12 Makanan untuk Perkembangan Otak Anak yang Baik Dikonsumsi Setiap Hari

Dukung perkembangan otak anak dengan makanan seperti daging sapi, ikan berlemak, tahu, tempe, sayuran hijau, hingga buah. Optimalkan juga dengan tidur cukup dan aktivitas fisik.

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
makanan untuk perkembangan otak anak-bebeclub


Makanan untuk perkembangan otak anak sebaiknya mengandung berbagai nutrisi penting, seperti DHA (omega-3), kolin, protein, zat besi, hingga zinc. Nutrisi tersebut dapat diperoleh dari beragam makanan bergizi, seperti ikan berlemak, telur, daging, hati ayam, susu dan produk olahannya, yoghurt, dan lainnya yang berperan dalam mendukung daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan belajar anak. 

Apa Hubungan Makanan dengan Perkembangan Otak Anak?

Perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat sejak masa 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) hingga usia 2 tahun dan terus berlanjut hingga usia 5 tahun. 

Selain stimulasi, tidur, dan aktivitas fisik, pada periode ini otak membutuhkan berbagai nutrisi penting untuk mendukung pembentukan sel saraf, kemampuan belajar, daya ingat, dan konsentrasi.

Meski tidak ada satu makanan yang dapat membuat anak langsung lebih cerdas, pola makan bergizi seimbang dapat membantu mengoptimalkan fungsi otak dan mendukung tumbuh kembangnya.

Nutrisi Penting yang Dibutuhkan untuk Perkembangan Otak Anak

Agar otak anak dapat tumbuh dan berfungsi secara optimal, perlu berbagai jenis nutrisi yang akan saling melengkapi untuk mendukung perkembangan otak, kemampuan belajar, dan konsentrasi anak.

1. DHA dan Omega-3

DHA merupakan salah satu jenis asam lemak omega-3 yang menjadi komponen penting dalam pembentukan sel-sel otak. Nutrisi ini juga berperan dalam mendukung fungsi kognitif, daya ingat, dan kemampuan belajar anak.

Karena tubuh tidak dapat memproduksi DHA dalam jumlah yang cukup, anak perlu mendapatkannya dari makanan, seperti ikan kembung, salmon, sarden, telur terfortifikasi, kacang-kacangan, biji-bijian, atau dari makanan yang diperkaya DHA.

2. Protein

Makanan untuk perkembangan otak anak lainnya ada dari sumber protein. Sebab, protein membantu membentuk dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk otak.

Nutrisi ini juga berperan dalam pembentukan sel-sel otak dan neurotransmitter, yaitu senyawa yang membantu sel-sel otak saling mengirimkan sinyal.

Pastikan anak mendapatkan asupan protein dari berbagai sumber, seperti ikan, telur, daging, susu, tempe, dan tahu, sebagai bagian dari menu sehari-hari.

Baca Juga: 8 Resep Makanan untuk Kecerdasan Otak Anak, Ada Bakso dan Sate yang Jadi Favoritnya

3. Kolin

Salah satu nutrisi yang terlibat dalam perkembangan otak, terutama berkaitan dengan daya ingat dan proses belajar, ada kolin.

Nutrisi ini juga dibutuhkan untuk mendukung pembentukan senyawa kimia otak (neurotransmitter) dan fungsi sel saraf. Sumber kolin antara lain telur, daging sapi, dan produk susu.

4. Zat Besi

Peran zat besi dalam mendukung kecerdasan anak yakni membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. 

Hal ini didukung oleh penelitian dari jurnal PLoS One (2023) bahwa asupan zat besi yang cukup penting untuk mendukung kecerdasan, konsentrasi, fokus, dan daya ingat pada anak usia sekolah.

Ibu bisa memenuhi kebutuhan zat besi anak dari daging merah, hati ayam, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

5. Zinc, Iodin, Vitamin B, dan Antioksidan

Untuk mengoptimalkan perkembangan dan kecerdasan otak anak dari makanan, nutrisi yang sebaiknya tidak dilewatkan ada zinc, iodin, vitamin B, dan antioksidan. 

Nutrisi ini berperan dalam produksi sel saraf, mendukung fungsi saraf, metabolisme otak, serta melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas.

Berbagai nutrisi tersebut dapat diperoleh melalui sumber makanan meliputi daging sapi, hati, ikan, kentang, telur, oat, quinoa, makanan laut, dan produk susu.

Berikut rangkum berbagai nutrisi, fungsi, serta sumber makanan untuk perkembangan otak anak:

Nutrisi

Fungsi Utama

Sumber Makanan

DHA dan omega-3

Mendukung pembentukan sel otak dan fungsi kognitif.

Salmon, kembung, sarden, tuna.

Protein

Membantu pembentukan jaringan otak dan neurotransmitter.

Telur, ikan, daging, susu, tempe, tahu.

Kolin

Mendukung daya ingat dan proses belajar. 

Telur, hati ayam, daging sapi, ikan, susu. 

Zat besi

Mendukung konsentrasi dan perkembangan kognitif.

Daging merah, hati ayam, ikan, bayam. 

Zinc

Mendukung fungsi saraf dan perkembangan otak.

Daging, seafood, kacang-kacangan.

Iodin

Mendukung produksi hormon tiroid untuk perkembangan otak.

Ikan laut, rumput laut, garam beryodium.

Vitamin B

Membantu metabolisme energi dan fungsi sistem saraf.

Daging, telur, susu, oat, quinoa.

Antioksidan

Melindungi sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas.

Buah jeruk, tomat, brokoli, bayam.

12 Makanan Terbaik untuk Perkembangan Otak Anak

Tidak ada satu makanan khusus yang dapat membuat anak menjadi lebih cerdas. Idealnya, berikan kombinasi makanan ini untuk dukung kecerdasan, kemampuan belajar, dan konsentrasi anak:

1. Ikan Berlemak

Ikan berlemak, misalnya salmon, kembung, tuna, dan makarel, kaya kandungan DHA, omega-3, protein, dan vitamin D.

Seluruh zat gizi tersebut berperan penting dalam pembentukan sel otak, serta mendukung fungsi kognitif, daya ingat, dan kemampuan belajar anak.

Ikan tidak harus selalu digoreng, Ibu bisa berkreasi dengan cara mengukus atau memanggang ikan, lalu sajikan dengan nasi dan sayuran. Bisa juga olah ikan menjadi sup, perkedel, maupun nugget rumahan.

2. Telur

Telur adalah makanan untuk perkembangan otak yang tinggi kandungan protein, kolin, dan vitamin B12. Kandungan-kandungan ini berperan dalam perkembangan otak serta mendukung daya ingat anak.

Menariknya, telur termasuk makanan yang mudah dan cepat diolah. Ibu bisa membuat telur rebus, orak-arik, omelet sayur, atau mencampurkannya ke dalam nasi goreng.

3. Daging Sapi

Daging sapi merupakan sumber protein hewani tinggi, zat besi, zinc, dan vitamin B12 yang baik untuk perkembangan otak, konsentrasi, dan fungsi saraf anak. 

Tak perlu khawatir si Kecil akan kesulitan makan daging sapi karena ada banyak cara mengolahnya. 

Misalnya, dibuat jadi sup daging, semur daging, bakso, soto daging, dan lainnya dengan tetap menyesuaikan tekstur berdasarkan usia anak.

Baca Juga: Cukup Gizi: Bekal Anak Sehat, Aktif, dan Tumbuh Baik

4. Hati Ayam

Pilihan makanan untuk perkembangan otak lainnya ada hati ayam. Hati ayam punya kandungan zat besi, kolin, vitamin A, dan vitamin B12 yang cukup tinggi dan membantu perkembangan otak dan pembentukan sel darah merah. 

Namun, konsumsi hati ayam sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Cara mengolahnya pun tidak sulit, Bu. Hati ayam bisa ditumis, disemur, atau dicampur bersama bubur, nasi tim, maupun sup.

5. Susu dan Produk Olahannya

Di samping sumber makanan, susu dan produk olahannya juga bisa jadi sumber nutrisi yang baik untuk mendukung perkembangan otak dan kebutuhan gizi harian anak.

Susu mengandung protein, kalsium, vitamin B, vitamin D, dan pada beberapa produk yang juga diperkaya DHA atau nutrisi lain yang mendukung perkembangan otak. 

Untuk mendapatkan manfaatnya, susu bisa langsung diminum anak atau diolah menjadi puding, smoothie, campuran oatmeal, maupun olahan makanan seperti spaghetti carbonara.

6. Yoghurt

Yoghurt mengandung protein, kalsium, probiotik, kolin, serta zinc yang membantu menjaga kesehatan saluran cerna serta mendukung perkembangan kognitif. 

Pencernaan yang sehat mendukung penyerapan nutrisi yang dibutuhkan otak untuk tumbuh dan berkembang.

Yogurt termasuk minuman yang mudah disajikan dengan potongan buah segar atau dicampur ke dalam smoothie.

7. Sayuran Hijau (Bayam, Brokoli)

Bayam, brokoli, atau sayuran hijau lain umumnya mengandung folat, zat besi, vitamin K, vitamin C, dan antioksidan yang mendukung fungsi otak, mengoptimalkan proses belajar dan daya ingat, serta melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.

Melengkapi menu utama maupun camilan anak dengan sayuran hijau dapat menambah nutrisi hariannya. Ibu bisa mengolah sayuran menjadi sup, tumisan, omelet, atau nugget sayur.

8. Alpukat

Alpukat mengandung lemak tak jenuh, vitamin E, vitamin C, folat, kalium, dan berbagai vitamin lainnya yang membantu mendukung fungsi otak. Teksturnya yang lembut juga cocok untuk anak.

Menyajikan alpukat cukup mudah karena bisa disajikan langsung atau diletakkan di atas roti.

9. Kacang-kacangan dan Selai Kacang

Kacang-kacangan merupakan sumber protein nabati, lemak sehat, vitamin E, dan zinc yang mendukung perkembangan otak. 

Sebelum memberikannya, pastikan bentuk penyajiannya sesuai usia agar aman dikonsumsi si Kecil.

Ibu bisa berikan selai kacang tanpa tambahan gula pada roti atau gunakan kacang yang sudah dihaluskan sebagai campuran makanan.

10. Oat dan Gandum Utuh

Oat dan gandum utuh mengandung karbohidrat kompleks, serat, vitamin B, kalium, zinc, dan mineral lainnya yang membantu menyediakan energi secara bertahap untuk mendukung aktivitas dan konsentrasi anak.

Cara penyajian makanan untuk perkembangan otak anak ini bisa dengan mencampurkan oatmeal bersama buah segar atau menambahkannya ke dalam pancake dan muffin homemade.

11. Pisang

Pisang mengandung vitamin B6, kalium, vitamin C, dan karbohidrat yang membantu menyediakan energi untuk aktivitas otak. Buah ini juga praktis dijadikan camilan sehat.

Pisang bisa disajikan langsung, dicampur ke dalam oatmeal, atau dibuat menjadi smoothie dan pancake pisang.

12. Tempe dan Tahu

Tempe dan tahu merupakan sumber protein nabati yang juga mengandung zat besi serta berbagai vitamin dan mineral. 

Konsumsi keduanya dapat membantu memenuhi kebutuhan protein yang turut mendukung perkembangan otak anak.

Tempe dan tahu bisa jadi olahan selingan atau pelengkap menu makan anak. Misalnya, dibuat jadi tumisan, perkedel, nugget, bacem, atau digoreng.

Baca Juga: 15 Makanan Tinggi Serat untuk MPASI Bayi

Contoh Menu Sehari untuk Mendukung Perkembangan Otak Anak

Menyajikan menu harian yang beragam dan bergizi seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penting untuk mendukung perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Agar lebih bervariasi, berikut rekomendasi menu harian anak:

Menu Sarapan

Awali hari dengan menu yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, dan buah agar anak memiliki energi untuk belajar dan beraktivitas.

Contoh menu:

  • Nasi goreng
  • Telur mata sapi
  • Segelas susu

Menu Makan Siang

Pastikan makan siang terdiri dari sumber karbohidrat, protein hewani atau nabati, serta sayuran untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak.

Contoh menu:

  • Nasi putih
  • Ikan kembung panggang
  • Tumis brokoli dan wortel
  • Potongan jeruk sebagai pencuci mulut

Menu Camilan

Pilih camilan yang mengandung protein, lemak sehat, atau buah agar anak tetap berenergi di sela waktu makan.

Contoh menu:

  • Yoghurt dengan potongan buah
  • Roti dengan selai kacang
  • Alpukat potong

Menu Makan Malam

Sajikan makan malam yang lengkap dengan protein, sayuran, dan karbohidrat dalam porsi sesuai kebutuhan anak.

Contoh menu:

  • Nasi putih
  • Sup daging sapi dengan kentang, wortel, dan kol
  • Tahu atau tempe
  • Pepaya sebagai pencuci mulut

Anak aktif membutuhkan asupan nutrisi yang tepat untuk mendukung proses belajar, bermain, dan tumbuh kembangnya. Jadi member Bebeclub untuk mendapatkan insight nutrisi, inspirasi menu harian, dan berbagai edukasi dari para ahli.

Tips Mengoptimalkan Perkembangan Otak Anak Selain dari Makanan

Nutrisi memang berperan penting dalam perkembangan otak anak, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Ibu dan Bapak juga dapat mendukung kemampuan belajar dan tumbuh kembang anak melalui kebiasaan harian, seperti:

1. Variasikan Menu Makanan

Berikan menu yang bervariasi agar anak memperoleh beragam nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak. 

Semakin beragam jenis makanan yang dikonsumsi, semakin besar pula peluang kebutuhan gizinya terpenuhi.

2. Batasi Konsumsi Gula Tambahan

Konsumsi gula tambahan secara berlebihan dapat membuat anak lebih mudah kenyang sehingga asupan makanan bergizi menjadi berkurang. 

Usahakan untuk membatasi makanan dan minuman tinggi gula seperti permen, cokelat, atau es krim. 

Lebih baik utamakan camilan dan makanan untuk perkembangan otak anak yang lebih sehat, seperti potongan buah alpukat, ubi rebus, jagung susu keju, dan lainnya.

Baca Juga: Omega-3 & Omega-6 untuk Bayi: Manfaat + Sumber

3. Pastikan Anak Tidur Cukup

Tidur yang cukup memberi waktu bagi otak untuk beristirahat sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak. 

Pastikan anak memiliki jadwal tidur yang sesuai dengan usianya agar tumbuh kembangnya tetap optimal. 

4. Berikan Stimulasi Belajar dan Bermain

Buat waktu anak diisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan menyenangkan. 

Coba ajak anak melakukan aktivitas yang merangsang kemampuan berpikir, seperti membaca buku, menyusun puzzle, menggambar, atau bermain peran. 

Aktivitas sederhana ini membantu melatih kreativitas, bahasa, dan kemampuan memecahkan masalah. Biasakan juga berkomunikasi dua arah dengan si Kecil setiap hari.

5. Dorong Aktivitas Fisik Rutin

Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus mendukung fungsi otak. 

Secara konsisten, ajak anak bergerak aktif setiap hari melalui permainan di luar rumah, bersepeda, berlari, atau olahraga yang sesuai dengan usianya. 

Kapan Orang Tua Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?

Mengingat peran makanan untuk perkembangan otak anak sangat penting, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter jika anak mengalami kondisi berikut:

  • Gerakan tutup mulut (GTM) berkepanjangan sehingga asupan makannya terus berkurang.
  • Berat badan sulit naik atau tidak bertambah sesuai dengan usianya.
  • Mengalami gejala kekurangan zat besi atau nutrisi tertentu, misalnya anak tampak mudah lelah, kurang aktif, sulit fokus, pucat, atau nafsu makannya menurun.
  • Mengalami keterlambatan tumbuh kembang, seperti kemampuan bicara, belajar, atau perkembangan motorik yang tidak sesuai tahapan usianya.

Berdasarkan kondisi yang anak alami, dokter akan membantu mencari penyebabnya serta memberikan saran nutrisi atau penanganan yang sesuai agar tumbuh kembangnya tetap optimal.

Selain memperhatikan asupan nutrisi, penting juga memantau respons pencernaan si Kecil. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popok atau toilet dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa menggunakan fitur ini melalui Aplikasi Bebeclub Mobile untuk memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah. 

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. The first 1,000 days. (2024). Pregnancybirthbaby.Org.Au. pregnancybirthbaby.org.au – The First 1000 Days
  2. ‌Raising Children Network. (2018). Child development: the first 5 years. Raising Children Network. DOI: 10.1016/j.ecresq.2018.11.004
  3. ‌Mualem, R., Morales-Quezada, L., Farraj, R. H., Shance, S., Bernshtein, D. H., Cohen, S., Mualem, L., Salem, N., Yehuda, R. R., Zbedat, Y., Waksman, I., & Biswas, S. (2024). Econeurobiology and brain development in children: key factors affecting development, behavioral outcomes, and school interventions. Frontiers in Public Health, 12. DOI: 10.3389/fpubh.2024.1376075
  4. ‌Sumra, B., Kocherry, C., Shamim, H., Jhakri, K., Al-Shudifat, M., & Mohammed, L. (2025). Impact of Omega-3 Fatty Acids on Cognitive Outcomes in Children With Autism Spectrum Disorder: A Systematic Review. Cureus. DOI: 10.7759/cureus.80291
  5. ‌Ajmera, R. (2019, October 9). Should Kids Take Omega-3 Supplements? Healthline; Healthline Media. Healthline – Omega 3 For Kids
  6. ‌Institute of Medicine (US) Committee on Military Nutrition Research. (2026). Amino Acid and Protein Requirements: Cognitive Performance, Stress, and Brain Function. Ncbibooks; National Academies Press (US). NCBI – Nbk224629
  7. The Role of Nutrition in Cognitive Development. (2025). Swcclinic.Com. swcclinic.com – 1359015 The Role Of Nutrition In Cognitive Development
  8. ‌Nakamura, Y., Yamasaki, S., Okada, N., Ando, S., Nishida, A., Kasai, K., & Koike, S. (2024). Macronutrient intake is associated with intelligence and neural development in adolescents. Frontiers in Nutrition, 11. DOI: 10.3389/fnut.2024.1349738
  9. ‌McCarthy, C. M. (2018, January 23). The crucial brain foods all children need. Harvard Health. health.harvard.edu – Brain Food Children Nutrition 2018012313168
  10. ‌Derbyshire, E., & Maes, M. (2023). The Role of Choline in Neurodevelopmental Disorders—A Narrative Review Focusing on ASC, ADHD and Dyslexia. Nutrients, 15(13), 2876. DOI: 10.3390/nu15132876
  11. ‌CDC. (2026, April 14). Iron. Infant and Toddler Nutrition. CDC – Iron
  12. ‌Gutema, B. T., Bekele Sorrie, M., Megersa, N. D., Yesera, G. E., Yeshitila, Y. G., Pauwels, N. S., De Henauw, S., & Souheila Abbeddou. (2023). Effects of iron supplementation on cognitive development in school-age children: Systematic review and meta-analysis. PLOS ONE, 18(6), e0287703. DOI: 10.1371/journal.pone.0287703
  13. 10 Foods to Increase Your Child’s Brain and Memory Power - Ascensus Health. (2026). Ascensus Health. ascensushealth.com.sg – 10 Foods To Increase Your Childs Brain And Memory Power
  14. ‌Lerche Davis, J. (2008, June 4). Top 10 Brain Foods for Children. WebMD. WebMD – Brain Foods For Children
  15. Chicken Liver for Babies - Solid Starts. (2026). Solidstarts.Com. solidstarts.com – Chicken Liver
  16. ‌Kubala, J. (2026). 7 Health Benefits of Avocados. Healthline. Healthline – Avocado Nutrition
  17. ‌BSc, A. A. P. (2019, May 7). Bananas 101: Nutrition Facts and Health Benefits. Healthline; Healthline Media. Healthline – Bananas
  18. ‌Berkheiser, K. (2019, November 21). What’s the Difference Between Tempeh and Tofu? Healthline; Healthline Media. Healthline – Tempeh Vs Tofu
  19. Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI. (2023, May 23). Kemkes.Go.Id. Kementerian Kesehatan RI – Buku Resep Makanan Lokal
  20. Your child’s sleep affects their brain. (2017). Childrens.Com. childrens.com – Your Childs Sleep Affects Their Brain
  21. ‌Clearinghouse for Military Family Readiness at Penn State (militaryfamilies.psu.edu. (2024, February 28). Exercising Intelligence: How Physical Activity Nurtures Brain Development in Children. Thrive. thrive.psu.edu – Exercising Intelligence How Physical Activity Nurtures Brain Develo...
  22. ‌Schwab, D. (2023, November 15). My Child Is Having Difficulties Eating, Do We Need to See a Feeding Specialist? Mount Sinai Today; Mount Sinai Health System. health.mountsinai.org – My Child Is Having Difficulties Eating Do We Need To See A Feeding ...
  23. ‌Schwab, D. (2023, November 15). My Child Is Having Difficulties Eating, Do We Need to See a Feeding Specialist? Mount Sinai Today; Mount Sinai Health System. health.mountsinai.org – My Child Is Having Difficulties Eating Do We Need To See A Feeding ...
  24. ‌Omega-3 for Kids: Benefits, Side Effects, and Dosage. (2019). In Healthline. Healthline – Omega 3 For Kids
  25. Anemia in kids: Causes, symptoms, diagnosis, and treatment. (2022a). In Healthline. Healthline – Anemia In Kids


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Desktop

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Desktop

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Mobile

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Mobile

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun