9 Manfaat Bermain yang Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Bermain tentu menjadi kegiatan yang paling menyenangkan bagi si Kecil. Sayang, terkadang para orang tua kerap membatasi anak bermain kar...

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
17 Feb 2023


Bermain tentu menjadi kegiatan yang paling menyenangkan bagi si Kecil. Sayang, terkadang para orang tua kerap membatasi anak bermain karena berpikir hal tersebut hanya buang-buang waktu, tanpa memberikan manfaat. 

Padahal tanpa disadari, segala hal yang ia lakukan saat bermain sebetulnya merupakan bagian dari proses belajar dan dapat menunjang tumbuh kembang anak. 

Tidak hanya meningkatkan perkembangan motorik kasar dan halusnya. Bermain juga dapat membantu meningkatkan keterampilan sosial dan emosional si Kecil, lho. Lalu, apa lagi ya manfaat bermain untuk anak? Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Beragam Manfaat Bermain untuk Anak

Menurut American Academy of Pediatrics, bermain secara umum sangat penting untuk perkembangan anak karena berdampak positif dalam kemampuan kognitif, fisik, sosial, dan emosional mereka.

Selengkapnya, berikut adalah beberapa alasan kenapa Ibu dan Ayah perlu membebaskan anak bermain dan mengeksplorasi dunia sekitarnya:

1. Merangsang Perkembangan Kognitif

Salah satu manfaat bermain adalah merangsang perkembangan otak anak sejak dini untuk bantu si Kecil memahami hal-hal baru yang ia lihat di dunia sekitar. 

Anak dilahirkan memiliki 100 triliun sel otak yang disebut neuron. Selama tahun-tahun pertama kehidupannya, masing-masing neuron ini akan membentuk koneksi dengan neuron lain dengan sangat cepat. Seiring berjalannya waktu, koneksi antar sel saraf ini akan makin kuat dan makin banyak hingga jumlah jaringannya mencapai dua kali lipat.

Semakin banyak dan semakin kuat hubungan antar sel saraf otak, perkembangan otak anak akan semakin matang. Terlebih, bila Ibu dan Ayah menstimulasinya dengan melakukan berbagai macam permainan. 

Karena itu, manfaat bermain dapat membantu merangsang perkembangan otak anak sejak dini. Ini juga dapat membantu anak memahami hal-hal baru dan dunia yang dilihat dengan lebih baik. 

2. Meningkatkan Kecerdasan 

Ibu dan Ayah tentu ingin si Kecil bisa tumbuh menjadi anak yang hebat dan cerdas, bukan? Nah, salah satu cara membuat anak cerdas adalah dengan sering-sering mengajaknya bermain, Bu. 

Sebuah studi yang dilakukan oleh mahasiswa University of Arkansas menunjukkan bahwa memberikan mainan kepada bayi secara rutin dapat meningkatkan IQ anak di usia tiga tahun. Bahkan, sejumlah studi lainnya menyebutkan bahwa manfaat bermain dapat meningkatkan perkembangan kognitif, linguistik, dan sosial anak. 

3. Mengasah Pemikiran Kreatif 

Kegiatan bermain juga bermanfaat untuk membuat anak lebih kreatif. Pasalnya, ketika bermain, anak dapat mengembangkan proses berpikirnya serta ide-ide baru sehingga kreativitasnya akan terbentuk.

Maka itu, cobalah Ibu memberikan keleluasaan kepada anak untuk bermain dengan imajinasinya sendiri yuk, Bu. 

Contohnya, saat Ibu memberinya lilin atau plastisin. Si Kecil pasti akan menyalurkan seluruh idenya untuk membuat beragam bentuk dari lilin. Ibu juga bisa mengajaknya bermain boneka, atau bermain peran. Coba bebaskan anak untuk memilih tema serta alur cerita yang akan dimainkan.  

4. Mengasah Kemampuan Komunikasi dan Berbahasa

Tahukah Ibu? Bermain dapat membantu melatih kemampuan komunikasi dan bahasa anak, lho!

Ini karena saat bermain bersama, Ibu dan Ayah dapat meminta anak menyebutkan benda-benda yang ia mainkan atau benda-benda di sekitarnya, serta menyebutkan warna, anggota tubuh, atau nama-nama anggota keluarga. 

Misalnya, Ibu bisa menanyakan, “Coba tunjuk mana mata adik? Fungsinya mata untuk apa, ya?” atau “Mana kaki kakak? Gunanya kaki untuk apa, hayo?” 

5. Melatih Pengendalian Diri 

Kegiatan bermain ternyata juga mampu melatih pengendalian diri anak lho, Bu. Pengendalian diri itu sendiri merupakan salah satu keterampilan penting untuk kesiapan sekolahnya nanti. 

Anak-anak dengan pengendalian diri yang baik mampu menunggu giliran, menahan godaan untuk mengambil benda dari temannya, hingga mengendalikan emosi negatif saat bermain. 

Mampu mengendalikan diri dan mengatur emosi tidak hanya penting untuk keberhasilan akademiknya saja, tapi juga untuk aspek psikososial perkembangan anak.

Selama masa prasekolah, anak-anak yang menunjukkan kontrol emosi yang lebih baik akan disukai dianggap kompeten secara sosial. 

6. Meningkatkan Kemampuan Sosial dan Emosional

Di rentang usia ini, anak-anak sebetulnya sudah siap bersosialisasi, lebih bersemangat mencoba hal-hal baru, dan punya rasa ingin tahu yang besar untuk mengeksplorasi lebih banyak tentang dunia yang mereka lihat. Nah, melalui bermainlah anak-anak bisa belajar berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka. 

Dengan bermain, anak-anak juga punya kesempatan untuk belajar berinteraksi dan bergaul dengan anak-anak sebayanya.

Anak-anak akan banyak belajar bagaimana caranya bergiliran menggunakan mainan, tanggap untuk berbagi, bernegosiasi, menyelesaikan konflik, dan berkomunikasi menggunakan kata-kata yang baik dengan tiga kata ajaib, yaitu “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih”.

7. Mempererat Hubungan dengan Orang Sekitar

Mengajak anak bermain bersama dapat membentuk dan mempererat ikatan yang lebih kuat dengan anggota keluarga. Untuk itu, apa pun jenis permainan sederhana yang dilakukan Ibu dan si Kecil bisa menjadi momen bonding yang spesial bagi orang tua dan anak. 

Dengan bermain bersama, intensitas hubungan interpersonal anak dengan keluarga pun meningkat. Begitu pula dengan hubungan si Kecil dengan teman-temannya. Ia akan tumbuh menjadi pribadi yang supel atau tidak malu ketika bertemu dengan orang baru.

Interaksi inilah yang dapat memberikan pengalaman positif sekaligus dapat menstimulasi perkembangan otak si Kecil.  

8. Mengasah Problem Solving Skill

Manfaat bermain untuk anak-anak selanjutnya adalah mengembangkan keterampilan pemecahan masalah. Ketika anak-anak bermain role play atau bermain peran, anak akan berpikir untuk bertindak di dalam permainan ini.

Misalnya, ketika anak diberikan dua boneka, ia akan otomatis membuat permainannya hidup dengan menciptakan percakapan antar boneka. Ibu bisa mengajarkannya membuat jalan cerita bahwa salah satu boneka yang dimainkan sedang sakit, kemudian boneka lainnya menghibur atau menemani boneka yang sedang sakit tersebut. 

Selanjutnya, biarkan anak Ibu menyampaikan perasaan dan pendapatnya mengenai tokoh yang ia perankan. Selain melatih anak untuk berimajinasi dan memecahkan masalah, cara ini dapat membantu meningkatkan kemampuan empati dan bersosialisasi sekaligus mengajarkannya untuk menanam hal-hal kebaikan. 

Hal itulah yang dapat melatih keterampilan untuk berperilaku dan melatih diri di masa depan ketika mereka menemukan kejadian yang sama di kehidupannya. 

9. Melatih Keterampilan Fisik

Permainan yang melibatkan aktivitas fisik, seperti bermain bola, petak umpet, lompat tali, berlari, menari, atau ragam permainan tradisional lainnya, dapat membantu anak melatih kemampuan motorik halus dan kasarnya.

Selain itu, manfaat bermain juga dipercaya dapat menurunkan risiko stres, depresi, obesitas, dan lesi, sekaligus meningkatkan kekuatan, koordinasi, dan kepercayaan dirinya. 

Dengan bermain secara fisik, kemampuan motorik anak serta kesehatan tubuh si Kecil dapat membantu perkembangan anak.

Apa Akibatnya Jika Anak Dilarang Bermain?

Bermain dapat membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang kuat, sehat, dan mandiri. Ini juga yang membantu mereka berkembang secara emosional. Jadi, bila si Kecil dilarang bermain atau kurang waktu untuk bermain, ada efek negatif yang bisa bertahan dalam jangka waktu panjang. 

Beberapa studi menunjukkan bahwa ketika anak-anak tidak memiliki kesempatan untuk bermain di luar ruangan, mereka berisiko mengalami gangguan fokus dan perilaku atau dikenal pula dengan kondisi ADHD (attention deficit hyperactivity disorder).

Tanpa permainan, anak-anak tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan imajinasi dan membangun keterampilan yang mereka butuhkan untuk berhasil di tempat kerja kelak. Kurangnya waktu bermain juga dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional anak.

Bahkan, sebuah studi yang dipublikasikan oleh American Academy of Pediatrics pada 2018 menunjukkan bahwa kurang bermain bisa mengganggu tumbuh kembang anak. 

Ide Bermain Bersama Anak Usia 1-3 Tahun

Ada beberapa ide bermain bersama anak usia 1-3 tahun yang bisa Ibu dan Ayah lakukan di rumah, yakni:

  • Ajak anak-anak bermain balok susun atau puzzle bersama. Jenis mainan ini dapat mendukung kreativitas anak. 

  • Ibu dapat mengatur jadwal bersama teman yang memiliki anak dengan usia yang tidak terpaut jauh dari si Kecil dan mengadakan playdate! Playdate dengan teman sebaya adalah stimulus yang sangat baik untuk meningkatkan kemampuan si Kecil dalam berkomunikasi dan bersosialisasi. 

  • Ajak anak melakukan permainan yang mengeksplor kemampuan tubuhnya melalui berbagai gerakan. Misalnya, seperti berjalan, melompat, dan berdiri dengan satu kaki.

  • Ajak si Kecil membaca buku secara rutin. Ibu juga bisa mengajaknya bermain peran dari cerita-cerita di buku tersebut.

  • Kenalkan dan nyanyikan berbagai lagu agar anak dapat mempelajarinya. 

Baca Juga: 9 Permainan Anak-Anak untuk Optimalkan Tumbuh Kembangnya

Nah, itulah, Bu, beragam manfaat bermain untuk anak-anak yang perlu Ibu dan Ayah ketahui. Jadi, yuk, sering-sering mengajak si Kecil bermain sebagai stimulasi untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Kalau butuh ide permainan lain, Ibu juga bisa unduh aktivitas seru di dalam modul ini.

Jangan lupa, untuk mendampingi si Kecil bermain sambil belajar, Ibu bisa berikan si Kecil asupan gizi yang optimal tak hanya dari makanan tapi juga dampingan segelas susu Bebelac 3 GroGreat+ setiap pagi dan malam sebelum tidur.

Susu Bebelac 3 GroGreat+ adalah susu pertumbuhan satu-satunya yang mengandung FOS:GOS 1:9 dan sudah teruji klinis untuk mendukung kesehatan pencernaan si Kecil (happy tummy).

Selain itu, susu Bebelac 3 juga telah dilengkapi formulasi baru, yakni Triple A (DHA, ALA+LA) dengan DHA yang lebih tinggi dari minyak ikan serta LA dan ALA untuk mendukung perkembangan kognitifnya agar si Kecil memiliki akal yang kreatif (happy brain), serta vitamin dan mineral yang penting untuk mendukung anak tumbuh hebat.

Dengan pemberian stimulasi yang tepat dan didukung nutrisi untuk pencernaannya, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang ceria (happy heart) sehingga jadi makin bersemangat untuk bermain dan mencoba hal-hal baru bersama teman-temannya.

Ingin dapatkan lebih banyak tips dan informasi parenting terbaru menyambut masa prasekolah si Kecil? Yuk, daftarkan diri Ibu di Bebeclub. Ibu juga bisa dapatkan beragam promo dan penawaran menarik seputar susu Bebelac, lho!

Temukan Topik Lainnya

  1. Li, P. (2016, December 18). Importance of Play in Early Childhood (9 Benefits & Infographic). Parenting for Brain. https://www.parentingforbrain.com/benefits-play-learning-activities-early-childhood/
     
  2. Say Yes to Play. (2018). Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/going-beyond-intelligence/201808/say-yes-play
     
  3. The Power of Play - How Fun and Games Help Children Thrive. (2023). HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/family-life/power-of-play/Pages/the-power-of-play-how-fun-and-games-help-children-thrive.aspx
     
  4. Zapata, K. (2020, September 28). The Importance of Play: How Kids Learn by Having Fun. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/the-importance-of-play#when-kids-dont-play
     
  5. Marks, H. (2010, November 9). 4- to 5-Year-Olds: Developmental Milestones. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/parenting/4-to-5-year-old-milestones


Artikel Terkait