Perkembangan Anak Usia 2 Tahun, Sudah Bisa Apa?

Selamat Bu, si Kecil sekarang sudah genap berusia 2 tahun! Pasti ia semakin lincah, aktif, dan energinya seolah tak kunjung habis, ...

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
11 Jun 2024
perkembangan anak usia 2 tahun


Selamat Bu, si Kecil sekarang sudah genap berusia 2 tahun! Pasti ia semakin lincah, aktif, dan energinya seolah tak kunjung habis, ya? Tak apa-apa, Bu, memang seperti itulah perkembangan anak usia 2 tahun. 

Pada usia 2 tahun, kemampuan anak mulai berkembang. Si Kecil mulai berbicara, berjalan, memanjat, melompat, berlari, dan menghabiskan energinya. Di usia dua tahun, ia memiliki kosakata yang berkembang dan selalu belajar kata baru setiap hari. Anak Ibu juga dapat mengurutkan bentuk dan warna.

Lantas, seperti apa perkembangan anak usia 2 tahun? Berikut informasi selengkapnya serta stimulasi yang tepat untuk mendukung si Kecil bertumbuh kembang dengan optimal. 

Tahap Perkembangan Anak Usia 2 Tahun

Secara umum, tahapan tumbuh kembang anak 2 tahun ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat badan juga peningkatan kemampuan kognitif, motorik, bahasa dan komunikasi, serta keterampilan sosial dan emosional.

Setiap aspek milestone anak ini saling berpengaruh satu sama lain, Bu. Jadi, sangat penting bagi orang tua untuk terus memantau perkembangan si Kecil.

Lalu, anak 2 tahun pada umumnya sudah bisa apa saja, ya? 

1. Perkembangan Fisik Anak Usia 2 Tahun

Tiap orang tua perlu memantau perkembangan tinggi dan berat badan anak setiap tahun, termasuk di usia 2 tahun ini. Karena, tinggi dan berat badan adalah penanda status gizi anak apakah sudah sesuai usianya atau belum, Bu.

Mengacu pada Peraturan Kementerian Kesehatan tahun 2020, acuan berat dan tinggi badan anak laki-laki usia 2 tahun adalah 9,7-13,6 kg dengan tinggi badan sekitar 81,7 cm sampai 90,9 cm.

Sementara itu, anak perempuan usia 2 tahun adalah 9-13 kg dengan tinggi badan sekitar 80 cm sampai 89,6 cm.

Supaya lebih yakin kalau tumbuh kembang anak usia 2 tahun sudah sesuai dari segi fisiknya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDA) menyarankan Ibu rutin memeriksakan si Kecil ke Posyandu atau dokter anak.

2. Perkembangan Kognitif Anak Usia 2 Tahun

Tak hanya perkembangan fisik, si Kecil juga mengalami perkembangan kognitif yang pesat di usia ini. Anak usia 2 tahun biasanya juga sudah mulai berbicara dengan mengucapkan 2-4 kata. 

Ia juga sudah bisa menunjukkan dan menyebut nama benda yang Ibu dan Ayah sebutkan, mulai mengetahui nama-nama anggota keluarga atau orang yang dekat dengannya, juga mengetahui nama bagian-bagian tubuhnya. 

Menariknya lagi, si Kecil mulai bisa melengkapi kalimat atau lirik dari lagu yang sudah dikenalnya, Bu!

Tak jarang bila si Kecil kerap meniru perkataan atau tindakan yang dilakukan oleh orang tua atau orang-orang terdekatnya. Anak juga kerap bermain peran, seperti main masak-masakan, dokter-dokteran, atau bermain dengan boneka favoritnya. 

Pada usia ini, anak sudah bisa mengikuti perintah sederhana yang diminta oleh Ibu dan Ayahnya. Sebagai contoh, mengambil buku, menyimpan sisir di tempatnya, dan melepas sepatu. 

3. Perkembangan Motorik Anak 2 Tahun

Berikutnya, milestone anak yang perlu diperhatikan pada usia 2 tahun adalah kemampuan motoriknya.

Jika di usia sebelumnya si Kecil mungkin masih tampak terhuyung-huyung ketika berjalan, di usia ini keseimbangannya sudah semakin sempurna. Ia bahkan sudah mulai bisa berlari, naik turun tangga atau tempat yang lebih tinggi dengan berpegangan atau didampingi orang dewasa, melempar dan menangkap bola, hingga berjalan sambil jinjit.

Ia pun kini sudah bisa melompat ke depan dan ke belakang dengan dua kaki hingga menari mengikuti irama. 

Kemudian dalam hal motorik halusnya, anak juga sudah bisa memegang krayon atau pensil dengan genggaman yang lebih mantap. Sehingga ia makin mahir membuat coretan dengan jelas, seperti membuat lingkaran dan garis bentuk horizontal, vertikal, ataupun diagonal. 

Tak hanya itu, si Kecil sudah bisa menyusun mainan balok lebih dari 4 tingkat, memutar gagang pintu, memasang dan melepas pakaian, hingga memperhatikan buku cerita dan membolak-balikkan halamannya. Hebat ya, Bu?

4. Perkembangan Sosial dan Emosional Anak Usia 2 Tahun

Pada masa 2 tahun usia anak, perkembangannya ditandai dengan kemandirian anak yang sudah semakin meningkat. Anak sudah bisa melakukan beberapa hal sendiri, seperti memakai pakaian sendiri, mencuci tangan dan mengeringkannya, menyikat gigi sendiri meski sering kali dibantu oleh Ibu, dan menyebutkan nama temannya.

Di usia ini, si Kecil juga senang ketika punya teman untuk bermain. Tapi, mungkin interaksi antara si Kecil anak dengan anak lainnya tidak akan terlalu terlihat. Terkadang, ia mungkin akan cuek ketika bermain di tempat yang sama dengan anak kecil lainnya.

Meskipun begitu, bukan berarti fase ini tidak bisa Ibu perhatikan. Sebab, si Kecil yang berusia 2 tahun akan mulai meniru perilaku Ibu, Ayah, Kakak, dan anak-anak sepantarannya. Bisa dibilang, inilah waktu bagi si Kecil mencari jati dirinya!

Si Kecil pun sudah pintar memperlihatkan emosinya, seperti ia akan ikut sedih ketika melihat temannya menangis. Tak jarang bila anak usia 2 tahun sulit mengendalikan emosinya. 

Itu kenapa di fase inilah rata-rata anak juga mengalami tantrum. Dalam kondisi tertentu yang membuatnya tak nyaman, si Kecil mungkin akan kesulitan dalam mengatur emosinya sehingga ia mengekspresikan kondisi ini dengan menangis, bahkan hingga menggigit, menendang, atau menjerit-jerit. 

Hal ini biasanya terjadi karena anak belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakannya atau berusaha ingin menyampaikan apa yang ia rasakan hingga membuatnya frustrasi.

5. Perkembangan Bahasa Anak Usia 2 Tahun

Kemampuan bahasa dan komunikasi anak usia 2 tahun juga perlu Ibu perhatikan. Beberapa tanda tumbuh kembang anak 2 tahun yang umumnya ditunjukkan si Kecil adalah sebagai berikut:

  • Mampu mengikuti perintah sederhana (seperti mengambil dan mengembalikan barang)..

  • Memahami kata dan menunjuk nama benda yang dimaksud.

  • Mampu menyebutkan nama-nama anggota tubuh.

  • Mampu membuat kalimat yang terdiri sampai 2-3 kata.

  • Mampu menggelengkan kepala bila diminta melakukan sesuatu.

Baca Juga: Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cara Mengoptimalkan Perkembangan Anak Usia 2 Tahun

Untuk membantu kemampuan dan perkembangan anak usia 2 tahun, orang tua bisa melakukan beberapa hal, seperti:

  • Ajak si Kecil untuk bermain secara aktif, misalnya bermain balok atau membangun menara. Coba hindari anak dari kegiatan pasif, seperti menonton televisi atau bermain gadget terlalu lama.

  • Ibu bisa sesekali meminta si Kecil berdiri menirukan burung bangau dengan kaki diangkat satu dan tangan lainnya direntangkan untuk menjaga keseimbangan. 

  • Ajak anak melompat menggunakan kedua kaki secara bersamaan. Agar lebih menyenangkan, buatlah permainan dengan menggambar bidang seperti lingkaran, persegi, bintang, atau angka-angka di halaman rumah. Lalu, ajak ia melompatinya satu per satu.

  • Ajak anak melempar bola. Minta anak melempar dengan arah yang benar. Ibu juga bisa memvariasikannya dengan jarak lemparan, tinggi lemparan, arah lemparan serta pola lemparan, mulai dari digelindingkan di lantai hingga dilempar memantul.

  • Coba sediakan musik dengan berbagai irama serta beberapa aksesoris kostum yang bisa ia pilih untuk menari. Lewat permainan ini, Ibu bisa memberi si Kecil kesempatan untuk mengekspresikan tubuh dan gerakan kreatifnya, yang tentunya akan mendorong tumbuh kembang anak usia 2 tahun.

  • Latih kemandirian anak dengan cara biarkan ia memakai pakaian berkancing atau memakai sepatu dan sandal sendiri. Hal yang paling penting adalah tetap dampingi si Kecil saat sedang memakai barang sendiri karena bisa saja ia menemukan kesulitan dan butuh bantuan. 

  • Mengajak si Kecil dalam kegiatan sehari-hari keluarga, seperti membongkar belanjaan, mencuci buah dan sayuran, menyiram tanaman, atau merapikan tempat tidur. Jangan lupa berikan pujian kepada si Kecil ketika ia berhasil melakukan sesuatu dengan benar atau mau membantu Ibu dan Ayah.

  • Ibu dan Ayah bisa memberi sederet instruksi sederhana yang mudah dipahami anak, misalnya mengembalikan mainan atau buku ke tempatnya, membuang sampah, dan menaruh pakaian kotor ke dalam keranjang.

  • Membacakan buku cerita secara rutin bisa menjadi salah satu cara stimulasi perkembangan kognitif dan bahasa anak usia 2 tahun. Sesekali, ajak ia mengobrol sejenak mengenai gambar-gambar di dalam buku. Misalnya, “Coba tunjuk mana ya yang namanya kucing? Suara kucing gimana, dik?”

  • Dorong anak untuk mengambil bagian dalam permainan, misalnya permainan pura-pura menjadi guru atau koki masak. 

  • Ajari si Kecil cara untuk mengutarakan emosinya agar terlatih tidak tantrum.

Mendorong tumbuh kembang si Kecil sebetulnya tidak hanya dari aktivitas bermain, lho, Bu! Yang tidak kalah penting adalah Ibu selalu membentengi tumbuh kembang anak di masa keemasannya dengan asupan nutrisi dari makanan sehari-harinya.

Ibu pasti sudah paham betul, kan, nutrisi penting apa saja yang dibutuhkan anak untuk mendukung tumbuh kembangnya? Nah selain makronutrien seperti karbohidrat, protein, serat, dan lemak baik, si Kecil juga perlu mikronutrien yang terdiri dari berbagai vitamin dan mineral seperti asam folat, zat besi, kolin, dan yodium, serta asam lemak esensial omega-3 dan omega-6.

Nah untuk itu, Dukung Awal Semua Kehebatannya dengan susu Bebelac 3 GroGreat+ yang dilengkapi kandungan FOS:GOS 1:9 yang teruji klinis serta Triple A (DHA, LA, ALA) agar si Kecil tumbuh hebat dengan pencernaan yang sehat (happy tummy), akal kreatif, (happy brain), dan hati yang besar (happy heart). 

Jadi, pastikan si Kecil mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan dukung dengan susu Bebelac 3 GroGreat+ sebanyak 3 gelas setiap hari ya, Bu!

Tanda-Tanda Tumbuh Kembang yang Harus Diwaspadai

Nah, itulah tadi berbagai aspek perkembangan anak 2 tahun serta cara-cara yang bisa Ibu lakukan untuk mendukung tumbuh kembangnya. Bila tanda-tandanya muncul pada si Kecil, Ibu dan Ayah bisa bergembira akan kemajuan itu. 

Namun, kalau belum ada, jangan khawatir! Terus berikan stimulasi lewat kegiatan atau pendekatan tertentu, ya!

Apabila anak belum menunjukkan perkembangan telah disebutkan sebelumnya, jangan khawatir. Ini karena setiap anak memiliki laju pertumbuhan yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis tumbuh kembang anak.

Meski begitu, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter bila si Kecil menunjukkan tanda-tanda di bawah ini, untuk memastikan kesehatan tumbuh kembang anak:

  • Anak belum bisa menggunakan benda-benda yang umum dipakai, seperti sendok, garpu, sisir, atau telepon. 

  • Anak belum bisa meniru tindakan atau kata-kata. 

  • Anak belum mampu mengikuti instruksi sederhana. 

  • Anak belum mampu menggunakan dua kata atau lebih. 

  • Anak belum dapat berjalan dengan stabil.

  • Anak mengalami kehilangan keterampilan yang sebelumnya ia kuasai.

Baca Juga: 10 Ide Mainan DIY Kreatif untuk Anak Usia 2 Tahun

Semoga artikel ini membantu ya, Bu. Kalau Ibu ingin dapatkan lebih banyak lagi informasi terbaru seputar tumbuh kembang anak dan tips mendukung kesehatannya, yuk bergabung di Bebeclub sekarang. Ibu juga bisa dapatkan berbagai promo dan penawaran melarik seputar susu Bebelac, lho!

 

Temukan Topik Lainnya

  1. Kelly, J. (2014, November 13). Your 2-Year-Old’s Developmental Milestones. What to Expect; WhattoExpect. https://www.whattoexpect.com/toddler-development/developmental-milestones.aspx
  2. WebMD. (2017, May 12). Your Child at 2: Milestones. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/parenting/guide/child-at-2-milestones
  3. Verywell. (2022). 2-Year-Old Child Development Milestones. Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/2-year-old-developmental-milestones-2631964
  4. 2-3 years: toddler development. (2022, December 15). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/toddlers/development/development-tracker-1-3-years/2-3-years
  5. IDAI | Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Bagian 1). (2016). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-memantau-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-bagian-1
  6. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2020 TENTANG STANDAR ANTROPOMETRI ANAK. (2020). Diambil dari http://hukor.kemkes.go.id 


Artikel Terkait