Bolehkah Bayi 5 Bulan Diberi Makan dan Apa Syaratnya?
MPASI pertama bayi 5 bulan hanya diberikan atas saran dokter. Tetap berikan MPASI pada usia 6 bulan jika tidak ada indikasi kesehatan tertentu.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 26 Juni 2023
Diperbarui: 16 April 2026
Fenomena memulai MPASI pertama bayi di usia 5 bulan cukup sering terjadi di Indonesia, biasanya karena dipengaruhi pengalaman keluarga dan beragam saran yang diterima ibu. Banyak pula ibu mempertimbangkan langkah ini bukan untuk melanggar anjuran, melainkan karena ingin memberikan yang terbaik bagi bayinya.
Namun sebelum membahas lebih jauh soal boleh tidaknya MPASI pertama bayi 5 bulan, penting untuk memahami dulu konteks rekomendasi yang ada. Dengan memahami alasannya, Ibu bisa menilai informasi yang beredar dengan lebih jernih dan tidak terburu-buru menyimpulkan.
Bolehkah Bayi 5 Bulan Diberi Makan?
Bayi 5 bulan sebenarnya belum dianjurkan makan MPASI dan idealnya tetap mendapatkan ASI eksklusif.
Pemberian MPASI dini di usia 5 bulan hanya boleh dilakukan jika ada indikasi medis tertentu dan atas persetujuan dokter anak, seperti:
- Menunjukkan tanda-tanda siap makan yang jelas.
- Berat badan tak kunjung naik meskipun ASI cukup.
- Memiliki kondisi medis tertentu yang telah didiagnosis dokter, seperti eksim.
Ketentuan ini adalah pengecualian bersifat individual yang diputuskan dokter dengan melihat dan menilai kondisi si Kecil secara spesifik.
Syarat Bayi 5 Bulan Boleh Diberi MPASI
Secara umum, MPASI diberikan mulai usia 6 bulan sesuai rekomendasi WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pada usia ini, sistem pencernaan bayi sudah siap mencerna makanan selain ASI.
Bayi 5 bulan boleh diberikan MPASI lebih cepat jika dokter menilai si Kecil sudah memenuhi syarat-syarat di bawah ini:
1. Kepala dan Leher Sudah Kuat
Saat bayi sudah bisa menegakkan dan mengontrol kepalanya dengan baik, artinya otot leher dan tubuhnya sudah cukup kuat.
Ini membantu bayi duduk lebih stabil, melihat makanan dengan jelas, membuka mulut saat disuapi, dan mengurangi risiko tersedak.
2. Refleks Dorong Lidah Mulai Berkurang
Sebelum memberikan MPASI pertama bayi 5 bulan, refleks dorong lidah harus sudah berkurang. Tujuannya, agar si Kecil bisa memproses makanan saat masuk ke mulut.
Refleks ini sebenarnya muncul sejak awal kelahiran hingga bayi usia 4 bulan untuk mencegah bayi tersedak ASI.
3. Tampak Masih Lapar Setelah Menyusu
Salah satu tanda bayi siap MPASI adalah bayi terlihat kurang puas atau masih lapar setelah menyusui.
Ini juga menandakan bahwa bayi mulai butuh nutrisi tambahan selain dari ASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
Namun, ingat bahwa MPASI bukan sebagai pengganti ASI, tetapi tambahan nutrisi untuk si Kecil.
4. Sering Memasukkan Benda ke Mulut
Bila ingin memulai MPASI pertama bayi 5 bulan, pastikan ia punya reflek memasukkan sesuatu ke mulutnya. Ini berarti koordinasi mata-tangannya telah berkembang sehingga penting untuk proses makan.
Setelah memasukkan sesuatu ke dalam mulut, bayi yang sudah siap makan seharusnya juga bisa menunjukkan refleks dorongan lidah untuk melepehkannya.
5. Menunjukkan Minat pada Makanan
Makanan pertama bayi 5 bulan perlu diberikan bila ia tampak berminat terhadap makanan.
Saat Bapak Ibu menunjukkan makanan atau mengajak ke arah meja makan, ia mungkin akan menunjukkan respon saat melihat atau mencium makanan.
Si Kecil mungkin akan menatap makanan dengan penuh minat yang besar untuk menggapainya. Saat diberikan makanan, bayi akan mulai mencoba memasukkannya ke mulut.
Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Bayi Mau Tumbuh Gigi dan Cara Mengatasi Sakitnya
Risiko Memberikan MPASI Terlalu Dini
Alih-alih memberikan MPASI pertama bayi 5 bulan, idealnya, bayi tanpa kondisi khusus bisa diberikan MPASI pada usia 6 bulan. Jika terlalu cepat, muncul berbagai risiko kesehatan, seperti:
- Gangguan pencernaan, seperti diare.
- Risiko tersedak akibat kepala dan leher belum bisa berdiri tegak, serta sulit mengunyah dan menelan.
- ASI berkurang terlalu dini karena kurang stimulasi dari pompa atau menyusui langsung.
- Risiko alergi meningkat karena bayi kurang minum ASI.
Untuk itu, pemberian MPASI pertama bayi 5 bulan harus berdasarkan pemantauan dan saran dokter, bukan hanya terlihat ingin makan saja.
Makanan Pertama Bayi 5 Bulan (Jika Direkomendasikan Dokter)
Bila dokter merekomendasikan MPASI pertama bayi 5 bulan, tekstur makanan harus sangat halus (puree encer) yang matang sempurna dan dalam porsi kecil agar aman ditelan dan tidak membebani pencernaan bayi.
Berikut pilihan MPASI untuk bayi usia 5 bulan jika sudah disetujui dokter:
1. Bubur Bayi Fortifikasi Zat Besi
Bubur bayi merupakan salah satu pilihan umum MPASI bayi 5 bulan. Pilihlah Ibu dapat memilih bubur bayi yang kaya zat besi.
Bubur fortifikasi zat besi dipilih karena seiring bertambah usia, cadangan zat besi pada tubuh bayi berkurang dan ASI saja tak cukup untuk memenuhi kebutuhan zat besi.
Untuk menyajikannya, campurkan bubur dengan ASI untuk membentuk tekstur lembut dan halus pada sereal.
2. Puree Daging
Daging ayam dan sapi juga bisa diperkenalkan sebagai makanan pertama bayi 5 bulan. Sebab, daging kaya akan protein dan asam folat yang baik untuk pertumbuhan si Kecil.
Daging-dagingan juga kaya akan zat besi heme, yaitu zat besi yang mudah diserap bayi. Kementerian Kesehatan RI bahkan menyatakan, asupan hewani bantu cegah stunting.
Untuk menyajikan MPASI berbahan daging, masaklah matang, lalu hancurkan sehalus mungkin. Campur dengan sayur atau telur untuk memperkaya zat gizi puree.
Baca Juga: Panduan Berat Badan Bayi Normal Usia 0-12 Bulan
3. Telur
Telur juga merupakan MPASI pertama bayi 5 bulan yang kaya protein. Telur mengandung jenis protein yang mudah dicerna.
Satu butir telur memiliki 7 gram protein, yaitu 16,5% dari bagian kuningnya dan 10,9% dari bagian putihnya.
Karena telur merupakan satu pemicu alergi yang paling umum, perkenalkan MPASI telur secara perlahan sembari mengecek reaksi alergi yang timbul. Beri telur dalam kondisi matang.
4. Puree Buah
Pada usia 5 bulan, bayi dapat diperkenalkan dengan beberapa jenis buah. Pilihlah buah bertekstur lembut seperti pisang, alpukat, atau buah naga agar mudah dibuat puree.
Pemberian buah pun penting untuk mengenalkan bayi terhadap reaksi alergen sehingga dapat mengurangi risiko alergi makanan. Pasalnya, ada beberapa bayi yang alergi buah tertentu.
Hindari penambahan gula, garam, madu, dan bertekstur kasar agar tidak menimbulkan risiko kesehatan yang membahayakan.
Baca Juga: 12 Cara Jitu Stimulasi Bayi 5 Bulan yang Mudah Dilakukan
Apakah MPASI Bisa Menambah Berat Badan Bayi 5 Bulan?
Menurut UNICEF, sumber gizi utama bayi usia 5 bulan masih berasal dari ASI. Artinya, MPASI bukan satu-satunya cara untuk menaikkan berat badan bayi di usia 5 bulan.
Jika berat badan bayi masih dirasa kurang ideal, Ibu sebaiknya coba dari meningkatkan kualitas dan frekuensi pemberian ASI. Bila berat badannya masih sulit naik atau justru menurun, segera konsultasi ke dokter untuk evaluasi menyeluruh.
Ibu juga bisa memantau berat dan tinggi badan si Kecil dengan lebih praktis menggunakan AI Growth Tracker. Cukup dari foto handphone, Ibu sudah bisa mendapatkan gambaran tumbuh kembang si Kecil kapan saja tanpa perlu alat khusus.
Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.
Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!
_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
