Normalkah Perut Anak Kembung Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Perut anak kembung berhari-hari bisa dipicu oleh intoleransi laktosa atau pola makan tinggi gas. Waspadai bila berlangsung lebih dari 3 hari disertai demam, diare, dan tubuh lemas.

Perut anak kembung terus-bebeclub


Ibu pasti khawatir bila perut anak kembung terus, atau dalam istilah kedokteran disebut meteorismus. Wajarkah kondisi ini, Bu? Cari tahu penyebab dan cara mengatasi perut kembung pada anak!

Apakah Wajar Perut Anak Kembung Berhari-Hari?

Tidak wajar. Perut anak kembung terus dan tidak kunjung membaik menandakan intoleransi laktosa, gas berlebih di pencernaan, menelan udara terlalu banyak, atau sembelit kronis. 

Kembung jadi tidak normal bila sudah berlangsung lebih dari 3 hari, perut keras saat ditekan, BAB tidak lancar, anak tampak tidak aktif, bahkan disertai muntah, diare, dan tidak mau makan.

Kembung sesekali masih wajar. Namun, jika keluhan perut anak kembung terus sering terjadi, coba cek dengan cara ini, Bu:

  1. Apakah perut anak terasa keras saat ditekan?
  2. Apakah anak tampak tidak nyaman terus?
  3. Apakah BAB terakhirnya beberapa hari lalu?
  4. Apakah sensasi kembung muncul setelah minum susu?
  5. Adakah muntah atau diare?

Jika sebagian besar pertanyaan tersebut jawabannya “ya”, kemungkinan si Kecil mengalami gangguan pencernaan yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Kenapa Perut Anak Bisa Kembung Terus Menerus? 

Perut kembung biasanya menandakan ada masalah pada pencernaan. Berikut penyebab yang paling umum terjadi:

1. Menelan Udara Terlalu Banyak (Aerophagia)

Ketika menangis lama, batuk, atau makan terlalu cepat, anak akan menelan banyak udara. Hal ini menyebabkan aerophagia, di mana terjadi akumulasi udara di saluran pencernaaan.

Gejala aerophagia antara lain seperti kembung, sering bersendawa atau kentut, rasa tidak nyaman di perut, dan perut yang tampak membesar.

Menelan udara berlebihan juga bisa terjadi saat anak merasa cemas, mengunyah permen karet, hingga minum soda. 

2. Gas Berlebihan dari Makanan

Coba Ibu ingat apa saja yang dimakan si kecil akhir-akhir ini. Sebab, ada beberapa jenis makanan yang bersifat flatugenik atau membentuk gas secara berlebihan.

Misalnya ubi, brokoli, keju, kembang kol, jamur, kubis, susu, keju, dan kacang-kacangan.

Gas berlebih juga bisa disebabkan oleh makanan yang susah dicerna seperti buah-buahan tinggi fruktosa (seperti pir dan apel) serta minuman bersoda.

3. Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa adalah penyebab perut kembung terus menerus pada anak. Hal ini terjadi ketika pencernaan tidak mampu mencerna laktosa dengan baik.

Sekitar 65% populasi manusia menunjukkan penurunan dalam mencerna laktosa setelah masa bayi. Ras Asia dan Afrika termasuk yang rentan terhadap kondisi ini.

Ketika fermentasi susu tidak diserap dengan baik, akan muncul gas berlebih di dalam usus, adapun gejalanya baru muncul 6-10 jam setelah mengonsumsi laktosa. 

Baca Juga: Perbedaan Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa pada Anak

4. Sembelit (Konstipasi)

Sembelit sering terjadi pada anak, terutama untuk para picky eater yang ebih suka makan kentang goreng, ayam goreng, tanpa mau diimbangi sayur-sayuran dan buah-buahan. 

Ibu mungkin tidak menyadari jika anak sudah bisa ke toilet sendiri. Sembelit membuat anak makin ogah ke toilet, mengingat rasa tidak nyamannya. 

Jika buang air besar terlalu lama ditahan akan menyebabkan penumpukan gas dan tentu saja perut kembung pada anak tak kunjung sembuh. 

Bila Ibu khawatir mengenai kesehatan pencernaan si Kecil, cek lewat AI Poop Tracker! Tinggal upload foto pup dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik untuk dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.

5. Bepergian ke Dataran Tinggi

Perut kembung anak juga bisa terjadi ketika si Kecil diajak bepergian ke dataran tinggi. 

Perubahan tekanan udara di daerah ini membuat tubuh lebih banyak menyerap nitrogen daripada biasanya. Gas nitrogen yang terlarut dalam darah, akan berdifusi ke dalam saluran usus.

Karenanya, di tempat-tempat tinggi seperti puncak gunung, anak maupun orang dewasa biasanya lebih sering kentut dan kembung.

6. Masalah Nutrisi dan Ketidakseimbangan Elektrolit

Jika kelima alasan di atas bukan penyebab perut kembung pada anak tak kunjung sembuh, bahkan terjadi terus-menerus, Ibu perlu mempertimbangkan kemungkinan si kecil kurang gizi.

Kombinasi antara gangguan pencernaan, pertumbuhan bakteri usus yang berlebihan, dan gangguan peristaltik usus akibat kekurangan elektrolit juga bisa membuat perut anak kembung. 

Namun, hal ini perlu pemeriksaan dokter lebih lanjut. Berikut rangkuman berbagai penyebab perut anak kembung terus beserta ciri khas dan penanganannya.

Penyebab

Ciri Khas

Cara Mengatasi

Menelan banyak udara

Sering sendawa dan kentut

Makan perlahan

Makan makanan pemicu gas

Perut kembung usai makan makanan tertentu

Hindari makanan pemicu sekitar 3–5 hari

Intoleransi laktosa

Diare dan kembung setelah minum susu

Ganti ke susu rendah laktosa/soy

Mengalami sembelit

BAB keras dan jarang

Tingkatkan asupan serat dan air, serta perbanyak aktivitas fisik

Pergi ke dataran tinggi

Kembung saat di daerah dataran tinggi

Biarkan tubuh beradaptasi

Baca Juga: 6 Tanda Pencernaan Anak Sehat dan Normal

Cara Mengatasi Perut Anak Kembung Terus Berhari-hari

Ibu pasti khawatir bila anak mengeluhkan perut kembung terus. Agar gejalanya mereda dan si Kecil kembali nyaman, berikut upaya untuk mengatasi perut kembung berhari-hari:

1. Kompres Hangat dan Pijat Perutnya

Jika penyebab perut anak kembung adalah akumulasi udara dan gas di dalam saluran pencernaannya, Ibu bisa mengompres perut si Kecil menggunakan waslap hangat. 

Cukup kompres sekitar 10-15 menit. Cara ini membantu merelaksasikan otot, meredakan nyeri, hingga mengeluarkan gas yang ada di perut.

Selanjutnya, Ibu bisa pijat perut si Kecil perlahan searah jarum jam dimulai dari bagian perut kanan bawah dari sisi anak. Gunakan tekanan yang ringan dan lembut agar anak tetap merasa nyaman.

2. Gerakkan Kaki Seperti Mengayuh Sepeda

Redakan keluhan perut kembung setiap hari dengan rutin melakukan gerakan mengayuh sepeda, Bu. 

Caranya, baringkan si Kecil di kasur atau alas yang empuk dan rata, kemudian gerakkan kedua kakinya bergantian seperti sedang mengayuh sepeda.

Cukup lakukan sekitar 1-2 menit untuk membantu mengeluarkan gas dari tubuh dan mempermudah BAB bila si Kecil mengalami sembelit.

3. Atur Pola Makan

Memperbanyak makan makanan baik untuk pencernaan, seperti tinggi serat, bisa jadi cara mengatasi perut anak kembung terus akibat sembelit.

Mulai dari buah pepaya, oatmeal, hingga aneka sayuran bisa jadi pilihan baik, Bu. 

Supaya keluhan si Kecil tidak semakin parah, kurangi memberikan makanan yang bisa memicu penumpukan gas di perut, ya.

4. Cukupi Minum

Jaga hidrasi tubuh si Kecil dengan mencukupi kebutuhan cairan hariannya dari air putih sebagai upaya mengatasi perut anak kembung terus. 

Asupan cairan yang optimal dapat membantu melunakkan feses dan meredakan sembelit. Kebutuhan cairan anak bisa berbeda-beda tergantung usia. 

Anak usia 1-3 tahun umumnya butuh sekitar 1,1 liter cairan per hari, sedangkan anak usia 4-6 tahun butuh sekitar 1,2 liter cairan per hari.

Bebelac Gold

Susu Bubuk Anak 1-5 Tahun dengan
Advansfibre & Triple Comfort Formula.
Dukung kesehatan pencernaan si Kecil

Cek di Sini!

Selain air putih, Ibu bisa memberikan susu untuk menyumbang cairan anak. Bebelac Gold adalah susu tinggi serat tanpa gula tambahan (0g sukrosa), yang diformulasikan dengan Advansfibre + Comfort (FOS, GOS, Corn Starch, dan Inulin) dan diperkaya juga dengan DHA lebih tinggi. Bantu dukung kesehatan pencernaan.

5. Atasi Jika Penyebabnya Intoleransi Laktosa

Perut anak kembung terus akibat intoleransi laktosa bisa diatasi dengan menghindari konsumsi susu dan produk turunannya. 

Ibu juga bisa memilih susu bebas atau rendah laktosa maupun susu kedelai untuk si Kecil, dibanding konsumsi susu sapi biasa. 

6. Rutin Aktivitas Fisik

Usahakan anak aktif secara fisik untuk mengoptimalkan proses pencernaan makanan di usus. 

Cara ini membantu mengurangi perut kembung karena pergerakan membuat makanan dan gas lebih lancar di dalam pencernaan. 

Ibu bisa mengajak anak bermain sepeda, berjalan-jalan santai, atau melakukan aktivitas fisik ringan lainnya.

Baca Juga: Benarkah Anak yang Bergerak Aktif Bisa Jadi Cerdas?

Kapan Perut Kembung pada Anak Harus Dibawa ke Dokter?

Jika cara di atas tidak membantu untuk meredakan perut anak kembung terus, segera periksakan ke dokter terlebih bila disertai gejala berikut:

  • Anak mengalami kembung lebih dari 3 hari berturut-turut.
  • Anak merasa kembung secara teratur (lebih dari 12 kali sebulan).
  • Perut kembung anak disertai muntah berkali-kali, diare berdarah, atau sembelit.
  • Berat badan anak terus menurun.
  • Anak tampak sangat lemas.
  • Anak menolak makan dan minum. 
  • Perut kembung membuat anak susah bergerak.
  • Anda mengalami pembengkakan atau benjolan di perut.
  • Mengalami nyeri perut tiba-tiba dan sangat menyakitkan.

Daftar jadi member Bebeclub untuk baca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu juga bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, hingga kesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Parents Editorial Team. (2019). 5 Reasons Your Kid May Be Bloated and How to Help. Parents. https://www.parents.com/recipes/scoop-on-food/reasons-your-kid-is-bloated-and-how-to-help/
  2. ‌NHS website. (2022, March). Bloating. Nhs.uk. https://www.nhs.uk/symptoms/bloating/
  3. ‌Goldman, R. (2015, January 20). 10 Foods That Cause Gas. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/foods-that-cause-gas#fruits
  4. Cleveland Clinic Editorial Team. ‌(2023, August 30). Kwashiorkor: Definition, Symptoms, Causes & Diagnosis. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23099-kwashiorkor
  5. ‌Mohamed, M. (2015). Approach to pharmacological and clinical applications of Anisi aetheroleum. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 5(1), 60–67. https://doi.org/10.1016/s2221-1691(15)30172-6
  6. Children’s Minnesota Editorial Team. ‌(2015, July 14). _EducationMaterialsFrame. Children’s Minnesota. https://www.childrensmn.org/educationmaterials/childrensmn/article/16346/abdominal-massage-/
  7. ‌Crider, C. (2020, June 30). Baby Massage for Gas. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/baby/baby-massage-for-gas-2#other-tips
  8. Health Direct Editorial Team. ‌(2025, November 19). Hydration tips for children. Healthdirect.gov.au; Healthdirect Australia. https://www.healthdirect.gov.au/hydration-tips-for-children
  9. Nationwide Children’s Editorial Team. (2025). ‌Lactose Intolerance in Children. Nationwidechildrens.org. https://www.nationwidechildrens.org/conditions/health-library/lactose-intolerance-in-children
  10. Children’s Hospital of Orange Country Editorial Team. ‌(2025, March 21). Gas in the Digestive Tract. Children’s Hospital of Orange County. https://choc.org/conditions/gastroenterology/gas-in-the-digestive-tract/
  11. IDAI | Kembung pada Anak. (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/kembung-pada-anak
  12. Medline Plus. (2010, May 1). Lactose intolerance: MedlinePlus Genetics. Medlineplus.gov. https://medlineplus.gov/genetics/condition/lactose-intolerance/#frequency
  13. https://www.facebook.com/WebMD. (2013, September 25). Gas Pain (Children). WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/gas-pain-children
  14. Bristol Stool Form Scale. (2019). Pediatric General Surgery. https://pediatricsurgery.stanford.edu/Conditions/BowelManagement/bristol-stool-form-scale.html
  15. Herrmann, S. (2021, March 3). Q&A: Constipation in children. Mayo Clinic Health System; Mayo Clinic Health System. https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/qa-constipation-in-children


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait