7 Contoh Permainan Sosial Emosional Anak Usia Dini

Contoh permainan sosial emosional anak usia dini antara lain bermain berkelompok dan bermain bergiliran. Waspadai bila anak menunjukkan perilaku agresif, seperti memukul temannya.

contoh permainan sosial emosional anak usia dini-bebeclub


Melakukan berbagai contoh permainan sosial emosional anak usia dini akan melatih empati, komunikasi, dan kerja sama si Kecil. Hal ini akan mendukung kehidupannya saat ia tumbuh besar.

Apa Pentingnya Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini?

Perkembangan sosial emosional anak usia dini adalah kemampuan anak untuk mengelola emosi, memahami perasaan orang lain, dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. 

Sebelum masuk TK, anak perlu memiliki kesadaran diri, empati, komunikasi, dan kerja sama supaya lebih mudah beradaptasi dan berinteraksi dengan teman-temannya.

Anak dengan sosial emosional yang baik cenderung lebih percaya diri, mampu mengatur emosi dan tindakannya, serta mudah beradaptasi dengan lingkungan dan teman-temannya.

Sebaliknya, anak yang kurang stimulasi sosial emosional cenderung lebih mudah frustasi, sulit bergaul, dan kesulitan mengikuti aturan sederhana yang berdampak pada kesiapan belajarnya.

Baca Juga: 6 Aspek Perkembangan Anak Usia Dini yang Perlu Ibu Pahami

Ide Permainan Sosial Emosional Berdasarkan Usia Anak

Mengajarkan anak agar memiliki kemampuan sosial emosional yang baik bisa dimulai dari rumah. 

Ini berbagai contoh permainan sosial emosional anak usia dini yang seru dan menyenangkan berdasarkan usianya:

Nama Permainan

Usia

Skill Sosial-Emosional

Cara Bermain

Roleplay

3-6 tahun

Empati, kerja sama, komunikasi

Anak memerankan karakter dan skenario sederhana

Bermain boneka

2-6 tahun

Identifikasi emosi, memecahkan konflik

Boneka menjadi “tokoh” untuk latihan emosi

Emotions card

3-6 tahun

Mengenali ekspresi dan kontrol emosi

Anak menunjukkan kartu emosi dan menceritakan situasi yang cocok

Doodling emosi

2-5 tahun

Self-awareness, ekspresi diri

Anak menggambar warna/bentuk untuk mengekspresikan emosinya

Permainan bergiliran

2-4 tahun

Berbagi, menunggu giliran

Anak diminta bersabar dan bergiliran saat berebut mainan

Membaca dongeng interaktif

2-6 tahun

Empati, perspektif sosial

Diskusikan perasaan tokoh dalam cerita

Help a friend

3-6 tahun

Tolong-menolong, regulasi diri

Minta anak untuk membantu teman yang “pura-pura sedih”

Permainan kelompok (misalnya, estafet bola)

4-6 tahun

Kerja sama, disiplin

Anak mengoper bola dan mengikuti instruksi sederhana

Contoh Permainan Sosial Emosional Anak Usia Dini

Dari berbagai permainan di atas, berikut beberapa contoh permainan sosial emosional anak usia dini dan penjelasan lengkapnya:

1. Roleplay dengan Teman Sebaya

Roleplay adalah contoh permainan sosial emosional anak usia dini yang bisa dimulai sekitar usia 3-6 tahun atau saat anak sudah bisa bermain bersama dan memahami peran sederhana.

Aktivitas ini mengasah empati, interaksi, berbagi, mengatasi konflik saat bermain, dan melatih kontrol diri karena mereka harus mengikuti alur permainan dan memahami perasaan tiap karakter.

Contohnya, “dokter dan pasien”, “belanja di pasar”, atau permainan imajinatif seperti “polisi dan perampok” yang membantu anak memahami aturan dan perilaku sosial.

Baca Juga: Panduan Lengkap Belajar Sambil Bermain, Manfaat, dan Aktivitas Seru untuk Anak

2. Bermain Boneka (Puppet Play)

Bermain boneka cocok untuk anak mulai usia 2 tahun, terutama untuk anak yang pemalu. Anak pemalu akan lebih nyaman mengekspresikan diri dan menyampaikan perasaan lewat boneka.

Melalui skenario sederhana, boneka dapat membantu anak memahami emosi, melihat perspektif orang lain, belajar empati, dan belajar menyelesaikan konflik secara sehat. 

Ibu bisa memandu dengan pertanyaan seperti “Apa yang terjadi?” atau “Bagaimana perasaanmu?”. Si Kecil juga jadi lebih tenang dalam memecahkan masalah.

3. Doodling Emosi

Anak usia prasekolah, mulai 3 tahun, biasanya suka mencoret dan menggambar, sehingga doodling bisa menjadi cara mudah bagi mereka mengenali emosi yang sedang dirasakan, Bu. 

Kegiatan ini penting untuk mengembangkan self-awareness karena anak belajar mengenali apa yang mereka rasakan sebelum bertindak, serta memahami perasaan orang lain.

Ajak anak menggambar emosi dengan pertanyaan sederhana seperti, “Gimana cara kakak gambar wajah yang sedang sedih?” atau “Bisa nggak gambar orang yang lagi bahagia?”.

4. Permainan Berbagi/Bergiliran

Anak usia 3 tahun ke atas mulai dapat diajarkan berbagi melalui contoh permainan sosial emosional anak usia dini. 

Meski awalnya mungkin tidak mudah karena sifat egois anak, tetapkan bersabar dalam melatihnya ya, Bu. Hal ini penting untuk bantu anak belajar mengendalikan keinginan sendiri.

Ibu bisa ajarkan si Kecil berbagi dengan memberi contoh, mengajak anak bermain bersama teman, berbagi mainan saat bermain, atau menggunakan konsep giliran saat bermain.

Libatkan juga anak dalam kegiatan berbagai, seperti mengumpulkan barang yang tak terpakai untuk disumbangkan. Jangan lupa berikan pujian ketika anak mulai mencoba berbagi.

5. Membacakan Dongeng Interaktif

Meski bisa sejak bayi, tapi dongeng interaktif sebaiknya Ibu perkenalkan mulai usia 2 tahun. Sebab di tahap ini, anak umumnya sudah mampu mengenali emosi sederhana dari cerita. 

Pilih buku bergambar dengan alur pendek agar anak mudah mengikuti. Saat bercerita, coba tanyakan terkait emosi untuk membantu anak memahami perasaan tokoh dan situasi dalam cerita. 

Contohnya, “Menurut Adik, bagaimana perasaan Giga si gajah?” atau “Kalau kamu di posisi Tica Tikus, apa yang kamu rasakan?”. Dongeng dapat melatih empati anak tanpa merasa digurui.

Baca Juga: Manfaat Finger Painting untuk Anak dan Cara Aman Bermainnya

6. Bermain di Kelompok

Contoh permainan sosial emosional anak usia dini lainnya yakni bermain di kelompok. Misalnya, per bola estafet, tepuk lingkaran, atau memindahkan benda secara bergiliran. 

Sekitar usia 4-6 tahun, anak sudah mulai siap bermain dalam kelompok kecil, seperti permainan estafet atau lingkaran sederhana. 

Melalui permainan kelompok, anak belajar mengikuti aturan, menunggu giliran, berkomunikasi, dan bekerja sama. Ini membantu membangun disiplin, komunikasi, empati, dan kebersamaan.

7. Experiential Learning

Experiential learning atau pembelajaran melalui pengalaman langsung sudah bisa dikenalkan sejak usia 3 tahun. Anak lebih mudah belajar memahami emosi dan perilaku orang lain secara nyata.

Ajaklah anak berjalan di taman, menyapa tetangga, atau memperhatikan aktivitas hewan di sekitar rumah. Kegiatan ini memberi kesempatan anak bertanya, berdialog, dan menumbuhkan rasa peduli

Latih empati anak dengan pertanyaan sederhana seperti, “Kenapa ya adik itu menangis?” atau “Menurut Kakak, apa yang bisa kita bantu supaya kucingnya lebih nyaman?”

Indikator Anak Berhasil Mengembangkan Sosial Emosional

Anak dikatakan memiliki kemampuan sosial emosional yang baik bila tampak menunjukkan sikap seperti mulai mau berbagi, sabar menunggu giliran, serta mampu memahami perasaan orang lain.

Anak juga diharapkan mampu mengatur emosinya dengan baik dan menjalin interaksi dengan orang-orang di sekitarnya. 

Baca Juga: Manfaat dan Cara Menerapkan Positive Attention pada Anak

Tips Pendampingan Orangtua Saat Bermain

Sambil melakukan contoh permainan sosial emosional anak usia dini di atas, Ibu dan Bapak bisa mendukungnya dengan cara:

  • Gunakan bahasa sederhana agar anak mudah memahami arahan dan cerita.
  • Validasi emosi anak dengan mengakui perasaannya, misalnya “Kakak lagi sedih, ya?” atau “Adik marah ya sama Ibu?”
  • Jangan memaksa anak mengikuti permainan jika ia belum siap atau merasa tidak nyaman.
  • Jadilah role model dengan menunjukkan cara bermain yang sesuai aturan, sabar, dan penuh empati.

Selain dari contoh kegiatan sosial emosional PAUD, Ibu juga bisa dukung perkembangan si Kecil melalui asupan nutrisi harian. 

Bebelac 1+

Formula dengan 3 serat penting, DHA lebih tinggi, dan 0g sukrosa. Dukung tumbuh kembang optimal, bekal si Kecil bersinar dari dalam!

Cek di Sini!

Bebelac 1 NutriGreat+ adalah Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x ​lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.

Kapan Orang Tua Perlu Waspada?

Waspadai ketika si Kecil menunjukkan ciri keterlambatan terkait masalah perkembangan sosial dan emosional berikut ini:

  • Tidak mau bermain atau berinteraksi dengan teman sebaya.
  • Mengalami tantrum ekstrem tanpa pemicu yang jelas.
  • Menunjukkan perilaku agresif, seperti memukul atau mendorong temannya.
  • Tidak mengenali atau kesulitan membaca ekspresi sederhana seperti senang, sedih, atau marah.

Kegagalan mencapai milestone sosial emosional dapat mengindikasikan masalah pada perkembangan yang memerlukan evaluasi dan penanganan lebih lanjut, Bu. 

Itu dia contoh permainan sosial emosional anak usia dini yang bisa Ibu lakukan bersama si Kecil. Jangan tunda memeriksakan si Kecil ke dokter jika terjadi tanda keterlambatan!

Daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Soper, R. (2023). SOCIAL AND EMOTIONAL DEVELOPMENT: Guiding our energy to find great connections. https://learninghub.earlychildhoodaustralia.org.au/wp-content/uploads/2023/02/ISP-Resource-Social-and-Emotional-Development-FA-web.pdf
  2. ‌Calhoun, B., Williams, J., Greenberg, M., Domitrovich, C., Russell, M. A., & Fishbein, D. H. (2020). Social Emotional Learning Program Boosts Early Social and Behavioral Skills in Low-Income Urban Children. Frontiers in Psychology, 11. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.561196
  3. ‌McDonald, S. W., Kehler, H. L., & Tough, S. C. (2018). Risk factors for delayed social‐emotional development and behavior problems at age two: Results from the All Our Babies/Families (AOB/F) cohort. Health Science Reports, 1(10), e82–e82. https://doi.org/10.1002/hsr2.82
  4. ‌McIlroy, T. (2019, October 4). The 10 Best Social-Emotional Activities for Preschoolers - Empowered Parents. Empowered Parents. https://empoweredparents.co/social-emotional-activities-for-preschoolers/
  5. ‌20North. (2025, August 29). 5 Social Emotional Learning Activities to Try at Home with Your Preschooler. Imagine. https://www.imaginechild.com/2025/08/social-emotional-learning-activities/
  6. ‌Karaolis, O. (2021, August 19). No Strings Attached: Supporting Social and Emotional Learning With Puppets. Edutopia; George Lucas Educational Foundation. https://www.edutopia.org/article/no-strings-attached-supporting-social-and-emotional-learning-puppets
  7. ‌Peterson, E. (2022, September 28). Encouraging Social and Emotional Learning Through the Arts. Edutopia; George Lucas Educational Foundation. https://www.edutopia.org/article/encouraging-social-and-emotional-learning-through-arts
  8. ‌Ferreira, T., Cadima, J., Matias, M., Vieira, J. M., Leal, T., & Matos, P. M. (2016). Preschool Children’s Prosocial Behavior: The Role of Mother–Child, Father–Child and Teacher–Child Relationships. Journal of Child and Family Studies, 25(6), 1829–1839. https://doi.org/10.1007/s10826-016-0369-x
  9. ‌Team, C. M. (2024, September 19). Member Mornings. Children’s Museum of Sonoma County. https://www.cmosc.org/benefits-of-fairy-tales-for-early-childhood/
  10. Dini, U. (2025). Group Games That Promote Social–Emotional Learning in Early Childhood. Pendidikan Anak Usia Dini. https://paud.fip.unesa.ac.id/post/group-games-that-promote-socialemotional-learning-in-early-childhood
  11. Rasmussen University. (2019). Rasmussen University. https://www.rasmussen.edu/degrees/education/blog/stages-of-emotional-development/
  12. Palmer, J. (2019, October 9). Social and emotional development in early learning settings. Www.ncsl.org; National Conference of State Legislatures. https://www.ncsl.org/human-services/social-and-emotional-development-in-early-learning-settings
  13. ‌National University. (2022, August 17). What is Social Emotional Learning (SEL): Why It Matters. National University. https://www.nu.edu/blog/social-emotional-learning-sel-why-it-matters-for-educators/#the-five-social-emotional-learning-competencies


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait