Kenali Manfaat Inulin untuk Kesehatan Anak

Pernahkah Ibu mendengar tentang “inulin”? Inulin sebetulnya banyak ditemukan dalam banyak makanan berserat yang sering Ibu dan si Kecil ...

4 min
16 Aug 2023
Anak laki-laki sedang makan

Artikel ini belum diulas

Pernahkah Ibu mendengar tentang “inulin”? Inulin sebetulnya banyak ditemukan dalam banyak makanan berserat yang sering Ibu dan si Kecil konsumsi selama ini. Bahkan inulin juga umum ditambahkan atau difortifikasi dalam susu pertumbuhan yang bagus untuk pencernaan anak.

Yuk, cari tahu lebih lanjut seputar apa itu inulin dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh si Kecil dalam artikel berikut ini!

Apa Itu Inulin?

Inulin adalah jenis serat pangan larut air yang berasal dari beberapa jenis sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. Inulin termasuk dalam kelompok prebiotik, yaitu jenis serat yang dapat merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam usus dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. 

Selain ditemukan secara alami dalam beberapa sumber makanan, inulin juga sering ditambahkan ke produk makanan olahan dengan tujuan:

  • Meningkatkan kandungan prebiotik dalam makanan.

  • Menggantikan lemak dalam makanan.

  • Menggantikan gula dalam makanan.

  • Meningkatkan manfaat kesehatan dari makanan, terutama untuk kesehatan usus anak.

Baca Juga: Apa Itu Serat Pangan dan Manfaatnya untuk Tubuh Si Kecil?

Manfaat Inulin untuk Kesehatan Tubuh Anak

Selain meningkatkan bakteri baik pada usus, masih banyak manfaat lain yang akan didapatkan si Kecil dari konsumsi inulin. Berbagai manfaat inulin untuk kesehatan tubuh anak adalah sebagai berikut:

1. Menjaga Kesehatan Saluran Pencernaan

Tahukah Ibu? Di dalam usus kita terdapat sekitar 15.000 dan 36.000 spesies bakteri. Hanya sebagian kecil bakteri dalam tubuh yang berpotensi membahayakan, sedangkan sisanya merupakan bakteri baik. 

Nah, inulin dapat merangsang beberapa bakteri tersebut untuk tumbuh. Zat ini dapat membantu pencernaan dengan meningkatkan jumlah bakteri baik di usus, terutama bakteri Bifidobacteria dan Lactobacilli.

Bakteri baik ini dapat memberikan banyak manfaat kesehatan, Bu. Di antaranya adalah:

Selain itu, inulin juga dapat menambah jumlah kotoran atau feses dan meningkatkan frekuensi buang air besar. Jadi, mungkin Ibu akan lebih sering buang air besar, tapi tenang saja, Bu, hal ini tidak berbahaya, kok. 

Karena senyawa ini dapat memperlambat pencernaan secara keseluruhan. Hal tersebut yang memungkinkan tubuh anak untuk lebih menyerap nutrisi dari makanan yang dimakan. 

2. Mencegah Sembelit

Konstipasi atau sembelit lebih sering dialami oleh anak-anak usia 2-3 tahun. Saat mengalami sembelit, feses si Kecil akan berbentuk besar dan keras sehingga sangat sakit ketika akan dikeluarkan.

Selain memengaruhi kebiasaan BAB, ternyata sembelit juga dapat membuat nafsu makan si Kecil menurun. Hal tersebut tentu membuat si Kecil merasa sangat tidak nyaman dan bisa mengganggu aktivitas hariannya.

Oleh karena itu, Ibu bisa memberikan asupan inulin dengan seimbang. Menurut sebuah studi, anak yang mengonsumsi makanan mengandung inulin mengalami lebih sering buang air besar dan meningkatkan konsistensi feses. 

3. Membuat Anak Kenyang Lebih Lama

Manfaat inulin berikutnya adalah membuat anak kenyang lebih lama. Hal ini dapat terjadi karena serat bergerak melalui usus si Kecil dalam kondisi utuh dan berlanjut ke usus besar untuk menjadi makanan bagi bakteri di sana. 

Serat memiliki kadar kalori yang rendah, tapi sangat penting untuk kesehatan. Serat dalam senyawa ini bersifat larut, yang berarti larut dalam air. Serat jenis ini dapat larut di perut dan kemudian membentuk zat yang dapat membantu memperlambat pencernaan dan membuat anak kenyang lebih lama. 

4. Menghindari Risiko Obesitas

Bu, konsumsi makanan kaya serat dapat memberikan rasa kenyang lebih lama karena membutuhkan waktu cerna yang lebih lama di dalam lambung. Hal tersebut mengurangi  keinginan si Kecil untuk makan dalam lebih banyak dari porsi seharusnya.

Selain itu, makanan yang kaya serat biasanya mengandung kalori, kadar gula, dan lemak yang rendah sehingga mengurangi risiko obesitas pada anak.  

5. Meningkatkan Penyerapan Mineral Tulang

Ibu mungkin sudah paham bahwa kalsium adalah salah satu nutrisi penting untuk memperkuat tulang dan gigi. Nah, sebuah penelitian yang dimuat pada jurnal Food & Function menemukan bahwa manfaat inulin dapat memungkinkan tubuh untuk menyerap kalsium dengan baik.  

Selain itu menurut US Food and Drug Administration (FDA), sebuah bukti ilmiah yang ada mendukung gagasan bahwa fruktan tipe inulin, dapat bermanfaat bagi kepadatan mineral tulang.

Contoh Makanan yang Mengandung Inulin untuk Anak

Sebetulnya, inulin dapat ditemukan dalam berbagai macam buah-buahan, sayuran, hingga rempah-rempah. Selain itu, masih ada berbagai jenis makanan mengandung inulin untuk anak yang bisa Ibu berikan, di antaranya:

  • Gandum.

  • Asparagus.

  • Daun bawang.

  • Bawang bombay.

  • Bawang putih.

  • Kacang kedelai.

  • Oat. 

  • Pisang. 

Baca Juga: Tips Cegah Gangguan Pencernaan pada Anak

Selain dari makanan sehat dan bergizi di atas, Ibu juga dapat memenuhi kebutuhan inulin si Kecil dengan memberikan susu pertumbuhan terfortifikasi Bebelac Gold sebanyak 3 gelas dalam sehari. 

Bebelac Gold dilengkapi serat lebih tinggi dari kombinasi FOS:GOS 1:9, inulin serta pati jagung yang mendukung kesehatan pencernaan si Kecil (happy tummy). Bebelac Gold juga diperkaya dengan nutrisi optimal lainnya seperti Omega 3, Omega 6, 13 vitamin, 7 mineral serta 0% sukrosa untuk mendukung si Kecil tumbuh dengan 7 kehebatan yang optimal.

Nah, untuk mendukung perut hebat si Kecil, Ibu juga dapat memanfaatkan tools Tummypedia! Dengan tools ini, Ibu dapat memantau kondisi pup si Kecil, mengecek asupan serat dan nutrisi, mendapatkan laporan terperinci serta kesempatan untuk konsultasi dengan dokter atau Bebecare. Terus semangat mendampingi setiap kehebatan si Kecil ya, Bu!


Referensi:

  1. Franziska Spritzler. (2020, April 27). What to know about inulin, a healthful prebiotic. Medicalnewstoday.com; Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318593#what-is-inulin
  2. INULIN: Overview, Uses, Side Effects, Precautions, Interactions, Dosing and Reviews. (2021). Webmd.com. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1048/inulin#:~:text=Inulin%20supplements%20have%20most%20often,best%20for%20a%20specific%20condition.
  3. Verywell. (2019). Inulin Benefits, Uses, and Side Effects. Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/the-health-benefits-of-inulin-4587258
  4. Watson, K. (2015, December 3). Health Benefits of Inulin. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/top-inulin-benefits#sources
  5. Luis Collado Yurrita, San, I., María José Ciudad-Cabañas, María Elisa Calle-Purón, & Marta Hernández Cabría. (2014). Effectiveness of inulin intake on indicators of chronic constipation; a meta-analysis of controlled randomized clinical trials. 30(2), 244–252. https://doi.org/10.3305/nh.2014.30.2.7565
  6. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/777/pengaruh-serat-pangan-dietary-fiber-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait