6 Penyebab Anak Muntah dan Cara Tepat Mengatasinya

Penyebab anak muntah sangat beragam dan biasanya tidak perlu penanganan medis. Namun, pada kondisi tertentu, muntah anak perlu diwaspadai.

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
02 Feb 2022
Cara mengatasi muntah pada anak - Bebeclub


Salah satu penyebab anak muntah yang paling umum adalah infeksi pada pencernaan. Namun selain itu, muntah-muntah juga bisa disebabkan oleh beragam penyebab lainnya yang mungkin tidak Ibu sadari.

Supaya Ibu tidak khawatir berlebihan, yuk cari tahu penyebab dan cara mengatasi muntah pada anak dalam artikel ini!

Apa Penyebab Anak Muntah?

Muntah adalah keluarnya isi perut si Kecil secara paksa sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Sebenarnya, sesekali muntah merupakan hal yang cukup normal terjadi pada anak. Pada banyak kasus, muntah tidak berlangsung dalam waktu lama dan akan membaik dengan sendirinya. 

Meski demikian, Ibu perlu mengetahui beberapa penyebab anak muntah supaya dapat mengambil tindakan pertolongan yang tepat. Berikut penjelasannya.

1. Alergi Makanan

Jika anak muntah, coba Ibu perhatikan makanan atau minuman apa yang baru saja dikonsumsi si Kecil? Sebab, alergi makanan bisa jadi penyebab anak muntah yang tidak disadari. 

Alergi makanan pada anak lebih banyak dialami ketimbang orang dewasa. Hal Ini terjadi karena sistem kekebalan mereka belum sempurna. 

Zat pemicu alergi (alergen) yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh, oleh sistem imun disalahartikan sebagai zat berbahaya. Maka, muncullah respon berupa reaksi atau gejala alergi. 

Selain muntah-muntah, biasanya ada beberapa gejala alergi lain yang sering menyertai, yaitu:

  • Ruam atau gatal-gatal pada kulit.
  • Hidung meler.
  • Kesulitan bernapas atau asma.
  • Kolik, perut kembung, dan sakit perut.
  • Diare.
  • Konstipasi atau sembelit. 

Alergi makanan menjadi salah satu penyebab anak muntah pada anak yang perlu diwaspadai karena jika berlangsung terus-menerus, anak bisa mengalami dehidrasi. Untuk mencegahnya, sebaiknya Ibu segera membawa anak ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat agar bisa segera ditangani dengan tepat. 

2. Gastroenteritis 

Penyebab anak muntah yang paling umum adalah gastroenteritis atau flu perut. Mungkin, Ibu lebih familiar dengan istilah muntaber, yaitu muntah yang disertai diare.

Muntaber paling sering disebabkan oleh virus jenis Rotavirus dan Norovirus yang juga menjadi penyebab diare pada anak. Namun, muntah yang disertai diare juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella thyphi penyebab tipes.

Muntah akibat muntaber pada anak biasanya berlangsung kurang dari 24 jam dan akan cepat membaik dalam beberapa hari. 

Baca Juga: 4 Penyebab Anak Demam dan Muntah

3. Keracunan Makanan

Selain alergi makanan, keracunan makanan ternyata juga bisa menjadi penyebab anak muntah, lho!

Keracunan makanan biasanya terjadi akibat makanan yang terkontaminasi oleh bakteri atau virus. 

Anak Ibu bisa mengalaminya setelah mengonsumsi makanan yang diolah dengan tidak higienis, tidak dimasak hingga matang, atau tidak disimpan dengan benar. 

Muntah karena keracunan makanan bisa disalah artikan dengan flu perut, karena gejalanya yang hampir mirip tapi lebih parah. Jadi, ketika Ibu mencurigai anak keracunan makanan, segera bawa si Kecil ke klinik atau rumah sakit terdekat guna mencegah risiko dehidrasi. 

4. Radang Usus Buntu 

Pada beberapa kasus, radang usus buntu atau apendisitis bisa menjadi penyebab anak muntah.

Kondisi ini kerap memunculkan rasa sakit pada area pusar yang bergerak ke perut bagian kanan bawah. Selain muntah, radang usus buntu dapat membuat anak demam, sakit perut parah, merasa tidak nyaman saat berdiri atau duduk, dan sakit saat bergerak. 

Perlu Ibu catat, radang usus buntu adalah kondisi medis yang darurat. Jadi bila si Kecil memiliki usus buntu, jangan ragu untuk membawanya ke rumah sakit sesegera mungkin. 

5. Infeksi Penyakit Lainnya

Anak muntah juga bisa menjadi tanda adanya infeksi penyakit lain pada tubuh si Kecil, lho, Bu. Misalnya, infeksi saluran kemih (ISK) hingga meningitis. 

Jika penyebab muntah pada anak disebabkan oleh infeksi, biasanya akan disertai dengan gejala lain, seperti demam, lesu, mual, diare, mual, atau pusing. 

6. Masuk Angin

Masuk angin adalah suatu istilah yang sering digunakan orang Indonesia untuk menggambarkan kondisi tidak enak badan, pegal-pegal, demam, hingga sakit kepala. Masuk angin juga sering dikaitkan sebagai penyebab anak muntah-muntah. 

Namun, gejala muntah-muntah yang dialami anak ini, bisa jadi merupakan gejala dari penyakit lain, seperti pneumonia, bronkitis, asma, postnasal drip, dan refluks asam lambung sehingga membutuhkan perawatan medis untuk mencegah dehidrasi. 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Muntah?

Bila anak muntah, Ibu tak perlu khawatir. Hal yang paling utama adalah untuk Ibu bisa tetap tenang di hadapan anak. Jika Ibu tenang, anak juga akan ikut merasa tenang sehingga tidak lagi menganggap kondisinya menakutkan.

Kemudian, Ibu bisa ikuti cara mengatasi muntah pada anak berikut ini agar si Kecil merasa lebih nyaman: 

1. Istirahatkan Perut si Kecil

Setelah anak muntah, Ibu jangan terburu-buru memberinya minum atau makanan. Mungkin Ibu merasa dengan ini anak bisa kembali mengisi ulang nutrisi atau cairan tubuh yang hilang. 

Akan tetapi, baiknya beri jeda dulu sekitar 30-60 menit setelah ia muntah sebelum memberikannya asupan apa pun. Tujuannya, untuk memberi kesempatan bagi perut anak bisa pulih sepenuhnya. 

Selain itu, menurut dokter anak Matthew Goldman, MD, sebetulnya wajar apabila anak menjadi tidak nafsu makan sesaat setelah muntah. Maka jangan paksakan si Kecil untuk makan apa pun dulu setelah ia muntah. 

2. Berikan Air Putih

Setelah anak muntah, Ibu tetap harus pastikan si Kecil tidak mengalami dehidrasi. Ingat, Bu, muntah-muntah bisa menyebabkan tubuh anak kehilangan banyak cairan. Jika tidak segera diganti, anak bisa makin merasa lemas dan tidak enak badan.

Tapi, ada baiknya untuk beri jeda waktu sekitar 30-60 menit setelah anak muntah sampai ia merasa tenang sebelum memberikan air putih hangat.

Tunggu sampai si Kecil merasa cukup baikan untuk minum, dan jangan memaksanya untuk minum saat ia masih merasa mual dan tidak enak badan. Jangan pula membangunkannya untuk minum bila si Kecil sedang tidur.

Cara memberikan minum setelah anak muntah-muntah juga perlu diperhatikan, ya, Bu! Pertolongan pertama anak muntah terus yakni cobalah berikan 1 sendok teh air air putih tiap 5-10 menit setelah muntah. 

Jika setelah minum air putih ia masih memuntahkan cairan, jangan khawatir ya Bu. Tunggu setidaknya 30 menit lagi. Kemudian, coba mulai lagi dengan mengurangi jumlah airnya dan berikan setiap 5-10 menit. 

Secara perlahan, perbanyak jumlah air putih untuk si Kecil setelah ia tidak lagi muntah-muntah selama 3-4 jam. 

3. Berikan Cairan Lain

Sehabis muntah, Ibu bisa berikan si Kecil cairan seperti oralit, sup kaldu, teh tawar hangat, atau air jahe untuk kembalikan cairan tubuh yang hilang.

Jangan dulu berikan susu dan produk olahannya, karena aroma legit susu dan rasanya yang kental bisa memicu anak kembali merasa mual. 

Hindari memberikan minuman olahraga atau minuman manis yang mengandung banyak gula karena justru dapat memperburuk gejala.

4. Berikan Makanan Mengandung Prebiotik

Prebiotik adalah serat tidak larut yang bekerja sebagai sumber makanan bagi bakteri baik (probiotik) di dalam sistem pencernaan anak.

Kehadiran prebiotik dapat memelihara jumlah bakteri baik yang berfungsi melawan kuman-kuman berbahaya penyebab masalah pencernaan, seperti bakteri penyebab muntah.

Prebiotik juga membantu meningkatkan penyerapan nutrisi yang optimal sehingga ia bisa kembali bertenaga setelah lemas karena muntah-muntah.

Beberapa contoh makanan mengandung prebiotik adalah pisang, apel, dan buah-buahan berry

5. Berikan Makanan Padat

Jika si Kecil mulai merasa lapar dan meminta makanan, Ibu bisa memberikan sedikit makanan bertekstur padat. Misalnya, biskuit cracker atau sereal kering. Ibu juga dapat memberikan makanan mengandung karbohidrat kompleks, seperti kentang, nasi, atau roti.

Hindari memberikan si Kecil makanan berminyak, berlemak, atau pedas selama beberapa hari sampai ia bisa pulih sepenuhnya.

Baca Juga: Ragam Nutrisi Penting agar Pencernaan Si Kecil Baik

6. Sajikan Makanan Dingin

Beberapa anak dapat merasa semakin mual ketika mencium aroma makanan yang panas atau hangat. Oleh karena itu, Ibu dapat coba sajikan makanan dalam suhu ruangan atau dingin untuk mengurangi frekuensi anak muntah saat mencoba makan.

Hal ini juga berlaku pada pemberian cairan untuk anak. Ketika ia menolak mimun, Ibu dapat coba memberikan air dingin atau memintanya untuk mengulum es batu ukuran kecil.

Namun, Ibu perlu berhati-hati ya saat memberikan es batu pada si Kecil, sebab es batu memiliki permukaan yang licin dan dapat menyebabkan tersedak.   

7. Ajak Anak Tidur

Cara mengatasi muntah pada anak selanjutnya adalah mengajak anak untuk tidur. Ibu dapat mengusahakan suasana kamar senyaman mungkin agar si Kecil dapat tidur selama beberapa jam. 

Hal ini bertujuan untuk membuat si Kecil terbangun dalam keadaan perut yang kosong sehingga ia tidak merasa ingin muntah lagi.  

8. Hindari Menggosok Gigi

Untuk sementara waktu, Ibu dapat membiarkan si Kecil untuk tidak menggosok giginya terlebih dahulu. Sebab gosok gigi dapat memancing rasa mual untuk muncul kembali. Setelah makan, cukup ajak si Kecil untuk kumur-kumur menggunakan air putih. 

Kemudian, ajak si Kecil untuk duduk tenang terlebih dahulu setelah makan dan minum agar tidak merasa mual. Setelah beberapa saat, baru ijinkan si Kecil untuk bermain. 

9. Berikan Obat

Apabila anak muntah disertai demam, Ibu bisa membawa si Kecil ke dokter. Dokter mungkin akan memberikan obat sesuai dengan kondisi si Kecil. Umumnya, obat yang diberikan adalah paracetamol. 

Selain itu, dokter mungkin juga meresepkan obat supositoria jika anak masih muntah. Namun, hindari memberikan aspirin untuk si Kecil. 

Penggunaan aspirin untuk mengobati demam anak bisa berisiko menyebabkan kondisi serius yang disebut sindrom Reye. Selain itu, ibuprofen juga tidak disetujui penggunaannya untuk anak di bawah usia 6 bulan.

Baca Juga: Tips Cegah Gangguan Pencernaan pada Anak

Kapan Anak Muntah-Muntah Perlu Diwaspadai?

Pada umumnya, penyebab anak muntah bukan merupakan kondisi yang membahayakan. Akan tetapi, Ibu perlu segera membawa si Kecil ke dokter apabila ia mengalami gejala sebagai berikut:

  • Demam tinggi.
  • Muntah berdarah.
  • Muntah berwarna kehijauan atau kecokelatan (dengan lendir).
  • Muntah beberapa kali dalam kurun waktu 1 jam.
  • Sakit perut.
  • Adanya keluhan ruam dan sakit kepala.
  • Tampak lesu, pucat, mata anak cekung. 
  • Ada tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, bibir pecah-pecah, sering mengantuk, menangis tidak mengeluarkan air mata, hingga anak jarang pipis.
  • Anak tidak mau makan dan minum, serta memuntahkan apa yang ia konsumsi.
  • Kondisi anak tidak kunjung membaik.

Itulah penyebab muntah yang perlu diketahui dan cara mengatasi muntah pada anak yang dapat Ibu lakukan di rumah. 

Selain itu, jangan lupa Ibu tetap perlu mendukung kesehatan saluran cerna anak tiap hari. Sebab, sistem pencernaan yang baik dapat menentukan tumbuh kembang optimalnya.

Bu, ingin tahu lebih banyak lagi seputar tumbuh kembang dan pencernaan anak? Yuk, daftar di Bebeclub! Di sini, Ibu bisa dapatkan berbagai informasi terbaru dan aktivitas stimulasi kreatif untuk dukung anak tumbuh hebat.

 


 

Referensi:

  1. Vomiting (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2021). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/vomit.html#:~:text=Many%20different%20things%20can%2 0make,parasites%2C%20can%20also%20cause%20gastroenteritis.
  2. Vomiting in children. (2023, October 17). Pregnancybirthbaby.org.au; Healthdirect Australia. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/vomiting-in-children
  3. Clinic, C. (2023). Nausea & Vomiting: Causes & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/8106-nausea--vomiting?_gl=1*12f0q9t*_ga*MzQzNTE0OTkzLjE2ODc0MzEwMjA.*_ga_ HWJ092SPKP*MTY5OTg1MDE3MS4xMDMuMS4xNjk5ODUwMTc0LjAuMC4w#care-and-treatment
  4. Vomiting in toddlers and children: Why kids throw up and what to do. (2022). BabyCenter. https://www.babycenter.com/health/conditions/vomiting-in-toddlers-and-children_11395

Temukan Topik Lainnya



Artikel Terkait

icon resep
1 Tahun Resep

Resep Banana Bread

Ditulis oleh:
Tim Penulis

Ditinjau oleh:
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK
4 min
01 Jan 1970