Picky Eater Bisa Dimulai Sejak MPASI, Begini Cara Membangun Kebiasaan Makan yang Baik

Picky eater tidak selalu terbentuk sejak MPASI. Coba kenalkan beragam rasa, tekstur, dan jenis makanan secara berulang tanpa memaksa dengan responsive feeding agar anak terbiasa.

Picky eater dimulai sejak mpasi-bebeclub


Picky eater dimulai sejak MPASI tidak selalu disebabkan oleh pola makan, tetapi dapat dipengaruhi pengalaman anak saat mengenal makanan, seperti kurangnya variasi rasa dan tekstur atau kebiasaan memaksa makan. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya mengenalkan beragam makanan secara bertahap dan berulang tanpa memaksa melalui responsive feeding.

Apakah Picky Eater Bisa Dimulai Sejak MPASI?

Picky eater tidak hanya ditentukan oleh pola MPASI. Namun, masa pemberian MPASI penting bagi bayi untuk belajar menerima beragam rasa dan tekstur makanan.

“Picky eater bisa terjadi karena kurang variasi makanan sejak MPASI,” kata dr. Lucky Yogasatri, Sp.A, "Padahal, anak bisa makan hal baru itu perlu dibiasakan. Bahkan secara teori perlu 15-17 kali dikenalkan,” jelasnya dikutip dari laman KumparanMOM. 

Sejak dini, bayi memiliki preferensi rasa. Pengalaman mengenal beragam makanan juga dapat memengaruhi penerimaan makanan baru. 

Kenapa Bayi Bisa Menjadi Picky Eater?

Ada beberapa faktor yang dapat membuat bayi menjadi picky eater, antara lain:

1. Variasi Makanan Terlalu Sedikit

Jika bayi jarang mendapat makanan yang beragam, pengalaman mengenal berbagai jenis makanan juga menjadi lebih terbatas. 

Seiring bertambahnya usia, WHO menganjurkan variasi makanan ditingkatkan secara bertahap agar kebutuhan dan pengalaman makan bayi semakin beragam.

2. Jarang Diperkenalkan pada Rasa dan Tekstur Baru

Bayi yang jarang mendapat pengalaman dengan beragam rasa dan tekstur memiliki lebih sedikit kesempatan untuk mengenal makanan baru. 

Frontiers in Psychology (2017) menjelaskan bahwa paparan berulang terhadap rasa, tekstur, atau tampilan makanan (familiarization) dapat membantu bayi terbiasa. 

Oleh karena itu, makanan baru mungkin membutuhkan beberapa kali paparan sebelum diterima oleh si Kecil.

3. Orang Tua Terlalu Cepat Menyerah Saat Bayi Menolak

Penolakan pertama tidak selalu berarti bayi tidak menyukai makanan tersebut. Bayi mungkin masih membutuhkan waktu untuk mengenali rasa atau teksturnya.

Orang tua dapat menawarkannya kembali tanpa memaksa, karena makanan baru mungkin perlu beberapa kali paparan sebelum diterima. 

4. Bayi Terbiasa dengan Rasa yang Sangat Manis atau Gurih

Preferensi rasa dapat terbentuk sejak dini dan dapat memengaruhi penerimaan bayi terhadap makanan. 

Namun, kebiasaan memberikan makanan berrasa manis atau gurih bukan berarti pasti menyebabkan anak menjadi picky eater. 

Oleh karena itu, berikan pengalaman makan dengan beragam rasa agar anak mengenal lebih banyak pilihan makanan.

5. Tekstur MPASI Tidak Berkembang Sesuai Kemampuan

Tekstur MPASI yang tidak berkembang sesuai kemampuan oral-motor anak dapat membuat proses belajar makan kurang optimal. 

Menurut IDAI, anak perlu belajar mengenal tekstur dan konsistensi makanan secara bertahap sesuai tahap perkembangannya, dari tekstur yang lebih halus hingga lebih kompleks.

Baca Juga: Bayi 5 Bulan Boleh MPASI? Ini Aturan & Risikonya

Bagaimana Cara Mencegah Picky Eater Sejak MPASI?

Untuk mencegah picky eater sejak MPASI, orang tua dapat menerapkan beberapa kebiasaan makan yang positif, seperti:

1. Kenalkan Beragam Jenis Makanan

Ibu bisa mengenalkan berbagai kelompok makanan sejak bayi mulai MPASI.

Mulai dari sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, buah, hingga lemak.

Berikan secara bertahap sesuai usia dan kemampuan bayi. 

2. Kenalkan Beragam Rasa

Jangan hanya mengandalkan rasa manis dari buah atau makanan yang ditambahkan gula. 

Kenalkan juga rasa alami dari sayuran, protein hewani, kacang-kacangan, dan bahan makanan lainnya agar bayi terbiasa dengan beragam rasa. 

3. Naikkan Tekstur Secara Bertahap

Sesuaikan tekstur MPASI dengan kemampuan bayi, mulai dari halus lalu tingkatkan bertahap menjadi lebih kental, kasar, atau dicincang. 

Peningkatan tekstur membantu bayi belajar mengunyah dan menggerakkan makanan di dalam mulut. 

Hindari tekstur yang terlalu halus terlalu lama atau terlalu kasar karena dapat membuat bayi sulit menerima makanan.

4. Berikan Kesempatan Mencoba Berulang Kali

Bayi tidak selalu langsung menerima makanan baru. 

Penelitian PLOS One (2016) menunjukkan bahwa pemberian puree sayuran secara berulang dapat membantu bayi lebih menerima makanan tersebut.

Ibu bisa kembali menawarkan makanan yang sama di kesempatan berikutnya tanpa memaksa agar bayi punya waktu untuk terbiasa.

5. Jangan Memaksa Bayi Makan

Terapkan responsive feeding dengan memperhatikan tanda lapar dan kenyang bayi. Berikan makanan secara perlahan dan sabar, tanpa memaksa bayi menghabiskan makanan.

Biarkan bayi menentukan jumlah makanan sesuai kebutuhannya agar waktu makan tetap menjadi pengalaman yang positif. 

Menurut IDAI, target pemberian MPASI maksimal 30 menit per sesi makan, kalau bayi menolak terus selama 10-15 menit, misalnya memalingkan wajah, menutup mulut atau menangis, akhiri proses makan, jangan dipaksa.

Berapa Kali Bayi Perlu Mencoba Makanan Baru agar Mau Menerimanya?

Tidak ada jumlah pasti berapa kali bayi perlu mencoba makanan baru. Pada masa MPASI, penolakan terhadap makanan baru belum tentu berarti bayi tidak menyukainya karena ia masih belajar mengenal rasa dan makanan yang baru.

Namun bukti ilmiah menunjukan bahwa paparan berulang umumnya 8-10kali atau lebih dapat meningkatkan penerimaan makanan pada bayi dan anak.

Bayi Menolak Makanan Baru, Haruskah Langsung Diganti?

Tidak selalu. Penolakan makanan baru dapat menjadi bagian dari proses belajar makan selama MPASI. Penanganannya perlu disesuaikan dengan alasan dan pola penolakan bayi.

1. Jika Bayi Menolak Sekali

Tetap tenang dan tawarkan kembali di kesempatan lain tanpa memaksa. Penolakan sekali belum tentu berarti bayi tidak menyukai makanan tersebut.

2. Jika Bayi Menolak Tekstur Tertentu

Evaluasi apakah tekstur makanan sudah sesuai dengan kemampuan makan bayi. 

Tekstur MPASI dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai perkembangannya.

3. Jika Bayi Menunjukkan Tanda Tidak Nyaman

Jika penolakan disertai tanda tidak nyaman, jangan langsung menganggapnya sebagai picky eater. 

Perhatikan kemungkinan sakit, kesulitan menelan, masalah oral-motor, alergi, atau kesulitan makan lainnya. 

4. Jika Bayi Selalu Menolak Kelompok Makanan Tertentu

Pantau keberagaman asupan bayi. Jika bayi terus menolak makanan hingga pilihannya terbatas, konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kebutuhan gizinya terpenuhi.

Apa Peran Responsive Feeding dalam Mencegah Picky Eater?

Dalam responsive feeding, orang tua menentukan makanan, waktu, dan tempat makan.

Sementara bayi menentukan apakah dan seberapa banyak ia makan sesuai tanda lapar dan kenyang. 

Pemberian makan dilakukan perlahan dan tanpa memaksa agar bayi dapat mengenal makanan dengan nyaman.

Baca Juga: Masih Perlukah MPASI 4 Bintang? Ini Penjelasan IDAI dan Contoh Menunya

Apakah Tekstur MPASI Berpengaruh terhadap Picky Eater?

Tekstur MPASI dapat memengaruhi pengalaman dan penerimaan makanan, meski bukan satu-satunya faktor picky eater. 

Bayi perlu belajar mengenal tekstur dan konsistensi makanan secara bertahap sesuai kemampuan dan kesiapan makannya. 

Tekstur tidak perlu dipertahankan terlalu lama dalam bentuk sangat halus, tetapi dinaikkan secara bertahap sesuai perkembangan anak. 

Apakah Bayi Perlu Dikenalkan Banyak Rasa Saat MPASI?

Masa MPASI menjadi kesempatan bayi mengenal beragam rasa dan aroma. Bayi tidak harus langsung menyukainya karena masih belajar mengenal makanan, seperti:

1. Rasa Manis

Rasa manis secara alami dapat ditemukan pada bahan makanan seperti wortel dan ubi jalar. 

Bayi dapat diperkenalkan pada rasa manis alami dari bahan makanan, tanpa perlu menambahkan gula.

2. Rasa Gurih

Rasa gurih dapat berasal dari bahan makanan yang digunakan dalam MPASI, termasuk protein hewani dan bahan makanan lainnya. 

Bayi dapat mengenal rasa gurih alami tersebut sebagai bagian dari variasi rasa dalam makanan sehari-hari.

3. Rasa dari Sayur

Sayuran memiliki karakter rasa yang beragam, termasuk rasa pahit atau getir yang mungkin awalnya kurang familiar bagi bayi. 

Penolakan pada percobaan awal bukan berarti bayi tidak akan menyukainya. Paparan berulang dapat membantu bayi menjadi lebih menerima rasa tersebut. 

4. Rasa dari Protein Hewani

Protein hewani seperti telur, ikan, ayam, dan daging memiliki rasa serta aroma yang berbeda. 

Mengenalkan berbagai sumber protein selama MPASI dapat membantu bayi mengenal beragam rasa dan karakter makanan. 

5. Rasa dan Aroma Alami dari Bahan Makanan

Selain rasa, bayi juga belajar mengenali aroma dan karakter alami dari setiap bahan makanan. Pengalaman ini membantu bayi mengenal makanan dengan karakter yang beragam.

Selain memantau nutrisi dan kesehatan bayi, penting juga memperhatikan kondisi pencernaannya sehari-hari. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil dengan lebih mudah. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.

Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Memengaruhi Picky Eater

Picky eater dimulai dari MPASI bukan hanya dipengaruhi faktor dari bayi, tetapi juga kebiasaan orang tua saat memberikan makan yang membentuk pengalaman makan. 

1. Terlalu Memaksa Bayi Makan

Memaksa bayi makan dapat membuat waktu makan menjadi kurang menyenangkan. Sebaiknya, perhatikan tanda lapar dan kenyang bayi serta hindari tekanan saat makan.

2. Selalu Mengganti Makanan Begitu Ditolak

Bayi bisa menolak makanan baru karena masih belajar mengenal rasa dan teksturnya. 

Jika makanan selalu langsung diganti saat ditolak, kesempatan bayi untuk mengenal makanan yang beragam bisa berkurang.

3. Memberikan Distraksi Saat Makan

Tontonan, mainan, atau gadget dapat mengalihkan perhatian bayi saat makan. 

Ciptakan suasana makan yang nyaman tanpa distraksi agar bayi dapat lebih fokus pada makanan dan mengenali sinyal lapar maupun kenyang.

4. Terlalu Fokus pada Jumlah yang Dihabiskan

Jumlah makanan yang dihabiskan bayi dapat berbeda setiap waktu. 

Daripada memaksa bayi menghabiskan porsi tertentu, orang tua sebaiknya memperhatikan respons lapar dan kenyangnya.

5. Orang Tua Jarang Mencontohkan Makan Beragam

Bayi belajar dengan mengamati orang di sekitarnya. 

Ketika orang tua terbiasa menikmati beragam makanan, si Kecil juga mendapat kesempatan melihat dan mengenal berbagai rasa, aroma, serta tekstur makanan.

Baca Juga: Normalkah Bayi 6 Bulan Susah BAB setelah Mulai MPASI?

Picky Eater atau Normal Food Refusal? Kenali Bedanya

Tidak semua penolakan makanan berarti picky eater. Perhatikan perbedaan kondisi berikut untuk mengetahui apakah penolakan makanan masih wajar atau perlu diperhatikan lebih lanjut.

Kondisi

Gambaran

Menolak makanan baru

Bisa menjadi bagian dari proses belajar mengenal makanan

Sesekali menutup mulut

Bisa menjadi tanda bayi kenyang atau belum ingin makan saat itu

Konsisten hanya menyukai beberapa makanan

Lebih mengarah pada picky eater jika berlangsung terus-menerus

Pilihan makanan semakin terbatas

Perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi keberagaman asupan

Disertai berat badan tidak naik atau kesulitan menelan

Perlu dievaluasi oleh dokter untuk mencari penyebabnya

Kapan Picky Eater Perlu Dibawa ke Dokter?

Picky eater perlu diperiksakan jika penolakan makanan semakin membatasi asupan atau mulai berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak. Beberapa tandanya meliputi:

  • Pilihan makanan semakin sangat terbatas
  • Berat badan tidak naik
  • Pertumbuhan terganggu
  • Sering tersedak saat makan
  • Batuk saat makan
  • Kesulitan menelan
  • Muntah berulang
  • Tampak kesakitan saat makan
  • Sangat lemas atau sesak saat makan
  • Asupan kelompok makanan sangat terbatas
  • Diare berdarah atau berkepanjangan

Jika muncul tanda-tanda tersebut, sebaiknya konsultasikan kondisi anak kepada dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.

Kebutuhan gizi anak terus berkembang. Bergabung sebagai member Bebeclub untuk mendapatkan insight nutrisi, tips makan seimbang, dan edukasi berbasis ahli.

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Nicklaus, S. (2016, November 19). Complementary Feeding Strategies to Facilitate Acceptance of Fruits and Vegetables: A Narrative Review of the Literature. International Journal of Environmental Research and Public Health; PubMed. DOI: 10.3390/ijerph13111160
  2. ‌World Health Organization. (2003). Infant and Young Child Feeding [Assessment tool for national practices, policies, and programmes]. World Health Organization.
  3. ‌Harris, G., & Coulthard, H. (2016, March). Early Eating Behaviours and Food Acceptance Revisited: Breastfeeding and Introduction of Complementary Foods as Predictive of Food Acceptance. Current Obesity Reports; PubMed Central. DOI: 10.1007/s13679-016-0202-2
  4. ‌Mura Paroche, M., Caton, S. J., Vereijken, C. M. J. L., Weenen, H., & Houston-Price, C. (2017, July 25). How Infants and Young Children Learn About Food: A Systematic Review. Frontiers in Psychology; PubMed Central. DOI: 10.3389/fpsyg.2017.01046
  5. Patel, M. D, Donovan, S. M., & Lee, S.-Y. (2020, November 6). Considering Nature and Nurture in the Etiology and Prevention of Picky Eating: A Narrative Review. Nutrients; PubMed Central. DOI: 10.3390/nu12113409
  6. ‌Tri, S. (2026, May 9). Kenapa Anak Jadi Picky Eater? Ternyata Bisa Bermula Sejak MPASI. Kumparan. kumparan.com – Kenapa Anak Jadi Picky Eater Ternyata Bisa Bermula Sejak Mpasi 27mj...
  7. ‌World Health Organization. Infant and young child feeding. (2026). Who.Int. World Health Organization – Infant And Young Child Feeding
  8. ‌World Health Organization: WHO. (2026, August 4). Infant and young child feeding. Who.Int; World Health Organization: WHO. World Health Organization – Infant And Young Child Feeding
  9. ‌Mura Paroche, M., Caton, S. J., Vereijken, C. M. J. L., Weenen, H., & Houston-Price, C. (2017, July 25). How Infants and Young Children Learn About Food: A Systematic Review. Frontiers in Psychology; PubMed Central. DOI: 10.3389/fpsyg.2017.01046
  10. ‌Amy Christison, MD, FAAP, DABOM. Taste, Touch, Explore: Make Nutritious Food Fun for Young Eaters. (2026, September 11). HealthyChildren.Org. HealthyChildren.org – Taste Touch Explore Make Nutritious Food Fun For Young Eaters
  11. Natalie D. Muth, MD, MPH, RDN, FAAP. How do I help my picky eater try more healthy foods? (n.d.). HealthyChildren.Org. HealthyChildren.org – How Do I Help My Picky Eater Try More Foods
  12. ‌American Academy of Pediatrics. Tips for Introducing Solid Foods. (2024, August 13). HealthyChildren.Org. HealthyChildren.org – Tips For Introducing Solid Foods
  13. ‌IDAI | Makan kok diemut sih ? (2017). Idai.Or.Id. IDAI – Makan Kok Diemut Sih
  14. ‌World Health Organization: WHO. (2026, January 26). Healthy diet. Who.Int; World Health Organization: WHO. World Health Organization – Healthy Diet
  15. ‌NHS website. (2020, December). Your baby’s first solid foods. Nhs.Uk. NHS UK – Babys First Solid Foods
  16. ‌Maier-Nöth, A., Schaal, B., Leathwood, P., & Issanchou, S. (2016). The Lasting Influences of Early Food-Related Variety Experience: A Longitudinal Study of Vegetable Acceptance from 5 Months to 6 Years in Two Populations. PLOS ONE, 11(3), e0151356. DOI: 10.1371/journal.pone.0151356
  17. World Health Organization. (2026). Who.Int. World Health Organization – Child Health And Development
  18. ‌Chambers, L. (2016). Complementary feeding: Vegetables first, frequently and in variety. Nutrition Bulletin, 41(2), 142–146. DOI: 10.1111/nbu.12202
  19. ‌UNICEF. Feeding your baby: 6–12 months. (2022). Unicef.Org. unicef.org – Feeding Baby 6 12 Months
  20. ‌American Speech-Language-Hearing Association. Pediatric Feeding and Swallowing. (2019). ASHAWeb. asha.org – Pediatric Feeding And Swallowing
  21. ‌‌American Academy of Pediatrics. 10 Tips for Parents of Picky Eaters. (2018, April 26). HealthyChildren.Org. HealthyChildren.org – Picky Eaters
  22. NHS. (2024). Complementary Feeding (Weaning) Your Baby [Guidance for parents and carers]. Department of Health.
  23. ‌WHO. Recommendations. (2023). Ncbibooks; World Health Organization. NCBI – Nbk596423
  24. ‌Sharif, M. K., Zahid, A., & Shah, F. H. (2018). Role of Food Product Development in Increased Food Consumption and Value Addition. Food Processing for Increased Quality and Consumption, 455–479. DOI: 10.1016/b978-0-12-811447-6.00015-1
  25. ‌IDAI | SULIT MAKAN PADA BAYI DAN ANAK. (2016). Idai.Or.Id. IDAI – Sulit Makan Pada Bayi Dan Anak
  26. ‌IDAI | Penanganan kesulitan makan (Feeding Difficulty) pada Si Kecil. (2017). Idai.Or.Id. IDAI – Penangan Kesulitan Makan Feeding Difficulty Pada Si Kecil
  27. ‌UNICEF. Your baby’s first foods: Mini Parenting Master Class. (2019). Unicef.Org. unicef.org – First Foods For Baby
  28. ‌IDAI | Pilih-pilih Makanan. (2019). Idai.Or.Id. IDAI – Pilih Pilih Makanan
  29. ‌CDC. (2026, March 11). Signs Your Child Is Hungry or Full. Infant and Toddler Nutrition. CDC – Signs Your Child Is Hungry Or Full
  30. ‌Kersten, H. B., Goday, P. S., Abdelhadi, R., Adolphe, S., Anania, N., Bennett, D. S., Burke, L. W., Larson-Nath, C., Lee, T. M., Leu, M. G., Mercer, S., Sentongo, T., Vachani, J. G., Senerth, E., Pilcher, L., Flinn, S. K., Okechukwu, K., Mustafa, R. A., Morgan, R. L., & AMERICAN ACADEMY OF PEDIATRICS and NORTH AMERICAN SOCIETY FOR PEDIATRIC GASTROENTEROLOGY, HEPATOLOGY AND NUTRITION. (2026). Clinical Practice Guideline for Diagnosis and Management of Faltering Weight. Pediatrics, 157(4). DOI: 10.1542/peds.2025-075764
  31. ‌Team, E. When to Seek Help for Picky Eating - Solid Starts. (2020). Solid Starts. solidstarts.com – When To Seek Help Picky Eating
  32. IDAI | Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada Batita. (2019). Idai.Or.Id. IDAI – Gerakan Tutup Mulut Gtm Pada Batita


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Desktop

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Mobile

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun