15 Makanan untuk Anak Diare agar Pencernaannya Nyaman
Makanan untuk diare berguna untuk mengembalikan cairan dan nutrisi yang hilang. Pilihlah yang lembut, tawar, dan kaya akan air serta elektrolit.
Makanan untuk diare perlu diketahui agar tidak membuat kondisi pencernaan si Kecil semakin memburuk. Apa sajakah makanan yang direkomendasikan dan yang perlu dihindari?
Mengapa Pemilihan Makanan Penting saat Anak Diare?
Makanan yang tepat bisa membantu pemulihan usus dan mencegah dehidrasi.
Saat BAB cair dan keluar lebih dari 3 kali sehari, tubuh butuh makanan yang menambah cairan, elektrolit, kalori, dan berbagai zat gizi penting yang terbuang dari feses.
Agar tidak memicu diare dan memperberat kerja usus, makanan untuk diare juga perlu memperhatikan rasa yang relatif hambar dan tekstur lembut. Dengan begitu, diare bisa segera pulih.
Pilihan Makanan untuk Anak Diare yang Aman dan Bantu Cepat Sembuh
Pertolongan pertama untuk anak diare adalah memberikan minum air putih dan oralit agar tidak dehidrasi. Namun, memberikan makanan yang tepat juga penting agar si Kecil cepat sembuh.
1. Pisang
Sebagai makanan untuk diare, pisang kaya karbohidrat pati yang menyerap air di usus besar, sehingga feses pun padat. Pisang tinggi kalium, yaitu elektrolit utama yang hilang akibat diare.
Pilihlah pisang yang belum matang sempurna. Teksturnya masih cukup padat, rasanya kurang manis, dan berwarna semburat hijau dan kuning cerah.
Pisang yang belum matang sempurna mengandung pektin yang paling tinggi. Pektin adalah serat jenis prebiotik yang dapat bantu mengatasi diare.
2. Nasi Putih
Nasi putih polos cocok dijadikan makanan untuk diare. Nasi putih tinggi karbohidrat sederhana yang bisa cepat mengisi ulang energi tubuh.
Nasi juga rendah serat sehingga lebih mudah dicerna dan tidak memicu sakit perut dibandingkan biji-bijian berserat tinggi, seperti nasi merah.
Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Diare pada Anak 1 Tahun yang Efektif
3. Sup Kaldu Tulang
Bila balita diare tidak mau makan, sup tulang cocok untuk memancing nafsu makan sekaligus mencegah anak kekurangan cairan akibat diare.
Sup kaldu tulang kaya akan kalsium, magnesium, kalium, fosfor, vitamin A, vitamin K2, seng, besi, boron, mangan, dan selenium, serta asam lemak omega-3 dan omega-6.
Buatlah sup kaldu dengan banyak potongan daun bawang, bawang bombay, bawang putih, bawang merah, dan polong-polongan sebagai sumber prebiotik.
4. Roti Tawar Putih
Roti tawar putih pun cocok sebagai makanan untuk diare. Kandungan patinya bisa mengikat air untuk memadatkan feses yang encer.
Jadi, coba berikan potongan roti tawar putih atau dipanggang dulu agar rasanya sedikit lebih gurih, tapi jangan oleskan selai apa pun.
5. Biskuit Cracker Tawar
Bapak Ibu dapat menyediakan cracker. Makanan untuk anak yang sedang diare ini mudah dicerna. Jadi, lebih rendah risiko mengiritasi saluran pencernaan.
Untuk anak yang diare disertai muntah, berikan cracker tawar. Pada diare biasa, berikan cracker yang asin.
Cracker asin mengandung natrium yang menahan cairan di dalam tubuh si Kecil. Dengan begitu, makanan ini dapat bantu menekan risiko dehidrasi.
6. Telur Rebus
Telur merupakan makanan untuk diare yang baik karena dapat membantu memperlancar buang air besar.
Telur juga kaya protein yang menyediakan tambahan energi lebih tahan lama agar anak tidak cepat lemas.
Untuk mencegah anak 2 tahun diare tidak mau makan, berikan bagian putih telurnya saja agar tidak terasa mual.
Baca Juga: 15 Obat Diare Anak yang Alami dan Aman
7. Kentang Rebus Tanpa Kulit
Kentang merupakan pilihan makanan untuk diare yang baik karena tinggi kalium. Mineral ini menggantikan kebutuhan elektrolit si Kecil yang hilang selama diare.
Untuk menghindari balita diare tidak mau makan, olah kentang dengan cara direbus atau dikukus sehingga lebih mudah dikonsumsi. Tapi, pastikan kulitnya dibuang.
Sebab, kulit kentang mengandung serat tidak larut air yang justru bisa memperburuk kondisi sistem pencernaan anak.
8. Yoghurt
Mengonsumsi yoghurt kaya probiotik dapat membantu meringankan gejala diare dan mempercepat proses pemulihannya.
Cari yoghurt dengan kandungan strain probiotik Bifidobacterium bifidum, Bifidobacteriumlactis, Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus reuteri, Lactobacillus rhamnosus, atau Saccharomyces boulardii.
Jika si Kecil sensitif terhadap laktosa atau memiliki intoleransi laktosa, pilih yoghurt yang bebas susu atau laktosa.
9. Air Kelapa Muda
Air kelapa dianggap sebagai pilihan minuman yang baik saat anak sedang diare karena tinggi elektrolit.
Penelitian telah menemukan, air kelapa efektif mengatasi dehidrasi akibat diare ringan dan sebanding dengan minuman isotonik untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang.
10. Daging Ayam Kukus
Sumber makanan untuk diare lainnya adalah ayam kukus tanpa kulit. Protein ayam mudah dicerna untuk mengembalikan energi yang hilang akibat diare.
Kukus ayam tanpa banyak tambahan bumbu. Namun, Ibu bisa sajikan dengan kuah jahe ala Hainan. Jahe dipercaya dapat menyembuhkan diare yang disebabkan keracunan makanan.
Jika si Kecil tidak suka rasa ayam kukus, olah menjadi sup ayam rebus atau ayam panggang tanpa tambahan mentega dan minyak.
11. Puree Apel
Apel merupakan pilihan buah yang cocok untuk diare. Namun, apel sebaiknya tidak dikonsumsi dalam bentuk buah segar yang dikupas.
Sebab kulit apel mengandung serat yang tidak larut air dan dapat memperburuk diare. Lebih disarankan lumat apel menjadi saus.
Serat pektin larut air dan dapat mengikat feses menjadi lebih padat. Hindari menambahkan gula ke dalam saus karena gula dapat memperburuk diare.
Baca Juga: Anak Diare dan Demam? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
12. Ubi Jalar Kuning
Ubi jalar kuning cocok sebagai makanan untuk diare. Warna kuning pada ubi jalar mengandung beta-karoten yang akan diubah menjadi vitamin A saat dikonsumsi.
Nah, vitamin A berperan penting dalam memperkuat lapisan perlindungan di usus untuk menghalau bakteri pemicu diare.
Ubi jalar juga kaya akan serat dan pati yang mudah dicerna dan mampu mengikat air dari feses yang cair.
13. Oatmeal
Oatmeal mengandung serat khas bernama beta-glukan. Serat ini berperan sebagai prebiotik yang memberikan asupan bagi bakteri baik di usus, seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus.
Bifidobacterium berperan sebagai pelindung terhadap diare. Sementara itu, Lactobacillus mengurangi peradangan di usus.
14. Wortel
Mirip apel, makanan untuk diare yang satu ini mengandung serat pektin yang larut air sehingga bisa mengikat kadar air berlebih pada feses.
Tak hanya itu, warna kuning-oranye pada wortel juga mengandung beta-karoten yang akan diubah menjadi vitamin A.
Diketahui, vitamin A memperkuat lapisan perlindungan usus dari bakteri dan virus penyebab diare.
15. Jamur Kancing
Jamur kancing mengandung karbohidrat bernama polisakarida. Penelitian beberapa tahun terakhir menunjukkan, polisakarida jamur mampu menyeimbangkan kadar bakteri baik dan jahat di usus.
Tak hanya itu, polisakarida jamur juga memperbaiki lapisan pelindung di usus. Kedua cara kerja ini membantu meredakan diare pada anak.
Baca Juga: Ciri-Ciri Diare Akan Sembuh pada Anak dan Pemulihannya
Makanan yang Harus Dihindari saat Anak Diare
Selain konsumsi makanan untuk mengatasi diare, anak perlu menghindari beberapa jenis makanan tertentu karena memperparah kondisi saluran cerna.
Efeknya, perut kembung, begah, panas, merangsang BAB, dan meningkatkan risiko dehidrasi. Lantas, anak diare dilarang makan apa?
- Brokoli dan sayuran pemicu gas.
- Gorengan dan makanan berlemak.
- Teh, minuman cokelat, dan soda.
- Gorengan dan makanan berlemak.
- Kue, bolu, dan minuman berpemanis buatan.
- Jeruk dan buah-buahan kering.
- Makanan bersambal.
Berikut tabel makanan pantangan untuk anak diare.
|
Jenis Makanan |
Alasan Perlu Dihindari |
|
Brokoli, kubis, kembang kol, paprika, kacang polong, jagung, dan buncis |
Menghasilkan gas, membuat perut kembung |
|
Teh, kopi, cokelat, dan soda |
Tinggi kafein, merangsang BAB |
|
Gorengan dan gajih |
Tinggi lemak, sulit dicerna, memperberat kerja saluran cerna |
|
Kue, bolu, dan makanan tinggi gula alami atau buatan |
Memperparah dehidrasi |
|
Sambal, jeruk, lemon, jeruk nipis, dan jeruk bali |
Makanan pedas dan asam, mengiritasi saluran cerna, memperparah diare |
|
Plum, aprikot, apel kering, pir kering |
Tinggi sorbitol, merangsang BAB |
Baca Juga: BAB Anak Berlendir? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Bagaimana Kalau Anak Diare Tidak Mau Makan?
Memang, anak 2 tahun diare tidak mau makan kerap terjadi. Namun, si Kecil tetaplah butuh asupan gizi, cairan, dan elektrolit agar cepat pulih.
Supaya tetap ada asupan makanan untuk diare, berikut cara yang bisa dilakukan:
- Berikan makanan dalam porsi kecil saja tapi lebih sering, misalnya berikan ⅓ dari porsi makanan setiap 3 atau 4 jam sekali.
- Hindari pemberian susu bila ia alergi susu atau intoleransi laktosa.
- Beri makanan bertekstur lembut dan hangat agar mudah dicerna dan nyaman di perut.
- Berikan minum susu untuk pencernaan sedikit demi sedikit bila anak sudah berusia 1 tahun dengan diare sangat encer, dan tidak mau makan makanan padat.
Susu yang bisa Ibu berikan adalah Bebelac Gold. Susu tinggi serat ini tanpa gula tambahan (0g sukrosa), diformulasikan dengan Advansfibre + Comfort (FOS, GOS, Corn Starch, dan Inulin) dan diperkaya juga dengan DHA lebih tinggi. Seluruh nutrisi tersebut membantu optimalkan kesehatan pencernaan si Kecil!
Baca Juga: Apakah Anak Diare Boleh Minum Susu, dan Apa Alternatif yang Aman?
Kapan Harus ke Dokter?
Segera bawa ke dokter bila diare juga diikuti dengan gejala berikut:
- Pipis kurang dari 6 kali sehari.
- Mulut dan kulit kering.
- Demam lebih dari 24-48 jam.
- Muntah selama lebih dari 12-24 jam.
- Muntah berwarna hijau, berdarah, atau seperti bubuk kopi.
- Perut tampak bengkak.
- Kulit kemerahan atau kekuningan.
- Anak tampak kesakitan di bagian perut.
- Tidak nafsu makan dan minum sama sekali.
Ibu bisa gunakan AI Poop Tracker untuk memantau warna & tekstur pup si Kecil sebelum konsultasi ke dokter. Tinggal upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara langsung dalam 60 detik untuk dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.
Makanan untuk diare berguna untuk memberi sensasi nyaman di perut dan mengembalikan cairan, kalori, dan asupan gizi yang hilang melalui feses, sehingga pemulihan bisa lebih cepat.
Jangan lupa untuk mendaftarkan diri jadi member Bebeclub untuk membaca ratusan artikel parenting dan pemenuhan gizi anak terlengkap dan terverifikasi ahli. Dengan jadi member, Ibu bisa dapatkan akses eksklusif ke berbagai fitur monitor kesehatan pencernaan anak, sampai kesempatan dapat berbagai hadiah menarik dari setiap pembelian produk Bebelac. Daftar gratis, sekarang!
