nutrisi-pada-anak-saat-makan

Penuhi Nutrisi pada Anak untuk Dukung 7 Kehebatan Lengkapnya

detail-fb detail-wa detail-twitter

Menyaksikan tumbuh kembang si Kecil setiap harinya seperti momen ajaib ya, Bu? Jika diperhatikan, pertumbuhannya sangat pesat terutama di 5 tahun pertamanya. Ada saja hal hebat yang mungkin Ibu temukan setiap hari, seperti pertanyaan-pertanyaan cerdas yang bertambah, hingga gerakannya yang semakin lincah. Nah, untuk mendukung kehebatannya, pasti diperlukan asupan nutrisi yang cukup.

Namun ternyata pemenuhan nutrisi saja tidaklah cukup, Bu, karena tetap harus dipastikan penyerapannya terjadi secara optimal. Saat nutrisi terpenuhi dan terserap dengan optimal, ada 7 kehebatan yang bisa si Kecil dapatkan agar dia memiliki kehebatan lengkap. Misalnya saja kemampuan kognitifnya yang lebih tajam, hingga mood-nya yang lebih baik. Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang 7 kehebatan lengkap tersebut.

7 Kehebatan Lengkap ketika si Kecil Tumbuh Optimal

Sebelum melangkah lebih jauh tentang pemenuhan nutrisi, berikut adalah 7 kehebatan lengkap yang bisa si Kecil dapatkan jika mengonsumsi nutrisi yang tepat.

1. Pencernaan Lancar

Sistem pencernaan memegang peranan yang sangat penting bagi tumbuh kembang si Kecil karena akan memberikan banyak kebaikan tak hanya untuk perut , tapi juga seluruh organ tubuhnya.  Ketika makanan tercerna dengan baik, nutrisinya akan mengalir ke seluruh tubuh. Sementara zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh akan dikeluarkan1. Dengan begitu, si Kecil akan terhindar dari beragam penyakit seperti diare atau sembelit.

2. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Di dalam usus ada triliunan mikroba yang beragam jenisnya, Bu. Salah satunya adalah bakteri yang jumlahnya sekitar 300-500 spesies2. Banyak sekali ya, Bu? Namun, tak semua bakteri itu jahat, kok. Ada banyak bakteri baik yang memiliki peran seperti ‘barisan tentara’ dalam melawan bakteri jahat.

Nah, saluran cerna disebut sehat saat jumlah bakteri baiknya cukup, Bu. Karena, mereka memberikan sejumlah manfaat untuk tubuh, seperti melindungi dari racun dan membantu penyerapan nutrisi dari makanan3.

3. Penyerapan Nutrisi Lebih Baik

Ada beberapa mikronutrisi seperti vitamin B12, vitamin K, dan asam folat yang tidak bisa dicerna langsung oleh tubuh manusia. Namun, berkat bantuan mikroba dalam usus, mereka dapat terserap dengan baik, lho. Bahkan, mikroba dalam usus juga memproses zat-zat yang sulit dicerna menjadi makanan untuk mereka sendiri1. Maka dari itu, usus yang sehat dapat membantu penyerapan nutrisi dengan lebih optimal

4. Tumbuh Kembang yang Lebih Baik

Tentu Ibu ingin si Kecil tumbuh dengan baik, ya? Perkembangan optimal bisa dimulai dari kesehatan cernanya, Bu. Ketika nutrisi terserap dengan baik, zat-zat yang dibutuhkan oleh seluruh organ tubuh dapat terpenuhi. Proses metabolisme tubuh juga berjalan dengan lebih lancar.

5. Perkembangan Kognitif Lebih Tajam

Mikroba dalam usus juga bisa berperan terhadap perkembangan otak. Saluran cerna yang baik, dapat berperan penting untuk menghasilkan berbagai neurotransmitter yang mempengaruhi perkembangan otak. Untuk itu, menjaga sistem pencernaan berarti membantu menjaga kemampuan kognisi si Kecil, Bu.

6. Mood Lebih Positif

Tak hanya memengaruhi kognisinya, hubungan antara usus dan otak memiliki manfaat lain, Bu. Bakteri baik dapat mengirimkan sinyal kepada otak yang mempengaruhi mood hingga selera makan si Kecil. Bahkan, mikroba dalam usus ini juga bisa meredakan stres lho4. Jika si Kecil senang, Ibu juga lebih tenang ya?

7. Perlindungan Alami

Tahukah Ibu, ternyata saluran pencernaan adalah organ kekebalan tubuh terbesar. Di dalamnya terdapat 80% sel yang menghasilkan antibodi. Jika diibaratkan, saluran pencernaan bak benteng terdepan dalam menghadapi zat berbahaya seperti kuman, virus dan bakteri5. Penting sekali untuk jaga daya tahan si Kecil terutama di kondisi pandemi ini ya, Bu.

Tips Memenuhi Nutrisi pada Anak

Nah, bagaimana cara mewujudkan 7 Kehebatan Lengkap tadi? Sebagai langkah awal, Ibu bisa mendukung kesehatan cernanya dengan asupan nutrisi yang tepat agar penyerapannya terjadi secara lebih baik. Berikut tips singkatnya:

1. Variasikan Menu Makanan untuk Penuhi Nutrisi Seimbang

Nutrisi yang cukup tidak hanya membuatnya sehat saat ini, tapi juga akan memengaruhi perkembangannya kelak, contoh paling nyata adalah pertumbuhan tinggi badan. Perawakan pendek tak hanya dipengaruhi oleh genetik saja, lho Bu, tapi sebagian besar bisa disebabkan oleh kurangnya nutrisi6.

Apakah Ibu masih ingat slogan “4 sehat 5 sempurna”? Nah, slogan tersebut kini sudah mengalami sedikit penyesuaian. Kementerian Kesehatan RI menganjurkan Prinsip Gizi Seimbang, yakni keberagaman makanan yang mengandung karbohidrat, protein, serat, lemak, vitamin, dan mineral dengan porsi yang tepat. Tentunya, semua nutrisi tersebut tidak bisa didapatkan dalam satu makanan saja7.

Menghadirkan keberagaman makanan yang tersedia dalam satu porsi makan sangatlah penting. Dalam satu piring misalnya, ada karbohidrat yang bisa kita dapatkan dari nasi dan kentang, protein dari telur atau daging sapi, dan sumber serat dari sayuran.

2. Tambahkan Serat untuk Bantu Penyerapan Nutrisi

Selain pemberian menu makanan tinggi gizi, hal lain yang perlu perhatikan adalah penyerapan nutrisi yang optimal pada saluran cerna anak. Diharapkan, dengan saluran cerna yang baik, si Kecil bisa mendapatkan 7 Kehebatan Lengkap tadi. Untuk itu, jangan lupa untuk menambah serat yang cukup pada menu makanannya. Memberikan variasi sayur dan buah adalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan seratnya setiap hari.

Kebaikan serat juga bisa Ibu dapatkan dari segelas Bebelac Gold. Ada tiga kombinasi serat dalam Bebelac Gold yang dapat merangsang pertumbuhan bakteri baik di usus si Kecil, yakni FOS GOS dengan ratio 1:9 yang merupakan serat tidak larut, juga pati jagung yang merupakan serat larut.

Sebagai serat tidak larut, FOS dan GOS memang tidak bisa diserap usus. Namun, justru kedua serat ini dapat difermentasi oleh bakteri baik sehingga menjadi makanan penting untuk mereka8.

Selain itu, Bebelac Gold juga mengandung Omega 3, Omega 6, serta 13 vitamin dan 7 mineral yang membantu si Kecil tumbuh optimal. Bagaimana dengan kandungan gulanya? Nah, Ibu tidak perlu khawatir, karena Bebelac Gold tidak mengandung sukrosa atau gula.

Yuk, berikan Bebelac Gold tiga gelas sehari, untuk mendukung si Kecil mendapatkan 7 Kehebatan Lengkapnya. Penuhi juga kebutuhan nutrisi pada anak dengan seimbang agar ia tumbuh menjadi anak yang hebat!


Referensi

  1. John Wiley and Sons.[2016]. Gut Health in Early Life: Significance of the Gut Microbiota and Nutrition for Development and Future Health. Essential Knowledge Briefing. Diambil dari https://pdfkul.com/gut-health-in-early-life-significance-of-the-gut-_59bc821e1723ddeae8495c3f.html. [Diakses 24 Juni 2021]
  2. Eamonn M. M. Quigley. (2013). Gut Bacteria in Health and Disease. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3983973/. [Accessed April 1, 2020] 
  3. Ardesy Melizah Kurniati. [2016]. Mikrobiota Saluran Cerna: Tinjauan dari Aspek Pemilihan Asupan Makanan. Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.
  4. Lu Liu dan Gang Zhu. (2018). Gut-Brain Axis and Mood Disorder. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5987167/. [Accessed April 1, 2020] 
  5. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2016). Saluran Cerna, Benteng Kesehatan Anak. Diambil dari: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/saluran-cerna-benteng-kesehatan-anak-2. . [Diakses 24 Juni 2021]
  6. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2016). Mencegah Anak Berperawakan Pendek. Diambil dari:https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mencegah-anak-berperawakan-pendek. [Diakses 24 Juni 2021]
  7. Kementerian Kesehatan RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang. Diambil dari http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK%20No.%2041%20ttg%20Pedoman%20Gizi%20Seimbang.pdf [Diakses 24 Juni 2021]  
  8. BingyongMao, et al. (2018). Effects of Different Doses of Fructooligosaccharides (FOS) on the Composition of Mice Fecal Microbiota, Especially the Bifidobacterium Composition. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6115998/ [Diakses 24 November 2020].