Kandungan Susu Kedelai dan Manfaatnya untuk Anak
Kandungan susu kedelai meliputi protein, kalsium, serat, dan asam lemak omega. Nutrisi ini berperan dalam mendukung tinggi badan, fungsi pencernaan dan perkembangan otak si Kecil.
Kandungan susu kedelai meliputi protein, serat, omega-3, omega-6, kalsium, fosfor, serta zat besi yang berperan penting bagi tumbuh kembang anak. Nutrisi ini membantu mendukung pertumbuhan tinggi badan, kesehatan pencernaan, fungsi otak, kekuatan tulang dan gigi, serta pembentukan sel darah merah.
Apa Saja Kandungan Susu Kedelai?
Kandungan susu kedelai mencakup berbagai nutrisi penting, sehingga sering dipilih sebagai pelengkap pola makan seimbang. Terutama, pada si Kecil dengan intoleransi laktosa maupun tidak cocok susu sapi.
Kandungan Makronutrien
Makronutrien adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar untuk menghasilkan energi, mendukung pertumbuhan, dan menjaga fungsi organ.
Sebanyak 250 mL susu kedelai atau dikenal juga dengan susu soya dapat mengandung makronutrien sebagai berikut:
- Protein: 7,35 gram
- Karbohidrat: 8,38 gram
- Lemak: 3,97 gram
- Serat: 0,5-1,5 gram
- Kalori: 98 kkal
Baca Juga: Asupan Gizi Anak dari Bayi hingga Usia Sekolah agar Cerdas
Kandungan Vitamin dalam Susu Kedelai
Susu kedelai juga mengandung mikronutrien berupa vitamin yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil. Tubuh menggunakan vitamin sebagai pendukung pertumbuhan, metabolisme, fungsi saraf, dan sistem kekebalan.
Berikut kandungan vitamin yang bisa si Kecil dapatkan dari susu kacang kedelai:
- Vitamin B1: 0,1 mg
- Vitamin B2: 0,53 mg
- Vitamin B3: 0,94 mg
- Vitamin B6: 0,08 mg
- Folat: 24,5 mcg
Kandungan Mineral Penting
Mineral diperlukan tubuh untuk membangun jaringan, menjaga keseimbangan cairan, dan mendukung berbagai proses biologis.
Kegunaannya ini sangat penting untuk pertumbuhan si Kecil. Berikut beragam mineral pada susu kedelai:
- Kalsium: 365, 7 mg
- Zat besi: 1,59 mg
- Magnesium: 39,2 mg
- Fosfor: 225,4 mg
- Kalium: 225,4 mg
- Zinc: 0, 51 mg
- Natrium: 95,55 mg
Senyawa Aktif dalam Susu Kedelai
Kandungan susu kedelai yang cukup populer manfaatnya adalah senyawa bioaktif, yang berperan dalam mendukung fungsi tubuh.
Beberapa senyawa aktif utama yang ada pada susu kedelai, antara lain:
- Isoflavon: 60 mg
- Omega-3: 0,4 mg
- Omega-6: 1,6 mg
Baca Juga: Anak Alergi Susu Sapi: 10 Ciri + Cara Mengatasi
Manfaat Susu Kedelai untuk Anak Berdasarkan Kandungan Gizinya
Susu kedelai yang kaya nutrisi memberikan manfaat pada pertumbuhan si Kecil, di antaranya:
1. Mendukung Pertumbuhan dan Tinggi Badan
Studi pada jurnal Economics & Human Biology tahun 2016 menunjukkan bahwa asupan protein pada anak usia 6–24 bulan berdampak positif pada peningkatan tinggi dan berat badan.
Ini menunjukkan bahwa protein nabati dari susu kedelai berperan dalam mendukung pertumbuhan fisik si Kecil pada masa awal kehidupan.
Di samping itu, protein juga bermanfaat dalam memperbaiki jaringan tubuh selama masa pertumbuhan anak, Bu.
2. Menjaga Kesehatan Pencernaan
Kandungan susu kedelai seperti serat dan gula sederhana (oligosakarida) sangat baik untuk kesehatan saluran cerna si Kecil.
Kedua berfungsi sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus dan mengoptimalkan kesehatan saluran cerna.
3. Mendukung Fungsi Otak
Omega-3 dan omega-6 berperan penting dalam perkembangan otak dan fungsi saraf anak.
Nutrisi ini berperan penting pada bagian membran sel saraf, yang membantu memberikan struktur serta mendukung interaksi antar sel otak.
Dengan tercukupinya omega-3 dan omega-6 dari susu kedelai dan makanan lainnya, Ibu mendukung kemampuan belajar, daya ingat, serta konsentrasi si Kecil, lho.
4. Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi
Usia 1 tahun adalah masa aktif pertumbuhan tulang dan gigi si Kecil, Bu.
Nah, pemberian susu kedelai yang difortifikasi kalsium dan fosfor dapat tentu dapat menjaga kekuatan, struktur, serta mendukung pertumbuhan kerangka tubuh anak.
Kandungan susu kedelai ini juga berperan dalam kontraksi otot, pembekuan darah, dan fungsi saraf, sehingga sangat vital bagi kesehatan secara keseluruhan.
5. Membantu Pembentukan Sel Darah Merah
Selain daging-dagingan, susu kedelai juga bisa jadi sumber zat besi untuk si Kecil, Bu.
Zat besi berperan membantu sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh, mendukung daya tahan, pembentukan sel otot, dan perkembangan otak..
Bila kebutuhan zat besi terpenuhi dengan baik, si Kecil dapat terhindar dari risiko anemia dan tumbuh lebih optimal.
Baca Juga: Susu Soya vs Formula Soya: 4 Perbedaan Utama
Apakah Susu Kedelai Cukup untuk Kebutuhan Nutrisi Anak?
Susu kedelai bisa menjadi alternatif sumber nutrisi untuk anak, terutama bagi yang alergi atau tidak cocok dengan susu sapi.
Namun Bapak dan Ibu perlu pahami bahwa susu kedelai tidak bisa menggantikan semua nutrisi susu sapi secara langsung.
Oleh karena itu, si Kecil tetap membutuhkan makanan bergizi seimbang dari seperti sumber protein hewani, sayur, buah, biji-bijian lainnya agar kebutuhan gizinya tetap terpenuhi.
Selain memperhatikan asupan nutrisi, penting juga memantau respons pencernaan si Kecil. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popok atau toilet dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa menggunakan fitur ini melalui Aplikasi Bebeclub Mobile untuk memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah.
Baca Juga: Susu Soya untuk Anak: Mitos vs Fakta
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Memberikan Susu Kedelai pada Anak
Susu kedelai bisa menjadi alternatif susu nabati, namun Ibu tetap perlu memperhatikan beberapa hal penting agar manfaatnya optimal untuk si Kecil.
1. Perhatikan Kandungan Gula Tambahan
Tidak semua produk susu kedelai memiliki kandungan gula yang sama ya, Bapak dan Ibu.
Beberapa produk bisa mengandung gula tambahan yang cukup tinggi sehingga sebaiknya dikonsumsi secara bijak. Pilih susu kedelai dengan:
- Gula rendah atau tanpa gula tambahan
- Label “unsweetened” atau “no added sugar”
- Daftar bahan yang sederhana dan mudah dipahami
2. Cek Fortifikasi Kalsium dan Nutrisi Lain
Susu kedelai alami umumnya mengandung sedikit kalsium dan tidak mengandung vitamin D maupun vitamin B12.
Untuk mendapatkan nutrisi optimal, Bapak dan Ibu perlu memilih produk susu kedelai yang difortifikasi.
Tambahan vitamin D membantu penyerapan kalsium lebih optimal serta vitamin B12 mendukung pertumbuhan si Kecil jadi lebih optimal.
Baca Juga: Manfaat DHA agar Anak Cepat Tanggap & Mudah Bersosialisasi
3. Pilih Produk yang Sesuai Usia Anak
Selain kandungan susu kedelai, Bapak dan Ibu perlu memperhatikan label usia, kandungan protein, dan lemak yang tertera pada kemasan.
Tujuannya, untuk memastikan produk tersebut sesuai dengan kebutuhan gizi dan tahap tumbuh kembang anak.
Oleh karena itu, hindari produk susu kedelai yang diformulasikan untuk orang dewasa karena biasanya tinggi pemanis.
Bebelac Gold Soya adalah susu soya dengan prebiotik yang terbukti klinis, diperkaya kandungan serat FOS inulin dan formula 100% bebas laktosa. Nutrisi tepat untuk dukung pencernaan si Kecil yang tidak cocok susu sapi.
Anak aktif membutuhkan asupan nutrisi yang tepat untuk mendukung proses belajar, bermain, dan tumbuh kembangnya. Jadi member Bebeclub untuk mendapatkan insight nutrisi, inspirasi menu harian, dan berbagai edukasi dari para ahli. Selain mendapatkan akses ke berbagai artikel dan panduan dari para ahli, Ibu juga dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai hadiah menarik sebagai member Bebeclub.
_GUM_KATALOG (2).png)
_GUM_AI POOP TRACKER.png)
_GUM_CARELINE.png)
