Kandungan Susu Kedelai dan Manfaatnya untuk Anak

Susu kedelai bisa menjadi alternatif susu nabati bagi anak yang tidak cocok dengan susu sapi. Hal ini bukan tanpa alasan, karena ada ban...

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
22 Apr 2022


Susu kedelai bisa menjadi alternatif susu nabati bagi anak yang tidak cocok dengan susu sapi. Hal ini bukan tanpa alasan, karena ada banyak kandungan susu kedelai yang bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil yang tidak bisa minum susu sapi. Yuk, simak kandungan apa saja yang ada di dalam susu kedelai lengkap dengan manfaatnya berikut ini!

Apa Saja Kandungan Susu Kedelai?

Susu kedelai kaya nutrisi karena beberapa kandungan gizi di dalamnya. Berikut kandungan susu kedelai selengkapnya:

  • Kalori: 100 gram

  • Karbohidrat: 8 gram

  • Protein: 7 gram

  • Lemak: 4 gram

  • Serat: 1 gram

  • Gula: 6 gram

  • Kalsium: 25 miligram

  • Zat besi: 0,64 miligram

  • Magnesium: 25 miligram

  • Fosfor: 52 miligram

  • Kalium: 118 miligram

  • Mangan: 0,22 miligram

  • Zinc: 0,12 miligram

  • Natrium: 51 miligram

  • Folat: 18 miligram

  • Vitamin B1: 0,06 miligram

  • Vitamin B2: 0,07 miligram

  • Vitamin B3: 0,51 miligram

  • Vitamin B6: 0,08 miligram

Baca Juga: Mitos dan Fakta Seputar Susu Soya yang Perlu Ibu Ketahui

Manfaat Susu Kedelai untuk Anak

Berkat beragam kandungan nutrisi di dalamnya, tak heran jika susu kedelai dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, di antaranya:

1. Optimalkan Tinggi Badan Anak

Kedelai sudah dikonsumsi masyarakat Asia ribuan tahun lalu dalam berbagai bentuk, mulai dari tahu, tempe, kecap, tauco, hingga susu kedelai. Bahkan jenis kacang-kacangan asli Asia Timur ini sudah digunakan dalam makanan anak-anak selama lebih dari 2.000 tahun.

Kandungan protein dalam kedelai cukup tinggi. Dalam 100 gram kedelai, mengandung protein sebanyak 36.49 gram1. Salah satu manfaat protein bagi tubuh adalah untuk mendukung pertumbuhan optimal tinggi badan si Kecil, serta menjaga kesehatan dan perkembangannya.  

Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan jumlah protein yang dibutuhkan si Kecil setiap hari adalah sebagai berikut: 

  • Usia 0—5 bulan: membutuhkan 9 gram protein.

  • Usia 6—11 bulan: membutuhkan 15 gram protein.

  • Usia 1—3 tahun: membutuhkan 20 gram protein.

Dengan demikian, pastikan Ibu mencukupi kebutuhan protein nabati hariannya, ya, Bu.

2. Jaga Kesehatan Pencernaan

Serat berperan penting dalam mendukung pencernaan si Kecil. Asupan serat yang cukup pada anak dapat menurunkan risiko sembelit, obesitas, hingga diabetes. 

Berdasarkan data dari AKG Kementerian Kesehatan Indonesia, anak usia 1—3 tahun membutuhkan serat sebanyak 19 gram sehari, dan di usia 4-6 tahun kebutuhan seratnya meningkat menjadi 20 gram sehari. 

Buah-buahan utuh dan segar dengan jumlah yang cukup bisa dijadikan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan serat. Misalnya, apel memiliki kandungan serat 2,4 gram, artinya untuk memenuhi 20 gram serat ini setara dengan mengonsumsi 8 buah apel, 2-3 buah alpukat atau 4 buah jambu biji.

Sayangnya, menurut penelitian Feeding Infants and Toddlers Study (FITS) tahun 2016, tak sampai 10% anak dari usia 12-47 bulan yang kebutuhan seratnya sudah terpenuhi. 

Di Indonesia, menurut Prof. DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc, Ahli Nutrisi dari Fakultas Kedokteran UI dalam acara Peluncuran Kampanye Jam Makan Serat oleh Bebeclub pada 3 Juni 2021 mengatakan bahwa 9 dari 10 anak Indonesia belum terpenuhi kebutuhan seratnya. Hal ini berdasarkan penelitian pada 185 anak usia 6 bulan sampai 3 tahun di Jakarta pada tahun 2020. 

Namun, tidak perlu khawatir karena Ibu bisa memenuhi kebutuhan serat si Kecil dari olahan kedelai, termasuk susu kedelai yang telah diproses menjadi formula soya. Pasalnya, dalam 100 g kacang kedelai terkandung 9,3 gram serat.

Baca Juga: Gejala Alergi Susu Sapi pada Anak  

3. Optimalkan Fungsi Otak

Selain protein, susu kedelai juga mengandung polyunsaturated fatty acids (PUFA) yang merupakan asam lemak dengan banyak ikatan rangkap. Termasuk di dalamnya adalah asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6. 

Omega-3 dan omega-6 berperan penting dalam perkembangan fungsi kognitif, ketajaman visual, kesehatan kardiovaskular dan tekanan darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi si Kecil terhadap alergi pada usia dini.

4. Mempertahankan Kepadatan Tulang dan Gigi

Kalsium merupakan mineral penting yang berperan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi5. Makin besar usia si Kecil, tentu saja kebutuhan kalsiumnya berbeda. Anak usia 1—3 tahun kebutuhan kalsiumnya adalah 650 mg per hari.

Si Kecil bisa mendapatkan asupan kalsium dari beberapa sayuran, telur, ikan, kacang-kacangan, termasuk kedelai yang mengandung 277 mg kalsium. Dan yang tak kalah penting, kedelai mengandung isoflavon eksklusif yang turut berfungsi sebagai antioksidan dan antikolesterol6.

5. Mencegah Anemia

Tahukah Ibu? Kekurangan zat besi ternyata dapat mengganggu pertumbuhan si Kecil dan berdampak buruk bagi fungsi kognitifnya

Zat besi merupakan mineral penting yang berfungsi untuk menghasilkan sel darah merah. Sel  darah merah bertugas mengangkut oksigen dan zat gizi ke seluruh tubuh. 

Tubuh kemudian akan menggunakan zat besi untuk menghasilkan lebih banyak asupan darah. Jika tubuh si Kecil kekurangan zat besi, maka ia berisiko mengalami anemia yang dapat mengganggu proses tumbuh kembang si Kecil. Tentu Ibu tidak ingin hal ini terjadi, bukan?

Wah, ternyata banyak ya kandungan susu kedelai yang bagus untuk kesehatan si Kecil! Sayangnya,  tidak semua pilihan susu kedelai memiliki kandungan serat yang tinggi, Bu, kecuali susu kedelai yang telah diubah menjadi formula soya. Formula soya berserat terbuat dari isolat protein soya yang kemudian ditambahkan kandungan serat pangan dan prebiotik seperti FOS Inulin.

Fungsi FOS Inulin adalah membantu menjaga jumlah bakteri baik dalam saluran pencernaan si Kecil agar pencernaannya sehat, dan mendukung perut hebatnya. Tak hanya itu, kandungan serat dalam formula soya juga membantu mencegah infeksi pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi diare, meningkatkan kesehatan tubuh dan kekuatan tulang anak.

Baca Juga: Cara Mengatasi Anak Alergi Susu Sapi

Untuk itu, berikan susu Bebelac Gold Soya untuk #OptimalkanHebatnya anak yang tidak cocok susu sapi. Dengan formula soya tinggi serat FOS, inulin dengan isolat protein soya, dan Triple A (DHA, ALA, LA) dukung pencernaan baik, akal kreatif, serta tumbuh kembang yang optimal. 

Jangan lupa daftarkan diri Ibu jadi member Bebeclub untuk menikmati promo dan penawaran menarik lainnya seputar Bebelac Gold Soya, Bu!

 


 

Referensi tambahan:

  1. Elvira Verduci, Elisabetta Di Profio, Lucia Cerrato, Giulia Nuzzi, Luca Riva, Giulia Vizzari, Enza D'Auria, Maria Lorella Giannì, Gianvincenzo Zuccotti, Diego G. Peroni. 2020. Use of Soy-Based Formulas and Cow's Milk Allergy: Lights and Shadows. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7707102/ 
  2. John W. Carbone, Stefan M. Pasiakos. 2019. Dietary Protein and Muscle Mass: Translating Science to Application and Health Benefit. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6566799/ 
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Diambil dari http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_ Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf 
  4. Kristen Finn, Emma Jacquier, Brian Kineman, Heidi Storm, Ryan Carvalho. 2019. Nutrient intakes and sources of fiber among children with low and high dietary fiber intake: the 2016 feeding infants and toddlers study (FITS), a cross-sectional survey. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6859612/ 
  5. Amina Bouziani, Naima Saeid, Hasnae Benkirane, Latifa Qandoussi, Youness Taboz, Asmaa El Hamdouchi, Khalid El Kari, Mohammed El Mzibri, Hassan Aguenaou. 2018. Dietary Calcium Intake in Sample of School Age Children in City of Rabat, Morocco. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5911322/  
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Diambil dari http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK%20No.%2041%20ttg% 20Pedoman%20Gizi%20Seimbang.pdf  
  7. Francisca Echeverría González, Rodrigo Valenzuela Báez. 2017. In Time: Importance of Omega-3 in Children’s Nutrition. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5417803/ 

 

Temukan Topik Lainnya



Artikel Terkait