12 Pilihan Makanan Padat untuk Bayi yang Sehat dan Bergizi

Pilihan makanan padat untuk bayi yang baru mulai MPASI adalah makanan semi encer atau agak kental. Ibu bisa berikan bubur beras atau telur, hingga puree daging, ikan, ayam, sayur, dan buah.

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Makanan padat untuk bayi-bebeclub


 

MPASI atau Makanan Pendamping ASI adalah asupan tambahan yang mulai diberikan saat bayi memasuki usia 6 bulan. Pemberian makanan ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian bayi yang semakin meningkat seiring proses tumbuh kembangnya, terutama ketika ASI saja sudah belum cukup memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi. MPASI juga menjadi tahap penting dalam proses peralihan dari ASI eksklusif menuju makanan keluarga.

Kapan Bayi Boleh Mulai Makan Makanan Padat?

Menurut rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan World Health Organization (WHO), bayi idealnya mulai diberikan makanan padat atau MPASI di usia 6 bulan. 

Di usia ini, sistem pencernaan bayi terutama usus sudah cukup matang untuk menerima dan mencerna makanan padat. Selain itu, kandungan nutrisi dalam ASI mulai berkurang seiring bertambahnya usia bayi. 

Apa Tanda Bayi siap MPASI?

Sebelum memulai MPASI, ada beberapa tanda kesiapan bayi yang perlu Ibu perhatikan seperti yang dikutip dari NHS (2026), yakni; 

  • Bayi sudah bisa duduk tegak dengan bantuan.
  • Memiliki kontrol kepala yang baik. 
  • Refleks menjulurkan lidah mulai berkurang. 
  • Bayi menunjukkan ketertarikan pada makanan, seperti melihat atau mencoba meraih makanan saat orang lain makan. 

Tekstur Makanan Padat Bayi Sesuai Usia

Awali dengan tekstur halus seperti puree, diberikan sedikit demi sedikit; sekitar 1–2 sendok teh, dua kali dalam sehari. 

Berikut tekstur makanan padat bayi sesuai usianya: 

  • Bayi usia 6 bulan: puree halus dan lembut. 
  • Bayi usia 7–8 bulan: makanan lumat atau mashed
  • Bayi usia 9–12 bulan: finger food

Prioritaskan menu yang mengandung zat besi, protein, serta nutrisi penting lainnya guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal.

Masih punya pertanyaan seputar nutrisi anak? Yuk, langsung hubungi BebeCare! Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!

Baca Juga: Cara Mempersiapkan dan Menghangatkan MPASI yang Benar

12 Pilihan Makanan Padat untuk Bayi 6 Bulan

Bingung memberikan makanan MPASI 6 bulan yang seperti apa, Bu? Jangan khawatir, berikut pilihan makanan padat untuk bayi 6 bulan yang bisa Ibu berikan:

1. Bubur Beras

Makanan padat pertama paling disarankan untuk bayi 6 bulan adalah yang berbahan dasar beras, baik itu beras putih atau beras merah.

Sebab, beras dikenal sebagai bahan makanan yang sangat hipoalergenik sehingga risiko munculnya reaksi alergi sangat rendah.

Untuk MPASI awal, nasi dapat dihaluskan hingga tekstur lembut dan dicampur ASI atau air agar lebih mudah dikonsumsi.

2. Puree Daging

Makanan padat untuk bayi yang baru mulai MPASI idealnya tinggi protein dan zat besi. Contohnya daging merah, seperti daging sapi atau kambing.

Pastikan daging dimasak hingga matang dan dihaluskan agar teksturnya lembut ya, Bu. Bisa pula dikombinasikan dengan sayuran untuk menambah nilai gizi.

3. Puree Ayam

Daging ayam merupakan sumber protein hewani dan zat besi yang mudah didapat. Selain ayam, alternatif daging unggas lain seperti ceker ayam, daging burung dan bebek juga boleh diberikan.

Menurut WHO, bayi yang mengonsumsi makanan berprotein tinggi memiliki asupan nutrisi lebih baik untuk mendukung pertumbuhan tinggi badan yang optimal.

Baca Juga: Berikan Sejak Dini, Ini Pentingnya Asupan Vitamin C yang Tepat untuk Bayi!

4. Bubur Telur

Ibu bisa berikan telur ayam (kampung atau ras), telur bebek, telur asin, atau telur burung puyuh sebagai pilihan makanan sehat untuk bayi.

Menurut Kemenkes RI, pemberian 1–2 butir telur sejak usia 6 bulan dapat meningkatkan asupan energi, protein, vitamin B12, D, fosfor, selenium, serta mendukung pertumbuhan tinggi badan yang optimal.

Telur bisa diolah menjadi telur rebus halus atau orak-arik lembut. Pastikan matang sempurna sebelum diberikan pada bayi, ya. 

5. Bubur Ikan

Ikan adalah pilihan makanan padat untuk bayi yang bagus karena tinggi protein, zat besi, serta nutrisi penting seperti omega-3 dan DHA yang baik untuk perkembangan otak bayi.

Pilih jenis ikan untuk MPASI yang rendah merkuri, seperti salmon, sarden, teri, belut, dan ikan kembung. 

Pastikan masak ikan hingga matang, lalu lumatkan atau haluskan agar mudah dikonsumsi bayi.

6. Puree Hati

Jeroan hati sapi dan ayam aman diberikan kepada bayi karena mengandung zat besi dan vitamin A yang penting untuk mengejar kebutuhan harian si Kecil.

Vitamin A tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan mata, tapi juga sangat penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh agar si Kecil tidak mudah sakit.

Baca Juga: 15 Cemilan Bayi 7 Bulan yang Enak dan Mudah Dibuat di Rumah

7. Bubur Seafood

Selain ikan, ada berbagai kelompok sayur yang bisa Ibu berikan pada si Kecil.

Jadi, Ibu bisa coba perkenalkan kerang, udang, tiram, kepiting, cumi-cumi, gurita, telur ikan, dan belut sebagai makanan padat untuk bayi 6 bulan.

Namun, sebaiknya kenalkan satu per satu secara bertahap sambil terus amati ada tidaknya reaksi alergi makanan pada bayi. Pastikan tekstur halus dan matang sempurna.

8. Puree Sayuran

Meski bayi belum perlu mendapatkan asupan serat sebanyak orang dewasa, bukan berarti bayi tidak perlu makan sayuran.

Ia tetap harus sedini mungkin dikenalkan dengan sayur karena makanan sehat untuk bayi ini kaya mineral dan vitamin penting.

Kemenkes RI menyarankan pemberian berbagai macam sayuran untuk bayi 6 bulan. Namun, utamakan yang tinggi vitamin A, seperti bayam, wortel, sawi hijau, kangkung, katuk, selada air, brokoli, tomat merah, dan kol merah.

9. Puree Buah

Kenalkan si Kecil pada berbagai jenis buah seperti alpukat, apel, melon, kurma, pisang, dan blewah agar ia terbiasa makan sehat dan tidak tumbuh menjadi picky eater.

Namun, coba berikan lebih banyak buah untuk bayi 6 bulan yang mengandung vitamin A seperti mangga, labu kuning, pepaya, dan peach.

Sayur dan buah bisa diperkenalkan secara bersamaan. Tidak ada bukti bahwa mengenalkan buah lebih dulu akan menghambat penerimaan terhadap sayur.

Baca Juga: 15 Sumber Makanan Tinggi Serat untuk MPASI

10. Kacang & Biji-bijian

Makanan padat untuk bayi idealnya mencakup menu dari kacang-kacangan (kacang polong, buncis, kacang tanah, kacang kedelai, kacang merah, dll), olahan kacang (tempe, tahu, dll), dan biji-bijian.

Sajikan dalam bentuk halus seperti bubur kacang hijau atau bubur kacang merah untuk menghindari risiko tersedak.

11. Umbi-umbian Berpati

Kentang, ubi, dan singkong menjadi sumber energi tambahan bagi bayi. Umbi juga mengandung vitamin B dan serat.

Nutrisi ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan, serta menjaga sistem pencernaan yang sehat.

Tekstur yang lembut setelah dimasak membuat umbi mudah diolah menjadi puree atau mashed.

12. Produk Olahan Susu

Bayi butuh asupan vitamin D dan kalsium untuk membangun tulang yang kuat. Namun menurut CDC, pemberian susu sapi sebaiknya ditunda hingga usia 12 bulan.

Sebelum usia 12 bulan, susu sapi bisa meningkatkan risiko perdarahan usus dan mengandung protein serta mineral yang sulit diolah ginjal bayi, juga tidak memiliki nutrisi yang tepat untuknya.

Alternatifnya, Ibu bisa berikan makanan padat untuk bayi yang diolah dari susu sapi seperti yogurt, keju, dan butter.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Bayi Susah Makan MPASI

Nah, ingin tahu apakah asupan si Kecil sudah sesuai tahap usianya? Yuk, daftar sebagai member Bebeclub dan dapatkan panduan nutrisi terpercaya untuk dukung tumbuh kembangnya. 

Cara Memulai Makanan Padat untuk Bayi

Berikut panduan sederhana agar pemberian MPASI berjalan optimal dan nyaman untuk bayi:

  • Mulai dari 2–3 sendok makan per sesi untuk mengenalkan makanan, tingkatkan bertahap hingga setengah mangkok (125ml).
  • Berikan makan 2–3 kali sehari makan utama dan 1–2 kali makanan selingan sesuai usia dan kebutuhan bayi.
  • Kenalkan satu jenis makanan baru setiap 3 hari untuk memantau reaksi alergi.
  • Jangan memaksa bayi menghabiskan makanan agar pengalaman makan tetap positif.
  • Perhatikan respons bayi terhadap rasa, tekstur, dan kondisi pencernaannya.

Terakhir, penting juga untuk terus monitor kondisi pencernaan si Kecil yang baru mulai MPASI lewat AI Poop Tracker karena masa transisi MPASI rentan memicu masalah pencernaan seperti sembelit atau diare. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Petunjuk Teknis Pemantauan Praktik MP-ASI Anak 6-23 Bulan. (2024, April 22). Kemkes.go.id. https://ayosehat.kemkes.go.id/petunjuk-teknis-pemantauan-praktik-mp-asi-anak-6-23-bulan
  2. IDAI | Makanan Pendamping ASI (MPASI). (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/makanan-pendamping-asi-mpasi
  3. IDAI | Memberi Makan pada Bayi: Kapan, Apa, dan Bagaimana? (2016). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana
  4. Rokom. (2024, March 28). Dari Hati Ayam Hingga Keju. Sehat Negeriku. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20240328/2245202/dari-hati-ayam-hingga-keju/
  5. IDAI | Nutrisi pada Bayi dan Batita di Era New Normal Pandemi Covid 19. (2020). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/nutrisi-pada-bayi-dan-batita-di-era-new-normal-pandemi-covid-19
  6. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/351/pentingnya-dan-tahap-pemberian-mpasi-pada-bayi
  7. CDC. (2022, May 25). Fortified Cow’s Milk and Milk Alternatives. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/nutrition/InfantandToddlerNutrition/foods-and-drinks/cows-milk-and-milk-alternatives.html
  8. IDAI | Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). (2018). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi
  9. NHS. (2020, December). Your baby’s First Solid Foods. Nhs.uk. https://www.nhs.uk/baby/weaning-and-feeding/babys-first-solid-foods/
  10. Naryo, D.S. (2024, June 19). Rekomendasi Usia Tepat Bayi untuk Mengonsumsi Makanan Padat - Universitas Airlangga Official Website. Universitas Airlangga Official Website. https://unair.ac.id/rekomendasi-usia-tepat-bagi-bayi-untuk-mengonsumsi-makanan-padat/
  11. CDC. (2024, December 3). When, What, and How to Introduce Solid Foods. Infant and Toddler Nutrition. https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/foods-and-drinks/when-what-and-how-to-introduce-solid-foods.html
  12. HSE. (2022, October 14). Stages of weaning. HSE.ie. https://www2.hse.ie/babies-children/weaning-eating/weaning/stages/
  13. Buku Resep MPASI (Makanan Pendamping ASI). (n.d.). Ayosehat.kemkes.go.id. https://ayosehat.kemkes.go.id/buku-resep-makanan-lokal


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Desktop

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Desktop

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Mobile

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Mobile

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun