10 Cara Mengatasi Susah Kentut pada Anak Akibat Perut Kembung
Susah kentut pada anak masih bisa diatasi dengan pijat perut, aktif bergerak, cukup minum, hingga kompres di perut. Waspadai bila anak sakit sampai susah bergerak dan menolak makan.
Cara mengatasi susah kentut pada anak antara lain dengan memijat perut secara perlahan, menggerakkan kaki menyerupai gerakan mengayuh sepeda, atau memberikan kompres hangat. Untuk bayi, tummy time dengan pengawasan juga dapat membantu mengeluarkan gas, sedangkan anak berusia di atas 6 bulan dapat diberikan sedikit air putih hangat. Jika keluhan disertai perut keras dan nyeri hebat, muntah, demam, atau tidak BAB dalam waktu lama, segera periksakan anak ke dokter.
Kenapa Anak Susah Kentut?
Susah kentut umumnya dipicu oleh penumpukan gas di perut. Namun ternyata bukan hanya itu. Ada beberapa penyebab lain mengapa anak susah kentut, di antaranya:
1. Perut Kembung karena Gas Menumpuk
Penumpukan gas di perut dapat dipicu dari proses pencernaan karena tubuh anak belum mampu menyerap makanan seutuhnya di usus halus.
Makanan tersebut kemudian difermentasi oleh bakteri di dalam usus besar. Proses inilah yang mengakibatkan gas di perut, sehingga menimbulkan gejala perut kembung, mual, diare, hingga susah kentut.
Gas yang menumpuk di perut umumnya membuat anak mengeluhkan nyeri perut. Ibu tak perlu khawatir karena ini normal terjadi selama keluhannya masih ringan dan tidak sampai mengganggu aktivitas.
2. Sembelit
Sembelit merupakan salah satu penyebab anak susah kentut. Ketika sembelit, feses menumpuk di usus dan menghambat pergerakan gas. Akibatnya, anak bisa merasa kembung dan jadi susah kentut.
Jika susah kentut dan BAB terjadi bersamaan, kondisi ini perlu lebih diperhatikan, apalagi bila anak juga mengeluhkan nyeri perut dan muntah. Bila gejala tersebut muncul, sebaiknya periksakan si Kecil ke dokter.
3. Pola Makan
Beberapa makanan dapat meningkatkan produksi gas di saluran pencernaan, misalnya kacang-kacangan, sayuran (kubis, brokoli, kembang kol), minuman bersoda, atau makanan tertentu yang sulit dicerna oleh anak.
Selain jenis makanan, kebiasaan makan atau minum terlalu cepat, makan sambil bermain, maupun berbicara saat makan juga dapat membuat anak menelan lebih banyak udara.
Cobalah membiasakan si Kecil makan lebih perlahan, mengunyah makanan dengan baik, serta fokus makan dulu tanpa banyak bicara.
Baca Juga: Sakit Perut Anak Hilang Timbul: Penyebab & Cara Atasi
4. Intoleransi Makanan
Bukan hanya sembelit, intoleransi makanan juga bisa jadi alasan perut kembung, banyak gas, hingga susah kentut. Intoleransi makanan pada anak dapat disertai gejala lain seperti muntah serta pola BAB yang berubah.
Gejala biasanya semakin jelas terlihat bila anak baru mengonsumsi susu atau produk olahannya. Namun, anak susah kentut tidak otomatis berarti mengalami intoleransi makanan.
Penting bagi Ibu untuk memperhatikan pola munculnya gejala dan keluhan lain yang menyertainya.
5. Kebiasaan Menahan Kentut atau BAB
Anak yang sudah toilet training terkadang menahan kentut atau BAB karena sedang bermain, merasa tidak nyaman menggunakan toilet, atau pernah mengalami sakit saat BAB.
Kebiasaan ini bisa membuat feses semakin keras dan gas lebih sulit keluar.
Cara Mengatasi Susah Kentut pada Anak
Jika anak susah kentut, gas yang terperangkap dapat menyebabkan perut terasa kencang dan sakit sehingga membuatnya rewel. Berikut cara mengatasi susah kentut pada anak yang bisa segera Ibu coba:
1. Ajak Anak Bergerak Aktif
Jika perut anak kembung terus sampai susah buang angin, coba ajak berjalan-jalan keliling komplek rumah, berolahraga, bersepeda, lompat dengan satu kaki, main lompat karet, atau bermain di taman.
Saat tubuh bergerak secara aktif, kemampuan usus dalam mencerna menjadi lebih baik. Harapannya, gas dapat segera keluar dari dalam tubuh melalui kentut.
Seberapa banyak anak harus bergerak? Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan, anak perlu bergerak minimal 60 menit setiap hari.
2. Pijat Perut dengan Lembut
Pijat perut dapat bantu mengatasi susah kentut pada anak dengan memicu pergerakan usus, sehingga gas yang terperangkap lebih mudah keluar.
Berikut cara pijat untuk mengeluarkan gas dalam perut anak:
- Minta si Kecil berbaring telentang.
- Tuangkan minyak ke telapak tangan Ibu dan gosok kedua telapak tangan untuk memastikan tangan Ibu hangat.
- Mulai pijat dari sisi perut kanan bawah anak, naik ke perut bagian atas di bawah tulang rusuk, lalu turun ke sisi kiri bawah perutnya. (Saat berhadapan dengan si Kecil, artinya Ibu bergerak dari kiri ke kanan.)
Pilih minyak kelapa atau minyak zaitun untuk melakukan pijatan dan usahakan memijat perut anak dengan lembut dan tidak berlebihan searah jarum jam. Gerakan ini berfungsi untuk memindahkan gas ke usus besar.
3. Coba Gerakan Kaki seperti Mengayuh Sepeda
Mengatasi susah kentut pada anak bisa juga dengan melakukan senam kaki agar gas yang menumpuk dalam perut keluar. Cara ini bisa dicoba saat anak sedang nyaman dan tidak rewel.
Caranya cukup sederhana:
- Baringkan anak dengan nyaman.
- Angkat kedua kakinya secara perlahan.
- Pegang tungkai kaki dengan tangan kanan dan kiri Ibu.
- Gerakkan kedua kaki bergantian seperti sedang mengayuh sepeda.
- Lakukan selama beberapa saat tanpa memaksa.
Untuk anak yang lebih besar, Ibu juga bisa mengajaknya melakukan gerakan sederhana dengan menarik lutut secara perlahan ke arah dada. Hentikan jika anak merasa tidak nyaman atau kesakitan.
4. Pastikan Anak Cukup Minum
Cobalah lebih sering memberikan minum air hangat untuk mengatasi susah kentut pada anak.
Air hangat dapat mendorong proses pencernaan menjadi lebih cepat daripada air dingin. Ketika pencernaan optimal, buang air besar pun menjadi lebih lancar dan gas di dalam perut dapat ikut keluar.
Alternatif lainnya, Ibu bisa berikan Bebelac 1 NutriGreat+ sebagai Nutrisi Terbaik dari Bebelac yang diperkaya dengan 3 serat penting FOS:GOS dan Inulin, DHA 2x lebih tinggi, dan 0gr sukrosa. Bantu dukung tumbuh kembang optimalnya agar si Kecil tumbuh bersinar dari dalam.
5. Bantu Anak BAB Jika Mengalami Sembelit
Sembelit dapat membuat feses menumpuk di usus sehingga gas lebih sulit keluar. Karena itu, jika anak tidak bisa kentut dan BAB, membantu mengatasi sembelit dapat menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan.
Ibu bisa membantu dengan memberikan cukup cairan, makanan berserat sesuai usia, dan mengajak anak aktif bergerak. Untuk anak yang sudah toilet training, biasakan rutinitas BAB dan hindari menahan BAB.
Baca Juga: Anak Sakit Perut: 13 Pertolongan Pertama di Rumah
6. Berikan Makanan Berserat Sesuai Kebutuhan
Gangguan pencernaan seperti sembelit dapat membuat si Kecil 2x lebih rewel.
Maka untuk mengatasi sembelit anak, Ibu juga bisa memberikan makanan sumber prebiotik dan serat seperti apel, asparagus, alpukat, brokoli, serta buah dan sayur lainnya dalam jumlah yang cukup.
7. Kurangi Pemicu Gas untuk Sementara
Mengurangi konsumsi makanan bergas alami juga bisa menjadi upaya agar bisa kentut. Kurangi makanan tersebut sampai si Kecil bisa buang angin.
Adapun contoh makanan mengandung gas tinggi yang menyebabkan perut kembung adalah:
- Kembang kol.
- Brokoli.
- Bok choy.
- Kacang-kacangan.
- Biji gandum.
Namun, respons setiap anak bisa berbeda. Jika makanan tertentu membuat anak semakin kembung, porsinya dapat dikurangi sementara lalu amati responsnya.
8. Mandi atau Kompres Hangat untuk Membantu Relaksasi
Jika si Kecil susah kentut, Ibu dapat mengajaknya berendam air hangat selama 10-15 menit.
Kehangatan dapat membantu anak merasa lebih nyaman dan rileks ketika perut terasa tidak nyaman. Alhasil, perut kembung anak bisa mereda.
Jika si Kecil tidak mau berendam, kompres air hangat bisa menjadi pilihan untuk mengendurkan otot perut yang tegang. Cukup tempelkan waslap hangat pada perutnya saat ia berbaring.
Ibu juga bisa menggunakan botol air hangat atau heating pad, tapi pastikan suhunya tidak terlalu panas. Lapisi dengan kain agar kulit si Kecil tetap aman dan nyaman.
9. Buat Anak Tetap Rileks
Saat perut terasa tidak nyaman, anak bisa menjadi lebih rewel dan sulit beristirahat. Membantu si Kecil tetap tenang dapat membuatnya merasa lebih nyaman selama keluhan berlangsung.
Ibu bisa menggendong anak, mengajaknya bernapas perlahan, atau mengalihkan perhatiannya dengan aktivitas ringan.
Temani anak bermain santai sesuai kondisi dan hentikan jika ia terlihat lelah atau semakin tidak nyaman.
10. Hindari Kebiasaan yang Membuat Banyak Udara Masuk
Beberapa kebiasaan saat makan dan minum dapat membuat anak menelan lebih banyak udara. Udara yang masuk ke saluran pencernaan dapat membuat perut terasa penuh dan menambah keluhan kembung.
Ibu bisa membiasakan si Kecil makan dan minum lebih perlahan, tidak terlalu banyak berbicara saat makan, serta tidak berlebihan menggunakan sedotan.
Baca Juga: Perut Anak Kembung dan Berbunyi: 10 Penyebab Umum
Cara agar Cepat Kentut karena Kembung, Mana yang Bisa Dicoba?
Jika anak sedang kembung dan susah kentut, beberapa cara sederhana yang bisa dicoba di rumah meliputi:
- Pastikan anak nyaman dan bantu ia beristirahat dalam posisi yang membuatnya nyaman.
- Ajak anak bergerak ringan, seperti berjalan kaki atau bermain di luar.
- Pijat perut perlahan tanpa menekan terlalu kuat.
- Gerakkan kaki seperti mengayuh sepeda.
- Cukupi kebutuhan cairan sesuai kebutuhan dan usia anak.
- Pastikan anak rutin BAB dan tidak mengalami sembelit.
Baca Juga: 20 Makanan untuk Pencernaan Anak yang Lebih Sehat
Anak Tidak Bisa Kentut dan BAB, Apa yang Harus Dilakukan?
Anak tidak bisa kentut dan BAB tentu membuatnya tidak nyaman. Namun, kondisi ini perlu dilihat bersama gejala lain dan kondisi anak secara keseluruhan.
Jika si Kecil masih aktif, tidak muntah, tidak mengalami nyeri perut hebat, dan masih mau makan atau minum, Ibu dapat mencoba langkah sederhana di rumah. Misalnya, mencukupi cairan, memberikan makanan berserat sesuai usia, dan mengajak anak bergerak.
Sebaliknya, jika anak tidak bisa kentut dan BAB disertai nyeri perut hebat, muntah berulang, perut terasa keras, sulit makan dan minum, sangat lemas, atau kondisinya semakin memburuk sebaiknya segera periksakan si Kecil ke dokter.
Kapan Anak Susah Kentut Harus Dibawa ke Dokter?
Ibu perlu waspada apabila si Kecil masih kesulitan buang angin meski sudah mencoba cara-cara di atas. Sebaiknya segera bawa si Kecil ke dokter jika disertai gejala berikut:
- Rasa sakit perut parah saat disentuh dan sampai sulit bergerak.
- Demam.
- BAB berdarah.
- Perut membuncit, tegang, keras saat disentuh atau membengkak.
- Sembelit
- Kulit tampak menguning.
- Mual dan muntah berkali-kali.
- Susah duduk dalam posisi yang nyaman.
- Tidak mau makan dan minum.
- Keluhan terus berulang atau tidak membaik
Gejala di atas tersebut bisa jadi mengindikasikan adanya sumbatan pada saluran cerna. Dokter dapat memastikan apa yang menyebabkan anak susah kentut dan memberikan penanganan yang lebih tepat.
Di tengah aktivitas bermain dan eksplorasi si Kecil setiap hari, kesehatan pencernaan tetap perlu diperhatikan. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popok atau toilet dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk membantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil setiap hari.
Tips Mencegah Anak Susah Kentut dan Kembung
Agar anak tidak mengeluhkan ketidaknyamanan pada perut yang membuatnya susah kentut, cegah dengan cara berikut, Bu:
- Terapkan pola makan seimbang, misalnya dengan cukupi sumber serat dan cairan.
- Hindari makanan tinggi gas, seperti sayur kol, brokoli, dan minuman bersoda.
- Jadwalkan waktu makan dan aktivitas harian yang teratur.
- Biasakan anak untuk tidak menahan kentut.
- Pastikan anak cukup minum.
- Ajarkan anak tidak menahan BAB dan rutin BAB.
- Biasakan makan secara perlahan.
- Perhatikan makanan yang secara konsisten memicu kembung.
Pencernaan yang sehat membantu si Kecil lebih nyaman beraktivitas, bermain, dan belajar setiap hari. Jadi member Bebeclub sekarang untuk mendapatkan berbagai edukasi seputar kesehatan pencernaan anak, lengkap dengan tips dari para ahli. Selain mendapatkan akses ke berbagai artikel dan panduan dari para ahli, Ibu juga dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai hadiah menarik sebagai member Bebeclub.
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
