7 Manfaat Madu untuk Anak dan Cara Tepat Memberikannya

Madu tidak hanya bermanfaat untuk meredakan batuk anak, tapi juga bagus untuk menjaga kesehatan pencernaan si Kecil asalkan konsumsinya tidak berlebihan.

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
20 Mar 2023
Manfaat madu untuk anak - Bebeclub


Manfaat madu untuk anak selain menjadi pemanis alami pengganti gula, juga bagus untuk menjaga kesehatan pencernaan. Apalagi manfaat madu lainnya?

Manfaat Madu untuk Anak

Anak boleh minum madu saat usianya telah menginjak 1 tahun. Madu termasuk salah satu bahan makanan yang dapat bantu melengkapi kebutuhan gizi harian anak.

1. Sebagai Sumber Energi 

Madu mengandung glukosa dan fruktosa yang mudah diserap tubuh sehingga bisa menyediakan energi tambahan yang lebih tahan lama untuk si Kecil aktif bermain dan belajar.

Selain itu, telah banyak diteliti mengandung asam amino, protein, karbohidrat, vitamin, hingga zat besi yang bantu mencukupi kebutuhan energi tubuh.

2. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Manfaat madu untuk anak juga berasal dari kandungan karbohidrat oligosakarida. Oligosakarida adalah prebiotik yang membantu mendorong pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.

Bakteri baik di dalam usus si Kecil akan mengonsumsi oligosakarida dalam madu, yang kemudian menghasilkan banyak zat bermanfaat, seperti asam lemak rantai pendek (SCFA).

Asam lemak rantai pendek atau SCFA adalah zat yang bekerja langsung mendukung sistem kekebalan tubuh yang berasal dari perut, sekaligus melindungi usus dari peradangan.

Madu juga mengandung FOS (fructo-oligosaccharides) serat nabati yang tidak dapat dicerna untuk mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam pencernaan.

Beberapa penelitian menunjukkan bakteri baik dapat bantu meningkatkan penyerapan mineral tertentu yang biasanya terbuang dari usus kecil selama proses pencernaan.

Baca Juga: Ragam Nutrisi Anak agar Pencernaan Si Kecil Baik

3. Meredakan Nyeri

Sebuah penelitian membuktikan bahwa madu mengandung flavonoid yang merupakan senyawa alami bersifat analgesik (pereda nyeri) dan antiinflamasi (antiradang).

Itu kenapa, memberikan madu untuk dapat membantu cepat mengurangi rasa sakit.

4. Meredakan Batuk

Jika si Kecil sedang batuk, berikan dua sendok teh madu untuk ia minum sebelum tidur. Ibu juga bisa larutkan madu dalam segelas air hangat sebagai obat pereda batuk alami.

Sebuah penelitian menyebutkan, minum dua sendok teh madu bisa meredakan batuk anak di malam hari dan membantunya tidur lebih pulas. 

5. Menjaga Kesehatan Jantung

Manfaat madu untuk anak juga bermanfaat membantu mencegah penyakit jantung. Bagaimana bisa, ya?

Menurut sebuah penelitian, madu bisa menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar lemak darah, dan mengatur detak jantung. Tentunya hal ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung anak.

6. Mempercepat Penyembuhan Luka

Manfaat madu untuk anak ternyata juga dapat mempercepat penyembuhan luka.

Jika si Kecil terjatuh, Ibu bisa mengoleskan madu pada luka si Kecil yang sudah dibersihkan agar cepat kering. 

Madu bisa digunakan untuk membersihkan luka, mengurangi infeksi, mengurangi rasa sakit, serta cepat mempercepat penyembuhan luka.

7. Meningkatkan Nafsu Makan Anak

Sebuah penelitian menyebutkan, madu dapat berperan sebagai zat alami penambah nafsu makan anak berkat rasa manis alaminya.

Bahkan, anak yang minum madu bisa tampak lebih aktif, lincah, dan jarang terkena berbagai macam penyakit. 

Secara keseluruhan, manfaat madu untuk anak madu bisa meningkatkan nafsu makan, menambah berat badan anak, serta menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Bolehkah Anak-Anak Mengonsumsi Madu Setiap Hari?

Madu bisa digunakan sebagai pengganti gula. Madu juga rasanya lebih manis daripada gula.

Jadi, Ibu hanya perlu menambahkan sedikit saja untuk memaniskan makanan agar asupan gula dan kalori anak tidak terlalu berlebihan.

The American Academy of Pediatrics (AAP) membatasi konsumsi madu untuk anak usia 1 tahun ke atas ttidak melebihi dari 25 gram atau. Ini setara dengan 6 sendok teh gula tambahan setiap hari.

Baca Juga: 5 Nutrisi Anak yang Perlu Ibu Berikan Agar Ia Tumbuh Optimal

Cara Memberikan Madu untuk Anak

Madu adalah alternatif pengganti gula yang punya banyak manfaat untuk anak. Akan tetapi, madu tidak boleh diberikan kepada anak di bawah 1 tahun.

Pemberian madu pada anak yang usianya kurang dari 1 tahun dapat berisiko menyebabkan botulisme, keracunan makanan yang diakibatkan oleh spora bakteri botulinum di dalam madu.

Spora bakteri ini bisa berkembang biak di usus, dan menghasilkan racun yang berbahaya untuk anak.

Jika anak sudah berusia 1 tahun ke atas, kenalkan madu secara bertahap untuk mengetahui apakah si Kecil memiliki reaksi alergi pada madu atau tidak. Porsinya juga harus dibatasi karena madu tinggi gula dan kalori.

Berikut ini berbagai cara pemberian madu untuk anak yang bisa jadi alternatif pilihan Ibu.

  • Campurkan yogurt dengan madu agar rasanya enak untuk si Kecil.
  • Apabila si Kecil suka smoothie, Ibu bisa tambahkan madu sebagai alternatif gula.
  • Buat roti panggang dengan olesan madu.
  • Oleskan madu di atas pancake atau waffle buatan Ibu.

Jangan lupa juga, Bu, untuk lengkapi kebutuhan gizi harian anak lewat pemberian susu pertumbuhan yang terfortifikasi, seperti susu Bebelac 3 GroGreat+.

Dukung Awal Semua Kehebatan si Kecil dengan susu Bebelac 3 GroGreat+ yang dilengkapi kandungan FOS:GOS 1:9 yang teruji klinis serta Triple A (DHA, LA, ALA) agar si Kecil tumbuh hebat dengan pencernaan yang sehat (happy tummy), akal kreatif, (happy brain), dan hati yang besar (happy heart)! 

Ibu juga bisa dapatkan lebih banyak lagi informasi tentang kesehatan pencernaan anak, tips parenting, serta informasi lebih lanjut mengenai susu Bebelac untuk mengawali perjalanan hebat si Kecil dengan daftarkan diri di Bebeclub, gratis! Campurkan yogurt dengan madu untuk memberikan rasa yang semakin nikmat.

 


 

Referensi:

  1. Harmiyati Harmiyati, Ariawan Soejoenoes, Sri Wahyuni M, & Soeharyo Hadisaputro. (2017, April 28). The Impact of Honey on Change in Nutritional Status in Children With Poor Nutrition. ResearchGate; Belitung Nursing Journal. https://www.researchgate.net/publication/331212974_THE_IMPACT_OF_HONEY_ON_CHANGE_IN_NUTRITIONAL_STATUS_IN_CHILDREN_WITH_POOR_NUTRITION
  2. HONEY: Overview, Uses, Side Effects, Precautions, Interactions, Dosing and Reviews. (2013). Webmd.com. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-738/honey
  3. IDAI | Tepatkah madu diberikan pada bayi? (2016). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/tepatkah-madu-diberikan-pada-bayi
  4. Miguel, M., Antunes, M., & Faleiro, M. (2017). Honey as a Complementary Medicine. Integrative Medicine Insights, 12, 117863371770286. https://doi.org/10.1177/1178633717702869
  5. ‌WebMD Editorial Contributors. (2020, October 16). Honey: Are There Health Benefits? WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/diet/honey-health-benefits 
  6. ‌WebMD Editorial Contributors. (2021, March 12). When Can a Baby Have Honey? WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/baby/when-can-a-baby-have-honey 
  7. Swati Patwal. (2019, May 29). Honey For Kids: When To Introduce, Benefits And Precautions. MomJunction. https://www.momjunction.com/articles/benefits-of-honey-for-kids_00484064/

 



 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait