mengajari-anak-membaca-sejak-dini

6 Keuntungan Mengajari Anak Membaca Sejak Dini

detail-fb detail-wa detail-twitter

Tahukah Ibu bahwa membacakan buku untuk anak memiliki banyak manfaat? Meski ia belum bersekolah, tak ada salahnya, kok, Bu, mengajari anak membaca dari usia dini yang diawali dengan membacakan buku cerita untuknya. Kegiatan membacakan buku cerita ini bisa dilakukan di setiap waktu santai maupun sebelum tidur. Selain membuat anak bisa membaca, ternyata ada banyak manfaat yang akan si Kecil dan orang tua dapatkan.

Penasaran, apa saja manfaat mengajari anak membaca sejak dini? Simak di bawah ini, yuk, Bu.

1. Mempererat Hubungan Orang Tua dan Anak

Saat mengajari anak membaca, misalnya dengan membacakan buku cerita, Ibu akan menghabiskan banyak waktu bersamanya. Dengan melakukan kegiatan ini setiap hari, maka secara psikologis, dapat mempererat ikatan antara orang tua dan anak1.

Selain tercipta interaksi bersama, Ibu juga akan mengetahui sejauh mana kemampuan anak membaca, serta mengenal jenis bacaan yang disukainya. Maka Ibu dan Ayah akan mengenal si Kecil dengan lebih baik. Secara bergantian, Ibu dan Ayah bisa membacakan buku cerita untuk si Kecil, ya.

2. Memperkaya Kosakata Anak

Mengajarkan anak membaca dapat membantunya mengenal kosakata baru. Dalam sebuah buku cerita, tentunya ada rangkaian kata atau beberapa kata yang belum pernah didengar oleh si Kecil, atau jarang digunakan dalam komunikasi sehari-hari di rumah.

Tak hanya memperkaya kosa kata yang dimilikinya, si Kecil juga dapat belajar cara penggunaan kata dan menyusun kata dengan tepat. Dengan begitu, kemampuan berbahasanya pun akan jauh lebih baik1. Misalnya, si Kecil bisa mengucapkan satu kalimat lengkap seperti “Aku lapar, mau makan nasi”.

3. Membantu Meningkatkan Kecerdasan Anak

Saat belajar membaca melalui sebuah buku, anak akan menerima banyak informasi dan pengetahuan baru setiap harinya2. Misalnya saja, saat belajar membaca buku tentang binatang di dalam laut, si Kecil akan menemukan jenis hewan yang selama ini belum pernah dilihatnya, seperti lumba-lumba, kuda laut, paus, dan lainnya. Ia pun akan mengetahui hal-hal baru tentang binatang tersebut, seperti tempat hidup, jenis makanan, hingga cara binatang tersebut berkembang biak.

4. Merangsang Daya Imajinasi Anak

Saat mengajari anak membaca, Ibu bisa memberi jenis buku yang sesuai dengan usianya. Di usia dini, si Kecil umumnya masih tertarik dengan buku yang dilengkapi dengan gambar berwarna-warni. Buku bergambar juga akan membuat si Kecil tertarik untuk membacanya. Ini dapat memancing si Kecil untuk berimajinasi.

Bila si Kecil mencoba menceritakan gambar yang ada di buku dengan alur yang berbeda, Ibu tidak perlu mengoreksinya. Justru dari sini lah imajinasi si Kecil akan berkembang, yang membuatnya tumbuh dengan daya pikir yang kreatif.

Untuk lebih merangsang daya imajinasinya, Ibu juga bisa mengajak si Kecil bermain peran (role play) setelah membaca buku cerita. Ajak ia memerankan tokoh atau karakter favoritnya dan memperagakan cerita yang ada di buku versi si Kecil2, misalnya bermain peran sebagai Peter Pan dan Tinkerbell.

Baca Juga: Cara Belajar Membaca Lewat Lagu

5. Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Menyelesaikan Masalah

Buku cerita anak umumnya berisi cerita-cerita sederhana yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Si Kecil pun bisa belajar banyak hal dari buku yang dibacanya, termasuk cara-cara terbaik untuk memecahkan masalah sehari-hari.

Itu sebabnya, mengajari anak membaca sejak dini bisa jadi kesempatan bagi Ibu untuk meningkatkan kemampuan si Kecil dalam menyelesaikan masalah1. Contohnya, bila si Kecil tidak menjangkau mainan kesayangannya di atas meja, alih-alih menangis, ia dapat meminta tolong kepada Ibu atau Ayah untuk mengambilkannya.

6. Melatih Kemampuan Anak untuk Mendengarkan

Saat membacakan buku untuk anak, pastikan Ibu membaca setiap kata dengan tegas dan jelas. Tujuannya adalah untuk melatih keterampilan mendengar si Kecil. Seperti yang Ibu ketahui bahwa kemampuan mendengarkan adalah salah satu keterampilan yang perlu dimiliki sebelum anak bisa membaca.

Selain meningkatkan kemampuan mendengarnya, membacakan buku dengan suara tegas dan jelas juga dapat membantu anak memahami sebuah cerita serta menjadi stimulan untuk menumbuhkan keinginan membaca, lho3.

Baca Juga: Cara Mengatasi Kesulitan Belajar pada Anak

Untuk melatih kemampuan mendengar si Kecil ini, Ibu bisa mengajaknya untuk mengeja dan mengulangi kata-kata yang Ibu bacakan dari sebuah buku. Mulai dengan kata-kata sederhana seperti ‘saya’, ‘baca’, dan lainnya.

Sungguh luar biasa manfaat mengajari anak membaca sejak usia dini ya, Bu. Dukung kegiatan ini dengan memberikan asupan bergizi seimbang untuk si Kecil lewat makanan dan minuman yang kaya akan gizi. Tidak lupa berikan si Kecil Bebelac 4 sebanyak dua gelas sehari. Bebelac 4 mengandung FOS GOS, minyak ikan yang kaya omega-3 & omega-6, 11 vitamin dan 4 mineral, deretan kandungan gizi yang dibutuhkan si Kecil. Dengan pemenuhan gizi yang sesuai, pencernaan si Kecil tetap terjaga baik (happy tummy), suasana hatinya tetap gembira (happy heart) sehingga ia dapat berpikir dengan optimal (happy brain) untuk meningkatkan konsentrasi belajar, termasuk membaca.


Referensi

  1. Firoozeh Sajedi, et al. 2018. Early storybook reading and childhood development: A cross-sectional study in Iran. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6092897/ [Diakses September 2021]
  2. Ana Irhandayaningsih. 2019. Menanamkan Budaya Membaca pada Anak Usia Dini. Diambil dari: https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/anuva/article/view/5230 [Diakses September 2021]
  3. Hsin Ying Chien.2019. Effects of Two Teaching Strategies on Preschoolers’ Oral Language Skills: Repeated Read-Aloud With Question and Answer Teaching Embedded and Repeated Read-Aloud With Executive Function Activities Embedded. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6985451/ [Diakses September 2021]
Tag