Penyebab Speech Delay pada Anak dan Tips Mengatasinya
Penyebab speech delay pada anak mulai dari kurangnya stimulasi, terlalu banyak screen time hingga faktor genetik. Konsultasikan dengan ahli untuk mendapatkan penanganan tepat.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 14 Agustus 2023
Diperbarui: 25 Mei 2026
Speech delay pada anak adalah keterlambatan kemampuan bicara anak dibanding usia, ditandai kosakata terbatas dan minim interaksi. Penyebabnya bisa karena kurang stimulasi, terlalu sering pakai gadget, gangguan pendengaran, atau autisme. Penanganan dini lewat terapi wicara dan interaksi aktif sangat penting untuk membantu perkembangan bahasa.
Ketahui penyebab speech delay pada anak, ciri-ciri, dan cara mengatasinya di artikel ini, Bu!
Tanda Speech Delay pada Anak 2-3 Tahun
Anak disebut mengalami speech delay jika pada usia 2–3 tahun belum mampu berbicara lancar. Tanda keterlambatan bicara lainnya adalah:
- Tidak merespons saat dipanggil
- Belum mengucapkan kata bermakna di usia 1 tahun
- Kosakata sangat terbatas (<10 kata) dan sulit mengucapkan kata dengan jelas di usia 18 bulan
- Belum mampu menggabungkan 2 kata sederhana seperti “mau susu” di usia 2 tahun
- Lebih sering berkomunikasi menggunakan gestur daripada bicara
- Sulit menirukan kata atau suara yang dicontohkan orang tua.
- Kesulitan memahami instruksi sederhana, seperti mengambil benda tertentu.
- Jarang berbicara kecuali dalam kondisi mendesak (misalnya saat lapar atau mengantuk).
- Mengalami perubahan atau kejanggalan pada suara, seperti serak atau sengau.
- Tidak menunjukkan ketertarikan berkomunikasi, misalnya tidak menunjuk benda yang menarik perhatiannya.
Di fase usia ini, anak idealnya sudah mulai bisa menyebutkan nama benda, orang, atau kebutuhan sederhana.
Penyebab Speech Delay pada Anak
Speech delay pada anak biasanya dipicu oleh minimnya rangsangan bahasa, penggunaan gadget yang berlebihan, masalah pendengaran, atau keterlambatan perkembangan secara umum. Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh gangguan pada organ bicara, autisme, faktor genetik, serta pola asuh dan lingkungan sekitar.
Berikut adalah penyebab utama speech delay pada anak:
1. Kurang Stimulasi Bahasa
Minimnya interaksi, percakapan, maupun kegiatan membacakan buku cerita dari orang tua dapat menyebabkan keterbatasan kosakata pada anak.
Misalnya, anggota keluarga di rumah jarang mengajak anak mengobrol, tidak pernah menanggapi celotehan anak, tidak suka membacakan buku dongeng, atau tidak pernah bernyanyi bersama.
2. Terlalu Banyak Screen Time
Screen time berlebihan menjadi penyebab umum speech delay, terutama pada anak di bawah 3 tahun.
Penggunaan gadget berlebihan atau menonton TV bisa mengurangi waktu anak untuk bermain dan berinteraksi langsung. Akibatnya, kemampuan bicara dan bahasa anak bisa terhambat.
3. Gangguan Perkembangan Umum
Perkembangan tiap anak bisa berbeda-beda, Bu. Karena itu, penting untuk memperhatikan apakah si Kecil sudah mencapai tahapan perkembangan bahasa sesuai usianya.
Jika ada keterlambatan pada salah satu tahap, hal tersebut bisa berdampak pada kemampuan bicaranya.
4. Gangguan Oral-Motorik
Keterbatasan mengendalikan otot-otot mulut dan lidah juga dapat menjadi penyebab speech delay pada anak. Ini terjadi ketika ada gangguan di area otak yang mengatur koordinasi bicara.
Si Kecil mungkin menghadapi kesulitan dalam mengoordinasikan gerakan lidah, bibir, dan rahang untuk menghasilkan suara yang diperlukan dalam berbicara.
Baca Juga: 10 Penyebab Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara dan Cara Mengatasinya
5. Masalah Pendengaran
Keterlambatan bicara bisa terjadi jika anak mengalami gangguan pendengaran, karena ia kesulitan memahami suara dan ucapan orang lain. Kondisi ini membuat anak lebih sulit belajar bahasa dan menguasai kosakata.
Karena itu, penting untuk mendeteksi masalah pendengaran sejak dini. Jika Ibu atau Bapak mencurigai adanya gangguan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
6. Autisme
Speech delay cenderung umum ditemukan pada anak yang mengalami autisme, yakni gangguan saraf dan perkembangan anak yang memengaruhi interaksi sosial, komunikasi, belajar, dan berperilaku.
Pada anak dengan autisme, keterlambatan bicara biasanya disertai beberapa tanda berikut:
- Melakukan perilaku berulang.
- Mengucapkan suatu frasa secara berulang.
- Kesulitan komunikasi secara verbal dan nonverbal.
7. Infeksi Telinga
Infeksi telinga yang belum sembuh atau bersifat kronis bisa menyebabkan anak speech delay. Umumnya, kondisi ini memiliki ciri-ciri berupa peradangan dan infeksi telinga bagian tengah.
Maka itu, segera periksakan anak ke dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) bila mencurigai ia mengalami infeksi telinga.
8. Faktor Genetik
Speech delay pada anak juga bisa disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan.
Jadi, bila ada riwayat keluarga Ibu dan Bapak yang mengalami gangguan bicara dan bahasa, kemungkinan besar si Kecil akan mengalami speech delay.
Apakah Speech Delay Bisa Normal Kembali?
Speech delay pada anak umumnya bisa membaik, terutama jika dideteksi dan ditangani sejak dini.
Proses pemulihan sangat dipengaruhi oleh faktor penyebabnya, tetapi dalam banyak kasus, perkembangan bahasa anak dapat berkembang dengan stimulasi rutin, terapi wicara, dan dukungan lingkungan.
Kunci utamanya adalah intervensi dini. Semakin cepat speech delay dikenali dan ditangani, semakin besar peluang anak berkembang sesuai usianya.
Karena itu, jangan tunda konsultasi ke dokter atau terapis wicara, dan tetap berikan stimulasi serta komunikasi hangat di rumah.
Baca Juga: 15 Stimulasi Anak 2 Tahun untuk Optimalkan Otaknya
Bagaimana Cara Membantu Anak yang Speech Delay?
Keterlambatan perkembangan bicara yang tidak ditangani secara dini dapat menyebabkan gangguan kecerdasan dan perilaku. Berikut cara mengatasi speech delay pada anak:
1. Rutin Ajak Bicara dan Mendengarkan Celotehan Anak
Agar anak cepat bicara, Ibu perlu rutin mengajaknya ngobrol untuk bantu meningkatkan kemampuan berbicara dan mendapatkan kosakata baru.
Oleh karena itu, Ibu perlu secara aktif mengajak anak untuk berkomunikasi sejak dini dan membuat lingkungan yang interaktif.
Ibu bisa sering-sering bertanya kepada anak mengenai apa yang ada di sekitarnya, dirasakannya, atau apa yang dilihat dan dimakannya.
2. Batasi Screen Time dan Tingkatkan Interaksi Langsung
Screen time sering menjadi penyebab utama speech delay pada anak. Pasalnya, fokus bermain gadget mempersempit kesempatan anak untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara langsung dengan manusia lainnya.
Studi menyebutkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan gadget untuk menonton video dengan keterlambatan bicara pada anak usia 18 bulan.
Ibu dapat bantu membatasi waktu bermain gadget tidak lebih dari 1 jam per hari untuk anak usia 2-3 tahun. Bila perlu, Ibu bisa melarang anak 1 tahun untuk bermain gadget.
3. Aktivitas Eksploratif dan Mainan Edukatif
Sebagai ganti screen time, Ibu perlu biarkan si Kecil aktif bereksplorasi dan bermain. Coba sediakan berbagai mainan edukatif.
Misalnya mainan sensori, mengajak anak main bersama dengan bermain peran (role play), mengajak anak berenang atau bersepeda, hingga mengajaknya pergi ke taman bermain.
Ibu juga bisa mengatur jadwal playdate agar si Kecil bisa bermain bersama teman-temannya sembari melatih kemampuan sosialisasinya.
4. Bernyanyi dan Membaca Buku Bersama
Bernyanyi bersama dapat menjadi cara menyenangkan untuk melatih kemampuan bicara anak. Melalui lagu, si Kecil belajar mengenal kosakata baru, ritme, dan intonasi dengan lebih mudah.
Membaca buku secara rutin juga membantu anak memahami struktur kalimat dan memperkaya perbendaharaan kata. Pilih buku bergambar yang menarik agar anak lebih fokus dan terstimulasi.
Agar lebih efektif, kombinasikan keduanya dalam aktivitas harian, seperti bernyanyi sambil berjoget atau membacakan dongeng sebelum tidur.
Baca Juga: 8 Tips Membacakan Buku Cerita untuk Anak Supaya Lebih Seru
5. Terapi Wicara Profesional Jika Diperlukan
Jika dokter spesialis perkembangan anak mendiagnosis speech delay pada anak Ibu, langkah selanjutnya adalah mendaftarkan si Kecil ikut terapi wicara dengan ahlinya.
Terapi ini termasuk cara pendekatan yang umum digunakan untuk mengatasi speech delay. Terapi wicara harus dimulai sesegera mungkin agar mendapatkan hasil maksimal.
Sebaiknya, Ibu mengajak si Kecil terapi wicara sebelum berusia 5 tahun. Namun, bukan berarti anak yang berusia lebih tua tidak bisa mendapatkan terapi ini secara maksimal.
Daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
