7 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak & Stimulasinya

Genetik, nutrisi, dan pola asuh adalah beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Pastikan Ibu tahu cara optimalkannya agar tumbuh kembang anak maksimal.

Faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-bebeclub


Setiap Ibu tentu ingin si Kecil tumbuh sehat dan cerdas. Perlu Ibu ketahui, tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari genetik, nutrisi, hingga stimulasi. Yuk, cari tahu berbagai faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, Bu!

Mengapa Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Bisa Berbeda?

Masing-masing anak tumbuh dan berkembang dengan cara yang berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, lingkungan, sampai kebiasaan sehari-hari yang membentuk diri setiap anak. 

Faktor Utama

Dampak Terhadap Anak

Contoh Pengaruh Nyata

Genetik

Menentukan ciri fisik dan potensi bawaan anak.

Warna mata, tinggi badan, dan bakat musik.

Nutrisi

Menjadi bahan bakar pertumbuhan fisik dan otak.

Anak kurang gizi bisa lambat bicara atau berat badannya tidak naik.

Pola asuh

Memengaruhi karakter, kemandirian, dan rasa percaya diri.

Anak dengan pola asuh hangat cenderung lebih aktif dan ceria.

Lingkungan

Membentuk kebiasaan, emosi, dan cara berpikir anak.

Rumah yang penuh kasih dan komunikasi positif bantu anak lebih fokus.

Stimulasi

Merangsang koneksi otak dan kemampuan belajar.

Bermain, membaca, dan bernyanyi bersama Ibu.

Jenis kelamin

Memengaruhi tempo pertumbuhan dan perkembangan hormonal.

Anak perempuan biasanya lebih cepat puber dibanding anak laki-laki.

Sosial ekonomi

Menentukan asupan nutrisi, pendidikan, dan kesehatan.

Anak dari keluarga dengan pola makan seimbang cenderung tumbuh lebih optimal.

Penjelasan Lengkap Tiap Faktor Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Ada berbagai faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, Bu. Berikut penjelasan lengkap setiap faktornya:

1. Faktor Genetik

Genetik yang diturunkan oleh orang tua menentukan potensi dasar pada tumbuh kembang anak, atau disebut sebagai genotype. Namun, potensi dari gen yang timbul pada diri anak bisa berbeda-beda. 

Ini disebut sebagai phenotype yang mencakup warna mata, bentuk hidung tinggi badan, kecerdasan, bahkan sifat seperti pemalu atau percaya diri. 

Genetik juga bisa saling berinteraksi. Kadang dua gen memberi instruksi berbeda, tetapi salah satunya lebih kuat atau dominan. Misalnya, anak memiliki warna mata cokelat karena ini adalah gen dominan, sedangkan mata biru adalah gen resesif. 

Baca Juga: 16 Cara Mendidik Anak dengan Baik dan Benar dalam Keluarga

2. Pola Asuh Orang Tua

Pola asuh orang tua juga jadi faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Setiap orang tua punya gaya pengasuhan yang berbeda-beda. 

Ada yang tegas dan penuh aturan (otoriter), tapi ada pula yang hangat dengan tetap memberi batasan (otoritatif). Terlepas dari bagaimana pola asuhnya, sebenarnya tidak ada gaya pengasuhan yang paling tepat, Bu. 

Semua kembali ke nilai, kebutuhan, hingga kondisi masing-masing keluarga. Hal yang terpenting adalah hubungan orang tua dan anak senantiasa hangat, terbuka, dan penuh kasih sayang. 

Ibu dan Bapak, misalnya, bisa menempatkan diri kapan harus bersikap tegas dan kapan perlu lebih hangat dengan memeluk anak serta mengajaknya bicara lebih dalam untuk membangun rasa percaya dirinya.

3. Lingkungan Sekitar

Anak yang tumbuh di lingkungan keluarga yang suportif dan penuh kasih sayang cenderung mengembangkan emosional yang sehat. Si Kecil pun terdorong memiliki rasa ingin tahu, eksplorasi, serta pembelajaran yang tinggi. 

Lingkungan yang sehat dan positif pun mampu menumbuhkan rasa aman dan percaya diri pada anak yang nantinya berpengaruh pada kesehatan dan perkembangannya. 

Sebaliknya, anak yang tumbuh di lingkungan yang tidak layak, tidak suportif, dan minim komunikasi yang baik, berisiko mengalami masalah kesehatan dan gangguan mental yang lebih tinggi dibanding anak lainnya.

4. Stimulasi

Paparan rutin stimulasi sejak dini pada anak setiap hari dapat memperkuat koneksi antar sel saraf (sinaps) di otak. Contoh kegiatan yang bisa dilakukan di antaranya membaca buku, bernyanyi bersama, menari, bermain peran, bercerita, dan sebagainya.

Stimulasi ini bermanfaat untuk mendukung kemampuan belajar, memahami lingkungan, hingga proses anak dalam mencerna informasi. Itulah mengapa stimulasi penting untuk diberikan seiring tumbuh kembang anak, dari bayi hingga usia sekolah. 

Jadi, jangan lewatkan kegiatan seru di rumah karena setiap stimulasi kecil mampu menciptakan koneksi baru di otak anak, Bu!

5. Jenis Kelamin

Jenis kelamin termasuk satu dari beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebab, setiap anak memiliki pola hormon yang berbeda. 

Hormon inilah yang memengaruhi kecepatan pertumbuhan, perkembangan fisik, serta perubahan tubuh saat mereka bertambah usia. 

Anak perempuan umumnya mengalami pematangan fisik lebih cepat, termasuk pertumbuhan tinggi badan dan tanda-tanda pubertas. Sementara anak laki-laki biasanya memiliki tingkat energi lebih tinggi dan cenderung lebih aktif. 

Baca Juga: Manfaat dan Cara Menerapkan Positive Attention pada Anak

6. Nutrisi

Di samping genetik, pola asuh, ataupun stimulasi, faktor lain yang jadi fondasi tumbuh kembang anak dan tidak boleh terlupakan adalah nutrisi. 

Anak butuh asupan beragam nutrisi di masa tumbuh kembangnya ini, seperti protein, karbohidrat, lemak sehat, zat besi, kalsium, DHA, hingga vitamin dan mineral. 

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak, pastikan Ibu menerapkan pola makan yang baik dengan mempertimbangkan usia serta aktivitas si Kecil. 

7. Faktor Sosial dan Ekonomi

Kondisi sosial ekonomi juga berperan besar pada tumbuh kembang anak. Ketika kondisi sosial ekonomi suatu keluarga tergolong baik, maka akses terhadap gizi, layanan kesehatan, serta pendidikan biasanya akan optimal. 

Sebaliknya, ketika kondisi sosial ekonomi terbatas, anak lebih berisiko mengalami hambatan belajar dan tumbuh kembang yang kurang maksimal.

Cara Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Kunci untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak membutuhkan kombinasi yang optimal dari stimulasi, nutrisi, dan pola asuh orang tua. Agar si Kecil mampu tumbuh dan berkembang dengan baik, berikut cara yang bisa Ibu lakukan:

1. Penuhi Kebutuhan Gizi Harian Anak

Selama masa kanak-kanak, tubuh si Kecil mengalami perkembangan yang sangat pesat. Itu sebabnya, anak butuh pola makan yang seimbang dan kaya gizi untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otaknya. 

Nutrisi penting seperti vitamin, mineral, lemak sehat, hingga variasi protein hewani dan nabati berperan besar dalam mendukung perkembangan otak serta membentuk tulang, otot, dan organ yang bekerja optimal.

Jika nutrisi tidak tercukupi, anak berisiko mengalami masalah seperti pertumbuhan terhambat, daya tahan tubuh melemah, hingga gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi kemampuan fisik dan kognitifnya.

Di samping dari makanan, Ibu juga bisa penuhi kebutuhan nutrisi si Kecil dari susu pertumbuhan Bebelac 1. Bebelac 1 NutriGreat+ adalah Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x ​lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.

2. Dorong Anak Aktif Bergerak

Menjaga anak tetap aktif juga jadi salah satu upaya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. 

Manfaat aktivitas fisik di antaranya mendukung fokus, memperkuat daya ingat, menjaga kesehatan jantung, paru-paru, berat badan, hingga mendukung pertumbuhan tulang dan otot anak. 

Dukung anak untuk melakukan aktivitas fisik bersama Ibu dan Bapak agar ia lebih bersemangat, seperti bermain bola, berenang, atau jalan pagi bersama.

Baca Juga: 9 Manfaat Bermain yang Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

3. Ajak Bermain dan Bereksplorasi

Bermain adalah cara alami anak untuk belajar. Bermain membantu melatih otak anak dalam berpikir, memecahkan masalah, serta mendukung kreativitas. Aktivitas ini juga membantu membangun kepercayaan diri dan melatih regulasi emosi.

Kemampuan sosial anak juga terlatih melalui proses bermain dan bereksplorasi. Di sini, anak belajar bersabar, bergiliran, berbagi, serta memahami aturan sederhana.

Contoh kegiatan yang bisa si Kecil lakukan bersama Ibu atau teman sebayanya antara lain sensory play (seperti bermain pasir, air, atau bahan bertekstur), menggambar dan mewarnai untuk melatih motorik halus, serta membaca buku.

4. Pastikan Anak Tidur Cukup

Tidur berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Saat tidur nyenyak, tubuh melepaskan hormon pertumbuhan yang membantu perkembangan tinggi badan, otot, dan jaringan tubuh. 

Tidur yang cukup juga mendukung fungsi kognitif, emosi, dan perilaku sehingga anak cenderung lebih tenang, fokus, dan mudah dalam belajar. Sementara anak yang kurang tidur cenderung susah fokus dan mudah marah.

Sebagai panduan Ibu, anak usia 1-3 tahun membutuhkan sekitar 11-14 jam tidur setiap hari, termasuk tidur siang. 

Jangan lupa, Bu, daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. CPD Online College Editorial Team. (2024, May 17). Child growth & development | environmental factors. CPD Online College. https://cpdonline.co.uk/knowledge-base/care/child-growth-and-development/
  2. ‌Levitt, M. (2013). Perceptions of nature, nurture and behaviour. Life Sciences Society and Policy, 9(1). https://doi.org/10.1186/2195-7819-9-13
  3. Mario. (Mei 2024). The Influence of Parenting Patterns on the Development of Adolescent Social Relations. International Journal of Humanities and Social Sciences Reviews Vol.1, No.2 ‌https://international.appisi.or.id/index.php/IJHS/article/download/26/35
  4. NHS Borders Editorial Team. Sensory Development Infants and Toddlers. https://www.nhsborders.scot.nhs.uk/media/1011118/Sensory-development-in-infants-and-toddlers.pdf
  5. Kids Health Editorial Team. (2019). Growth and Your 13- to 18-Year-Old. Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/growth-13-to-18.html
  6. Mayo Clinic Editorial Team. (2025). ‌What nutrients does your child need now? (2025). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/nutrition-for-kids/art-20049335
  7. CPD Online College Editorial Team. ‌(2023, March 4). Nutrition in Optimal Child Development | The Role. CPD Online College. https://cpdonline.co.uk/knowledge-base/safeguarding/nutrition-optimal-child-development-role/
  8. ‌CDC. (2024, October 29). Health Benefits of Physical Activity for Children. Physical Activity Basics. https://www.cdc.gov/physical-activity-basics/health-benefits/children.html
  9. Sleep Foundation Editorial Team. ‌(2020, September 24). Children and Sleep. Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/children-and-sleep
  10. Development through play. (2022). HSE.ie. https://www2.hse.ie/babies-children/play/development-through-play/
  11. Kids Health Editorial Team. ‌(2023, April 4). Normal Sleep - Toddlers 1 To 3 Years. KidsHealth New Zealand’s Trusted Voice on Children’s Health. https://www.kidshealth.org.nz/normal-sleep-toddlers-1-to-3-years
  12. Palanikumar Balasundaram, & Indirapriya Darshini Avulakunta. (2023, March 8). Human Growth and Development. Nih.gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK567767/
  13. IDAI | Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak. (2017). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pentingnya-pemantauan-tumbuh-kembang-1000-hari-pertama-kehidupan-anak
  14. ‌Prado, E. L., & Dewey, K. G. (2014). Nutrition and brain development in early life. 72(4), 267–284. https://doi.org/10.1111/nure.12102
  15. Barrell, A. (2020, January 17). What factors influence a person’s height? Medicalnewstoday.com; Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327514#how-to-increase-height-during-development
  16. Toddlers at play. (2022, October 18). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/toddlers/play-learning/getting-play-started/toddlers-at-play
  17. How play helps children’s development. (2018, July 27). Nidirect; nidirect. https://www.nidirect.gov.uk/articles/how-play-helps-childrens-development
  18. Human Growth and Development. (2023). Stateuniversity.com. https://education.stateuniversity.com/pages/cw64nusuk6/Human-Growth-and-Development.html#ixzz7aJXf9jJA
  19. Jones, K. (2017, November 22). Early childhood brain development has lifelong impact. Arizona PBS. https://azpbs.org/2017/11/early-childhood-brain-development-lifelong-impact/#:~:text=90%20Percent%20of%20a%20Child%27s%20Brain%20Develops%20by%20Age%205&text=Incredibly%2C%20it%20doubles%20in%20size,full%20grown%20%E2%80%94%20by%20age%20five
  20. How Nutrition Helps Kids Learn - Knoxville-Knox County Head Start. (2019, March). Knoxville-Knox County Head Start - Knoxville-Knox County Head Start. https://www.knoxvilleheadstart.org/03/how-nutrition-helps-kids-learn/
  21. June Sik Cho, Holditch-Davis, D., & Margaret Shandor Miles. (2010). Effects of Gender on the Health and Development of Medically At‐Risk Infants. 39(5), 536–549. https://doi.org/10.1111/j.1552-6909.2010.01171.x
  22. Encouraging early childhood stimulation from parents and caregivers to improve child development. (2020, April 27). The Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab (J-PAL). https://www.povertyactionlab.org/policy-insight/encouraging-early-childhood-stimulation-parents-and-caregivers-improve-child
  23. Family & Home. (2013). Urbanchildinstitute.org. http://www.urbanchildinstitute.org/resources/publications/data-book-2013/family-home


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait