Makanan-tinggi-protein-dan-serat

3 Makanan Tinggi Protein dan Serat untuk Tumbuh Kembang Anak

detail-fb detail-wa detail-twitter

Makanan tinggi protein dan serat sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Asupan serat yang tercukupi dapat menurunkan risiko beberapa penyakit, seperti konstipasi dan obesitas, sampai diabetes pada orang dewasa maupun anak-anak1. Asupan tinggi protein pada masa bayi dan anak-anak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan tinggi dan berat badan yang optimal2.

Karena itu, penting sekali untuk menyajikan makanan tinggi protein dan serat dalam menu harian anak. Terutama di bulan Ramadan saat anak mulai belajar berpuasa dan hanya memiliki 2 kali waktu makan dalam sehari. Tentunya Ibu harus menyiapkan makanan yang tepat agar asupan protein dan serat anak dapat terpenuhi melalui menu sahur dan berbuka puasa. Jenis makanan apa yang bisa Ibu pilih? Bagaimana cara mengolah dan menyajikannya? Simak, yuk, Bu!

Makanan Kaya Serat dan Protein

Berdasarkan sifatnya, serat dibagi dalam dua kategori, yaitu serat larut dan serat tak larut air. Serat larut berperan dalam menurunkan kolesterol darah dan menurunkan penyerapan glukosa. Sedangkan serat tak larut berkaitan dengan penyerapan air yang memengaruhi kerja usus.

Buah-buahan, oat, kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang polong, kacang hijau, kedelai dan olahannya, seperti tempe dan tahu, merupakan bahan makanan kaya serat yang baik bagi si Kecil. Selain itu, sayur-sayuran seperti buncis, brokoli, jagung, zucchini, dan sayuran akar seperti ubi jalar, bit, lobak, kentang, wortel juga tak kalah baik sebagai sumber serat3.

Makanan tinggi protein bisa didapat dari telur, daging ayam, susu dan turunannya, termasuk keju dan yoghurt, daging sapi tanpa lemak, semua jenis ikan, udang, dan kacang-kacangan.

Jumlah kebutuhan serat dan protein tiap orang berbeda-beda, Bu, tergantung rentang usianya. Misalnya saja, menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG), anak usia 1-3 tahun sebaiknya memiliki berat badan 13 kg dengan tinggi badan 92 cm. Kebutuhan serat hariannya adalah 19 gram, dan proteinnya 20 gram4.  Jadi, pastikan si Kecil menerima porsi serat dan protein yang tepat setiap harinya, ya, Bu.

 

Sajian Lezat Tinggi Serat dan Protein

Setelah mengetahui sumber bahan makanan tinggi protein dan serat, langkah selanjutnya adalah mengolahnya jadi sajian lezat yang sulit ditolak si Kecil. Berikut beberapa sajian yang bisa Ibu coba di rumah!

 

1. Rolade Tahu

Tahu merupakan salah satu sumber protein yang baik. Agar tak melulu diolah jadi tahu goreng, coba deh bikin rolade tahu yang nilai proteinnya sebesar 11.8 gram. Cara membuatnya relatif praktis, lihat resep rolade tahu ini ya.

Agar lebih menarik, Ibu bisa menata rolade dan brokoli membentuk caterpillar atau ular naga dengan tambahan wortel rebus yang dipotong memanjang sebagai sungut.

2. Es Kopyor Fantasi

Si Kecil sedang belajar puasa? Resep Es Kopyor Fantasi ini cocok diolah menjadi menu berbuka kaya serat dan protein untuk mendukung nutrisinya terpenuhi selama bulan Ramadan. Si Kecil senang, puasa pun semakin semangat.

Warna-warni es kopyor juga akan lebih menarik perhatiannya. Sajikan dalam gelas karakter kesukaan si Kecil agar lebih bersemangat menyantapnya.

3. Kebab Mini

Satu lagi menu Ramadan yang sudah bisa jadi menu favorit si Kecil, yakni kebab mini yang menggunakan tempe panggang sebagai pengganti daging. Satu porsi kebab mini mengandung 3.1 gr serat dan 21 gr protein.

Libatkan si Kecil menyusun isian kebab mini. Ajak dia membuatkan untuk seluruh anggota keluarga. Hal ini akan membuat si Kecil bangga dengan hasil kerjanya dan lebih menghargai makanan tersebut. Minta si Kecil memilih sendiri piring sajiannya. Simak cara membuat kebab mini ini ya.

Praktis dan cepat kan, Bu, cara membuatnya? Ibu juga bisa menambahkan asupan gizi si Kecil dengan memberinya segelas Bebelac Gold yang diformulasikan khusus untuk anak usia 1-5 tahun. Selain mengandung minyak ikan, vitamin dan mineral, susu Bebelac Gold merupakan satu-satunya susu tinggi serat yang  mengandung  FOS GOS 1:9 untuk mendukung kesehatan pencernaan si Kecil.  Semua kebaikan ini dapat melengkapi kebutuhan nutrisi harian si Kecil.

Menyajikan makanan tinggi protein dan serat untuk si Kecil? Siapa takut!


 

  1. Kristen Finn, Emma Jacquier, Brian Kineman, Heidi Storm, Ryan Carvalho. (2019). Nutrient intakes and sources of fiber among children with low and high dietary fiber intake: the 2016 feeding infants and toddlers study (FITS), a cross-sectional survey. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6859612/ [Diakses April 21, 2020]
  2. Agneta Hörnell, Hanna Lagström, Britt Lande, Inga Thorsdottir. (2013). Protein intake from 0 to 18 years of age and its relation to health: a systematic literature review for the 5th Nordic Nutrition Recommendations. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3664059/ [Diakses pada April 21, 2020]
  3. Aelia Akbar; Aparna P. Shreenath. (2020). High Fiber Diet. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559033/ [Diakses April 21, 2020]
  4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019. Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Diambil dari http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf [Diakses April 22, 2020]
Tag