Jadwal MPASI Bayi 6–24 Bulan: Panduan Jam Makan dan Frekuensi Sesuai Usia
Jadwal pemberian MPASI harus memperhatikan waktu, tekstur dan porsi MPASI sesuai usia. Supaya optimal, terapkan feeding rules, hindari distraksi saat makan, batasi waktu makan tidak lebih dari 30 menit.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 03 Februari 2022
Diperbarui: 10 September 2026
Jadwal pemberian MPASI yang tepat bantu bayi memenuhi kebutuhan gizi sekaligus membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini. Selain memperhatikan jenis makanan, Ibu juga perlu menyesuaikan jam makan, frekuensi, tekstur, dan porsi MPASI sesuai usia agar proses belajar makan berlangsung optimal.
Kapan Bayi Boleh Mulai MPASI?
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi boleh mulai MPASI (makanan pendamping ASI) saat memasuki usia 6 bulan. Pada usia ini, sistem pencernaan bayi sudah siap mengolah makanan selain ASI.
Tanda kesiapan lain yang perlu Ibu perhatikan adalah bayi bisa duduk dengan kepala tegak, menunjukkan ketertarikan pada makanan, dan hilangnya refleks menjulurkan lidah.
Meski fase MPASI sudah dimulai, ASI tetap menjadi sumber nutrisi utama hingga usia 12 bulan dan dapat dilanjutkan sampai 2 tahun.
Baca Juga: Kapan Bayi Siap Makan MPASI?
Mengapa Jadwal Pemberian MPASI Penting?
Jadwal pemberian MPASI sangat penting untuk bantu si Kecil beradaptasi dari ASI eksklusif menuju makanan padat tanpa mengganggu pencernaannya.
Rutinitas makan yang konsisten membentuk ritme lapar-kenyang pada bayi sejak dini. Ia akan mengerti kapan lapar dan harus makan, atau kapan kenyang sehingga harus berhenti makan.
Pola ini juga dukung penerapan responsive feeding, yaitu memberi makan sesuai sinyal lapar dan kenyang bayi, bukan berdasarkan paksaan.
Selain itu, jadwal makan yang tepat bantu penuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian terutama zat besi bayi yang tidak lagi bisa dicukupi ASI saja setelah usia 6 bulan. Rutinitas ini pun turut dukung pola tidur bayi karena rasa kenyang dan lapar menjadi lebih terprediksi.
Ringkasan Jadwal Pemberian MPASI Berdasarkan Usia
Berikut ringkasan frekuensi MPASI, camilan, dan ASI berdasarkan rekomendasi IDAI sesuai tahap usia.
|
Usia |
MPASI |
Snack |
ASI |
|
6–8 bulan |
2–3 kali |
1–2 kali |
Sesuai kebutuhan |
|
9–11 bulan |
3–4 kali |
1–2 kali |
2–3 kali |
|
12–24 bulan |
3 kali makan utama |
2 kali makan utama |
ASI / susu lanjutan |
Jadwal Makan Bayi 6-8 Bulan
Di usia 6–8 bulan, MPASI diberikan dengan tekstur cair dan halus seperti puree atau bubur saring. Porsi makan dimulai dari 2–3 sendok makan setiap kali makan dan dinaikkan bertahap sesuai toleransi bayi.
Bagi bayi yang berusia 6 bulan alias baru mulai belajar makan MPASI, tujuan utama tahap ini bukan mengejar jumlah, melainkan melatih bayi mengenal rasa dan tekstur makanan baru.
IDAI merekomendasikan bayi usia 6–8 bulan diberi makanan pendamping sebanyak 2–3 kali sehari, ditambah camilan sebanyak 1–2 kali sehari.
Baca Juga: Tanda Bayi Belum Siap MPASI: Ciri yang Harus Tahu
Contoh Jadwal MPASI Bayi 6–8 Bulan
Jika si Kecil terbiasa bangun sekitar pukul 6 pagi, berikut panduan jadwal pemberian MPASI bayi 6–8 bulan bulan yang baru mulai belajar makan.
|
Jam |
Menu |
|
06.00 |
ASI setelah bangun tidur |
|
08.00 |
Sarapan dengan MPASI tekstur cair dan lumat |
|
10.00 |
ASI atau selingan puree buah |
|
12.00 |
MPASI siang |
|
14.00 |
ASI |
|
16.00 |
Makanan selingan |
|
18.00 |
MPASI malam |
|
20.00–22.00 |
ASI sesuai kebutuhan |
Jadwal MPASI Bayi Usia 9-11 Bulan
Memasuki usia 9 bulan, tekstur MPASI naik level dari puree menjadi makanan cincang kasar (minced/chopped) atau finger food.
Tahap ini juga menjadi saat yang tepat untuk memperkenalkan self-feeding, yaitu membiarkan bayi coba makan sendiri menggunakan tangan. Latihan ini melatih koordinasi motorik sekaligus kemandirian makan si Kecil.
IDAI merekomendasikan frekuensi makan 3–4 kali sehari untuk bayi usia 9–11 bulan, ditambah 1–2 kali camilan per hari.
Contoh Jadwal MPASI Bayi 9-11 Bulan
Di usia ini, jadwal pemberian MPASI masih mirip-mirip dengan bulan sebelumnya agar si Kecil tidak kaget dan kewalahan mengalami banyak perubahan baru dalam satu waktu.
Namun, tetap ada beberapa perbedaan yang perlu diperhatikan. Simak rekomendasi jadwal pemberian MPASI bayi 9–11 bulan di bawah ini.
|
Jam |
Menu |
|
06.00 |
ASI setelah bangun tidur |
|
08.00 |
Sarapan dengan MPASI cincang atau finger food |
|
10.00 |
ASI atau makanan selingan, misalnya buah yang sudah dicincang kasar dan berukuran kecil |
|
12.00 |
MPASI siang dengan tekstur dicincang halus, kasar, maupun finger food |
|
14.00 |
ASI |
|
16.00 |
Makanan selingan, misalnya buah yang sudah dicincang kasar dan berukuran kecil |
|
18.00 |
MPASI malam dengan tekstur dicincang halus, kasar, maupun finger food |
|
20.00–22.00 |
ASI sesuai kebutuhan |
Jadwal Makan Bayi 12-24 Bulan
Mulai usia 12 bulan, anak umumnya makan 3–4 kali makan besar dan 1–2 kali camilan per hari. Ia juga idealnya sudah bisa makan menu yang sama dengan keluarga dengan tekstur yang disesuaikan.
Makan bersama keluarga pada jam yang sama membantu anak belajar meniru kebiasaan makan yang baik dari orang di sekitarnya.
Pemberian susu di tahap ini berfungsi sebagai pelengkap, bukan pengganti makan utama. Oleh karena itu, porsi susu perlu dibatasi agar tidak mengurangi nafsu makan anak.
Selain memperhatikan asupan nutrisi, penting juga pantau respons pencernaan bayi. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk bantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup dengan upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa coba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Bagaimana Mengatur Jadwal ASI dan MPASI?
ASI tetap menjadi bagian penting dari pola makan bayi meskipun sudah mulai MPASI. Namun, pengaturannya perlu disesuaikan agar bayi tetap memiliki nafsu makan saat waktu makan tiba.
Pada awal MPASI usia 6 bulan, ASI diberikan terlebih dahulu sesuai kebutuhan bayi. Setelah mulai terbiasa makan, MPASI bisa diberikan pada jam makan, kemudian dilanjutkan dengan ASI sekitar 1–2 jam setelah makan.
Memberikan ASI terlalu dekat sebelum waktu makan dapat membuat bayi cepat kenyang sehingga hanya makan sedikit. Beri jeda yang cukup agar bayi datang ke waktu makan dalam kondisi lapar.
ASI malam tetap boleh diberikan terutama pada bayi di bawah 12 bulan yang masih membutuhkannya. Seiring waktu, frekuensi menyusu malam umumnya akan berkurang secara bertahap.
Baca Juga: Cara Memperkenalkan Makanan Pertama pada Bayi agar si Kecil Mau Makan
Berapa Kali Bayi Harus Makan MPASI dalam Sehari?
Frekuensi makan MPASI meningkat secara bertahap seiring bertambahnya usia dan kapasitas lambung bayi.
Pada usia 6 bulan, bayi baru mulai belajar makan sehingga cukup diberi MPASI 1–2 kali sehari sebagai perkenalan. Tambahkan 1–2 kali camilan bila bayi sudah terbiasa makan.
Pada usia 7–8 bulan, frekuensi makan tetap 2–3 kali sehari, disertai 1–2 kali camilan bergizi. Usia 9–11 bulan idealnya sudah mencapai 3–4 kali makan utama ditambah camilan.
Setelah usia 12 bulan, anak makan 3 kali makan utama dan 2 kali camilan mengikuti pola makan keluarga.
Tips Mengatur Jadwal MPASI agar Konsisten
Konsistensi adalah kunci utama keberhasilan jadwal pemberian MPASI bayi. Ibu sebaiknya beri si Kecil makan saat ia lapar dan berhenti saat ia kenyang. Selain itu, lakukan tips berikut.
1. Terapkan Responsive Feeding
Perhatikan tanda lapar seperti bayi mencondongkan badan ke makanan, dan tanda kenyang seperti melepeh atau memalingkan wajah.
Hentikan pemberian makan tanpa memaksa saat bayi menunjukkan tanda kenyang.
2. Ikuti Feeding Rules
Tetapkan jadwal makan utama dan camilan pada jam yang sama setiap hari sebagai feeding rules. Batasi waktu makan maksimal 30 menit per sesi agar bayi tidak terbiasa makan berlama-lama tanpa fokus.
Ciptakan pula suasana makan yang tenang, menyenangkan, dan penuh interaksi. Dudukkan bayi saat makan serta ajak berkomunikasi agar waktu makan menjadi pengalaman positif.
3. Hindari Ngemil Terlalu Dekat Jam Makan
Snack yang diberikan terlalu dekat waktu makan dapat membuat bayi kenyang lebih dulu. Jadi, berikan camilan sekitar 2–3 jam setelah makan utama ya, Bu.
4. Hindari Distraksi Saat Makan
Usahakan untuk mematikan televisi, gawai, atau mainan selama waktu makan. Ajak bayi mengobrol dan lakukan kontak mata agar ia lebih fokus mengenali rasa lapar dan kenyangnya sendiri.
5. Pertahankan Waktu Makan Sekitar 20–30 Menit
Bila bayi belum mau makan setelah sekitar 30 menit, akhiri sesi makan tanpa memaksa. Ibu dapat mencoba kembali pada jadwal makan berikutnya.
Baca Juga: Manfaat dan Cara Melakukan BLW (Baby Led Weaning)
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengatur Jadwal MPASI
Beberapa kesalahan berikut sering dilakukan tanpa disadari saat menerapkan jadwal pemberian MPASI.
- Memberikan camilan terlalu dekat waktu makan.
- Memberikan susu terlalu banyak sebelum makan.
- Memaksa bayi menghabiskan makanan.
- Jadwal makan berubah setiap hari.
- Waktu makan lebih dari 30 menit.
Nah, sekarang Ibu sudah paham ‘kan mengenai jadwal pemberian MPASI sesuai usia si Kecil? Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!
Penting diingat kebutuhan gizi anak terus berkembang, Bu. Bergabung sebagai member Bebeclub untuk mendapatkan insight nutrisi, tips makan seimbang, dan edukasi berbasis ahli.
_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
