10 Makanan untuk Anak Diare dan Pantangannya

Pisang boleh Ibu berikan pada si Kecil yang sedang diare karena tinggi kalium dan pektin (serat larut air). Apa lagi pilihan makanannya?

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
10 Jun 2024
Makanan untuk anak diare


Saat si Kecil diare, Ibu perlu tahu apa saja pilihan makanan untuk anak diare agar ia cepat sembuh. Sebab, tidak semua jenis makanan itu baik untuk pencernaan anak yang sedang bermasalah.

Yuk, cari tahu informasi lengkapnya di sini!

Pilihan Makanan untuk Anak Diare agar Cepat Sembuh

Memenuhi kebutuhan cairan memang jadi cara mengatasi diare pada anak yang utama, Bu.

Meski begitu, memilih makanan yang tepat juga penting untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah gejala makin parah.

Yuk, kenali beberapa pilihan makanan yang baik untuk meringankan diare anak. 

1. Pisang

Pisang termasuk contoh makanan untuk anak diare yang bermanfaat baik bagi pencernaannya.

Sebuah hasil penelitian yang dimuat pada Gastro Journal menemukan bahwa anak di atas usia 6 bulan yang mengalami diare tampak lebih cepat pulih dalam 24 jam-5 hari setelah diberikan pisang. Sementara anak yang tidak diberikan pisang baru bisa sembuh dari diare setelah 10 hari.

Pisang mengandung serat yang bersifat mengikat untuk memadatkan feses sehingga membantu diare berangsur memulih.

Pisang juga mengandung kalium tinggi dan pektin (serat larut air) yang baik dikonsumsi saat diare untuk mengembalikan elektrolit yang hilang sekaligus membantu kerja usus lebih mudah mengolah sisa makanan menjadi feses yang lebih padat.

Tekstur pisang yang lembek, lembut, dan rasanya manis-tawar juga nyaman diterima oleh anak yang sedang sakit perut

2. Sup Kaldu Tulang

Sup kaldu tulang adalah contoh makanan untuk anak diare yang bagus untuk memancing nafsu makan sekaligus mencegah si Kecil kekurangan cairan. 

Sup kaldu tulang kaya akan kalsium, magnesium, kalium, fosfor, vitamin A, vitamin K2, seng, besi, boron, mangan, dan selenium, serta asam lemak omega-3 dan omega-6. 

Ibu bisa menggunakan tulang sapi atau ayam untuk mengolah makanan berkuah ini. Supaya rasa dan kandungan gizinya juga makin kaya, tambahkan juga sumsum dan jaringan ikat pada bagian tulang dan kaki, termasuk ceker ayam, serta potongan wortel, seledri, bawang bombay dan bawang putih.

Supaya sensasi hangat pada perutnya makin maksimal, jangan lupa tambahkan sedikit jahe dan lengkuas geprek.

Cara membuat sup kaldu tulang sangatlah mudah. Ibu cukup mencuci bersih semua bahan dan masukkan ke dalam panci biasa. Didihkan dengan api sedang, lalu buang air rebusan pertama. 

Setelah itu, rebus kembali tulang bersama dengan sayur-sayuran lainnya dalam panci tertutup dengan api kecil selama 4 sampai 6 jam. 

3. Nasi Putih

Nasi putih polos juga cocok dijadikan pilihan makanan untuk anak diare. Kenapa?

Karena selain bisa menambah energi tubuh yang hilang, nasi tergolong makanan yang mudah dicerna anak dan bersifat mengikat sehingga membantu memadatkan feses yang encer selama anak diare.

Ibu bisa memberikan nasi putih polos dengan lauk sup kaldu tulang untuk anak yang sedang diare.

4. Apel

Selain pisang, buah untuk anak diare berikutnya adalah apel. Namun, anak yang sedang diare mungkin akan sulit mencerna apel yang tidak diolah alias apel utuh, apalagi jika makan apel dengan kulitnya.

Sebab, kulit apel mengandung serat tidak larut yang dapat membebani sistem pencernaan anak Ibu yang tengah mengalami gangguan. Oleh karena itu, Ibu bisa memberikan buah apel yang sudah lebih dulu diolah menjadi jus atau saus apel.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association menyimpulkan bahwa buah apel juga sama baiknya untuk bantu meredakan sakit anak penderita muntaber (diare yang disertai muntah-muntah).

Hasil penelitian tersebut juga mengemukakan bahwa anak-anak yang diminta minum jus apel murni (tanpa gula) lebih cepat sembuh dari diare, dan lebih cepat keluar dari opname di rumah sakit dibandingkan yang hanya minum oralit.

Baca Juga: 9 Cara Alami Mengatasi Diare pada Anak

5. Roti Tawar Putih

Roti tawar putih pun ternyata cocok sebagai makanan untuk diare anak. Jenis roti ini dianggap sebagai makanan yang baik saat diare karena bisa memberikan sensasi menenangkan di lambung.

Pati yang dikandungnya juga dipercaya bisa mengikat dan memadatkan feses yang encer selama anak diare.

Anak Ibu bisa mengonsumsi roti tawar putih yang dipanggang atau roti lapis (sandwich). Mereka juga bisa memakannya tanpa dipanggang terlebih dahulu, kok, Bu.

Meski begitu, makanan yang bagus untuk anak diare ini sebaiknya tidak ditambahkan selai kacang, mentega, meses cokelat, selai stroberi, atau bumbu lainnya yang bisa memperparah kondisinya, ya, Bu. 

6. Yogurt

Diare bisa menyebabkan anak kehilangan banyak bakteri baik di saluran pencernaannya. Untuk itu, Ibu disarankan untuk memberikan makanan mengandung probiotik, seperti tempe, kefir, dan yogurt.

Apa fungsi probiotik? Probiotik dapat membantu pencernaan dengan meningkatkan keseimbangan bakteri baik dan jahat di saluran cerna, sekaligus membantu memulihkan fungsi usus agar normal kembali dengan cepat seperti semula. 

7. Melon Jingga

Melon jingga mengandung banyak nutrisi yang tidak kalah menyehatkan untuk memulihkan gejala diare pada anak, Bu. 

Satu porsi melon jingga ukuran 177 gram mengandung kurang lebih 60,2 gram kalori, 65 gram vitamin C, dan 1,6 gram kalium.

Berbagai kandungan tersebut dapat membantu mempercepat proses penyembuhan diare pada anak. Hal yang tak kalah penting, melon mengandung banyak air dan kalium yang mampu mengembalikan cairan tubuh yang hilang.

8. Kentang Tanpa Kulit

Tahukah Ibu? Kentang juga bisa menjadi pilihan makanan untuk anak diare berikutnya.

Jenis makanan ini punya kandungan kalium yang baik untuk mengganti kebutuhan elektrolit si Kecil yang hilang selama diare. 

Ibu bisa mengolah kentang dengan cara direbus atau dikukus sehingga lebih mudah dikonsumsi anak. Tapi, pastikan Ibu membuang kulit kentang sebelum memberikannya kepada anak, ya. 

Sebab, kulit kentang memiliki kandungan serat tidak larut air yang justru bisa memperburuk kondisi sistem pencernaan anak. 

9. Cracker

Jika si Kecil sedang diare, Ibu juga bisa menyediakan cracker sebagai camilan makanan untuk diare anak. Cracker termasuk makanan hambar dan mudah lunak yang bisa diberikan pada anak diare. 

Mengingat makanan ini mudah dicerna, risiko mengiritasi saluran pencernaan menjadi lebih kecil. Tidak heran kalau cracker tawar (unsalted) dianggap sebagai makanan untuk anak diare yang disertai muntah.

Terlebih, makanan yang bagus untuk diare ini termasuk jenis makanan asin yang mengandung sodium atau natrium (garam). 

Makanan yang mengandung natrium dibutuhkan untuk membantu menahan cairan dalam tubuh sehingga anak Ibu tidak mudah dehidrasi selama diare. 

10. Telur dan Daging Ayam

Sebagian Ibu mungkin penasaran dan bertanya-tanya, bolehkah anak makan telur saat diare?

Jawabannya adalah boleh, Bu. ini karena telur mengandung protein yang dibutuhkan tubuh anak saat mengalami diare.

Sumber protein lainnya, seperti daging ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, telur, ikan, dan tahu, merupakan makanan yang baik saat diare.

Daging ayam kukus juga bisa menjadi pilihan makanan untuk anak diare yang mudah dicerna, lho, Bu.

Baca Juga: 6 Cara Tepat Mencegah Diare pada Anak

Pantangan Makanan untuk Anak Diare

Setelah mengetahui berbagai makanan yang baik untuk anak diare, Ibu juga perlu tahu sejumlah makanan yang bisa memperparah diare. Dengan demikian, gejala diare atau mencret pada anak tidak akan semakin parah.

Berikut adalah beberapa pantangan makanan untuk anak diare yang perlu Ibu hindari.

  • Gorengan dan makanan berminyak.

  • Makanan berlemak.

  • Makanan pedas.

  • Makanan cepat saji (fast food).

  • Jus buah kental.

  • Makanan yang membuat perut bergas, seperti brokoli, kol, kembang kol, paprika, buncis, polong, jagung, buah beri.

  • Minuman mengandung kafein, seperti teh atau cokelat.

  • Minuman berkarbonasi atau soda.

  • Permen hisap dan permen karet (sekalipun mengandung bebas gula).

  • Es krim.

  • Puding. 

Aturan Pemberian Makanan untuk Anak Diare

Saat si Kecil diare, ia mungkin sering kali menolak makan, termasuk makanan favoritnya. Anak juga tampak lemas dan terkadang tidak mau minum. Hal ini pasti membuat Ayah dan Ibu khawatir karena takut anak mengalami kekurangan zat gizi. 

Nah, Ibu dan Ayah tak perlu khawatir, ada berbagai cara menyiasati pemberian makanan untuk anak diare yang dianjurkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Yuk, Bu, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Siapkan Cairan Oralit

Jika anak sedang mengalami diare, Ibu wajib menyiapkan larutan oralit untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh si Kecil. Hal ini bertujuan untuk mencegah anak mengalami dehidrasi.

Kalau anak sudah mengalami dehidrasi berat, ia akan semakin malas minum yang mengakibatkan tubuhnya semakin lemas. Jadi, Ibu harus mencegah dengan memberikan oralit sebanyak 10 ml/kg berat badan.

Sebagai contoh, kalau berat badan anak Ibu 15 kg, maka ia memerlukan oralit 150 ml setiap ia mengalami diare. Pastikan untuk tidak memaksakan anak minum oralit terburu-buru agar ia tidak mual. Bila anak muntah setelah minum oralit, tunda dulu sebentar lalu berikan cairan oralit kembali sedikit demi sedikit.

2. Berikan Makanan dalam Porsi Kecil dan Sering

Memilih makanan untuk anak diare memang gampang-gampang susah ya, Bu. Pada kondisi diare, perut anak pasti terasa tak nyaman dan badan pun lemas. Kadang-kadang, anak Ibu mungkin juga merasa mual atau malah ingin muntah. Akibatnya, anak jadi tidak selera makan. 

Makanya, berilah makanan dalam porsi lebih kecil yang lebih mudah diterima atau dicerna anak. Makanan dalam porsi kecil ini perlu diberikan lebih sering, misalnya tiap tiga sampai empat jam, untuk memenuhi kebutuhan zat gizi anak selama diare.

Baca Juga: Daya Tahan Tubuh Kuat Si Kecil Berawal dari Perut Sehatnya

3. Lanjut Beri Makanan Tinggi Energi Setelah Sembuh dari Diare

Biasanya, anak yang sedang diare berat badannya sering kali menurun karena asupan makanan yang kurang atau kondisi dehidrasi.

Nah, jika diare sudah sedikit membaik, Ibu bisa mengejar kekurangan asupan makanan tersebut dengan melanjutkan pemberian makanan tinggi energi agar pertumbuhannya tetap terjaga saat masa penyembuhan.

Untuk menjaga kesehatan pencernaan anak saat ia sudah pulih dari diare, Ibu bisa menyajikan 3 gelas sehari susu Bebelac Gold.

Bebelac Gold dilengkapi serat lebih tinggi dari kombinasi FOS:GOS 1:9, Inulin serta Pati Jagung yang mendukung kesehatan pencernaan. Diperkaya dengan nutrisi optimal lainnya seperti Omega 3, Omega 6, 13 vitamin, 7 mineral serta 0% sukrosa mendukung si Kecil tumbuh dengan 7 kehebatan yang optimal.

Ingin tahu tips dan informasi lainnya tentang menjaga kesehatan pencernaan anak? Yuk, Bu, daftarkan diri di Bebeclub untuk dapatkan fitur-fitur menarik seputar tumbuh kembang anak hebat!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. Health Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/moms-advice-is-still-the-best-for-treating-diarrhea/. Diakses pada 19 September 2022.

  2. Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/what-to-eat-for-diarrhea-1944822. Diakses pada 19 September 2022.

  3. Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/how-to-make-diarrhea-go-away-1324506. Diakses pada 19 September 2022.
     

  4. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320124#foods-to-eat. Diakses pada 19 September 2022.
     

  5. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/271157#potassium. Diakses pada 19 September 2022.
     

  6. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/279176#benefits. Diakses pada 19 September 2022.
     

  7. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324424#recovery-diet. Diakses pada 19 September 2022.
     

  8. Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000693.htm. Diakses pada 19 September 2022.
     

  9. Live Strong. https://www.livestrong.com/article/524985-bread-rice-for-diarrhea/. Diakses pada 19 September 2022.
     

  10. Live Strong. https://www.livestrong.com/article/426559-do-apples-or-apple-juice-cause-diarrhea/. Diakses pada 19 September 2022.
     

  11. JAMA Network. https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2518402. Diakses pada 19 September 2022.
     

  12. National Library of Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/2074539/. Diakses pada 19 September 2022.
     

  13. National Library of Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK92775/. Diakses pada 19 September 2022.
     

  14. Draxe. https://draxe.com/nutrition/brat-diet/#How_BRAT_Works_Potential_Benefits. Diakses pada 19 September 2022.
     

  15. Gastroenterology Journal. https://www.gastrojournal.org/article/S0016-5085(01)89171-X/fulltext. Diakses pada 19 September 2022.



Artikel Terkait