Anak Muntah Terus? Ini Pertolongan Pertama yang Bisa Ibu Lakukan

Bantu anak tetap nyaman dan mendapat cairan sedikit demi sedikit saat muntah. Kenali pilihan minuman, waktu mulai makan, dan tanda harus segera ke dokter.



Pertolongan pertama anak muntah terus adalah membantu ia duduk tegak atau berbaring miring agar tidak tersedak. Setelah muntah berhenti, tunggu sekitar 30–60 menit sebelum memberikan cairan, lalu berikan oralit atau air putih sedikit demi sedikit, sekitar 1–2 sendok makan setiap beberapa menit. Jika anak terus muntah dan sama sekali tidak bisa minum, segera bawa ke IGD.

Pertolongan Pertama Anak Muntah Terus

Saat anak muntah berulang, Ibu bisa menemaninya beristirahat dan menawarkan minum sedikit demi sedikit setelah muntah mereda agar ia tidak kekurangan cairan.

Untuk anak usia satu tahun ke atas yang masih sadar penuh, bisa menelan, dan tidak menunjukkan tanda bahaya, Ibu bisa mencoba beberapa cara berikut:

1. Posisikan Anak dengan Aman

Ketika anak sedang muntah, dampingi ia sambil membantunya duduk tegak. Jika ia sedang berbaring, Ibu dapat memiringkan tubuhnya agar muntahan keluar dan tidak tertahan di mulut. 

Posisi tersebut digunakan saat anak sedang muntah, bukan sebagai anjuran tidur miring bagi bayi. Bayi tetap paling aman tidur telentang.

Jika si Kecil sulit dibangunkan atau kesulitan bernapas, segera cari bantuan darurat dan jangan memaksanya minum.

2. Berikan Cairan Sedikit demi Sedikit

Setelah muntah mereda, berikan satu sendok teh atau 5 mililiter cairan setiap 2–3 menit. Tambah jumlahnya secara bertahap jika anak tidak memuntahkannya kembali.

Kalau anak muntah lagi, beri jeda sekitar 15 menit sebelum mencoba memberikannya cairan dalam jumlah lebih sedikit. Beberapa panduan menggunakan jeda 30–60 menit untuk mengistirahatkan lambung.

Namun, bila anak mulai menunjukkan tanda dehidrasi, ia perlu segera mendapat pertolongan tanpa menunggu jeda tersebut selesai.

Untuk anak di atas satu tahun yang sudah bisa minum tanpa muntah kembali, beri 15–30 mililiter cairan setiap 20 menit. Tambah jumlahnya secara bertahap jika anak bisa minum tanpa muntah.

3. Biarkan Anak Beristirahat

Setelah muntah, anak mungkin belum ingin makan atau beraktivitas. Ibu bisa menemaninya beristirahat di tempat yang nyaman tanpa membujuknya langsung menghabiskan makanan. 

Ajak ia berbaring dengan posisi nyaman, kepala sedikit lebih tinggi atau miring, dan hindari langsung telentang penuh setelah muntah.

Sambil menemani, Ibu bisa melihat apakah ia tetap merespons saat diajak bicara, mau minum, dan buang air kecil seperti biasanya.

4. Catat Frekuensi dan Kondisi Muntah

Untuk membantu menjelaskan kondisinya kepada dokter, Ibu bisa mencatat seberapa sering anak muntah dan keluhan lain yang muncul. Berikut beberapa hal yang bisa Ibu catat:

  • Kapan anak mulai muntah, berapa kali ia muntah, dan apakah muntahnya menyemprot.
  • Warna muntahan, termasuk adanya darah atau bentuk seperti ampas kopi.
  • Makanan atau minuman sebelum keluhan, serta apakah cairan selalu dimuntahkan.
  • Gejala lain, seperti demam, diare, sakit perut, sakit kepala, atau riwayat jatuh.

Jika keluhan muncul setelah makan makanan tertentu, catatan dapat membantu saat konsultasi penyebab anak muntah dengan dokter. Namun, satu kejadian saja belum cukup untuk memastikan alergi.

Baca Juga: Anak Sakit Perut: 13 Pertolongan Pertama di Rumah

Habis Muntah Sebaiknya Minum Apa?

Setelah memberikan pertolongan pertama anak muntah terus, ia sebaiknya minum cairan bening dalam jumlah kecil tapi sering untuk mengganti cairan yang hilang. Berikut pilihannya:

1. Oralit

Menurut Yayasan Gastroenterologi Indonesia, oralit bermanfaat mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare maupun muntah. Dapatkan oralit di apotek, lalu siapkan sesuai takaran di kemasan.

Takaran airnya tidak boleh diubah dan bubuknya tidak boleh dicampurkan ke minuman lain. Kalau petunjuknya kurang jelas, Ibu bisa meminta apoteker menunjukkan cara menyiapkannya.

Jika muntah disertai BAB cair, Ibu bisa membaca panduan cara mengatasi diare pada anak. Bila anak masih menyusu, Ibu tetap dapat melanjutkan pemberian ASI.

2. Air Putih

Jika anak berusia di atas satu tahun masih mau minum, Ibu bisa menawarkan air putih sedikit-sedikit.

Namun, bila ia sering muntah dan mengalami diare, atau mulai menunjukkan tanda kekurangan cairan, utamakan oralit dan bawa si Kecil ke tenaga kesehatan untuk diperiksa.

3. Minuman yang Sebaiknya Dihindari

Saat memilih minuman untuk anak yang sedang muntah, Ibu sebaiknya menghindari beberapa minuman berikut: 

  • Minuman bersoda.
  • Minuman yang terlalu manis.
  • Minuman yang dapat mengiritasi lambung, seperti jus buah yang terlalu asam atau pekat.

Kandungan gula yang tinggi dapat memperburuk keluhannya. Minuman tersebut juga tidak dapat digunakan sebagai pengganti oralit.

Pencernaan yang sehat membantu si Kecil lebih nyaman beraktivitas, bermain, dan belajar setiap hari. Jadi member Bebeclub sekarang untuk mendapatkan berbagai edukasi seputar kesehatan pencernaan anak, lengkap dengan tips dari para ahli. Selain itu, Ibu juga dapat mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai hadiah menarik sebagai member Bebeclub.

Bagaimana Cara Agar Anak Berhenti Muntah?

Cara mengatasi muntah pada anak tergantung pada penyebabnya. Sambil memperhatikan kondisinya, Ibu bisa menawarkan minum sedikit demi sedikit setelah muntah mereda agar ia tidak kekurangan cairan. 

1. Jangan Berikan Minum dalam Jumlah Banyak Sekaligus 

Meskipun anak terlihat sangat haus, Ibu sebaiknya menawarkan minum dalam tegukan kecil yang berulang sebagai pertolongan pertama anak muntah terus.

Minum banyak sekaligus bisa membuatnya lebih sulit menahan minuman tersebut. Kalau anak sudah bisa minum tanpa muntah kembali, Ibu dapat menambah jumlahnya perlahan.

2. Jangan Langsung Memberikan Makanan Berat

Kalau anak masih mual, tidak perlu paksa ia makan dalam porsi besar. Setelah muntah mereda, berikan minum sedikit demi sedikit terlebih dahulu. Saat ia mulai ingin makan, barulah coba tawarkan makanan.

3. Hindari Aktivitas Berlebihan 

Selama anak belum nyaman untuk banyak bergerak, Ibu bisa menemaninya membaca buku atau beristirahat sebelum kembali berlari dan bermain aktif. 

Sambil menemani, Ibu perlu memperhatikan apakah ia tetap merespons seperti biasanya. Jika anak sampai sulit dibangunkan, segera cari pertolongan medis, ya, Bu.

Di tengah aktivitas bermain dan eksplorasi si Kecil setiap hari, kesehatan pencernaan tetap perlu diperhatikan. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil. Cukup upload foto pup di atas popok dan hasil analisisnya bisa Ibu dapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk membantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil setiap hari.

4. Jangan Memberikan Obat Antimuntah Tanpa Resep Dokter

Obat antimuntah tidak selalu diperlukan dan tidak semuanya sesuai untuk anak. Obat ini juga harus atas rujukan dokter. Dokter perlu menilai penyebab, usia, serta kondisinya sebelum meresepkan obat.

Obat bebas atau resep sebaiknya tidak diberikan kecuali memang diresepkan dokter untuk kondisi si Kecil. Obat antimuntah yang dijual bebas bisa berefek samping serius bila dosis atau penggunaannya tidak tepat.

Muntah yang berhenti setelah minum obat belum memastikan anak terbebas dari penyakit serius. Jika ia masih mengalami nyeri hebat, perubahan kesadaran, atau tanda bahaya lain, segera cari pertolongan medis.

Kapan Anak Muntah Harus Dibawa ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis bila muntah disertai tanda bahaya. Ibu tidak perlu menunggu sampai besok jika muncul salah satu kondisi berikut:

  • Muntah hijau, mengandung darah, atau tampak seperti ampas kopi.
  • Anak sangat lemas, sulit dibangunkan, atau tidak merespons seperti biasanya.
  • Setiap cairan selalu dimuntahkan sehingga anak tidak bisa mendapat asupan.
  • Buang air kecil jauh berkurang, mulut kering, mata cekung, atau air mata berkurang.
  • Sakit perut hebat, perut keras, atau sangat membuncit.
  • Muntah setelah cedera kepala atau disertai kesulitan bernapas.
  • Sakit kepala, leher kaku, dan sensitif terhadap cahaya.
  • Muntah disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, seperti anak demam atau BAB berdarah pada anak.

Jika anak memiliki penyakit ginjal, gangguan usus kronis, atau kondisi khusus lain, hubungi dokter lebih awal karena risiko dehidrasinya lebih tinggi.

Muntah yang terus berlanjut atau kondisi yang memburuk juga perlu diperiksa, meskipun belum terlihat tanda gawat.

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Anak Muntah?

Saat merawat anak yang muntah, Ibu dan Bapak juga perlu menghindari beberapa hal berikut agar anak tetap mendapat cukup cairan dan segera diperiksa bila kondisinya memburuk.

  • Memberikan banyak cairan sekaligus.
  • Memaksa si Kecil makan ketika masih mual.
  • Memberikan obat antimuntah tanpa anjuran dokter.
  • Mengandalkan soda atau minuman sangat manis untuk mengganti cairan.
  • Mengabaikan tanda dehidrasi atau menganggap anak yang sangat lemas hanya mengantuk.
  • Menunda pemeriksaan saat ada muntah hijau, darah, atau tanda bahaya lain.

Bila muntah kembali berulang, Ibu perlu menghubungi dokter.

Baca Juga: 9 Makanan untuk Mengatasi Anak Muntah

Kapan Anak Boleh Makan Lagi Setelah Muntah?

Setelah memberikan pertolongan pertama, sebaiknya jangan langsung memberikan makanan padat kepada anak yang terus muntah. 

Tunggu sampai muntahnya mereda, anak sudah bisa minum tanpa muntah lagi, dan mulai menunjukkan keinginan untuk makan. Setelah itu, anak dapat mulai makan kembali secara bertahap.

1. Mulai dari Makanan yang Mudah Dicerna

Ketika anak mulai ingin makan, berikan makanan hambar seperti bubur nasi, kentang lumat, roti, atau pisang sesuai kemampuan makannya. 

Ibu dapat memulai dari makanan sederhana yang tidak terlalu berminyak, lalu melihat apakah ia bisa memakannya tanpa kembali mual atau muntah.

2. Berikan dalam Porsi Kecil

Ibu bisa menawarkan beberapa suap terlebih dahulu, lalu melihat apakah anak bisa makan tanpa muntah kembali. 

Kalau ia belum mau, tidak perlu dipaksa, ya, Bu. Ibu dapat mencobanya lagi saat anak ingin makan sambil tetap menawarkan minum.

3. Tingkatkan Asupan Secara Bertahap Jika Tidak Muntah Kembali

Jika anak sudah bisa makan tanpa muntah, Ibu bisa menambah porsinya sedikit demi sedikit hingga kembali ke makanan yang biasa dikonsumsi. Jadi, anak tidak perlu hanya makan pisang atau bubur selama berhari-hari.

Setelah si Kecil bisa makan dengan baik, Ibu bisa melengkapi asupan gizinya secara bertahap dengan Bebelac Gold. Bebelac Gold adalah susu tinggi serat tanpa gula tambahan (0g sukrosa), yang diformulasikan dengan Advansfibre + Comfort (FOS, GOS, Corn Starch, dan Inulin) dan diperkaya juga dengan DHA lebih tinggi. Bantu dukung kesehatan pencernaan.

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Alberta Health Services. (2026). Vomiting or diarrhea in children. myhealth.alberta.ca – Conditions
  2. Healthdirect Australia. (2024). Vomiting in children. Healthdirect Australia – Vomiting In Children
  3. Horn, M., & Waasdorp Hurtado, C. (2023). Drinks to prevent dehydration when your child is vomiting. HealthyChildren.org – Drinks To Prevent Dehydration In A Vomiting Child
  4. Leung, A. K. C., & Hon, K. L. (2021). Paediatrics: How to manage viral gastroenteritis. Drugs in Context, 10, 2020-11-7. DOI: 10.7573/dic.2020-11-7
  5. Nationwide Children’s Hospital. (2022). Vomiting. nationwidechildrens.org – Vomiting
  6. Nemours KidsHealth. (2023). What to do about vomiting. KidsHealth – Vomiting Sheet
  7. The Royal Children’s Hospital Melbourne. (2025). Clinical practice guidelines: Vomiting. rch.org.au – Vomiting
  8. The Royal Children’s Hospital Melbourne. (2025). Gastroenteritis (gastro). rch.org.au – Gastroenteritis Gastro
  9. Yayasan Gastroenterologi Indonesia. (n.d.). Hal-hal yang perlu diperhatikan saat membuat dan konsumsi oralit. ygi.or.id – Hal Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Dan Konsumsi Oralit
  10. American Academy of Pediatrics. (n.d.). Treating vomiting. HealthyChildren.org. HealthyChildren.org – Treating Vomiting
  11. Consolini, D. M. (2025). Vomiting in infants and children. Merck Manuals. Merck Manual Consumer Version. merckmanuals.com – Vomiting In Infants And Children


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Desktop

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Desktop

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu
 Mobile

Hadiah Hebat Untuk si Kecil & Ibu

Dapatkan beragam hadiah hebat untuk dukung si Kecil cerdas sosial, hanya di Bebeclub

Icon Cek Kesehatan Saluran Cerna
 Mobile

Cek Kesehatan Saluran Cerna

Pantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan teknologi AI. Cek rutin untuk dapat ensiklopedia eksklusif!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun