Masih Perlukah MPASI 4 Bintang? Ini Penjelasan IDAI dan Contoh Menunya
Menu MPASI 4 bintang sudah tidak jadi panduan utama. IDAI lebih menyarankan MPASI lengkap dengan karbohidrat, protein, sayur, lemak sehat, dan zat besi agar nutrisi bayi terpenuhi.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 14 November 2023
Diperbarui: 10 September 2026
Menu MPASI 4 bintang kini tidak lagi menjadi acuan utama. IDAI dan ahli gizi lebih merekomendasikan MPASI yang mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, serta tambahan lemak dan sumber zat besi agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi. Sebagai panduan yang lebih sesuai rekomendasi terbaru, Ibu disarankan mengikuti konsep Isi Piringku.
Apa Itu MPASI 4 Bintang?
Mengutip Kemenkes RI, MPASI 4 bintang adalah menu MPASI yang terdiri dari 4 unsur gizi, yaitu karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan sayur atau buah dalam satu sajian.
Konsep menu MPASI 4 bintang muncul sebagai adaptasi dari nasihat warisan leluhur yang menyarankan metode MPASI tunggal, bahwa mengenalkan makanan pada bayi sebaiknya satu per satu sesuai kelompok makanannya untuk menghindari risiko alergi atau ketidakcocokan.
Untuk lebih jelasnya, berikut komponen yang terdapat dalam menu MPASI 4 bintang lengkap dengan contoh makanannya.
|
Komponen |
Contoh Bahan Makanan |
|
Karbohidrat |
Nasi, kentang, ubi, jagung, oatmeal |
|
Protein hewani |
Ayam, daging sapi, ikan, telur, hati ayam |
|
Protein nabati |
Tahu, tempe, kacang merah |
|
Sayur atau buah |
Brokoli, bayam, wortel, tomat, alpukat |
Baca Juga: Tanda Bayi Siap MPASI: 8 Ciri yang Wajib Tahu
Apakah Menu MPASI 4 Bintang Masih Bagus?
Ya, MPASI 4 bintang masih bisa menjadi dasar menyusun menu bayi. Namun, konsep ini bukan lagi standar yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Beberapa unsur gizi penting belum menjadi perhatian utama dalam konsep lama ini, antara lain tambahan lemak, kepadatan energi makanan, dan sumber zat besi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi usia 6-24 bulan.
Lemak memiliki peran penting sebagai sumber energi sekaligus bantu penyerapan vitamin larut lemak A, D, E, dan K. Zat besi sangat dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah serta mendukung perkembangan otak bayi.
Perbedaan MPASI 4 Bintang dan Menu MPASI Lengkap
Perbedaan utama menu MPASI 4 bintang dan menu MPASI lengkap terletak pada kelengkapan kandungan gizinya.
Menu MPASI lengkap menambahkan lemak sehat, mengutamakan protein hewani, dan memperhatikan kebutuhan zat besi serta kepadatan energi bayi.
Simak perbedaan nutrisi menu MPASI 4 Bintang dan MPASI lengkap pada tabel berikut:
|
Komponen |
MPASI 4 Bintang |
Menu MPASI Lengkap |
|
Karbohidrat |
✔ |
✔ |
|
Protein hewani |
✔ |
✔ |
|
Protein nabati |
✔ |
✔ |
|
Sayur atau buah |
✔ |
✔ |
|
Lemak tambahan |
╳ |
✔ |
|
Fokus zat besi |
╳ |
✔ |
|
Kepadatan energi |
╳ |
✔ |
IDAI menganjurkan menu MPASI lengkap karena lebih mampu memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral yang diperlukan bayi untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan otak, serta mencegah kekurangan zat gizi.
Apa Perbedaan MPASI 4 Bintang dan MPASI 5 Bintang?
Istilah MPASI 5 bintang sering digunakan oleh masyarakat untuk menyebut menu MPASI 4 bintang yang ditambah satu komponen lemak. Dengan kata lain, komponen MPASI 5 bintang biasanya terdiri dari:
- Karbohidrat
- Protein hewani
- Protein nabati
- Sayur atau buah
- Lemak tambahan
Meski demikian, IDAI sebenarnya tidak menggunakan istilah MPASI 5 bintang dalam pedoman resminya.
IDAI menggunakan istilah menu MPASI lengkap, yaitu menu yang memperhatikan seluruh kebutuhan zat gizi bayi, termasuk protein hewani sebagai prioritas, lemak sehat, sumber zat besi, tekstur sesuai usia, serta kepadatan energi makanan.
Baca Juga: Tanda Bayi Belum Siap MPASI: Ciri yang Harus Tahu
Bagaimana Membuat Menu MPASI 4 Bintang Menjadi Lebih Lengkap?
Jika Ibu sudah terbiasa membuat menu MPASI 4 bintang, konsep ini tetap dapat digunakan sebagai dasar. Namun, lengkapi menu dengan beberapa unsur gizi penting lainnya agar sesuai rekomendasi terbaru.
Ibu bisa gunakan checklist sederhana berikut setiap kali menyusun menu MPASI:
- Ada sumber protein hewani sebagai bahan utama.
- Ada sumber karbohidrat.
- Tambahkan sedikit sayur atau buah.
- Tambahkan lemak sehat, misalnya minyak kanola, minyak zaitun, mentega, santan, atau unsalted butter sesuai usia.
- Pilih makanan tinggi zat besi, seperti hati ayam, daging sapi, ikan, atau telur.
- Sesuaikan tekstur makanan dengan usia bayi.
Dengan prinsip ini, menu yang awalnya berupa MPASI 4 bintang dapat menjadi menu MPASI yang lebih lengkap, padat energi, dan sesuai rekomendasi IDAI.
Inspirasi Menu MPASI 4 Bintang yang Dimodifikasi Menjadi Menu Lengkap
Berikut contoh resep yang bermula dari konsep MPASI 4 bintang, tetapi telah dilengkapi lemak tambahan dan bahan kaya zat besi agar lebih sesuai dengan rekomendasi MPASI saat ini.
1. Bubur Labu Siam Hati Ayam
Bubur labu siam hati ayam cocok diberikan pada bayi yang baru memulai MPASI. Menu MPASI 4 bintang ini dapat dikategorikan sebagai menu lengkap karena diperkaya dengan kandungan penting lain, yaitu zat besi.
Simak bahan dan cara membuat bubur labu siam hati ayam berikut.
Bahan-bahan:
- 60 gram nasi
- ¼ buah labu siam
- 3 potong hati ayam
- 1 lembar daun salam
- 1 lembar daun jeruk
- 1 sendok teh minyak kanola
- Air secukupnya
Cara membuat:
- Rebus hati ayam hingga empuk. Kemudian, masukkan satu lembar daun jeruk.
- Masak nasi hingga menjadi bubur, lalu masukkan daun salam.
- Sebelum mengental menjadi bubur, tambahkan labu siam yang sudah diiris kecil-kecil.
- Setelah bubur matang, campur dengan cincangan hati ayam dan blender. Lalu sajikan selagi hangat.
2. Sup Kentang Daging Kacang Merah
Daging sapi adalah sumber protein hewani tinggi zat besi dan asam folat yang mudah dicerna. Zat besi dukung produksi sel darah merah yang sehat, sementara asam folat berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi.
Berikut bahan dan cara membuat sup kentang daging kacang merah:
Bahan-bahan:
- 1 ½ sdm daging sapi giling.
- 1 buah kentang ukuran besar, potong kecil-kecil.
- 1 buah baby carrot, potong kecil-kecil.
- 1 sdm kacang merah.
- 1 siung bawang merah.
- 1 siung bawang putih.
- 1 sendok teh unsalted butter.
- Air (secukupnya).
- Keju (secukupnya).
- Sepucuk daun seledri.
Cara membuat:
- Iris dan tumis bawang merah dan putih hingga harum, kemudian sisihkan.
- Rebus air di dalam panci sampai mendidih. Kemudian, masukkan kacang merah lalu rebus hingga empuk.
- Masukkan kentang, tunggu hingga setengah empuk. Lalu, masukkan potongan wortel dan daging giling hingga semua matang.
- Masukkan bawang merah dan putih yang sudah ditumis, serta cincang daun seledri.
- Tunggu air mendidih hingga sedikit surut. Setelah itu, diamkan sebentar semua bahan.
- Blender semua bahan hingga halus. Tambahkan unsalted butter sebelum disajikan untuk meningkatkan kandungan energi. Sajikan.
Baca Juga: 18 Rekomendasi Buah untuk MPASI Bayi 6 Bulan
3. Creamy Broccoli Soup
Daging ayam tinggi protein dan zat besi yang relatif terjangkau. Sementara brokoli mengandung prebiotik yang memberikan nutrisi sempurna bagi bakteri baik dalam usus si Kecil. Simak cara membuatnya!
Bahan-bahan:
- 60 gram nasi.
- 2 sendok daging ayam giling.
- 1 butir telur puyuh.
- 1 ruas wortel.
- 1 sdt extra virgin olive oil (EVOO)
- Brokoli secukupnya.
Cara membuat:
- Parut wortel dan brokoli, sisihkan
- Tumis daging ayam sampai berubah warna dan tambahkan air 200 ml.
- Setelah itu, masukkan telur puyuh lalu aduk hingga merata.
- Tambahkan nasi, wortel, brokoli, aduk sampai semua tercampur.
- Setelah matang, pindahkan ke wadah untuk disaring atau blender sesuai tekstur yang dibutuhkan.
4. Udang Tomat Telur Puyuh
Udang merupakan salah satu jenis makanan laut yang tinggi protein dan mengandung asam lemak omega-3 yang memiliki manfaat penting untuk tubuh dan perkembangan otak bayi. Ini langkah membuatnya:
Bahan-bahan:
- 2 butir telur puyuh matang.
- 35 gram udang.
- 60 gram nasi.
- 1 buah tomat.
- 15 gram tahu.
- 1 sdt minyak kelapa.
- Kembang kol secukupnya.
- Bawang bombay, daun bawang, dan daun jeruk secukupnya.
Cara membuat:
- Cuci bersih bahan dan potong sesuai selera.
- Tumis bawang bombay, daun bawang, dan daun jeruk.
- Masukkan udang, tunggu hingga berubah warna kemudian tambahkan telur puyuh.
- Masukkan nasi dan sedikit air.
- Masak hingga airnya berangsur hilang dan tekstur berubah menjadi bubur.
- Setelah matang dapat disaring atau blender sesuai tekstur yang dibutuhkan.
5. Bubur Jagung Telur
Menurut PERGIZI PANGAN Indonesia yang dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, memberikan satu butir telur dalam MPASI bayi setiap hari efektif mengurangi risiko stunting. Berikut cara membuat bubur jagung telur:
Bahan-bahan:
- 30 gram jagung manis pipil.
- 15 gram tahu putih.
- 25 gram telur.
- 1 siung bawang putih.
- Santan encer secukupnya.
Cara membuat bubur jagung telur:
- Rebus telur hingga matang, kupas dan ambil hanya 25 gram.
- Kukus jagung dan tahu sampai matang dan empuk.
- Tumis bawang dan campurkan jagung, tahu, serta telur. Tambahkan sedikit santan.
- Setelah semua matang, saring atau haluskan sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Cara Memperkenalkan Makanan Pertama pada Bayi agar si Kecil Mau Makan
6. Nasi Tim Ikan Kembung
Ikan kembung memiliki protein tinggi dan omega-3. Bahkan, Kementerian Kesehatan RI mencatat kandungan omega-3 dalam kembung mencapai 1,5 kali lebih tinggi daripada salmon.
Bahan-bahan:
- 60 gram nasi.
- 60 gram ikan kembung fillet.
- ½ siung bawang merah dan bawang putih.
- ½ sdm daun bawang.
- 1 sdt minyak zaitun.
- Air secukupnya.
Cara membuat:
- Tumis bawang merah, bawang putih, dan daun bawang dengan minyak zaitun sampai aromanya tercium.
- Masak ikan kembung sampai matang.
- Tambahkan nasi dan sedikit air. Masak hingga tekstur menjadi nasi tim.
Selain memperhatikan asupan nutrisi, penting juga pantau respons pencernaan bayi. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk bantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa coba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Tips Menyusun Menu MPASI Sesuai Rekomendasi IDAI
Menyusun menu MPASI sesuai rekomendasi IDAI tidak harus rumit. Yang terpenting adalah memenuhi kebutuhan gizi bayi sesuai usianya. Berikut beberapa prinsip yang dianjurkan IDAI:
- Utamakan protein hewani. Usahakan protein hewani hadir di setiap waktu makan utama.
- Tambahkan lemak sehat. Tambahan minyak atau lemak membantu meningkatkan kepadatan energi MPASI.
- Sesuaikan tekstur dengan usia. Tekstur MPASI bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai usia si Kecil mulai dari bubur, lumat, cincang, hingga makanan padat.
- Pastikan ada sayur. Sayur tetap penting sebagai sumber vitamin dan mineral.
- Variasikan bahan makanan. Langkah ini bantu bayi mengenal lebih banyak rasa dan memenuhi kebutuhan berbagai zat gizi.
- Terapkan responsive feeding. Berikan makan saat bayi menunjukkan tanda lapar. Hentikan makan ketika bayi mulai menunjukkan tanda kenyang.
Baca Juga: Manfaat dan Cara Melakukan BLW (Baby Led Weaning)
Nah, itulah penjelasan soal menu MPASI 4 bintang lengkap dengan inspirasi resep yang bisa Ibu coba. Semoga bermanfaat, ya!
Tahukah, Ibu? Kebutuhan gizi anak terus berkembang, lho! Yuk, gabung sebagai member Bebeclub untuk mendapatkan insight nutrisi, tips makan seimbang, dan edukasi berbasis ahli.
_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
