Manfaat Susu Soya untuk Anak yang Wajib Ibu Pahami

Susu soya yang terbuat dari biji kacang kedelai yang dihaluskan dan direbus bisa menjadi salah satu pilihan asupan susu nabati bagi anak...

Ditulis oleh : Tim Penulis

4 min
11 May 2022


Susu soya yang terbuat dari biji kacang kedelai yang dihaluskan dan direbus bisa menjadi salah satu pilihan asupan susu nabati bagi anak. Terasa nikmat, susu ini bisa diminum setiap hari maupun diolah menjadi kudapan seperti puding. Selain rasanya yang enak, susu soya memiliki manfaat untuk si Kecil. Apa saja manfaatnya? Berikut uraiannya. 

1. Mendukung Pertumbuhan si Kecil

Terbuat dari kacang kedelai, susu soya mengandung protein dalam jumlah yang tinggi1 dibandingkan sumber protein nabati lainnya. Protein berperan dalam menunjang pertumbuhan tubuh anak dalam jangka panjang. 

Selain tinggi protein, susu soya juga mengandung berbagai vitamin, seperti tiamin, folat, riboflavin, serta vitamin D, E, dan K2. Kandungan mineralnya juga cukup lengkap, seperti potasium, magnesium, zat besi, dan zinc2. Deretan nutrisi ini sangat penting dalam menjaga kesehatan si Kecil, terutama di masa tumbuh kembangnya.

2. Membantu Menjaga Kesehatan Tulang

Selain protein, kacang kedelai sebagai bahan utama dari susu soya mengandung kalsium. Seperti yang Ibu ketahui, kalsium merupakan mineral penting yang berperan untuk membantu menjaga kesehatan tulang3.

Kandungan kalsium di dalam susu soya memang lebih sedikit2 dibandingkan susu sapi, namun kabar baiknya, penyerapan kalsium dari susu soya ternyata tidak berbeda dengan susu sapi2. Artinya, kalsium dari susu sapi ataupun susu soya dapat memberi manfaat sama baiknya bagi si Kecil.

3. Mencegah Anemia

Anemia dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, salah satunya kekurangan zat besi yang mengganggu pertumbuhan si Kecil, serta berdampak buruk pada perkembangan otaknya. Di dalam susu soya terkandung zat besi yang cukup tinggi, yang dapat mencegah anemia2. Ternyata, kandungan zat besi nabati dari susu soya dapat diserap dengan mudah oleh tubuh, seperti halnya penyerapan zat besi yang berasal dari susu sapi atau protein hewani lainnya2.

Manfaat Formula Soya dengan Nutrisi Lebih Lengkap

Meski memiliki banyak kebaikan, susu soya kerap dihindari oleh si Kecil karena memiliki aroma dan rasa yang langu. Dalam proses pembuatan susu soya, umumnya murni dibuat dari biji kedelai yang direbus dan dihaluskan tanpa tambahan bahan baku yang lain. Dan acapkali susu soya belum tentu cocok bagi semua kondisi anak, termasuk kondisi alergi dan intoleransi laktosa4

Berbeda dengan formula soya yang diformulasi khusus dari isolat protein soya, yang merupakan bentuk sederhana protein nabati yang ada dalam biji kedelai. Isolat protein soya ini diolah bersama bahan baku lain seperti sumber karbohidrat, sumber lemak juga sumber serat tinggi sehingga menjadi lebih kaya nutrisi. Nutrisi tambahan yang dimiliki oleh formula soya ini dapat menunjang proses tumbuh kembang anak, antara lain:

Kandungan Tinggi Serat untuk Pencernaan

Formula soya mengandung serat yang tinggi, dimana serat ini dapat membantu merangsang pertumbuhan bakteri baik di dalam usus1. Kehadiran bakteri baik ini akan menjaga pencernaan si Kecil tetap baik, membuatnya buang air besar secara teratur dan mencegah beragam keluhan terkait pencernaan, seperti kembung, sembelit, atau diare. Dalam proses pembuatannya, formula soya juga dilengkapi dengan FOS Inulin yang dikenal dapat menjaga bakteri baik dalam saluran pencernaan. Dengan terjaganya sistem pencernaan dengan baik, maka dapat membantu menjaga daya tahan tubuh si Kecil. Pasalnya, sekitar 70% sel pembentuk imunitas tubuh berada dalam perut (sistem pencernaan)5.

Kaya Omega-3 dan Omega-6

Tahukah Ibu, formula soya juga mengandung omega-3 dan omega-6 yang dikenal memiliki banyak manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan otak si Kecil. Keduanya berperan dalam mendukung daya pikir dan proses kerja otak sehingga dapat memengaruhi fungsi kognitif, yaitu membantu si Kecil untuk meningkatkan konsentrasi dan daya ingat6.

Mengandung Vitamin dan Mineral untuk Dukung Pertumbuhan Optimal

Ada banyak kebaikan formula soya untuk proses tumbuh kembang anak. Formula soya diperkaya dengan beragam vitamin, seperti vitamin A, D3, E, K1, C, B2, B5, B9, maupun B12. Begitu pula dengan kandungan mineral yang dimiliki oleh formula soya, antara lain fosfor, magnesium, zinc, iodium, kolin, hingga kalsium. Semua kandungan ini dapat membantu mendukung di setiap fase pertumbuhan si Kecil. 

Bagaimana, Bu, senang ya mengetahui beragam manfaat susu soya yang telah diformulasi menjadi formula soya dengan nutrisi yang lebih lengkap. Untuk mendapatkan semua manfaat tersebut, Ibu bisa memberikan Bebelac Gold Soya kepada si Kecil setiap hari. Dengan demikian Ibu bisa membantu mendukung perut anak tetap baik, mendukung daya pikirnya terus berkembang, dan mendukung pertumbuhannya lebih optimal. Bebelac Gold Soya dapat diberikan untuk anak usia di atas 12 bulan. Rasa vanilanya yang lezat pasti disukai oleh si Kecil. Nah, jika Ibu penasaran dengan Bebelac Gold Soya, Ibu bisa klik Bebeclub untuk mendapatkan sampelnya lho! 
 

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Ibu


Temukan Topik Lainnya

  1. Elvira Ferduci, et al. 2020. Use of Soy-Based Formulas and Cow's Milk Allergy: Lights and Shadows. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7707102/ [Diakses September 2021]
     
  2. Mark Messina. 2016. Soy and Health Update: Evaluation of the Clinical and Epidemiologic Literature. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5188409/ [Diakses September 2021]
     
  3. John W. Carbone, Stefan M. Pasiakos. 2019. Dietary Protein and Muscle Mass: Translating Science to Application and Health Benefit. Diambil dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6566799/ [Diakses 1 September 2021]  
     
  4. Zakiudin Munasir, Rini Sekartini. 2020. Soy Isolate Protein Formula: the Usage beyond Allergy Indication. Diambil
    dari: https://worldnutrijournal.org/OJS/index.php/WNJ/article/view/V04.S1.0005/83 [Diakses pada 10 September 2021]
     
  5. G. Vighi, F. Marcucci. 2008. Allergy and The Gastrointestinal System. Diambil
    dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2515351/ [Diakses pada 10 September 2021]
     
  6. Francisca Echeverría González and Rodrigo Valenzuela Báez. 2017. In Time: Importance of Omega 3 in Child Nutrition. Diambil dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5417803/ [Diakses September 2021]


Artikel Terkait