Penyebab Bayi Sering Muntah dan Cara Mengatasinya yang Aman
Bayi sering muntah tergolong normal di beberapa bulan pertama usianya. Namun, bayi muntah terus juga bisa jadi tanda adanya gangguan pencernaan.
Ditulis oleh :
Tim Penulis
Ditinjau oleh :
Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K)
Diterbitkan: 16 Desember 2024
Diperbarui: 24 September 2026
Bayi muntah sesekali bisa menjadi hal yang normal pada beberapa bulan pertama kehidupan, jika disebabkan oleh sistem pencernaan yang belum sempurna, kekenyangan, atau refleks gumoh. Namun, bayi yang sering muntah berulang, menyembur, atau disertai gejala lain seperti demam, diare, muntah hijau/berdarah, atau tanda dehidrasi perlu diperhatikan.
Bayi Sering Muntah, Apakah Normal?
Bayi memang lebih mudah mengalami gumoh atau refluks. Ini karena otot yang berada di antara kerongkongan dan lambung (otot sfingter) belum berkembang secara sempurna.
Karena belum matang sepenuhnya, isi lambung dapat lebih mudah naik kembali ke kerongkongan.
Namun, selama bayi tetap aktif, mau menyusu, tumbuh kembangnya sesuai usia, dan tidak ada red flags, gumoh ringan sering kali tidak mengkhawatirkan.
Berapa Kali Normalnya Bayi Muntah?
Frekuensi muntah tidak bisa menentukan normal atau tidaknya suatu kondisi. Namun, ada beberapa faktor yang bisa jadi indikator seperti di bawah ini:
- Seberapa banyak muntahannya?
- Apakah menyembur?
- Apakah terjadi setelah menyusu?
- Apakah bayi tetap mau menyusu?
- Apakah berat badan bertambah?
- Apakah ada demam/diare?
- Apa warna muntahannya?
Umumnya, muntah tidak memengaruhi pertumbuhan bayi. Selama Si Kecil terlihat sehat, aktif, mau menyusu, dan beratnya bertambah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Bedanya Gumoh dan Muntah pada Bayi
Untuk memudahkan Ibu membedakan gumoh dan muntah pada bayi, berikut tanda yang bisa dikenali.
|
Gumoh |
Muntah |
|
ASI/susu keluar sedikit |
Isi lambung keluar lebih banyak/kuat |
|
Biasanya mengalir tanpa usaha kuat |
Dapat disertai kontraksi/mengejan |
|
Bayi tetap tampak nyaman |
Bayi bisa rewel atau tampak sakit |
|
Sering terjadi setelah menyusu |
Dapat terjadi kapan saja |
Baca Juga: Bayi Sering Gumoh Apakah Normal? Cek Penyebab, Cara Mengatasi, dan Tanda Bahayanya
Apa Penyebab Bayi Sering Muntah?
Muntah adalah proses mengeluarkan isi dalam lambung secara paksa melalui mulut. Berikut beberapa penyebab si Kecil sering muntah:
1. Refluks atau Gumoh Setelah Menyusu
Pada bayi, otot sfingter yang berada di antara kerongkongan dan lambung masih berkembang. Cincin ototnya sering kali terbuka pada waktu yang tidak tepat.
Akibatnya, isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini sangat normal dan frekuensinya akan berkurang seiring usia.
2. Minum ASI Terlalu Banyak
Ukuran lambung bayi masih sangat kecil sehingga belum bisa memuat banyak cairan.
Kapasitas lambung bayi sekitar 15–30 ml pada usia 3 hari hingga mencapai 60–118 ml pada akhir bulan pertama. Ketika minum terlalu banyak, sisa ASI jadi mudah naik kembali ke kerongkongan.
3. Menelan Terlalu Banyak Udara
Kebiasaan menyusu terlalu cepat bisa membuat bayi sering muntah karena ia cenderung menelan lebih banyak udara.
Begitu pula bila bayi menangis saat menyusu. Banyaknya udara yang tertelan dan terjebak di dalam perut ini bisa keluar dari mulut dengan cara dimuntahkan.
4. Batuk atau Pilek
Banyak orang tua yang belum tahu bahwa pilek juga bisa membuat bayi muntah.
Muntah karena pilek dapat terjadi saat lendir ingus mengalir ke bagian belakang tenggorokan sehingga menyebabkan bayi batuk berlebihan, hingga muntah.
5. Gastroenteritis atau Infeksi Saluran Cerna
Karena sistem imun tubuh yang masih berkembang, bayi rentan mengalami berbagai infeksi virus termasuk yang menyerang sistem cerna, misalnya, gastroenteritis.
Kondisi ini menyebabkan bayi sering muntah hilang timbul selama satu hari penuh. Selain muntah, gejala gangguan pencernaan ini akan dibarengi dengan diare dan demam.
Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini bisa membuat si Kecil rentan mengalami dehidrasi dan bisa fatal.
6. Alergi Protein Susu Sapi
Melansir Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition (2025), alergi protein susu sapi terjadi ketika sistem imun bereaksi negatif terhadap protein dalam susu sapi, terutama kasein dan whey.
Tidak hanya membuat bayi sering muntah, kondisi ini ditandai dengan ruam kulit, biduran, gatal, hingga sesak napas.
7. Stenosis Pilorus
Melansir StatPearls (2023), stenosis pilorus adalah kondisi ketika otot di bagian bawah lambung menebal sehingga makanan dan cairan sulit masuk ke usus.
Gejalanya umumnya mulai muncul pada usia 3–6 minggu. Kondisi ini ditandai dengan muntah yang menyembur.
8. Infeksi atau Kondisi Medis Lain
Beberapa kondisi medis lain dapat menyebabkan bayi muntah-muntah. Misalnya infeksi telinga hingga infeksi saluran kemih.
9. ASI Perah yang Disimpan atau Diberikan Tidak Tepat
Muntah juga dapat disebabkan karena si Kecil minum ASI perah yang penyimpanan atau pemberiannya kurang tepat.
Pasalnya, bakteri bisa dengan mudah tumbuh dan berkembang pada ASI yang tidak disimpan dengan benar sesuai anjuran.
Bayi Sering Muntah Setelah Minum ASI, Apakah Normal?
Ada beberapa kemungkinan penyebab bayi sering muntah setelah minum ASI, yaitu:
- terlalu banyak minum
- aliran ASI terlalu deras
- menyusu terlalu cepat
- banyak udara tertelan
- refluks
- posisi menyusui yang kurang tepat
Jika bayi muntah setelah hampir setiap kali menyusu, muntah menyembur, atau berat badan tidak bertambah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter ya, Bu.
Cara Mengatasi Bayi Sering Muntah
Jika bayi muntah-muntah, berikut beberapa hal yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasinya:
1. Berikan ASI Sesuai Kebutuhan, Jangan Memaksa Minum Banyak Sekaligus
Hindari memberikan ASI terlalu banyak dalam satu waktu. Pemberian ASI terlalu banyak dapat membuat lambung bayi penuh sehingga membuatnya muntah kembali sesudahnya.
Alih-alih langsung banyak, susui si Kecil sedikit-sedikit tetapi frekuensinya lebih sering.
2. Pastikan Posisi Menyusu Tepat
Saat memberikan ASI, coba tinggikan kepala bayi lebih tinggi agar si Kecil tidak menelan banyak udara saat sedang menyusu.
Buat suasana menyusui tenang dan nyaman, sehingga si Kecil tidak tertekan ataupun terganggu.
3. Sendawakan Bayi Setelah Menyusu
Ibu bisa sering-sering menyendawakan bayi setelah menyusui. Tujuannya untuk mencegah penumpukan udara yang terdapat pada perut si Kecil.
Banyaknya udara yang terperangkap di perut bayi dapat menyebabkan bayi muntah.
4. Hindari Mengajak Bayi Bermain Segera Setelah Menyusu
Jangan langsung mengajak si Kecil bermain setelah ia menyusu atau makan. Posisikan bayi agar tetap dalam posisi tegak selama kurang lebih 30 menit untuk mencegah muntah kembali.
Baca Juga: Bayi Muntah Kuning: 10 Penyebab + Cara Mengatasi
5. Perhatikan Tanda Dehidrasi
Saat bayi sering muntah, perhatikan tanda dehidrasi yang muncul. Ini karena dehidrasi bisa berakibat fatal jika terlambat ditangani.
Mulai dari tidak buang air kecil lebih dari 8 jam, urine berwarna gelap, mulut kering, dan tidak ada air mata saat menangis.
Dukung kesehatan pencernaan si Kecil dengan pemantauan yang lebih mudah. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Bayi Sering Muntah?
Jika bayi muntah, langkah-langkah yang bisa Ibu lakukan yaitu:
- tenangkan bayi
- bersihkan mulut dan wajahnya
- perhatikan jumlah, warna, dan frekuensi muntah
- tetap berikan ASI sesuai toleransi bayi
- pantau tanda dehidrasi
Segera cari bantuan medis jika muncul tanda bahaya, ya, Bu.
Kapan Bayi Sering Muntah Harus Dibawa ke Dokter?
Bayi sering muntah tidak selalu menandakan kondisi serius. Namun, segera cari pertolongan medis jika bayi:
- muntah berwarna hijau
- muntah mengandung darah
- muntah menyembur dan berulang
- sulit menyusu atau tidak mau minum
- tampak sangat lemas
- pipis jauh berkurang
- mulut tampak kering
- demam
- perut membuncit
- berat badan tidak bertambah atau menurun
- muntah terus-menerus
Perlu diingat bahwa bayi lebih rentan mengalami dehidrasi, sehingga jangan menunggu terlalu lama jika gejalanya mengkhawatirkan.
Itulah informasi tentang bayi sering muntah, beda muntah dan gumoh pada bayi, penyebab si Kecil sering muntah, hingga penanganannya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Ibu.
Masalah pencernaan bisa memengaruhi kenyamanan si Kecil. Daftar sebagai member Bebeclub sekarang untuk akses lengkap ke panduan menjaga kesehatan saluran cerna anak yang terverifikasi ahli.

_IFFO_MICROMOMENT.png)
_GUM_CARELINE.png)
