8 Pertolongan Pertama Anak Muntah Terus

Apa pun penyebabnya, anak yang muntah harus segera diberikan pertolongan pertama agar tidak sampai mengalami dehidrasi karena kehilangan cairan. Dehidrasi akibat muntah bisa bahaya.

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
05 Apr 2024


Muntah adalah reflek tubuh untuk mengeluarkan isi lambung secara paksa karena dianggap bisa membahayakan kesehatan. Yuk, simak cara pertolongan pertama anak muntah terus!

Pertolongan Pertama Anak Muntah Terus

Ibu perlu tahu seperti apa pertolongan pertama yang tepat jika anak muntah terus. Sebab, anak kecil rentan mengalami dehidrasi ketika mengalami muntah.

Apa yang harus dilakukan jika anak muntah terus menerus?

1. Posisikan Anak agar Nyaman

Pertolongan pertama untuk anak muntah terus adalah Ibu harus tetap tenang dan bantu miringkan tubuhnya ke samping agar tidak tersedak atau menelan muntahannya. 

Namun jika si Kecil muntah sambil berdiri, bantu ia duduk di kursi atau sofa yang nyaman dengan posisi punggung tegak. Jaga agar ia tidak membungkuk ke depan.

Posisi duduk tegak mencegah isi lambung naik kembali ke kerongkongan yang bisa memicu reflek muntah.

2. Berikan Air Minum

Setelah posisinya lebih nyaman, coba berikan minum 1-2 teguk air putih setiap 15 menit sekali sebagai pertolongan pertama anak muntah terus.

Jika anak tidak suka minum air putih, Ibu bisa coba selingi dengan 1-2 sdm cairan oralit, kaldu sayur minim rempah, atau infused water dengan irisan lemon.

Jika muntah lagi, tunggu 20-30 menit dulu sebelum mulai lagi memberikan minum air putih untuk mencegah risiko dehidrasi setelah anak muntah-muntah.

Perbanyak porsi minumnya secara bertahap setelah ia tidak lagi muntah dalam 3-4 jam.

3. Istirahatkan Perut Anak

Anak yang muntah-muntah terus akan cepat merasa lemas karena kehilangan banyak energi. Jadi jika muntahnya sudah mereda dan anak sudah cukup minum, coba ajak berbaring.

Posisikan si Kecil telentang sambil menyanggah kepalanya dengan bantal agak tebal agar posisi kepala lebih tinggi agar tidak merasa mual dan sakit perut.

Biarkan anak istirahat di tempat tidur sampai ia merasa lebih baik. Istirahat yang cukup memberikan kesempatan tubuh untuk mencerna sisa makanan dan memulihkan dirinya sendiri.

Baca Juga: 6 Pertolongan Pertama Anak Sakit Perut Sebelum ke Dokter

4. Pantau Seberapa Banyak Anak Muntah

Sambil mendampingi si Kecil istirahat, coba ingat-ingat seberapa banyak muntahannya tadi.

Pantau juga sudah berapa kali anak muntah dan berapa banyak cairan yang keluar setiap kali muntah. Ini penting sebagai bahan laporan Ibu ke dokter nanti.

Penting juga perhatikan warna urin anak. Warna urin yang gelap seperti kuning tua atau oranye bisa menjadi tanda-tanda dehidrasi. 

5. Berikan Makanan Tawar

Langkah penting dalam pertolongan pertama anak muntah terus adalah menghindari pemberian makanan padat dan susu sapi selama 6-8 jam pertama.

Setelah 8 jam, sajikan makanan yang baik untuk pencernaan dan rasanya hambar seperti nasi putih lembek, roti tawar, kentang rebus (tanpa tambahan bumbu), atau biskuit tawar.

Berikan makanan secara bertahap dan perhatikan juga respons tubuh anak terhadap makanan tersebut.

6. Hindari Aktivitas Setelah Makan

Jika si Kecil sudah mau makan minum setelah muntah, Ibu tetap disarankan membatasi aktivitasnya setelah makan. 

Sebab, melakukan aktivitas setelah makan dapat meningkatkan risiko anak muntah kembali karena pencernaannya masih sensitif. 

7. Berikan Anak Minuman Manis

Jika anak tidak lagi muntah dalam 24 jam dan kondisinya sudah membaik, Ibu dapat memberikan makanan seperti biasanya.

Jika anak masih tidak mau makan nasi, coba berikan minuman berkalori yang memiliki rasa, seperti jus buah (kecuali jeruk dan anggur) dan air hangat madu (jika anak di atas 1 tahun) untuk mengisi ulang energi agar cepat sembuh.

Setelah 8-24 jam tidak muntah, Ibu juga bisa melengkapi asupan gizinya secara bertahap dengan memberikan susu Bebelac Gold, Ahli Pencernaan No.1.

Bebelac Gold diformulasikan dengan Triple Comfort (0 sukrosa, asam amino alami, dan laktosa) serta Triple Fiber FOS:GOS 1:9 dan sari pati jagung untuk mendukung pencernaan si Kecil.

8. Hindari Obat Pereda Muntah

Pertolongan pertama anak muntah terus yang perlu dihindari adalah memberikan obat pereda muntah tanpa resep dokter. 

Beberapa jenis obat pereda muntah yang dijual bebas tanpa resep dapat memiliki efek samping serius pada anak.

Terutama jika dosisnya tidak tepat atau digunakan tidak sesuai dengan penyebab muntahnya.

Baca Juga: 6 Tanda Pencernaan Anak Sudah Kembali Sehat dan Normal

Kapan Harus ke Dokter?

Muntah biasanya hanya berlangsung 1-2 hari dengan pertolongan pertama yang tepat.

Namun, waspada jika kondisi anak semakin parah dan tidak kunjung membaik, disertai tanda-tanda berikut:

  • Muntah berwarna hijau terang, terdapat darah, atau bercak gelap di dalamnya seperti ampas kopi.

  • Anak demam dan muntah.

  • Anak tidak bisa minum atau makan apa pun, dan terlihat lesu.

  • Anak tidak buang air kecil, tidak mengeluarkan air mata ketika menangis, dan matanya terlihat cekung.

  • Perut yang tampak keras atau kembung, bahkan BAB berdarah.

  • Anak mengalami sakit kepala dan ruam di kulitnya.

  • Mengalami gangguan pernapasan, seperti bernapas dengan cepat.

  • Muntah proyektil atau muntah menyembur jauh.

Jika setelah melakukan pertolongan pertama anak masih muntah terus disertai tanda-tanda ini, segera konsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Ibu juga bisa langsung hubungi tim BebeCare untuk meminta saran atau panduan tentang cara menjaga kesehatan pencernaan anak, tanpa buat jadwal!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. How to Handle Vomiting (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2023). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/vomiting-sheet.html
  2. ‌Vomiting in children. (2023, November 7). Healthdirect.gov.au; Healthdirect Australia. https://www.healthdirect.gov.au/vomiting-in-children
  3. ‌Vomiting: Treatment and Hydration | Nationwide Children’s Hospital. (2024). Nationwidechildrens.org. https://www.nationwidechildrens.org/conditions/vomiting
  4. ‌Treating Vomiting. (2024). HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/abdominal/Pages/treating-vomiting.aspx
  5. ‌Vomiting in children. (2023, October 17). Pregnancybirthbaby.org.au; Healthdirect Australia. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/vomiting-in-children
  6. ‌IDAI | Apa yang Perlu Dilakukan Bila Anak Muntah? (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/apa-yang-perlu-dilakukan-bila-anak-muntah
  7. ‌IDAI | Muntah pada Anak: Berbahayakah? (2014). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/muntah-pada-anak-berbahayakah


Artikel Terkait