Ragam Nutrisi Anak agar Pencernaan Si Kecil Baik

Sebagaimana diketahui, sistem pencernaan memiliki fungsi utama mencerna makanan dan menyerap nutrisi. Lebih dari itu, para ilmuwan menye...

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
02 Mar 2022
Ragam Nutrisi Anak - Bebeclub


Sebagaimana diketahui, sistem pencernaan memiliki fungsi utama mencerna makanan dan menyerap nutrisi. Lebih dari itu, para ilmuwan menyebutkan bahwa sistem pencernaan kita juga berperan sebagai pusat komunikasi dengan otak, serta merupakan garda depan pencegahan penyakit, atau bisa disebut sebagai otak kedua1.

Maka, sudah sepatutnya kesehatan otak kedua ini selalu dijaga dengan nutrisi yang tepat. Berikut kebutuhan nutrisi anak yang wajib Ibu tahu dalam membantu menjaga kesehatan saluran cerna di Kecil!

Kebutuhan Nutrisi pada Anak untuk Kesehatan Pencernaannya

Untuk dapat memenuhi semua kebutuhan nutrisi anak, Ibu harus selalu menyiapkan makanan yang bervariasi dalam porsi yang sesuai. Tak ada satu kelompok makanan pun yang dapat memenuhi semua kebutuhan nutrisi tubuh. Untuk itu, selalu konsumsi makanan yang bervariasi menjadi cara untuk menjaga tubuh tetap sehat2.

Khusus untuk kesehatan saluran cerna, ada kelompok makanan yang krusial dan sebaiknya selalu ada dalam tiap porsi makan si Kecil. Apa sajakah itu? Pastinya adalah kelompok makanan dengan kandungan serat yang tinggi. Meskipun tidak mengandung zat gizi dan tidak bisa dicerna di dalam tubuh, asupan serat tak boleh terlupakan dalam diet harian si Kecil, ya, Bu.

Berikut kelompok makanan yang tak hanya mengandung jenis nutrisi untuk anak yang diperlukan untuk menjaga kesehatan secara umum, tapi juga dapat menjaga kesehatan saluran cerna.

1. Starchy Food

Starchy food jika diterjemahkan bebas artinya adalah makanan bertepung. Kelompok makanan ini masuk dalam kategori zat gizi bernama karbohidrat2.  Zat gizi ini merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Namun, untuk mendapatkan manfaat bagi kesehatan pencernaan, pilihlah starchy food yang mengandung karbohidrat kompleks. Meskipun sama-sama karbohidrat, tetapi karbohidrat kompleks memiliki kandungan serat yang lebih tinggi sebagai gizi untuk anak.

Sering dengar tentang FOS (fructo-oligosaccharides) dan GOS (galacto-oligosaccharides), kan, Bu? FOS berasal dari tanaman3, seperti pada ubi-ubian, dan GOS secara alami ada di susu4. Keduanya ini merupakan bagian dari karbohidrat kompleks, jenis oligosakarida, yang ternyata memiliki manfaat lebih istimewa. FOS dan GOS merupakan prebiotik yang menjadi makanan bagi bakteri baik di usus besar si Kecil. Bila bakteri baik tumbuh subur, dan populasinya meningkat, bakteri jahat pun bisa tersingkir.

Baca Juga: 5 Nutrisi Anak yang Perlu Ibu Berikan Agar Ia Tumbuh Optimal, Salah Satunya Zat Besi

2. Sayur dan Buah

Manfaat sayur dan buah sebagai sumber nutrisi anak pasti bukan hal baru bagi Ibu. Kandungan vitamin dan mineral yang ada dalam sayur dan buah sangatlah penting untuk menunjang kesehatan tubuh.  Meskipun termasuk dalam kategori micronutrient atau gizi mikro yang hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil, namun ketidakhadiran salah satu dari vitamin dan mineral dapat berakibat buruk bagi kesehatan.

Selain itu, sayur dan buah juga diperlukan untuk menjaga kesehatan pencernaan karena kaya akan serat pangan (dietary fiber), baik serat larut air (solube fiber) dan serat tak larut air (insoluble fiber). Sebagian besar buah dan beberapa jenis sayuran mengandung serat larut air. Serat larut air akan membentuk gel di usus besar dan memiliki waktu cerna yang lebih lama sehingga dapat memberi rasa kenyang lebih lama. Jenis serat ini juga dapat menjerat lemak dalam usus halus sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah risiko penyakit kardiovaskular2.

Mencukupi Kebutuhan Serat di Kecil

Mungkin Ibu bertanya-tanya, seberapa banyak makanan sumber serat yang perlu diberikan kepada si kecil untuk mencukupi kebutuhan seratnya setiap hari. Kebutuhan nutrisi anak akan serat pada usia 1-3 tahun adalah sebesar 19 gr/hari3. Jumlah ini bisa dibagi ke dalam 3 makanan utama dan 2 snack. Bila dirata-rata, maka sekitar 3-4 gram dalam sekali makan. Sebenarnya, ini bisa dipenuhi dari seporsi sereal dengan susu tinggi serat saat sarapan, serta seporsi sayur ditambah tempe/tahu saat makan siang dan makan malam. Untuk menambah asupan serat di makan utama, Ibu bisa mengganti nasi putih dengan nasi merah, jagung, atau kentang dengan kulitnya.

Untuk snack, susu tinggi serat bisa jadi pilihan. Ibu bisa menemukannya di Bebelac Gold. Susu pertumbuhan untuk anak usia 1-3 tahun ini diperkaya Advansfibre. Kandungan seratnya lebih tinggi (2 gr), serta dilengkapi FOS-GOS dengan rasio 1:9, dan corn starch 1,07%. Ini akan memenuhi asupan serat harian si Kecil. Selain susu, Ibu juga bisa memberi si Kecil buah tinggi serat seperti markisa, alpukat, dan jambu, atau kacang-kacangan seperti kacang hijau.

Nah, sekarang Ibu sudah tahu kan asupan yang bisa disiapkan untuk nutrisi anak di rumah? Dengan nutrisi yang tepat dan lengkap, Ibu akan membantu si Kecil memiliki saluran cerna yang baik (happy tummy), akal yang kreatif (happy brain), dan hati yang besar (happy heart) sehingga ia tumbuh hebat. Temukan tips lain mengenai nutrisi serta kesehatan saluran anak di sini.

 

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. NYU Langone Health. Your Gut Feeling: A Healthier Digestive System Means A Healthier You. Diambil dari: https://med.nyu.edu/medicine/gastro/about-us/Gastroenterology-news-archive/your-gut-feeling-healthier-digestive- system-means-healthier (Diakses 18 Februari 2021)
  1. British Society of Gastroenterology. (2018). Healthy Eating and Digestive System. Diambil dari https://gutscharity.org.uk/wp-content/uploads/2018/11/Guts-UK-Healthy-Eating-and-the-Digestive-System-Leaflet.pdf [Diakses 11 Februari 2021]
  2. Santoso, Agus. (2011). Serat Pangan (Dietary Fiber) dan Manfaatnya bagi Kesehatan. Diambil dari Pinki-A-Serat-dan-manfaatnya-bg-kesehatan-74-129-1-SM.pdf (umri.ac.id) [Diakses 16 Februari 2021]
  3. Sekretariat Jenderal Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Diambil dari: Permenkes No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia [JDIH BPK RI] [Diakses 16 Februari 2021]


Artikel Terkait