Kembali ke Pencernaan & Alergi

4 Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi dan Penyebabnya

Jika bayi Ibu belakangan jadi jarang BAB, tapi ketika BAB feses yang keluar hanya sedikit dan sampai tidak mau makan atau menyusu, bisa ...

4 min
08 Dec 2022
bayi sembelit

115 ibu tandai artikel ini bermanfaat

Jika bayi Ibu belakangan jadi jarang BAB, tapi ketika BAB feses yang keluar hanya sedikit dan sampai tidak mau makan atau menyusu, bisa jadi ini tanda-tanda bayi mengalami sembelit, Bu. Lalu, bagaimana cara yang tepat mengatasi sembelit pada bayi? Namun, sebelum itu, Ibu juga harus tau apa saja penyebab bayi dapat mengalami sembelit.

Penyebab Sembelit pada Bayi

Sembelit atau konstipasi adalah gangguan pencernaan pada anak yang terjadi ketika feses lambat bergerak di dalam saluran pencernaan. Pergerakan yang lambat ini akan membuat feses menjadi kering dan keras saat dikeluarkan. 

Jadi, apa yang menyebabkan bayi mengalami sembelit? Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebabnya:

1. Kekurangan Cairan Tubuh

Jarang BAB atau sembelit adalah salah satu tanda bahwa metabolisme tubuh bayi sedang tidak berfungsi optimal. Padahal, Bayi umumnya memiliki metabolisme yang tinggi, lho, Bu

Masalah penurunan metabolisme ini bisa saja disebabkan oleh dehidrasi karena si Kecil terlalu lama berada di cuaca yang panas, atau di ruangan ber-AC yang hawanya terlalu kering.

Bila tidak segera diganti dengan asupan cairan atau ASI yang cukup, dehidrasi bisa menyebabkan feses bayi menjadi kering dan keras sehingga susah dikeluarkan.

2. Perubahan Pola Makan

Tahukah, Ibu? Umumnya, bayi bisa mengalami sembelit ketika mereka mulai beralih ke MPASI. Hal ini karena sistem pencernaan bayi masih “kaget” sehingga harus beradaptasi dengan perbedaan tekstur makanan baru yang ia terima.

Selain itu, perubahan rutinitas makan bayi juga bisa menyebabkan bayi sembelit. Misalnya, bayi seharusnya mengonsumsi makanan pada pukul 1 siang, lalu berubah menjadi pukul 2 siang. 

3. Pola Makan Kurang Serat

Apabila si Kecil sudah mulai makan makanan padat tapi jarang mendapatkan asupan serat, hal ini juga bisa menyebabkan sembelit pada bayi. 

Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk memberikan makanan pendamping ASI yang juga kaya serat untuk menjaga pola BAB bayi. 

Serat dari makanan membantu memadatkan berat feses sekaligus melunakkan juga teksturnya supaya bisa lebih mudah dikeluarkan.

Ibu bisa memberikan buah-buahan lunak untuk si Kecil agar kebutuhan seratnya tercukupi dalam jumlah yang diperlukan.

4. Kondisi Medis Tertentu

Kondisi medis tertentu juga bisa menyebabkan terjadinya sembelit pada bayi. Pada kasus yang sangat jarang terjadi, ada beberapa kondisi medis yang bisa menjadi penyebab umum bayi mengalami sembelit.

Misalnya seperti alergi makanan, alergi protein susu sapi, luka pada anus bayi yang dapat menimbulkan iritasi dan rasa sakit saat BAB, hipotiroid, penyakit Hirschsprung, dan fibrosis kistik. 

Baca Juga: Tanda-Tanda Pencernaan Si Kecil Lancar dan Tidak Bermasalah

Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi

Bayi sembelit biasanya bukan pertanda penyakit serius, Bu. Meski begitu, Ibu tidak boleh menyepelekan kondisi ini karena gejala sembelit bisa saja memburuk dan menyebabkan komplikasi. 

Nah, ada beberapa cara mengatasi sembelit pada bayi dengan perawatan rumahan yang bisa Ibu lakukan sebagai berikut: 

1. Perbanyak Berikan ASI

Salah satu faktor penyebab sembelit pada bayi adalah kurangnya asupan cairan dari air susu Ibu. Jadi meski bayi sudah mulai makan makanan padat pun sebaiknya Ibu tetap lanjut memberikan ASI, ya. Sebab, ASI dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil.

Bagaimana dengan air putih dan jus buah? Air putih hanya boleh diberikan pada bayi yang usianya sudah 6 bulan ke atas, Bu. Sementara itu, pemberian jus buah untuk mengembalikan cairan tubuh anak (baik yang Ibu buat sendiri atau jus kemasan) tidak dianjurkan untuk diberikan kepada si Kecil jika usianya belum genap 1 tahun.

Jadi, cairan apa yang bisa diberikan untuk bayi? Selain ASI, Ibu bisa memberikan MPASI yang berkuah (seperti kuah sup ayam) jika si Kecil sudah berusia 6 bulan ke atas, ya!

2. Buat Bayi Aktif Bergerak

Cara mengatasi sembelit pada bayi berikutnya adalah dengan membuat tubuh si Kecil bergerak lebih aktif. Kenapa demikian? Tujuannya adalah untuk merangsang gerakan usus bayi Ibu jadi lebih aktif sehingga bisa mendorong fesesnya keluar lebih lancar.

Jika bayi Ibu belum bisa merangkak atau berjalan, Ibu bisa membaringkannya di atas kasur. Lalu, pegang kaki bayi dan gerakan kakinya mengikuti gerakan mengayuh sepeda. Melakukan hal ini dapat membantu fungsi usus dan meringankan gejala bayi sembelit.

3. Mandikan Bayi dengan Air Hangat

Memandikan bayi dengan air hangat juga menjadi cara mengatasi sembelit pada bayi yang bisa dicoba, Bu. Tidak hanya mampu menenangkan bayi, cara ini dapat mengendurkan otot-otot perut bayi yang kaku dan membantu bayi berhenti mengejan. 

Selain itu, mandi air hangat bisa meringankan rasa tidak nyaman yang berkaitan dengan gejala sembelit pada bayi Ibu seperti sensasi perut kram dan perut kembung

Pastikan Ibu memandikan bayi dengan air yang tidak terlalu panas, ya, misalnya dengan air hangat suam-suam kuku agar tidak melukai kulit tubuh si Kecil.

4. Perhatikan Pola Makan

Perubahan pola makan bayi memang bisa menjadi penyebab sembelit pada bayi bisa terjadi. Akan tetapi, ini cenderung bervariasi tergantung pada usia dan pola makan bayi, Bu. 

Oleh karena itu, diperlukan beberapa cara trial and error untuk menemukan perubahan pola makan yang tepat agar bayi bisa buang air dengan lancar. 

Bila si Kecil sudah makan makanan padat, Ibu wajib memberikan makanan mengandung tinggi serat. Misalnya, buah-buahan dan sayuran yang dapat membantu menstimulasi gerakan usus karena kandungan seratnya yang lebih tinggi. Ibu bisa membuat resep MPASI khusus untuk bayi sembelit agar BAB-nya lancar kembali.

Akan tetapi, bayi MPASI yang sedang sembelit sebaiknya menghindari pola makan BRAT (Banana, Rice, Applesauce, dan Toast) dan makanan mengandung asam tinggi karena bisa memperburuk gejalanya.

Beberapa pilihan makanan yang baik untuk bayi sembelit, seperti:

  • Buah apel tanpa kulit.

  • Brokoli.

  • Biji-bijian utuh, seperti oatmeal, roti, pasta gandum.

  • Persik.

  • Buah pir.

  • Buah plum.

Baca Juga: Ragam Nutrisi Penting untuk Kesehatan Pencernaan Anak

Jangan lupa, Ibu juga bisa mendeteksi masalah pencernaan bayi lewat kondisi pupnya menggunakan Tummy Pedia. Hasilnya bisa diunduh dan ibu bawa untuk konsultasikan ke dokter, lho!

Kapan Bayi Sembelit Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Sangat wajar jika Ibu merasa khawatir ketika bayi mengalami sembelit. Untuk itu, bila berbagai cara mengatasi bayi sembelit di atas tidak kunjung membuat bayi lancar BAB setelah beberapa hari, alangkah baiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter. Terlebih, jika bayi sembelit disertai dengan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Feses bayi berdarah.

  • Bayi merasa nyeri pada perutnya.

  • Tidak mau makan atau menyusu.

  • Bayi muntah. 

  • Perut bayi terlihat membengkak.

Dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk menemukan penyebabnya, sehingga bayi Ibu bisa mendapatkan perawatan yang tepat. Dokter mungkin akan meresepkan obat sembelit untuk bayi guna meredakan gejala. 

Hal yang tak kalah penting, pastikan Ibu mendukung kesehatan pencernaannya setiap hari, ya, karena pencernaan yang baik akan menentukan tumbuh kembang bayi yang optimal.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bu!


Referensi:

  1. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324543. Diakses pada 19 September 2022. 
     
  2. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/infant-constipation/faq-20058519. Diakses pada 19 September 2022. 
     
  3. Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/babies-juice.html. Diakses pada 19 September 2022. 
     
  4. Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-constipation. Diakses pada 19 September 2022. 
     
  5. Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/a79/constipation-in-babies. Diakses pada 19 September 2022.


 
alt

Kenali apa itu

Kalkulator Nutrisi

Cek nutrisi si Kecil yuk! Sudah sesuaikah dengan kebutuhannya?

Artikel Terkait