah: rutin bermain sebagai stimulasi anak 2 tahun sebagai proses belajar dan latihan berbagai kemampuan.
Baca Juga: Perkembangan Motorik Anak Usia 3 Tahun yang Perlu Diketahui
Untuk melengkapi kebutuhan asuh pada anak 2 tahun, Bapak Ibu bisa mencoba berikan susu pertumbuhan bila perlu.
Bebelac 1 NutriGreat+ adalah Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.
Sebagian besar red flags tumbuh kembang anak 2 tahun bisa hilang seiring berjalannya waktu. Dengan intervensi dini, si Kecil dapat mengejar teman sebayanya dan mencapai potensi penuh mereka.
Sangat penting untuk mencari dukungan medis sesegera mungkin jika mencurigai si Kecil mengalami keterlambatan. Semakin cepat ditangani, tentunya akan semakin baik, Bu.
Daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
