Umur Berapa Bayi Bisa Duduk? Ini Tahapan dan Cara Melatihnya
Umur berapa bayi bisa duduk berbeda-beda tergantung kemampuan motorik, berat badan, dan stimulasinya. Ibu bisa sering membiasakannya tummy time agar si Kecil cepat duduk!
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
Diterbitkan: 10 Januari 2023
Diperbarui: 28 Januari 2026
Duduk adalah salah satu kemampuan penting agar bayi bisa mulai belajar makan, berdiri, dan berjalan. Mari cari tahu umur berapa bayi bisa duduk, tahapan, hingga cara melatihnya!
Di Usia Berapa Bayi Bisa Duduk?
Bayi mulai belajar duduk pertama kali di usia 3-4 bulan. Lalu pada usia 5-6 bulan, otot badannya semakin kuat sehingga ia mulai menguasai cara duduk sendiri meski masih dengan bantuan Ibu.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, bayi sudah bisa duduk sendiri tanpa bantuan di atas usia 6 bulan. Umumnya bayi akan duduk mandiri pada usia 9 bulan.
Namun, perlu diingat juga bahwa umur berapa bayi bisa duduk mungkin berbeda tergantung kecepatan belajar dan tahapan perkembangan motorik bayi.
Tahapan Bayi Belajar Duduk per Usia
Penting untuk memahami umur berapa bayi bisa duduk agar Ibu dapat memberikan stimulasi yang tepat sesuai usianya. Berikut ini tahapan-tahapannya:
1. Usia 1-4 bulan
Saat bayi berusia 1-2 bulan, kemampuan mengontrol kepala saat tengkurap semakin baik. Ia bisa mengangkat kepala lebih tinggi dan menoleh ke kanan dan ke kiri.
Pada rentang usia 3 hingga 4 bulan, terjadi peningkatan signifikan pada kekuatan otot leher dan kepala bayi.
Kemampuan mengangkat kepala dan tubuh bagian atas saat tengkurap pun mulai terasah dan bayi akan mencoba untuk melakukan gerakan seperti push-up.
Baca Juga: Tahap Perkembangan Bayi 0-12 Bulan yang Harus Diperhatikan
2. Usia 5-8 bulan
Menginjak usia 5 bulan, bayi umumnya sudah mampu mengendalikan kepala dan duduk dengan baik meskipun masih membutuhkan bantuan tangan atau bantal sebagai penyangga.
Barulah umur berapa bayi bisa duduk tanpa bantuan terjadi pada usia 6-8 bulan, meski belum bisa tegak dan terlalu lama.
Sebab, kemampuan menjaga keseimbangan tubuh belum sepenuhnya stabil di usia ini.
3. Usia 9-12 bulan
Usia 9 bulan ke atas biasanya menjadi patokan umum umur berapa bayi bisa duduk sendiri tanpa bantuan atau disandarkan.
Bayi 9 bulan juga sudah bisa berpindah dari posisi duduk ke berdiri. Namun, transisi dari posisi berbaring ke duduk atau sebaliknya masih perlu diasah.
Seringkali, bayi akan kehilangan keseimbangan dan terjatuh saat sedang asik bermain atau ingin meraih sesuatu.
|
Usia |
Kemampuan Motorik yang Berhubungan dengan Duduk |
|
1-2 bulan |
Mengangkat kepala saat tummy time beberapa detik |
|
3-4 bulan |
Kepala stabil, mulai push-up, mulai berusaha duduk |
|
5 bulan |
Duduk dengan bantuan tangan atau bantal |
|
6 bulan |
Duduk beberapa detik tanpa bantuan |
|
7-8 bulan |
Duduk stabil lebih lama tanpa jatuh |
|
9 bulan |
Duduk mandiri tanpa bantuan |
|
10-12 bulan |
Duduk-merangkak-berdiri (transisi posisi lancar) |
Tanda Bayi Siap Belajar Duduk
Setelah mengetahui umur berapa bayi bisa duduk, Ibu juga perlu menyadari tanda bayi siap duduk lain yang mudah dikenali:
- Sudah bisa berguling dan tengkurap sendiri.
- Bisa mengangkat dan menahan kepalanya tetap tegak di atas permukaan lantai saat tengkurap.
- Tangannya bisa menopang badan saat ia tengkurap atau sudah bisa melakukan gerakan seperti push-up.
- Mulai berusaha meraih benda yang ada di dekatnya saat sedang tengkurap.
Jika Ibu ingin memantau pertambahan panjang dan berat badan si Kecil berdasarkan standar WHO, cek sekarang di BebeJourney! Plus, ada fitur AI Poop Tracker untuk bantu Ibu monitor kesehatan pencernaannya serta panduan tumbuh kembang eksklusif yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan Ibu dan si Kecil.
Baca Juga: Kenapa Bayi 7 Bulan Belum Bisa Duduk? Ini Penyebab dan Tips Stimulasinya!
Cara Melatih Bayi Agar Cepat Duduk
Mengetahui umur berapa bayi bisa duduk dan tanda kesiapannya penting agar Ibu bisa mulai melatih kemampuan si Kecil. Nah, Ibu bisa lakukan cara melatih bayi untuk duduk di bawah ini!
1. Rutin Tummy Time
Salah satu cara yang bisa Ibu lakukan untuk melatih bayi duduk adalah dengan rutin mengajaknya tummy time.
Seperti yang sudah disebutkan di atas, kemampuan berbaring tengkurap merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki bayi sebelum ia berlatih duduk.
Tengkurap mampu melatih dan menguatkan otot leher untuk menopang beban kepala sambil tetap tegak dalam keadaan duduk.
2. Latih dengan Mainan untuk Merangsang Gerakan Duduk
Cobalah meletakkan mainan favorit si Kecil di dekatnya untuk pelan-pelan memancingnya meraih mainan tersebut dengan mengubah posisi dari tengkurap ke duduk.
Ibu bisa menyediakan mainan kerincing, bola, mainan bergerak, atau mainan dengan warna yang mencolok agar si Kecil tertarik untuk duduk bahkan merangkak.
Memancing perhatian bayi sambil berbaring tengkurap dapat membantu memperkuat otot-otot leher, bahu, dan punggungnya.
3. Bantu Duduk dengan Bantal atau Tangan
Salah satu cara efektif melatih bayi untuk duduk adalah dengan memberikan dukungan pada tubuhnya. Ibu bisa menggunakan bantal atau tangan untuk menopang tubuh bayi saat duduk.
Ketika ia sudah terbiasa, Ibu bisa mulai pelan-pelan kurangi bantuan sanggahannya supaya ia bisa latihan duduk sendiri.
4. Dudukkan Bayi di Pangkuan
Selain mendudukkan si Kecil dengan ditopang oleh bantal atau tangan, membiasakan bayi duduk di pangkuan sambil disandarkan pada tubuh Ibu juga sangat membantu.
Ibu bisa sambil membacakan buku cerita yang menarik, menyanyikan lagu, atau mengajarkan tepuk tangan agar si Kecil menikmati setiap detik momen ini bersama Ibu.
Baca Juga: 10 Cara Stimulasi Bayi 8 Bulan yang Tepat dan Edukatif
5. Latihan Duduk di Lantai
Ketika bayi sudah bisa berguling dan tengkurap, coba ajak ia bermain di lantai untuk melatihnya belajar duduk sendiri.
Sebelum itu, pastikan Ibu melapisi lantai dengan matras lembut atau baby mat yang empuk. Tujuannya adalah untuk menjaga keamanan bayi dan mencegahnya terantuk permukaan keras.
Sembari menemaninya bermain di lantai, Ibu juga bisa ikut menemaninya duduk lesehan supaya si Kecil makin tertarik untuk coba menggapai Ibu dari posisi tengkurap.
6. Selalu Pantau Agar Tidak Cedera
Ketika mengajari si Kecil agar cepat duduk sendiri, pastikan Ibu selalu memantau dan memperhatikan sekelilingnya.
Jika tubuh si Kecil miring atau bahkan sampai berguling-guling di dekat furnitur berat atau benda berujung runcing, ini bisa meningkatkan risiko cedera dan terbentur.
Jadi, jangan pernah meninggalkan bayi tanpa pengawasan Ibu, termasuk saat ia belajar duduk untuk mencegah risiko cedera atau hal-hal lain yang tidak diinginkan.
7. Hindari Kursi Duduk/Bouncer Terlalu Sering
Di rentang umur berapa pun bayi bisa duduk, sebisa mungkin jangan menempatkan si Kecil terlalu sering di kursi lantai atau bouncer.
Kursi yang diklaim membantu bayi untuk duduk ini justru mencegah bayi melakukan gerakan-gerakan yang diperlukan untuk memperkuat otot-otot tubuhnya.
Bayi perlu belajar duduk sendiri untuk memperkuat otot tubuhnya. Jika otot-otot ini dibiarkan lemah tanpa stimulasi mandiri, ia mungkin kesulitan menyangga tubuh dan belajar duduk jadi tertunda.
Baca Juga: Normalkah Bayi Usia 8 Bulan Belum Bisa Duduk Sendiri?
Faktor yang Mempengaruhi Cepat atau Lambatnya Bayi Duduk
Bayi dengan berat badan lebih besar atau lahir prematur mungkin butuh waktu lebih lama untuk menguatkan otot tubuhnya, sehingga ia lebih lambat untuk duduk.
Stimulasi yang Ibu berikan juga berpengaruh, seperti sering mengajak bayi bermain sambil tummy time.
Aktivitas ini membantu melatih kekuatan leher, punggung, dan otot inti yang dibutuhkan untuk duduk. Selain itu, temperamen bayi dan kondisi kesehatan tertentu juga berperan.
Jika bayi cenderung hati-hati, kurang aktif, atau memiliki masalah kesehatan, kemampuannya duduk bisa muncul lebih lambat dan perlu dipantau dokter.
Kapan Harus Waspada?
Selain memantau umur berapa bayi bisa duduk, inilah tanda-tanda keterlambatan perkembangan yang seharusnya Ibu waspadai:
- Belum bisa duduk sendiri pada usia 9 bulan.
- Tidak memiliki kontrol kepala yang kuat.
- Bayi tidak tampak meraih atau memasukkan benda ke mulut.
- Ototnya terlihat terlalu tegang atau kaku.
- Si Kecil hanya menggunakan satu tangan untuk meraih benda.
Jika Ibu butuh saran atau punya pertanyaan seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi anak, yuk langsung hubungi BebeCare.
Tim careline kami terdiri dari para ahli berlatar belakang keperawatan dan pendidikan gizi yang siap menjadi teman berbagi dan sumber informasi terpercaya untuk Ibu, 24 jam gratis tanpa perlu buat janji!
