17 Protein Nabati untuk MPASI Bayi dan Manfaatnya

Tempe, tahu, dan brokoli adalah beberapa jenis makanan mengandung protein nabati untuk MPASI. Penting bagi Ibu untuk memberikannya dalam menu makanan sehari-hari.

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Protein nabati apa saja - bebeclub


Kira-kira, protein nabati apa saja yang bisa untuk MPASI? Protein satu ini bantu tubuh meregenerasi sel darah, tulang, jaringan kulit, dan otot. Apa saja sumber makanannya?

Kenapa Protein Nabati Penting untuk MPASI?

Protein adalah zat gizi yang membantu tubuh untuk berkembang dan meregenerasi sel. Selain itu, protein juga membantu tubuh menguatkan sel imun dan bahan baku pembentuk otot.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), komposisi protein yang dibutuhkan bayi adalah sebanyak 10-15% dari total kalorinya. Sebagai contoh:

  • Bayi usia 6-8 bulan memerlukan 20-30 kkal/hari.
  • Bayi usia 9-11 bulan memerlukan 30-45 kkal/hari.
  • Bayi usia 12-23 bulan memerlukan 55-80 kkal/hari.

Jika protein hewani mengandung semua asam amino yang dibutuhkan tubuh, protein dari sumber nabati tidak selalu. Oleh karenanya kerap disebut protein tidak lengkap.

Namun, protein nabati apa saja untuk bayi harus tetap ada untuk memenuhi nutrisi lain yang tidak ada dalam protein hewani, seperti serat serta beberapa jenis vitamin dan mineral.

Bolehkah Bayi Mengonsumsi Protein Nabati?

Bayi boleh mengonsumsi protein nabati (prona) sejak usia 6 bulan sesuai prinsip MPASI. Namun, sumber nabati hanya sebagai pelengkap, tidak untuk menggantikan protein hewani.

Oleh karenanya, porsinya dalam MPASI pun tidak lebih banyak daripada protein hewani (prohe).

Daftar Sumber Protein Nabati untuk MPASI

Ini dia, Bu, daftar bahan makanan dengan sumber protein dari nabat:

1. Tahu

Tahu terbuat dari kacang kedelai yang memiliki kadar protein dari nabati paling lengkap dibandingkan dengan bahan makanan lain.

Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia, 100 gram tahu mengandung 10,9 g protein. Selain itu, tahu kaya akan lemak, karbohidrat, zat besi, fosfor, kalsium, zinc, tembaga, dan vitamin B. 

Selain ekonomis, Ibu juga dapat mengolahnya menjadi berbagai macam makanan menarik seperti bubur tahu gurih, sup tahu, nasi tim tahu, atau scrambled tofu. 

2. Tempe

Sama seperti tahu, tempe juga bagus sebagai protein nabati untuk MPASI karena terbuat dari kacang kedelai yang tinggi nabati kompleks. 

Bedanya, tempe melalui proses fermentasi terlebih dahulu. Oleh karena itu, tempe juga mengandung bakteri baik (probiotik) yang dapat bantu melancarkan pencernaan si Kecil, Bu.

Menyadur Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram gram tempe terkandung 20,8 gram protein. Diikuti dengan karbohidrat, lemak, serat pangan, kalsium, vitamin B, dan zat besi.

3. Kacang Merah

Kacang merah termasuk ke dalam daftar makanan kaya protein. Sebab, di dalam 100 gramnya mengandung 10 gram protein. 

Kacang merah juga kaya akan kalium yang berfungsi menjaga kesehatan jantung serta zat besi untuk bantu cegah anemia.

Ibu bisa mengolah kacang merah menjadi puree atau diblender untuk dijadikan es lilin. Selain segar, es lilin dapat menjadi stimulasi untuk sensorik taktil anak. 

Baca Juga: 15+ Jenis Ikan yang Bagus untuk MPASI dan Cara Aman Mengolahnya

4. Kacang Hijau

Di dalam 100 gram kacang hijau terdapat 24 gram protein nabati untuk MPASI. Selain itu, terkandung juga serat dan flavonoid yang berfungsi untuk membuang racun dari dalam tubuh. 

Selain bernutrisi tinggi, kacang hijau mudah diolah menjadi berbagai macam camilan lezat seperti bubur, es lilin, hingga puding. 

Untuk memperkaya kandungan nutrisinya, Ibu dapat menambahkan santan, yogurt, atau parutan keju sebagai topping.

5. Kentang

Tidak hanya tinggi karbohidrat, kentang juga menjadi makanan sumber protein nabati untuk MPASI meski kandungannya tidak sebanyak kacang-kacangan.

Satu buah kentang ukuran 150 gram diketahui mengandung sekitar 4,5 gram protein. Terdapat pula nutrisi penting lain yang dibutuhkan tubuh bayi, seperti vitamin C dan vitamin B6.

Selain menjadi puree, Ibu bisa mengolahnya menjadi perkedel, sup krim, atau stick kentang. Tambahkan bahan lain supaya nutrisinya semakin kaya, seperti daging, keju, atau brokoli. 

6. Brokoli

Brokoli adalah sayuran untuk MPASI tinggi serat yang juga mengandung protein dalam jumlah cukup tinggi.

Satu bonggol brokoli ukuran medium saja mengandung sekitar 4,28 gram protein. Juga mengandung vitamin K, vitamin C, vitamin B6, kalsium,kalium, dan magnesium.

Jadi, yuk coba masukkan brokoli ke dalam menu MPASI anak. Misalnya membuat brokoli saus keju, sup sayur brokoli, dan lainnya.

7. Bayam

Selain kaya zat besi, bayam juga kaya akan protein tumbuhan. Apabila Ibu mengolah bayam sebanyak 100 gram, diperkirakan di dalamnya ada sekitar 2,3 gram protein. 

Bukan hanya itu, bayam juga mengandung asam folat, vitamin A, vitamin C, magnesium, kalium, dan kalsium. 

Ibu dapat mengolah bayam menjadi aneka hidangan MPASI yang lezat seperti puree hati ayam bayam, stik bayam tahu telur, hingga pasta saus creamy bayam. 

Baca Juga: Menu MPASI 4 Bintang, Cukupkah untuk Penuhi Gizi Bayi?

8. Jagung 

Sumber protein nabati untuk MPASI berikutnya yang bisa Ibu pilih adalah jagung. Sayuran ini mengandung protein sebesar 4,68 gram per 1 bonggol besar.

Yang menarik dari jagung bukan hanya nutrisinya saja, tapi rasanya cenderung manis. Jadi, mudah disukai oleh si Kecil.

Ibu bisa mengolah bahan makanan ini menjadi bubur jagung, sup krim jagung dengan taburan keju, atau creamy puding jagung. 

9. Alpukat

Alpukat adalah salah satu buah untuk MPASI yang sangat ideal untuk diolah menjadi makanan apa pun. Sebab teksturnya lembut dan bernilai nutrisi tinggi. 

Dalam 1 porsi alpukat ukuran sedang, terkandung sekitar 4 gram protein. Selain itu, ada juga asam folat, kalium, vitamin C, vitamin B, vitamin E, serat, hingga lemak sehat.

Sebagian besar kandungan di dalamnya dapat mendukung kesehatan pencernaan serta perkembangan otak bayi.

10. Edamame

Apabila Ibu merupakan penggemar masakan Jepang mungkin sudah tidak asing dengan edamame. 

Kacang kedelai berukuran besar yang dibungkus dengan kulit berwarna hijau ini mengandung protein sebanyak 11,9 gram (per 100 gram). 

Di samping itu, bahan makanan ini juga kaya akan kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, sodium, zink, folat, kolin, vitamin K, dan vitamin A. 

11. Almond

Dalam 23 butir almond, terkandung 6 gram protein, 14 gram lemak, 6 gram karbohidrat, dan 3 gram serat, magnesium, kalsium, fosfor, flavonoid, dan vitamin E. 

Kandungan nutrisi tersebut dapat berperan sebagai penjaga kesehatan jantung, pereda peradangan, dan antioksidan bagi tubuh si Kecil. 

12. Selai Kacang

Selai kacang tanpa tambahan gula juga sangat baik untuk penuhi kebutuhan protein si Kecil. Ibu dapat memberikannya sebagai topping camilan atau cocolan finger foods. 

Menurut data dari U.S. Department of Agriculture, 1 sendok makan selai kacang (16 gram) mengandung protein yang cukup tinggi yaitu sebanyak 3,6 gram. 

Lebih lanjut, makanan ini juga mengandung kalsium dan magnesium yang baik untuk dukung pertumbuhan tulang yang sehat. 

13. Ezekiel Bread

Roti jenis ini mungkin tidak begitu populer di Indonesia, tetapi roti ini dapat menjadi sumber protein untuk bayi MPASI. 

Ezekiel bread sendiri terbuat dari beraneka macam biji-bijian organik yang telah bertunas seperti gandum, millet, barley, spelt, dan kedelai. 

Oleh karena itu, roti ini mengandung protein yang lebih tinggi dari pada jenis roti lainnya. Di mana dalam 2 potong Ezekiel bread terdapat 8 gram protein. 

14. Kacang Polong

Kacang polong adalah salah satu sumber protein dan serat yang tinggi untuk membantu mendukung perkembangan mikrobioma usus dan mendorong pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Kacang hijau juga mengandung flavonol, karotenoid dan vitamin C, sederet antioksidan yang telah terbukti mendukung fungsi sistem imun tubuh bayi.

15. Chia Seeds

Dalam 28 gram chia seeds terkandung protein sebanyak 5 gram dan serat sebanyak 10 gram. 

Di luar itu, biji-bijian ini juga tinggi akan zat besi, kalsium, selenium, magnesium, asam lemak omega 3, antioksidan, dan masih banyak zat gizi bermanfaat lainnya. 

Untuk penyajiannya, Ibu dapat menaburkan chia seeds dalam puree, smoothies, yogurt, hingga puding favorit si Kecil. 

16. Santan

Ibu bisa menambahkan santan ke menu MPASI bayi yang tinggi protein nabati. 

Dalam 1 gelas (240 ml) santan ada 3,55 g protein dan 57 gram lemak untuk meningkatkan asupan kalori bayi.

17. Jambu Biji

Jambu biji adalah salah satu buah yang paling kaya protein. Si Kecil bisa mendapatkan 4,2 gram protein dari setiap 100 gram buah jambu biji merah yang diolah menjadi MPASI.

Buah tropis ini juga tinggi vitamin C dan serat yang bagus untuk pencernaan. Jangan lupa untuk buang dulu biji-bijinya agar tidak menyebabkan bayi tersedak, ya.

Baca Juga: MPASI Bayi 6 Bulan: Panduan Porsi, Jadwal, Tips, dan Menunya

Manfaat Protein Nabati untuk Bayi 

Memberikan protein dari sumber nabati setiap hari dalam menu makan si Kecil membawa banyak manfaat, yaitu:

  • Mendukung pertumbuhan otot & jaringan tubuh.
  • Menambah energi.
  • Melancarkan pencernaan berkat kandungan serat yang tinggi.
  • Memperkuat daya tahan tubuh.
  • Meningkatkan variasi makanan si Kecil sehingga tidak picky eater.

Cara Menyajikan Protein Nabati agar Aman untuk MPASI 

Pada dasarnya, penyajian protein baik nabati maupun hewani sama dengan sumber gizi lainnya, yaitu sebagai berikut:

1. Pilih Metode Masak yang Tepat

Ibu bisa menyajikan MPASI dengan mengukus, merebus, atau memanggangnya. Selanjutnya, Ibu tinggal menyesuaikan tekstur dengan usia si Kecil.

Hindari menggoreng karena bisa mengandung terlalu banyak minyak atau bahkan terlalu kering untuk dikonsumsi si Kecil.

2. Sesuaikan Tekstur dengan Usia

Sesuaikan tekstur makanan dengan usia si Kecil ya, Bu.

  • 6–8 bulan: puree halus
  • 9–11 bulan: mashed, cincang
  • 12 bulan ke atas: finger food

Jangan lupa untuk memvariasikan sumbernya agar si Kecil mengenal banyak tekstur dan rasa.

3. Kombinasikan Prohe + Prona

Saat memasak untuk MPASI, kombinasikan protein hewani dan protein nabati dalam menu makanan si Kecil. Secara porsi, berikan asupan prohe lebih banyak dibanding prona.

Contohnya:

  • Tahu+ayam cincang
  • Tempe+telur
  • Kacang merah+daging sapi

4. Tambahkan Lemak Sehat

Lemak berfungsi untuk menambah kalori saat MPASI sehingga berat badan bayi naik dengan optimal. Berikut tambahan lemak sehat yang bisa Ibu gunakan:

  • Santan
  • Minyak zaitun
  • Keju
  • Unsalted butter

Tanda Bayi Cukup Mendapatkan Protein

Untuk mengetahui apakah protein yang diberikan sudah mencukupi, berikut tanda-tanda yang bisa Ibu lihat pada si Kecil:

  • Berat badan naik stabil sesuai grafik WHO
  • Bayi aktif dan tidak mudah lelah
  • Otot terasa lebih berisi
  • Pola buang air besar dan kecil normal
  • Nafsu makan baik

Oleh sebab itu, penting untuk memasukkan protein hewani dan nabati ke dalam MPASI si Kecil agar tumbuh kembangnya dapat optimal.

Untuk memastikan apakah pertumbuhan si Kecil sesuai dengan standar WHO, Ibu bisa pantau pertambahan panjang dan berat badan si Kecil tiap bulan langsung di BebeJourney

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Segera periksakan si Kecil jika Ia mengalami kondisi berikut:

  • Berat badan bayi tidak naik selama 2 bulan berturut-turut
  • Ada tanda alergi setelah makan kacang-kacangan
  • Bayi menolak MPASI berkepanjangan
  • Gangguan pencernaan (sembelit, diare, sering muntah)

Dokter akan mendiagnosis penyebab pastinya dan melakukan penanganan sesuai kondisi.

Saat mencoba menu MPASI baru, biasanya si Kecil akan mengalami perubahan pada pupnya. Makanya, Ibu sebaiknya cek kesehatan pencernaannya lewat AI Poop Tracker sekarang. Cukup upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan langsung dalam 60 detik untuk dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Team, E. (2021, May 13). Role of protein foods in a healthy diet. Aboutkidshealth.ca; AboutKidsHealth. https://www.aboutkidshealth.ca/role-of-protein-foods-in-a-healthy-diet
  2. ‌Team, E. (2021, May 21). The Difference Between Animal Protein and Plant Protein. WebMD. https://www.webmd.com/diet/difference-between-animal-protein-plant-protein
  3. IDAI | Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). (2018). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi?utm_source=newsletter&utm_medium=email&utm_campaign=idai-newsletter&utm_content=Booklet+Pemberian+Makanan+Pendamping+Air+Susu+Ibu+%28MPASI%29
  4. ‌and, N. (2000, March 3). Complementary feeding: family foods for breastfed children. Who.int; World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/complementary-feeding-family-foods-for-breastfed-children
  5. ‌Team, E. (2025). 13 Signs Your Kid Is Not Eating Enough. Parents. https://www.parents.com/signs-your-kid-is-not-eating-enough-11695714
  6. ‌Team, E. (2020, December). Foods to avoid giving babies and young children. Nhs.uk. https://www.nhs.uk/baby/weaning-and-feeding/foods-to-avoid-giving-babies-and-young-children/
  7. ‌Team, E. (2025). Peas for Babies - First Foods for Baby - Solid Starts. Solidstarts.com. https://solidstarts.com/foods/peas-garden/?hcUrl=%2Fen-US
  8. ‌Team, E. (2025). Tempeh for Babies - First Foods for Baby - Solid Starts. Solidstarts.com. https://solidstarts.com/foods/tempeh/?hcUrl=%2Fen-US
  9. ‌CDC. (2024, December 16). Frequently Asked Questions (FAQs). Infant and Toddler Nutrition. https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/faqs/index.html
  10. Sapna Langyan, Pranjal Yadava, Khan, F. N., Dar, Z. A., Singh, R., & Kumar, A. (2022). Sustaining Protein Nutrition Through Plant-Based Foods. Frontiers in Nutrition, 8, 772573–772573. https://doi.org/10.3389/fnut.2021.772573
  11. ‌Hertzler, S. R., Lieblein-Boff, J. C., Weiler, M., & Allgeier, C. (2020). Plant Proteins: Assessing Their Nutritional Quality and Effects on Health and Physical Function. Nutrients, 12(12), 3704–3704. https://doi.org/10.3390/nu12123704
  12. Team, E. (2025). 13 Signs Your Kid Is Not Eating Enough. Parents. https://www.parents.com/signs-your-kid-is-not-eating-enough-11695714


Artikel Terkait