buah-berserat-tinggi

7 Buah Berserat Tinggi untuk Pencernaan si Kecil serta Ide Penyajiannya

detail-fb detail-wa detail-twitter

Buah berserat tinggi untuk pencernaan tidak hanya direkomendasikan bagi orang dewasa, tetapi juga untuk anak-anak. Terlebih, anak-anak merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah sembelit atau konstipasi1, sehingga penting bagi Ibu untuk mencukupi kebutuhan harian serat untuk si Kecil. Salah satunya bisa dengan buah yang mengandung serat tinggi.       

Sama dengan kebutuhan karbohidrat, protein, dan zat gizi lainnya, jumlah asupan serat yang diperlukan tiap anak berbeda, tergantung usianya. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan oleh Kemenkes RI yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019, jumlah kebutuhan serat harian anakadalah sebagai berikut2:

Anak usia 0-6 bulan: belum memiliki angka kecukupan serat yang dianjurkan

6-11 bulan: 11 gram

1-3 tahun: 19 gram

4-6 tahun: 20 gram

7-9 tahun: 23 gram

Untuk menjaga kesehatan pencernaan si Kecil, sebaiknya Ibu rutin menyajikan buah yang mengandung serat tinggi di rumah. Agar si Kecil selalu bersemangat menyantap buah, Ibu harus pintar menyulapnya menjadi sajian yang menarik dan menggiurkan. Berikut 7 jenis buah berserat tinggi untuk pencernaan, berikut ide penyajiannya agar tak ada penolakan dari si Kecil.

1. Pisang

Pisang adalah salah satu buah yang mungkin pertama kali Ibu berikan pada si Kecil sejak ia bayi. Nah, pemberiannya bisa diteruskan meski si Kecil kini sudah bukan bayi lagi. Pisang diketahui mengandung serat sebanyak 0,6 gram per 100 gram3.

Selain itu, pisang juga mengandung zat gizi lain, seperti vitamin A, vitamin C, fosfor, kalium, natrium, dan zat besi. Kandungan kalium pada pisang juga bermanfaat untuk melancarkan saluran pencernaan dan mencegah sembelit pada si Kecil.

Ide penyajian: Ibu bisa membuat sajian dessert berupa pisang yang dicelup dark chocolate dan didinginkan, atau mengolahnya menjadi smoothie pisang yang dicampur susu atau yogurt. Sajikan ini bisa menjadi menu sarapan yang padat gizi.

2. Apel

Satu buah apel berukuran sedang (sekitar 100 gram) mengandung 0,7 gram serat3. Pilih apel manis dengan tekstur garing yang pasti akan disukai si Kecil.

Ide penyajian: Selain bisa menyajikannya dalam bentuk buah potong, Ibu bisa mengolah apel sebagai campuran dalam salad buah bersama dengan buah-buahan lain, seperti pir, anggur, dan taburan almond di atasnya. Ibu juga bisa mengolah buah apel menjadi camilan nikmat seperti apple pie. Untuk praktisnya, Ibu bisa menggunakan kulit pangsit sebagai bahan kulit apple pie.

3. Pepaya

Pepaya mengandung banyak nutrisi yang penting untuk pertumbuhan si Kecil, sebut saja seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalium, kalsium, magnesium, dan serat. Kandungan serat pada pepaya mencapai 0,7 gram per 100 gram3. Pepaya dikenal sebagai salah satu andalan para ibu untuk mengatasi masalah sembelit pada anak.

Ide penyajian: Ibu bisa menyajikan pepaya sebagai buah potong yang dikucuri perasan jeruk nipis, atau diolah menjadi puding pepaya yang dicampur susu dan agar-agar bubuk. Atau, coba sajikan pepaya yang dihaluskan dengan susu cair putih menjadi jus. Rasanya pasti disukai si Kecil.

4. Mangga

Pilih mangga yang manis untuk si Kecil. Mangga mengandung serat sebanyak 0,4 gram per 100 gram3. Selain mengandung serat, mangga juga mengandung nutrsi lain, seperti vitamin A, vitamin C, dan kalium.

Ide penyajian: Ada banyak ide cara mengolah mangga untuk si Kecil, mulai dari membuat puding mangga, jus mangga, hingga smoothie mangga dengan whipped cream yang lagi hits.

5. Pir

Buah pir termasuk buah yang aman dikonsumsi sejak si Kecil masih bayi. Selain mengandung serat sebanyak 3 gram per 100 gram3, buah pir juga mengandung vitamin C, kalium, kalsium, dan magnesium.

Ide penyajian: Kalau si Kecil dengan buah pir potong, Ibu bisa berkreasi membuat pir kukus. Caranya, belah buah pir jadi dua, kukus hingga lembut, kemudian sajikan bersama es krim dan saus karamel di atasnya. Nikmat!

6. Alpukat

Alpukat termasuk jenis buah yang banyak mengandung serat dan baik dikonsumsi si Kecil. Kandungan seratnya mencapai 1,4 gram per 100 gram3. Alpukat juga kaya akan lemak baik sehingga cocok untuk membantu pemenuhan nutrisi si Kecil di masa tumbuh kembangnya.

Ide penyajian: Buat jus alpukat favorit si Kecil, taburi bubuk susu cokelat di atasnya. Alpukat juga bisa diolah menjadi vla untuk campuran puding atau kue. Caranya, campurkan buah alpukat yang dihaluskan dengan susu cair putih dan susu kental manis. Atau, untuk menambah kandungan lemak pada menu sarapan si Kecil, campurkan potongan alpukat di dalam sandwich bersama dengan telur rebus dan mayones.

7. Buah naga

Kandungan serat dalam buah naga sekitar 1 gram per 100 gram4. Namun selain serat, buah naga juga mengandung zat gizi lain, seperti kalium, magnesium, fosfor, dan zat besi.

Ide penyajian: Buah naga merah bisa disajikan dalam bentuk jus atau puding buah naga. Warnanya yang cantik pasti akan menarik perhatian si Kecil. Atau, Ibu juga bisa membuat es krim atau es lollipop dari buah naga. Cara membuatnya mudah, kok. Cukup haluskan buah naga, dan campurkan dengan susu cair putih, susu kental manis. Bekukan di cetakan es.

Selamat mencoba olahan buah yang mengandung serat di atas, ya, Bu. Untuk tambahan asupan serat bagi si Kecil, Ibu berikan juga Bebelac Gold dengan Advansfibre yang tinggi serat,mengandung  FOS:GOS 1:9, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian anak jika dikonsumsi tiga kali sehari. Tak hanya itu Bu, susu ini juga diperkaya dengan fish oil yang mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6, serta 13 vitamin dan 7 mineral. Semua ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk si Kecil, kan?


 

  1. I Made Pramana Dharmatika, et. al. (2019). Prevalensi Konstipasi dan Gambaran Asupan Serat Makanan dan Cairan pada Anak Remaja. Diambil dari: https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/download/51797/30723/ [Diakses 2 Oktober 2020]
  2. Sekretariat Jenderal Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Diambil dari: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf [Diakses 2 Oktober 2020]
  3. Agus Santoso, MP. (2011). Serat Pangan (Dietary Fiber) dan Manfaatnya Bagi Kesehatan. Diambil dari: https://docplayer.info/33172898-Serat-pangan-dietary-fiber-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan.html [Diakses 2 Oktober 2020]
  4. Shinde Mayuri, et.al. (2018). Dragon Fruit as a Nutraceuticals. Diambil dari: https://storage.googleapis.com/journal-uploads/wjpps/article_issue/1522486769.pdf [Diakses 2 Oktober 2020]