10 Cara Mengajarkan Anak Menulis dengan Mudah dan Efektif

Mulai dari bermain game, memesan makanan, mencari alamat, mengirim pesan singkat, belajar di sekolah, hingga mengisi dokumen pentin...

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
22 Apr 2022


Mulai dari bermain game, memesan makanan, mencari alamat, mengirim pesan singkat, belajar di sekolah, hingga mengisi dokumen penting, semua membutuhkan kemampuan menulis, Bu. 

Oleh karena itu, dapat dikatakan menulis merupakan salah satu kemampuan dasar yang perlu dikuasai oleh setiap anak agar perkembangannya di masa depan menjadi lebih mudah dan berkualitas. 

Kalau begitu, pada usia berapa ya si Kecil sebaiknya mulai belajar menulis? Lalu, bagaimana cara yang tepat dan efektif untuk mengajari anak menulis? Temukan jawaban lengkapnya dengan membaca ulasan berikut hingga selesai yuk, Bu!

Anak Bisa Menulis Umur Berapa? 

Mungkin selama ini Ibu berpikir bahwa usia ideal anak untuk belajar menulis adalah begitu si Kecil memasuki usia Taman Kanak-Kanak (TK). Sebenarnya, kapan waktu yang tepat untuk mulai mengajari anak menulis? Anak usia prasekolah atau saat berusia 2-4 tahun, sudah mulai bisa mengembangkan keterampilan motorik halus yang menjadi bekal untuk belajar menulis.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Child Development pada tahun 2017 menunjukkan bahwa anak sudah bisa mulai belajar menulis pada usia 3 tahun. 

Menurut penelitian tersebut, pada usia 3 tahun anak sudah memiliki kemampuan untuk menuliskan “kata-kata” secara pre-fonologis yaitu dengan menuliskan susunan huruf, yang mungkin tidak bermakna, dengan mengulang penulisan beberapa jenis huruf dan mengikuti panjang-pendek bunyi kata.

Contohnya, anak usia 3 tahun mungkin belum mengerti bagaimana cara menulis kata “pus” dan “jerapah”. Namun secara pre-fonologis, mereka akan mengetahui bahwa tulisan dengan bunyi “pus” lebih pendek daripada tulisan untuk bunyi “jerapah”. 

Oleh karena itu, ia akan menulis mock letters (simbol yang terlihat seperti huruf namun bukan huruf sungguhan) untuk menggambarkan bunyi “pus” dengan susunan yang lebih pendek daripada untuk menggambarkan bunyi “jerapah”.

Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 3-4 Tahun

Selain itu, pada rentang usia 3 hingga 4 tahun, umumnya anak juga sudah bisa:

  • Menggambar garis bergelombang secara melintang yang tampak seperti garis-garis pada buku tulis.

  • Membuat mock letters yang dituliskan secara terpisah.

  • Menuliskan beberapa huruf, terutama huruf-huruf yang ada di dalam namanya. 

  • Mungkin sudah bisa menuliskan namanya. 

  • Mungkin mencoba beberapa bentuk tulisan, seperti menulis dalam bentuk listing atau menulis di atas kartu kecil. 

  • Mungkin mulai menggambar suatu objek spesifik dan memberi label menggunakan susunan huruf atau mock letters. 

Walau begitu, sekali lagi Ibu perlu mengingat bahwa setiap anak memiliki kecepatan pencapaian milestones yang berbeda. Jadi, Ibu tidak perlu terlalu khawatir jika pada usia 3 tahun si Kecil belum menguasai kemampuan menulis yang telah disebutkan di atas.

Ibu dapat selalu membantu si Kecil untuk berkembang dan mengejar ketertinggalan dengan cara menyediakan stimulasi-stimulasi dan cara belajar menulis yang tepat untuk anak usia dini. 

Namun, ketika Ibu merasa ada yang salah dengan si Kecil atau merasa kondisinya membuat Ibu khawatir, jangan pernah ragu untuk menghubungi dokter anak kepercayaan Ibu untuk mendapatkan sesi konsultasi dan diagnosis yang tepat terhadap kondisi si Kecil.

Baca juga: 6 Keuntungan Mengajari Anak Membaca Sejak Dini

Cara Mengajari Anak Menulis di Rumah

Ibu, menulis memang bukan kemampuan yang mudah untuk di kuasai. Jadi, ketika pada akhirnya si Kecil dapat menulis, sebenarnya ia telah merengkuh pencapaian yang luar biasa. Ibu patut berbangga hati atas kegigihan belajarnya!

Oh iya, Bu, memotivasi anak untuk belajar menulis sedari dini ternyata dapat membuat ia tumbuh dengan kemampuan menulis yang lebih baik, lho!

Nah, agar anak cepat pintar menulis, Ibu dapat mengajari si Kecil menulis dengan mengikuti beberapa cara mudah dan efektif berikut ini: 

1. Membacakan Buku Cerita

Langkah awal mengajarkan anak menulis adalah dengan membacakan buku cerita.

Walaupun terlihat sederhana dan sepele, ternyata membacakan buku cerita sedini mungkin secara konsisten merupakan pondasi utama yang dalam membangun kemampuan literasi si Kecil. 

Ketika si Kecil secara konsisten mendengarkan Ibu membacakan buku cerita dengan suara merdu nan ekspresif, ia dapat: 

  • Memperkaya kamus kosakata si Kecil dan membuat mereka mengerti bagaimana cara menggunakan kosakata tersebut untuk berkomunikasi. 

  • Menumbuhkan pengertian bahwa suatu kata terbentuk dari beberapa bentuk suara yang lebih kecil. Kemampuan ini dinamakan phonemic awareness. 

  • Membantu anak mengerti bahwa simbol-simbol yang ada di dalam buku merupakan huruf dan angka. 

  • Membuat anak mengenal bentuk dan nama huruf. 

Oleh karena itu, di tengah kesibukan Ibu yang luar biasa, paling tidak sempatkan untuk membacakan buku cerita untuk si Kecil 1 kali dalam sehari ya, Bu. 

Ibu dapat membacakan buku di sore hari selepas bekerja sebagai bentuk quality time atau di malam hari sebagai pengantar tidur si Kecil. Semangat ya, Ibu! 

Ibu juga bisa, lho, dapatkan berbagai cerita kebaikan dari Bebestory secara gratis!

2. Menstimulasi Motorik Halus Anak Sejak Dini

Perkembangan motorik halus yang baik merupakan salah satu satu fundamental penting untuk kemampuan menulis anak. Pasalnya dalam menulis anak perlu memiliki koordinasi yang baik antara mata dan otot-otot halus pada tangannya. 

Penelitian bertajuk “The Effect of Fine Motor Skills on Handwriting Legibility in Preschool Age Children” yang dipublikasi pada tahun 2018 menunjukkan bahwa anak akan memiliki bentuk tulisan yang lebih legible (dapat dibaca dengan baik) ketika perkembangan motorik halusnya optimal. 

Oleh karena itu, sejak usia dini, Ibu dapat memberikan berbagai macam stimulasi yang dapat meningkatkan keterampilan motorik si Kecil seperti makan finger foods sendiri, mengambil dan memasukkan kancing baju ke dalam celengan, meronce manik-manik, dan kegiatan lain yang melibatkan tangan serta jari-jari mungil si Kecil.

Baca Juga: Tips Belajar Membaca Cepat untuk Anak Usia Dini

3. Menyediakan Tempat yang Kondusif untuk Belajar 

Hal selanjutnya yang perlu Ibu persiapkan agar si Kecil dapat belajar menulis dengan baik adalah dengan menyiapkan tempat yang nyaman dan aman untuk belajar. 

Salah satu caranya adalah Ibu dapat menyiapkan meja lipat yang kokoh dengan permukaan yang halus agar si Kecil bisa belajar di tempat-tempat yang ia inginkan. 

Mungkin hari ini ia belajar di menulis di ruang keluarga. Namun esok harinya ia bosan dan ingin belajar menulis di teras halaman belakang rumah. 

Oh iya, pastikan juga anak belajar menulis pada ruang dengan pencahayaan yang cukup ya, Bu.

4. Ajak Anak untuk Doodling

Kelihatannya cuma corat-coret di atas kertas dengan bentuk yang tidak beraturan ya, Bu, tapi siapa sangka doodling merupakan salah satu cara untuk membangun kesiapan motorik halus anak untuk menulis. 

Kegiatan menyenangkan ini dapat dimulai saat si Kecil berusia 2 tahun dan masih relevan untuk dilakukan hingga anak berusia 4 tahun. 

Menurut saran dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), Ibu dapat memberikan alat tulis yang bentuknya gemuk seperti krayon atau spidol besar untuk memudahkan jari-jarinya dalam belajar menggenggam. 

Bebaskan anak untuk mencoret, menggores, dan menggambar apa pun di kertas tersebut. Ibu juga bisa memberi contoh membuat goresan atau bentuk di kertas agar si Kecil bisa menirukannya.

Selain membantu kesiapan motorik halus, doodling ternyata juga dapat membantu anak untuk menumbuhkan minat anak untuk menulis yang tentunya akan sangat membantu proses belajar si Kecil ketika sudah memasuki usia sekolah.

Baca Juga: 5 Cara Mengajari Anak Membaca, Bisa Lewat Bernyanyi, Lho!

5. Latih Anak Menghubungkan Titik-Titik 

Setelah anak mulai terbiasa memegang pensil atau alat tulis lainnya, kini saatnya Ibu mulai mengajaknya untuk belajar menghubungkan titik-titik. Usia terbaik untuk melakukan aktivitas ini  ada di rentang usia 2-4 tahun.

Ibu bisa dimulai dari yang termudah seperti menghubungkan 2 titik berbentuk vertikal, horizontal, atau diagonal. Setelah si Kecil tampak mahir, tingkatkan level kesulitannya dengan titik-titik bentuk lain seperti garis melingkar atau garis zig-zag. 

Ibu dapat membuatnya sendiri di rumah secara manual atau mencari di internet lalu mencetaknya. Apabila Ibu terlalu sibuk karena harus bekerja atau mengurus seisi rumah, Ibu dapat selalu membeli buku aktivitas belajar menulis yang tersedia di berbagai toko buku. 

6. Menulis Huruf Tunggal

Begitu si Kecil memasuki rentang usia taman kanak-kanak, yaitu 4 hingga 5 tahun, Ibu dapat mulai mengenalkan si Kecil pada dasar-dasar baca-tulis. Periode ini juga dikenal dengan pre-reading skills. 

Pada periode ini Ibu dapat mengenalkan huruf dengan memberikan pola titik-titik berbentuk huruf dan angka tunggal. Ajak anak untuk menghubungkan pola titik-titik tersebut dan kenalkan nama huruf dari setiap pola yang telah dihubungkan. 

Setelah pintar menghubungkan titik-titik membentuk huruf tunggal, Ibu dapat mulai mengajak si Kecil untuk menulis huruf secara mandiri tanpa bantuan titik-titik dengan meniru contoh atau mendikte. 

Baca Juga: 10 Metode dan Manfaat Belajar Berhitung Cepat untuk Anak Cerdas

7. Mengajak Si Kecil untuk Fingerpaint 

Ibu dapat mengajak si Kecil untuk mengenal setiap lekukan dari bentuk-bentuk huruf dengan melakukan aktivitas seru bernama fingerpaint, lho! 

Alat dan bahan yang digunakan juga bisa Ibu dapatkan di dapur sehingga Ibu tidak perlu repot-repot lagi. Cukup ambil garam, gula, beras, kopi, atau tepung. 

Tuangkan salah satu bahan tadi di dalam nampan lebar dan ajak si Kecil meniru bentuk huruf yang terpampang pada flashcard atau menulis huruf-huruf yang telah ia ketahui secara mandiri. 

Aktivitas ini, Bu, sangat baik untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak. Nah, keterampilan motorik kasar nantinya akan berpengaruh pada kecepatan anak dalam menulis tangan.

8. Menulis Suku Kata

Setelah si Kecil mahir menulis huruf tunggal, Ibu dapat melanjutkan dengan belajar menulis suku kata, seperti ba, ca, da, fa, ga, dan lainnya, hingga membentuk kata ‘ba-ca’, atau ‘pa-pa’. 

Selain dapat mempermudah belajar menulis, poin lain yang bisa didapatkan dari belajar suku kata adalah si Kecil juga bisa cepat belajar membaca.

Selain tu, Ibu juga dapat mengajak si Kecil untuk mendengarkan sajak berirama serta mencocokkan kata-kata dengan bunyi awal atau akhir yang sama (sapi-sapu atau susu-tisu).

9. Menulis Nama Sendiri

Ketika tiba saatnya untuk belajar menulis kata-kata secara utuh, Ibu bisa mengajari si Kecil untuk menulis namanya sendiri, terutama nama panggilan atau nama depannya. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak cenderung mempelajari huruf-huruf yang ada di dalam nama mereka, terutama huruf pertama, lebih cepat daripada huruf-huruf lain dalam alfabet. Pasalnya nama diri sendiri merupakan sesuatu yang memiliki makna secara jelas bagi anak-anak. 

Nah, keterampilan si Kecil dalam menulis nama nantinya akan menjadi dasar dalam bidang literasi lainnya seperti pengetahuan anak tentang alfabet, cara menulis huruf, dan cara mengeja.  

Baca Juga: Cara Mengajarkan Anak Membaca dengan Alfabet

10. Jangan Patah Semangat

Salah satu kunci keberhasilan lain dalam mengajari anak menulis secara efektif adalah sikap positif dan peran Ibu sebagai role model si Kecil. 

Dalam proses belajar, usahakan Ibu menciptakan suasana yang menyenangkan dan tanpa paksaan maupun bentakan jika si Kecil sudah terlihat lelah atau tidak fokus. 

Jadi, terus motivasi dan semangati si Kecil agar mau terus berlatih dan belajar menikmati prosesnya, daripada terburu-buru agar dapat hasil yang bagus. 

Contohnya saat mengajak si Kecil untuk doodling, Ibu dapat mengatakan, “Adik, pintar sekali! Sedang suka membuat garis bergelombang ya? Well done, baby!”

Untuk memotivasi anak agar semakin semangat belajar menulis, Ibu perlu menjadi contoh nyata bagi si Kecil. Misalnya, mengajak anak ikut menuliskan note “Selamat makan, Ayah! Semoga suka, ya!” untuk ditempel pada kotak makan siang Ayah atau Kakak. 

Nah, sambil mengajari anak menulis, jangan lupa juga untuk dukung Awal Semua Kehebatan si Kecil dengan Bebelac 3 GroGreat+. Susu Bebelac 3 sudah dilengkapi kandungan FOS:GOS 1:9 yang teruji klinis serta Triple A (DHA, LA, ALA) dan 14 vitamin serta 9 mineral penting agar si Kecil tumbuh hebat dengan pencernaan yang sehat, akal kreatif dan hati yang besar!

Tertarik mencoba? Jangan lupa mendaftar jadi member Bebeclub untuk menikmati promo dan fitur menarik lainnya ya, Bu!


Referensi tambahan:

  1. https://www.facebook.com/verywell. (2017). How to Teach Your Toddler to Write. Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/teaching-children-to-write-4148450

  2. Belsky, G. (2019, August 12). Writing Development by Age | Understood. Understood; Understood. https://www.understood.org/en/articles/writing-skills-what-to-expect-at-different-ages

  3. Toddler Reading Time (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2019). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/reading-toddler.html

  4. IDAI | Perkembangan Literasi Anak. (2013). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perkembangan-literasi-anak

  5. Seo, S. (2018). The effect of fine motor skills on handwriting legibility in preschool age children. Journal of Physical Therapy Science, 30(2), 324–327. https://doi.org/10.1589/jpts.30.324

  6. Drawing, scribbling and writing: activities for children 3-6 years. (2020, October 21). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/guides/activity-guides/letters-words-and-stories/drawing,-scribbling-and-writing-activities-for-children-3-6-years

  7. Correlation between Gross Motor Activities and Hand Writing Skills in Elementary School Children. (2015). Scialert.net. https://scialert.net/abstract/?doi=tasr.2015.259.269

  8. Promoting Preschoolers’ Emergent Writing. (2017). NAEYC. https://www.naeyc.org/resources/pubs/yc/nov2017/emergent-writing#:~:text=Name%20writing%20increases%20children's%20conceptual,de%20Vries%20%26%20Bus%202008).

  9. Praise, encouragement and rewards. (2020, August 31). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/toddlers/connecting-communicating/connecting/praise#encouragement-praise-for-effort-nav-title

Temukan Topik Lainnya



Artikel Terkait