8 Cara Stimulasi Agar Bayi Cepat Duduk dan Merangkak

Terlalu sering menaruh si Kecil di baby walker sebetulnya kurang tepat jika ingin bayi cepat belajar duduk dan merangkak, lho, Bu!

Ditulis oleh : Tim Penulis

Ditinjau oleh : Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK

4 min
10 Jan 2024
Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK
Stimulasi agar bayi cepat duduk dan merangkak


Jika usia si Kecil sudah cukup besar, ini saatnya untuk Ibu memberikan berbagai stimulasi agar bayi cepat duduk dan merangkak. Sebab, bayi diharapkan sudah mampu duduk sendiri tanpa dibantu di rentang usia 6-9 bulan. Dan di usia ini juga, bayi idealnya sudah mulai belajar merangkak.

Jadi, keterampilan bayi untuk duduk dan merangkak sangat bisa dilatih secara serentak, kok. 

Lalu, bagaimana saja caranya? Yuk, simak artikel ini selengkapnya, Bu!

Cara Stimulasi agar Bayi Cepat Duduk dan Merangkak

Setiap keterampilan motorik bayi idealnya berkembang secara bertahap mengikuti usia dan kesiapan si Kecil. Meski begitu, Ibu sangat boleh mendampingi bayi dalam prosesnya supaya ia bisa lebih berani belajar dan mengeksplorasi kemampuannya sendiri.

Lalu, apa saja cara yang bisa Ibu lakukan untuk stimulasi agar bayi cepat duduk dan merangkak? Berikut ini beberapa tipsnya: 

1. Sering-Sering Tummy Time

Ada banyak manfaat yang bisa si Kecil dapat dari sering-sering ditengkurapkan alias tummy time. Sebab, tummy time adalah fondasi pertama untuk bayi bisa berlatih bangun ke posisi duduk dari tengkurap.

Umumnya, bayi bisa tengkurap dari posisi berbaring telentang di usia 4 bulan. Nah, lambat laun si Kecil akan mengembangkan kekuatan otot-otot badannya untuk bisa mengangkat tubuh bagian atasnya dan menopang punggungnya untuk berubah ke posisi duduk duduk, serta merangkak menggunakan tumpuan lengan dan kakinya.

Latihlah bayi tengkurap di permukaan yang rata, misalnya di lantai yang beralas selimut empuk. Posisikan si Kecil dengan kepalanya membelakangi badan Ibu.

Tengkurapkan si Kecil selama 10-15 menit sambil coba sesekali pancing dengan mainan kerincing (rattle) untuk menarik perhatiannya. Ibu juga bisa mengajaknya berbicara atau bernyanyi untuk memancingnya berbalik menghadap Ibu. 

2. Sering-Sering Ajak Bermain

Bayi biasanya mulai belajar duduk di usia sekitar 4 bulan sampai 6 bulan ketika ia sudah bisa tengkurap, berguling, dan menahan kepalanya dengan tegak.

Nah, salah satu cara stimulasi agar bayi cepat duduk dan merangkak sendiri adalah dengan mengajaknya bermain di lantai. Misalnya, meletakkan mainan di lantai lalu angkat sehingga bayi terpancing untuk mendongakkan kepala mengikuti gerakan tangan Ibu.

Ibu juga bisa mengajak si Kecil bermain gelembung sabun untuk membuatnya lebih sering mendongakkan atau menolehkan kepalanya ke berbagai arah. Cara ini sekaligus bisa sebagai sensory play untuk melatih bayi mengasah keterampilan sensorinya. 

Cara lainnya, minta ayah atau kakak duduk sedikit jauh dari jangkauan bayi dan minta ia merangkak ke arahnya secara perlahan.

Baca Juga: Stimulasi Rasa Ingin Tahu Si Kecil

3. Ajak Si Kecil Meraih Mainan

Pada dasarnya, bayi punya insting untuk terus bergerak. Nah Ayah dan Ibu bisa manfaatkan keinginannya ini sebagai stimulasi agar bayi cepat duduk dan merangkak.

Caranya, coba letakkan mainan yang menarik, dalam jangkauan bayi yang sedang tengkurap untuk membantunya belajar meraih mainannya dengan merangkak.

Ibu juga bisa meletakkan cermin di hadapan bayi. Ketika ia melihat pantulannya sendiri di cermin, bayi akan termotivasi untuk bergerak merangkak maju menuju objek yang dilihatnya. 

4. Contohkan Cara Duduk dan Merangkak

Si Kecil mungkin akan lebih cepat belajar duduk dan merangkak jika Ibu atau kakaknya ikut berbaring tengkurap bersama selama tummy time.

Faktanya adalah, meskipun si Kecil melihat mainan favoritnya dalam jarak beberapa meter, ia mungkin belum tahu bagaimana cara mengubah posisi dari tengkurap ke duduk dan merangkak.

Namun jika Ibu atau si Kakak menunjukkan bagaimana caranya, si Kecil mungkin akan meniru gerakan Anda dan mencoba duduk dan merangkak menuju objek tersebut.

5. Kurangi Waktu di Kursi Bayi atau Baby Bouncer

Menaruh anak duduk di kursi bayi, baby walker, atau baby bouncer kurang tepat sebagai stimulasi agar bayi cepat duduk dan merangkak, Bu.

Justru, bayi harus lebih sering dibiarkan beraktivitas di lantai. Bayi yang jarang menghabiskan waktu di lantai mungkin akan lebih lama untuk bisa merangkak. Sebab, penggunaan alat batu seperti kursi atau baby walker hanya akan mengurung bayi dan membatasi jiwa eksplorasinya.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), baby walker bahkan berisiko memperlambat perkembangan motorik dan menghambat perkembangan tulang belakang sehingga dapat memengaruhi postur tubuh bayi. 

Selain itu, jika tidak dalam pengawasan orangtua, bayi bisa saja tidak sengaja terbalik atau terjatuh dari tangga sehingga justru mengakibatkan cedera pada bayi.

Maka dari itu, alangkah baiknya Ibu membiarkan bayi bermain lebih lama di lantai agar ia bereksplorasi dan mau bergerak.

Baca Juga: 14 Aktivitas Stimulasi yang tepat untuk Bayi 4 Bulan

6. Sediakan Ruang Nyaman dan Luas untuk Bergerak

Apapun cara yang Ibu lakukan sebagai stimulasi agar bayi cepat duduk dan merangkak tidak bisa efektif jika ruang bergeraknya terlalu sempit.

Si Kecil jadi terasa terkungkung” dan tidak bebas mengeksplorasi rentang geraknya jika ruang bermainnya terbatas. 

Ibu dapat menyediakan area khusus di lantai yang dapat dijelajahi bayi dengan aman sebagai tempat berlatih duduk dan merangkak. 

Jauhi buah hati dari barang-barang yang berpotensi membahayakan, seperti meja kaca dan perabotan rumah tangga lainnya. 

Lantai yang tidak dilapisi karpet tebal biasanya akan membantu bayi lebih mudah bergerak maju. Namun agar aman dan meminimalisir risiko terbentuk lantai, Ibu bisa lapisi dengan baby playmat yang lunak dan lembut agar bayi bisa bergerak bebas.

7. Latih Bayi Duduk dengan Penyangga

Pada usia 4 bulan, sangat normal jika bayi belum bisa duduk sendiri dengan sempurna. Sebab, bayi masih membutuhkan latihan untuk memperkuat otot lehernya. Beberapa bayi juga masih harus duduk dengan cara ditopang. 

Maka itu, Ibu bisa melatih Si Kecil agar bisa duduk sendiri. Mula-mula, cobalah dudukkan Si Kecil di kursi dengan sandaran, atau duduk di lantai beralaskan selimut dengan bantal sebagai penyangganya agar ia tidak jatuh ke belakang. 

Bila Si Kecil sudah bisa duduk tegak, pegang badannya. Jika ia bisa duduk tegak, dudukkan Si Kecil di tempat tidur, atau lantai beralaskan selimut tanpa menggunakan sandaran.

Setelah itu, Ibu bisa melatih bayi merangkak dengan menyeimbangkan posisi duduk bayi. Dudukkan bayi, kemudian tempatkan mainannya di sekitar bayi tetapi di luar jangkauan bayi sehingga bayi akan mencoba meraih mainan tersebut.

Baca Juga: Normalkah Bayi 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap?

8. Puji Langkah Pertamanya

Apabila bayi belum menguasai kemampuan motorik dasar ini, tidak perlu cemas ya, Bu. Setiap anak pasti memiliki kemampuan yang unik.

Dalam waktu dekat, bayi Ibu akan segera menguasai milestone baru ini seiring pertumbuhan dan kesiapannya.

Jadi, Ibu jangan pernah lelah menyemangati dan memuji si Kecil agar ia semakin percaya diri dan senang untuk belajar bergerak.

Nah, itulah berbagai cara stimulasi agar bayi cepat duduk dan merangkak yang bisa Ibu lakukan di rumah.

Jangan lupa terus pantau tumbuh kembang Si Kecil lewat BebeJourney. Di sini ada berbagai fitur edukatif dan menarik untuk mendukung si Kecil tumbuh hebat sampai ulang tahun pertamanya nanti!

 


Referensi tambahan:

  1. Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/signs-baby-will-walk-soon. Diakses pada 22 Agustus 2022.
     

  2. Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/teaching-baby-to-crawl#Whats-involved-in-learning-to-crawl?. Diakses pada 22 Agustus 2022.
     

  3. American Academy of Pediatrics. https://publications.aap.org/pediatrics/article/142/4/e20174332/37420/Infant-Walker-Related-Injuries-in-the-United. Diakses pada 22 Agustus 2022.
     

  4. Parents. https://www.parents.com/baby/development/walking/help-baby-learn-to-walk/. Diakses pada 22 Agustus 2022.
     

  5. Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/learning-to-walk#learn. Diakses pada 22 Agustus 2022

 



 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait