10 Ide Cemilan Tinggi Protein untuk Anak dan Cara Menyajikannya
Cemilan tinggi protein untuk anak membantu mendukung pertumbuhan dan membuat si Kecil kenyang lebih lama. Simak ide resep, kebutuhan protein harian sesuai usia, dan tips memilih camilan bergizi.
Cemilan tinggi protein untuk anak dapat membantu memenuhi kebutuhan protein, mendukung pertumbuhan, dan membuat si Kecil kenyang lebih lama. Pilih bahan bergizi seperti telur, yogurt, tahu, tempe, ikan, atau ayam sebagai camilan praktis di sela waktu makan. Berikan camilan di sela waktu makan, bukan sebagai pengganti makanan utama.
Apa Saja Cemilan Tinggi Protein untuk Anak?
Camilan tidak hanya bisa mengganjal lapar di antara waktu makan utama, tetapi juga merupakan kesempatan untuk menambah asupan protein harian anak.
Ada banyak pilihan camilan sumber protein hewani maupun nabati. Ibu hanya perlu menyesuaikan tekstur dan porsinya dengan usia serta kemampuan makan si Kecil.
|
Camilan |
Sumber Protein |
|
Yogurt + buah |
Yogurt |
|
Egg muffin |
Telur |
|
Roti tawar oles selai kacang |
Kacang |
|
Tahu |
Kedelai |
|
Tempe |
Kedelai |
|
Edamame |
Kedelai |
|
Ikan |
Ikan |
|
Smoothie yogurt |
Yogurt |
|
Keju + roti |
Susu |
|
Ayam suwir + roti |
Ayam |
10 Ide Cemilan Tinggi Protein untuk Anak
Memberikan cemilan untuk anak sebaiknya tetap memperhatikan kandungan gizinya. Berikut ini rekomendasi ide cemilan tinggi protein yang sederhana dan disukai anak-anak:
1. Yogurt dengan Buah
Yogurt, terutama Greek yogurt, bisa menjadi sumber protein dan kalsium untuk anak. Ibu bisa menambahkan buah seperti pisang, stroberi, atau mangga untuk melengkapi camilan dengan rasa dan tekstur yang lebih beragam.
Pilih yogurt plain atau yang rendah gula tambahan (low sugar), lalu sesuaikan teksturnya dengan usia dan kemampuan makan si Kecil. Sebagai gambaran, ¼ cangkir Greek yogurt mengandung sekitar 5 gram protein.
2. Muffin Telur
Muffin telur adalah cemilan praktis yang bisa dibuat dalam jumlah banyak dan disimpan di dalam kulkas.
Ibu bisa membuat muffin telur sendiri di rumah dengan mencampur telur, sayuran cincang, dan keju parut.
Rata-rata satu muffin telur mengandung sekitar 5-8 gram protein. Ibu bisa memasukkan potongan ayam atau daging asap untuk tambahan protein.
3. Sandwich Selai Kacang dan Pisang
Kombinasi roti gandum utuh, selai kacang, dan pisang tidak hanya lezat, tapi juga kaya protein dan serat.
Satu sendok makan selai kacang mengandung sekitar 3 gram protein, sedangkan pisang memberikan tambahan kalium dan vitamin.
Sandwich selai kacang dan pisang juga cocok dijadikan sebagai cemilan tinggi serat.
Perhatikan ya Bu, selai kacang sebaiknya diberikan dalam bentuk yang tidak lengket atau berisiko tersedak, misalnya dioles tipis, bukan sesendok tebal.
Baca Juga: 15 Camilan Anak 1 Tahun: Lezat dan Bergizi
4. Tahu Kukus/Panggang
Selain protein hewani, sumber protein nabati seperti tahu juga bisa menjadi pilihan camilan sederhana yang mengandung protein nabati dari kedelai.
Cara mengolahnya pun mudah, coba kukus atau panggang tahu hingga matang, lalu potong sesuai kemampuan makan anak.
Agar lebih menarik, tahu bisa disajikan bersama saus atau cocolan yang sesuai untuk anak. Hindari menambahkan garam dan bumbu terlalu banyak.
5. Tempe Panggang
Perkenalkan juga anak dengan protein nabati lainnya, yakni tempe, sebagai makanan asli masyarakat Indonesia.
Tempe juga bisa menjadi pilihan camilan yang praktis tanpa perlu diolah menjadi makanan yang rumit.
Ibu bisa memotong tempe menjadi bentuk yang mudah dipegang, lalu memanggangnya hingga matang dan tetap empuk. Sajikan dengan bumbu sederhana dan sesuaikan teksturnya dengan kemampuan makan si Kecil.
6. Edamame
Edamame adalah sumber protein nabati yang bagus. Satu cangkir edamame matang mengandung sekitar 18,5 gram protein.
Untuk membuat edamame panggang, cukup campurkan edamame yang sudah dicairkan dengan sedikit minyak zaitun dan garam, lalu panggang sekitar 30 menit hingga renyah.
Cemilan tinggi protein untuk anak ini juga mengandung serat tinggi yang membantu anak merasa kenyang lebih lama.
7. Stik Ikan
Jika si Kecil suka mengonsumsi makanan laut, stik ikan bisa jadi pilihan cemilan tinggi protein untuk anak yang tepat.
Ikan adalah sumber protein hewani yang juga kaya akan omega-3 untuk dukung perkembangan otak dan kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk sistem pencernaan anak.
Untuk membuatnya, potong memanjang 150 gram fillet ikan menjadi beberapa bagian. Balurkan ke dalam tepung, celupkan ke telur, lalu gulingkan di tepung roti. Goreng hingga berwarna keemasan.
8. Smoothie Yogurt dan Buah
Smoothie yogurt dan buah bisa menjadi camilan yang praktis dan menyegarkan, terlebih kaya protein.
Buah memberikan rasa manis alami, sedangkan penambahan yogurt membuat smoothie menjadi sumber protein dan probiotik yang baik dibandingkan smoothie yang hanya berisi buah.
Mama bisa menggunakan yogurt plain dan buah matang, lalu menghaluskannya hingga teksturnya sesuai. Hindari menambahkan terlalu banyak gula karena rasa manis dari buah sudah dapat memberikan cita rasa pada smoothie.
9. Roti dengan Keju
Si Kecil ingin makan camilan tapi tidak punya banyak waktu untuk menyiapkannya? Coba sajikan roti dengan keju, Bu.
Keju menjadi sumber protein dari susu, sedangkan roti dapat melengkapi camilan dengan sumber karbohidrat.
Ibu bisa pilih roti gandum dan tambahkan irisan buah jika ingin membuat camilan lebih beragam.
10. Ayam Suwir dengan Roti
Bukan hanya diolah jadi menu makanan utama, ayam suwir bisa menjadi alternatif camilan dengan protein hewani yang lebih mengenyangkan. Ibu bisa menyajikannya bersama roti untuk membuat camilan sederhana yang mudah disiapkan.
Pastikan ayam dimasak hingga matang dan disuwir menjadi potongan kecil yang mudah dimakan. Gunakan bumbu secukupnya dan sesuaikan teksturnya dengan kemampuan makan si Kecil.
Selain dari makanan, Ibu juga bisa melengkapi kebutuhan nutrisi harian anak dari susu pertumbuhan seperti Bebelac 1 NutriGreat+ sebagai Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.
Baca Juga: 11 Makanan Penambah Nafsu Makan Anak saat Susah Makan
Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Anak?
Kebutuhan protein anak berbeda sesuai usia dan jenis kelamin. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Permenkes nomor 28 Tahun 2019, anak usia 1-3 tahun membutuhkan sekitar 20 gram protein per hari, sedangkan anak usia 4-6 tahun membutuhkan sekitar 25 gram per hari.
Namun, tetap ingat bahwa camilan hanya menjadi salah satu bagian dari pola makan anak. Kebutuhan protein harian sebaiknya tetap dipenuhi dari makanan utama dan selingan yang beragam.
Begitu pula sumber protein hewani maupun nabati, sebaiknya juga disesuaikan dengan usia dan kemampuan makan si Kecil.
Apa Manfaat Protein untuk Anak?
Protein adalah salah satu zat gizi penting yang dibutuhkan anak selama masa pertumbuhan. Berikut beberapa manfaat protein untuk anak:
1. Mendukung Pertumbuhan dan Perbaikan Jaringan
Protein dibutuhkan untuk membentuk dan memelihara berbagai jaringan tubuh, termasuk otot, kulit, dan organ.
Asupan protein yang cukup juga menyumbang energi agar tubuh mampu membangun jaringan baru sekaligus memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan.
Ini penting mengingat fisik anak masih akan terus berkembang dan berubah selama masa pertumbuhan.
2. Membantu Pembentukan Enzim, Hormon, dan Antibodi
Protein dibutuhkan tubuh untuk membentuk berbagai komponen penting, termasuk enzim dan beberapa hormon.
Enzim membantu menjalankan berbagai reaksi biokimia dalam tubuh, sedangkan hormon berperan sebagai pembawa pesan yang membantu mengatur komunikasi dan berbagai proses antar sel, jaringan, dan organ.
Manfaat protein untuk anak juga membantu membentuk imunoglobulin atau antibodi yang berperan dalam melindungi tubuh dari berbagai zat asing, seperti bakteri dan virus.
Baca Juga: Anak Susah Makan? 15 Cara Biar Mau Makan Tanpa Drama
3. Mendukung Fungsi Tubuh Selama Masa Pertumbuhan
Selain untuk membangun jaringan, protein digunakan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting selama anak tumbuh.
Protein merupakan zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh anak untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, pemeliharaan jaringan, serta berbagai fungsi tubuh lainnya.
Nutrisi yang satu ini juga mendukung fungsi sistem imun dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Tips Memilih Cemilan Tinggi Protein untuk Anak
Memberikan cemilan tinggi protein bukan sekadar mempertimbangkan jumlahnya yang banyak. Berikut tips yang juga penting untuk dipertimbangkan dalam memilih dan memberikan camilan protein buat anak:
1. Utamakan Sumber Protein yang Minim Gula dan Garam Tambahan
Salah satu tips menyajikan cemilan tinggi protein untuk anak adalah membatasi konsumsi gula dan garam, serta pilih bahan makanan yang minum olahan.
Misalnya, pilih yogurt plain dibandingkan yogurt dengan banyak gula tambahan, atau sajikan telur, tahu, dan tempe dengan bumbu sederhana.
Sebuah penelitian yang terbit dalam jurnal Nutrients pada tahun 2021 mengungkapkan bahwa konsumsi garam dan gula yang berlebihan dapat menyebabkan timbulnya hipertensi pada anak. Hipertensi akan lebih berisiko dialami oleh anak-anak yang memiliki berat badan berlebih.
2. Variasikan Protein Hewani dan Nabati
Sumber protein anak tidak harus selalu berasal dari daging atau telur. Coba berikan variasi protein hewani seperti ikan, ayam, telur, susu, dan yogurt, serta protein nabati seperti tahu, tempe, edamame, dan kacang-kacangan.
Variasi ini membantu membuat pilihan makanan anak lebih beragam. Opsi lainnya, Ibu bisa mengombinasikan sumber protein dengan buah, sayur, atau sumber karbohidrat agar cemilan anak lebih padat nutrisi.
3. Sesuaikan Tekstur dengan Usia dan Kemampuan Mengunyah
Bukan hanya makanan utama, tekstur cemilan tetap perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan makan si Kecil.
Anak yang masih belajar makan mungkin membutuhkan makanan yang lebih lunak atau mudah dihancurkan, sedangkan anak yang lebih besar umumnya dapat menikmati tekstur yang lebih beragam.
4. Perhatikan Potensi Tersedak
Beberapa makanan tinggi protein juga dapat menjadi risiko tersedak jika diberikan dalam bentuk yang tidak sesuai. Contohnya kacang utuh, potongan daging yang keras atau besar, sosis, dan tulang ikan atau ayam..
Solusinya, sebaiknya potong makanan menjadi ukuran yang lebih kecil, masak hingga cukup lunak, dan selalu dampingi si Kecil saat makan.
5. Jangan Menggantikan Makanan Utama dengan Camilan
Cemilan berfungsi melengkapi asupan makanan anak di antara waktu makan, bukan menggantikan makanan utama. Jika anak terlalu banyak makan cemilan, ia bisa lebih kenyang sehingga kurang tertarik makan saat waktunya makan utama.
Atur waktu dan porsi cemilan agar tetap seimbang dengan jadwal makan anak. Hindari juga memberikan anak camilan terlalu dekat dengan waktu makan utamanya.
Idealnya, cemilan diberikan 2-3 jam sebelum waktu makan berikutnya. Misalnya, sekitar pukul 10 pagi atau 3 sore.
Anak aktif membutuhkan asupan nutrisi yang tepat untuk mendukung proses belajar, bermain, dan tumbuh kembangnya. Jadi member Bebeclub untuk mendapatkan insight nutrisi, inspirasi menu harian, dan berbagai edukasi dari para ahli. Selain mendapatkan akses ke berbagai artikel dan panduan dari para ahli, Ibu juga dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai hadiah menarik sebagai member Bebeclub.
Baca Juga: Panduan Porsi Makan Anak 2 Tahun, Contoh Menu, dan Jadwal Makannya
Kapan Sebaiknya Anak Diberikan Camilan?
Melansir Kemenkes dalam panduan pemberian MPASI, jadwal makan anak idealnya mencakup 3 kali makan utama dan 2 kali camilan dengan penyesuaian berdasarkan usia dan kebutuhan anak.
Ini berlaku sejak bayi mulai makan di usia 6 bulan hingga usia anak-anak. Namun, camilan sebaiknya diberikan pada waktu yang teratur agar si Kecil tetap memiliki kesempatan untuk merasa lapar dan menikmati makanan utama.
Meski fungsi camilan adalah untuk melengkapi asupan nutrisi harian, tapi jadwal pemberiannya tidak harus sama untuk setiap anak. Ibu bisa menyesuaikannya dengan rutinitas dan porsi makan si Kecil.
Selain memperhatikan asupan nutrisi, penting juga memantau respons pencernaan si Kecil. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popok dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa menggunakan fitur ini melalui Aplikasi Bebeclub Mobile untuk memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
