Jika Alergi Susu Sapi Dibiarkan Terus, Apakah Bisa Sembuh?

Anak dengan alergi susu sapi sebaiknya menghindari susu sapi dan olahannya, serta mendapat nutrisi pengganti yang sesuai. Misalnya, daging, ikan, telur, dan formula khusus.

Profile Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH
jika alergi susu sapi dibiarkan-bebeclub


Alergi susu sapi sebaiknya tidak diabaikan. Jika alergi susu sapi dibiarkan, maka berisiko menimbulkan masalah pada sistem pernapasan, memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak, hingga meningkatkan kemungkinan alergi lainnya di kemudian hari.

Apa yang Terjadi Jika Alergi Susu Sapi Dibiarkan?

Jika alergi susu sapi dibiarkan, gejalanya dapat terus berulang setiap kali anak mengonsumsi susu sapi atau produk turunannya.

Alergi susu sapi bisa menyebabkan masalah jangka panjang pada anak seperti:

  • Peradangan akibat reaksi alergi yang mengganggu kenyamanan dan aktivitas anak sehari-hari
  • Kenaikan berat badan yang kurang optimal
  • Penurunan berat badan
  • Risiko gagal tumbuh
  • Asupan nutrisi bayi dan anak bisa terganggu akibat susah makan dan gangguan pencernaan 

Meski tidak semua alergi susu sapi menyebabkan kondisi gawat darurat, tapi membiarkannya tanpa penanganan dapat meningkatkan risiko gangguan nutrisi maupun komplikasi tertentu. 

Karena itu, jika anak mengalami gejala yang mengarah pada alergi susu sapi, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Risiko Jika Alergi Susu Sapi Tidak Ditangani

Alergi susu sapi yang tidak ditangani dengan tepat dapat berdampak pada saluran pencernaan, asupan nutrisi, hingga risiko reaksi alergi yang lebih berat. Berikut risiko jika alergi susu sapi dibiarkan:

1. Gangguan Pertumbuhan dan Berat Badan Sulit Naik

Salah satu risiko alergi susu sapi adalah berat badan bayi atau anak yang susah naik. 

Hal ini bisa terjadi karena alergi menyebabkan diare kronis, muntah berulang, peradangan usus, hingga anak kehilangan nafsu makan.

Akibatnya, tubuh anak lebih sulit menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan (malabsorpsi) dan anak susah naik berat badan. 

2. Kekurangan Zat Gizi Penting

Ketika anak harus menghindari susu sapi tanpa mendapatkan nutrisi pengganti, risiko anak kekurangan beberapa zat gizi penting jadi lebih besar. 

Dilansir dari jurnal Pediatric Allergy and Immunology (2022), nutrisi yang sering terdampak antara lain protein, kalsium, dan vitamin D.

Semua nutrisi tersebut berperan penting dalam pertumbuhan tulang, otot, dan pertumbuhan fisik.

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Alergi pada Bayi dan Cara Mengatasinya

3. Gangguan Saluran Cerna yang Berulang

Hal lain yang mungkin terjadi jika alergi susu sapi dibiarkan adalah anak dapat mengalami gangguan saluran cerna yang muncul berulang setiap kali anak terpapar protein susu sapi. 

Gejalanya dapat berupa diare, muntah, konstipasi, hingga feses yang bercampur darah. 

Jika kondisi ini terus berlanjut, anak dapat merasa tidak nyaman saat makan dan berisiko mengalami gangguan penyerapan nutrisi.

4. Eksim atau Ruam Semakin Sering Kambuh

Pada beberapa anak, alergi susu sapi dapat memicu atau memperberat kondisi dermatitis atopik (eksim). 

Alhasil, kulit menjadi lebih sering gatal, kemerahan, kering, dan mudah kambuh setelah mengonsumsi susu sapi atau produk olahannya.

5. Risiko Reaksi Alergi Berat (Anafilaksis)

Meskipun jarang terjadi, alergi susu sapi juga dapat menyebabkan reaksi alergi berat yang disebut anafilaksis. 

Gejalanya meliputi sesak napas, bibir atau lidah bengkak, hingga penurunan kesadaran atau syok. Anafilaksis adalah kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan segera. 

Jangan sepelekan bila kondisi ini terjadi terutama setelah anak mengonsumsi susu sapi atau produk turunannya dan segera bawa anak ke unit gawat darurat terdekat, Bu.

Apakah Alergi Susu Sapi Bisa Sembuh Jika Dibiarkan?

Alergi susu sapi tidak bisa sembuh hanya dengan dibiarkan tanpa evaluasi. Namun, tubuh anak mungkin bisa lebih menoleransi protein susu sapi seiring bertambahnya usia, sehingga gejala alerginya dapat berkurang atau bahkan menghilang.

Proses ini berbeda pada setiap anak dan tidak dapat dipastikan kapan akan terjadi. Dokter tetap harus melakukan pemantauan rutin untuk mengevaluasi perkembangan alerginya dan menentukan kapan susu sapi dapat dicoba kembali dengan aman.

Baca Juga: Alergi Makanan pada Bayi: Gejala & Cara Atasi

Kapan Orang Tua Harus Curiga Anak Mengalami Alergi Susu Sapi?

Gejala alergi susu sapi bayi dan anak dapat muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi susu sapi atau produk olahannya. Ibu dan Bapak perlu mewaspadai tandanya:

Gejala pada Kulit

Gejala pada kulit merupakan salah satu tanda yang paling sering muncul. Beberapa gejala yang mungkin muncul di kulit antara lain:

Gejala pada Saluran Pencernaan

Alergi susu sapi juga dapat berdampak pada sistem pencernaan. Gejala yang dapat muncul meliputi:

  • Muntah.
  • Mual.
  • Diare.
  • Sakit perut atau perut kembung.
  • BAB berlendir atau bercampur darah.
  • Anak sulit makan atau rewel setelah minum susu.

Gejala pada Saluran Pernapasan

Pada sebagian anak, alergi susu sapi dapat menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan, seperti:

  • Sesak napas. 
  • Batuk.
  • Hidung berair atau tersumbat.
  • Bersin berulang.
  • Napas berbunyi mengi (wheezing).

Gejala Berat

Pada kasus yang jarang terjadi, alergi susu sapi dapat menyebabkan reaksi alergi berat (anafilaksis) yang membutuhkan penanganan medis segera. Segera bawa bayi dan anak ke IGD jika muncul gejala seperti:

  • Sulit bernapas atau napas sangat sesak.
  • Bibir, lidah, atau tenggorokan membengkak.
  • Anak tampak lemas, pucat, atau kehilangan kesadaran.
  • Penurunan tekanan darah atau pingsan.

Baca Juga: 10 Penyakit Kulit pada Bayi yang Sering Muncul

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Diduga Alergi Susu Sapi?

Jika anak menunjukkan gejala yang mengarah ke alergi susu sapi, jangan langsung menghentikan semua makanan atau minuman yang mengandung susu. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Dokter mungkin menyarankan diet eliminasi, yaitu menghentikan konsumsi susu sapi untuk sementara waktu dan memantau gejalanya. Jika anak masih menyusu ASI, pemberian ASI tetap harus dilanjutkan.

Bila hasil menunjukkan anak memang memiliki alergi susu sapi, pilih sumber nutrisi atau susu pengganti yang direkomendasikan dokter agar kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi meski tanpa susu sapi dan produk olahannya.

Sambil memantau alergi susu sapi bayi, penting juga memperhatikan kondisi pencernaannya sehari-hari. Gunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub untuk membantu mengenali kondisi pup si Kecil dengan lebih mudah. Ibu tinggal upload foto pup di atas popoknya dan hasil analisisnya bisa didapatkan secara real time dalam 60 detik. Ibu juga bisa mencoba fitur AI Poop Tracker di Aplikasi Bebeclub Mobile untuk bantu memantau kesehatan pencernaan si Kecil dengan lebih mudah. 

Apakah Anak dengan Alergi Susu Sapi Tetap Bisa Memenuhi Kebutuhan Gizinya?

Ya, kebutuhan gizi anak dengan alergi susu sapi tetap dapat terpenuhi selama ia mendapatkan nutrisi pengganti yang sesuai. Misalnya dari sumber protein, kalsium, dan vitamin D lain seperti daging, ikan, telur, dan makanan bergizi seimbang lainnya. 

Pada beberapa kondisi, dokter dapat menyarankan formula khusus bagi anak dengan alergi susu sapi untuk membantu memenuhi kebutuhan gizinya. 

Pada intinya, meski bayi dan anak sedang menghindari susu sapi, penting untuk memastikan kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi melalui makanan lain atau susu pengganti yang sesuai. 

Penanganan yang tepat membantu mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mengurangi risiko kekurangan nutrisi.

Dengan informasi kesehatan yang tepat, Ibu bisa lebih tenang menghadapi berbagai kondisi si Kecil. Daftar sebagai member Bebeclub sekarang, yuk!

Informasi yang Wajib Ibu Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu

  1. Hao, L., Wang, S., & Ji, W. (2025). Cow’s milk protein allergy: A comprehensive review of epidemiology, pathogenesis, clinical manifestations, diagnostics, and management strategies. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 34(3), 298. DOI: 10.6133/apjcn.202506_34(3).0004
  2. ‌UHBlog. (2024, September 2). Signs Your Breastfed Baby Has a Cow’s Milk Allergy. Uhhospitals.Org; University Hospitals. uhhospitals.org – Signs Your Breastfed Baby Has A Cows Milk Allergy
  3. ‌Canadian Paediatric Society. (2024). Cow’s milk protein allergy in infants and children | Canadian Paediatric Society. Cps.Ca. cps.ca – Cows Milk Protein Allergy
  4. ‌Gibson, K., Stanley, S., Agarwal, S., Groetch, M., & Bunyavanich, S. (2021). Comparison of dietary intake between milk‐allergic and non‐food‐allergic children. Pediatric Allergy and Immunology, 32(8), 1872–1876. DOI: 10.1111/pai.13581
  5. ‌Che, Di, Yu, L., Guo, Y., Ke, H., Liu, C., & Wu, J.-L. (2022). Correlation between vitamin D levels and bone metabolism in children with cow’s milk allergy. Journal of International Medical Research, 50(1). DOI: 10.1177/03000605211066071
  6. ‌Fletcher, J. (2022, September 30). Does my baby’s poop indicate a milk allergy? Medicalnewstoday.Com; Medical News Today. medicalnewstoday.com – Milk Allergy Baby Poop Pictures
  7. ‌Ayu, K., Swarita, A., Widjaja, N., & Irawan, R. (2020). The Effect of Growth Disorder in Children with Cow’s Milk Protein Allergy. Sapporo Medical Journal, 54(08). maejournal.com – The Effect Of Growth Disorder In Children With Cows Milk Protein Al...
  8. ‌Milk allergy - Symptoms & causes - Mayo Clinic. (2025, September 19). Mayo Clinic. Mayo Clinic – Syc 20375101
  9. ‌Allergy and Immunology Eczema; food allergies and other triggers. (n.d.). rch.org.au – Eczema%20food%20allergies%20other%20triggers(1).pdf
  10. ‌Milk Allergy in Infants. (2024). Kidshealth.Org. KidsHealth – Milk Allergy.html‌
  11. Milk Allergy | Kids with Food Allergies. (2022, June 21). Kids with Food Allergies. kidswithfoodallergies.org – Milk Allergy
  12. ‌The Children’s Hospital of Philadelphia. (2025). Cow’s milk protein allergy (CMPA). Children’s Hospital of Philadelphia. chop.edu – Cows Milk Protein Allergy
  13. ‌Department of Health & Human Services. (2017). Cow’s milk allergy. Vic.Gov.Au. betterhealth.vic.gov.au – Cows Milk Allergy‌
  14. McWilliam, V., Netting, M., Volders, E., Palmer, D. J., Ansotegui, I. J., Arasi, S., Assa’ad, A., Bahna, S. L., R. Berni Canani, Bognanni, A., Martín Bózzola, Brożek, J., Chu, D. K., Dahdah, L., Dupont, C., Piotr Dziechciarz, Motohiro Ebisawa, Ramon Targino Firmino, Fiocchi, A., … Wong, G. (2023). World Allergy Organization (WAO) diagnosis and rationale for action against cow’s milk allergy (DRACMA) guidelines update – X – breastfeeding a baby with cow’s milk allergy. World Allergy Organization Journal, 16(11), 100830–100830. DOI: 10.1016/j.waojou.2023.100830


Temukan Topik Lainnya

Artikel Terkait

Keuntungan Daftar Bebeclub

Keuntungan Daftar Bebeclub

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Desktop

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Desktop

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Icon Info Tumbuh Kembang di WA
 Mobile

Info Tumbuh Kembang di WA

Panduan bulanan untuk si Kecil, langsung kami kirim ke Ibu!

Icon Bantuan untuk Ibu & si Kecil
 Mobile

Bantuan untuk Ibu & si Kecil

Punya pertanyaan? Tenang Bu, BebeCare siap bantu 24 jam, khusus untuk Ibu!

Gabung Bebeclub

Minimal 8 karakter, memiliki 1 angka (0-9), dan karakter spesial (@#$%^&)

Tidak
Ya

*Usia si Kecil Maksimal 12 Tahun