4 Manfaat Kolin untuk Anak dan Sumber Makanannya
Kolin banyak terdapat dalam kuning telur, yang manfaatnya penting untuk bantu optimalkan fungsi kognitif anak.
Ditulis oleh :
Tim Penulis

Kolin adalah salah satu nutrisi penting untuk anak yang sering terlupakan. Padahal, ada banyak manfaat kolin dan sumber kolin yang bisa si Kecil konsumsi setiap hari. Apa saja itu? Yuk, baca selengkapnya!
Manfaat Kolin untuk Anak
Kolin berperan dalam metabolisme serta mendukung kinerja hati, otot, dan sistem saraf. Nutrisi ini juga berkontribusi pada perkembangan otak. Berikut beberapa manfaat utama kolin untuk anak:
1. Mendukung Perkembangan Otak
Kolin berperan penting dalam membentuk dan menjaga struktur membran sel saraf, yang merupakan bagian luar sel otak (neuron).
Membran ini sangat penting karena berfungsi sebagai jalur komunikasi antar neuron, yang memungkinkan otak mengirim dan menerima sinyal dengan baik untuk proses belajar.
Selain itu, kolin membantu mengatur ekspresi gen dan mendukung pembentukan koneksi saraf. Struktur ini mendukung plastisitas sinaptik yang penting untuk pembelajaran, ingatan, dan pertumbuhan kognitif.
Proses ini memastikan perkembangan otak anak yang optimal selama masa pertumbuhannya.
2. Optimalkan Daya Ingat dan Fokus
Salah satu manfaat kolin adalah bantu memproduksi asetilkolin yang berperan mendukung fungsi kognitif anak seperti daya ingat, fokus, konsentrasi, pembelajaran, dan pemecahan masalah.
Sebuah penelitian melaporkan, asupan kolin membantu daya ingat dan fokus anak 2,5–5,9 tahun, terutama yang berisiko gangguan perkembangan dan manfaatnya bisa bertahan hingga 4 tahun.
Penelitian lain menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar betaine (zat hasil pemecahan kolin dalam tubuh), perkembangan bahasa anak juga semakin baik.
3. Membantu Metabolisme Lemak
Kolin penting untuk membantu hati anak mengolah lemak dengan mencegah penumpukan lemak berlebih yang bisa menyebabkan perlemakan hati (fatty liver).
Selain itu, manfaat kolin juga berperan dalam mengatur metabolisme tubuh dengan mendukung proses metilasi yang penting untuk DNA dan fungsi protein.
Kekurangan kolin dapat mengganggu fungsi hati dan metabolisme yang penting untuk otot, otak, perbaikan organ, dan sistem kekebalan tubuh.
Baca Juga: 9 Nutrisi Penting untuk Kecerdasan Otak Anak Selain Kolin
4. Menjaga Integritas Membran Sel
Manfaat kolin juga berperan penting dalam menjaga integritas membran sel. Sebab, kolin adalah komponen utama fosfolipid seperti fosfatidilkolin.
Fosfolipid membantu pertukaran nutrisi dan melindungi sel agar berfungsi optimal. Perkembangan otak dan sistem saraf balita bergantung pada membran kaya fosfatidilkolin.
Membran sel yang sehat juga mendukung perkembangan organ seperti hati, otot, dan usus. Kekurangan kolin dapat menyebabkan membran sel tidak stabil sehingga berdampak pada fungsi otak, pertumbuhan, dan perkembangan anak.
Baca Juga: 6 Ciri-Ciri Anak Cerdas Usia 1-2 Tahun dan Cara Stimulasinya
Berapa Kebutuhan Kolin Harian untuk Anak?
Mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI, anak usia 1-3 tahun butuh asupan kolin sebanyak 200 mg per hari, sedangkan anak usia 4-6 tahun perlu 250 mg per hari.
Tubuh dapat memproduksi kolin di hati, tapi jumlahnya tidak cukup sehingga perlu tambahan dari makanan. Jadi, penting untuk selalu menyediakan makanan tinggi kolin di setiap menu makan harian si Kecil.
Sumber Kolin yang Baik untuk Anak
Ada beberapa sumber kolin yang aman bagus dikonsumsi oleh anak-anak untuk mendapatkan manfaat kolin dengan optimal, antara lain:
1. Telur
Telur merupakan makanan sumber kolin yang baik untuk anak-anak, terutama kuning telurnya. Satu butir telur besar mengandung sekitar 147 miligram kolin.
Ibu disarankan untuk memperkenalkan telur dalam menu makanan anak pada tahun pertama kehidupannya, sekitar usia enam bulan .
Dengan memberikan 2 butir telur setiap hari, kebutuhan kolin harian anak dapat terpenuhi.
2. Daging Sapi
Daging sapi merupakan sumber kolin yang kaya dengan jumlah berbeda-beda, tergantung pada bagian dagingnya.
Misalnya, dalam 85 gram daging sapi giling rendah lemak (hanya 10% lemak) terdapat 71 miligram kolin, sedangkan dalam 4 ons daging panggang tanpa lemak terdapat 100 miligram kolin.
3. Susu
Susu adalah salah satu sumber kolin paling tinggi, terutama ASI. ASI bisa menyediakan kolin 3x lebih banyak dibandingkan kolin yang biasanya dikonsumsi dari makanan sehari-hari.
Kandungan kolin dalam susu sapi juga tak kalah banyak. Maka untuk bantu mencukupi kebutuhan si Kecil, Ibu bisa berikan susu pertumbuhan yang terfortifikasi gizi penting, contohnya Bebelac 3 GroGreat+.
Bebelac 3 GroGreat+ diperkaya FOS:GOS 1:9 teruji internasional, Triple A (DHA, LA, ALA), serta 14 vitamin & 9 mineral yang termasuk kalsium, zat besi, dan kolin untuk dukung tumbuh kembang si Kecil yang optimal. Juga bantu dukung pencernaan sehat dan tingkatkan daya pikir kreatif si Kecil.
Baca Juga: Fungsi Pencernaan Sebagai Otak Kedua Manusia yang Tak Terlihat
4. Ikan
Ikan seperti salmon, tuna, dan kod termasuk makanan sumber omega-3 yang juga kaya kandungan kolin. Sebagai contoh, per 85 gram salmon mengandung sekitar 187 mg kolin.
Oleh karena itu, banyak penelitian menunjukkan bahwa anak yang jarang makan ikan cenderung memiliki kadar kolin yang lebih rendah dalam darah.
5. Kacang-kacangan
Kandungan kolin juga dapat ditemukan dalam berbagai jenis kacang-kacangan.
Kacang hitam menyediakan 129 miligram kolin per cangkir, kacang lima 75 miligram per cangkir, dan kacang kedelai 39 miligram per cangkir.
Produk olahan kedelai, seperti susu kedelai dan tahu juga mengandung kolin dengan jumlah yang berbeda-beda tergantung pada proses pembuatannya.
6. Jamur Shiitake
Mengonsumsi jamur shiitake dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, terutama untuk sistem kekebalan tubuh, karena kandungan nutrisinya yang melimpah.
Jamur ini merupakan sumber kolin nabati yang baik, dengan 116 mg kolin dalam setiap 145 gram jamur yang dimasak.
Selain itu, jamur shiitake juga kaya akan vitamin B5, selenium, dan tembaga.
7. Sayuran Hijau
Sayuran hijau, seperti brokoli dan asparagus merupakan sumber kolin yang baik untuk anak.
Dalam satu cangkir brokoli matang terdapat sekitar 30 miligram kolin, sedangkan dalam satu cangkir asparagus matang terdapat sekitar 47 miligram kolin.
Tips Penuhi Kebutuhan Kolin Anak
Memastikan asupan kolin yang cukup sangat penting untuk mendukung pertumbuhan si kecil. Berikut beberapa tips untuk memenuhi kebutuhan kolin anak dengan optimal:
1. Variasikan Sumber Kolin dalam Menu Harian
Agar manfaat kolin untuk anak bisa optimal, penting bagi Ibu untuk memberikan variasi makanan yang kaya kolin.
Beberapa sumber makanan yang mengandung kolin meliputi telur, sayuran hijau, susu, ikan salmon, dan kacang-kacangan.
Sebagai contoh, Ibu bisa sajikan omelet telur dengan bayam dan segelas susu sebagai menu sarapan anak.
Baca Juga: Panduan Pola Makan Sehat untuk Anak
2. Perhatikan Asupan Kolin Sesuai Usia Anak
Setiap tahap usia memiliki kebutuhan kolin yang berbeda. Memenuhi kebutuhan kolin yang sesuai usia penting untuk mendukung perkembangan anak.
Ibu perlu memastikan anak mendapatkan cukup kolin dari makanan sehari-hari. Sebab, rendahnya asupan kolin bisa berdampak negatif pada perkembangan kognitif anak.
3. Pertimbangkan Suplemen Jika Diperlukan
Jika anak sulit mendapatkan kolin dari makanan alami, Ibu bisa mempertimbangan untuk memberikan makanan fortifikasi yang telah diperkaya dengan kolin, seperti susu pertumbuhan.
Namun, tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memberikan suplemen atau produk fortifikasi dalam jumlah besar.
Ibu bisa bertanya langsung pada ahlinya melalui layanan BebeCare yang bisa diakses secara gratis 24/7. Jangan lupa untuk gabung jadi member Bebeclub untuk dapatkan lebih banyak artikel parenting dan tumbuh kembang anak yang sudah terverifikasi ahli!