mpasi-bayi

6 Pedoman dan Jadwal MPASI Bayi 6 Bulan: Waktu dan Persiapan

detail-fb detail-wa detail-twitter

Sebelum membuat jadwal MPASI 6 bulan, ada hal yang harus diperhatikan agar fase MPASI bisa dilalui dengan sukses. Di antaranya adalah tanda-tanda bayi siap MPASI, tekstur MPASI yang benar, bahan makanan yang sebaiknya digunakan untuk MPASI, frekuensi dan kalori MPASI, cara aman menyimpan MPASI, dan porsi MPASI sekali makan. Simak, yuk, Bu!

1. Jadwal MPASI Bayi 6 Bulan: Tanda-tanda Bayi Siap MPASI

Selamat! Sebentar lagi si Kecil akan memasuki usia 6 bulan. Itu artinya, fase MPASI sudah di depan mata. Apakah si Kecil sudah siap makan? Nah, untuk mengetahuinya, perhatikan apakah si Kecil memiliki tanda bayi siap makan berikut ini:1

  1. Kepala sudah tegak
  2. Bisa duduk tegak sendiri meski diawali dengan bantuan
  3. Refleks menjulurkan lidah berkurang 
  4. Tertarik saat melihat orang lain makan
  5. Mencoba meraih makanan
  6. Membuka mulut jika disodori sendok atau makanan

Jika sebagian besar tanda di atas sudah terpenuhi, mari kita lanjutkan dengan mengetahui tekstur makanan yang Ibu bisa persiapkan.

2. Tekstur MPASI yang Benar

Pada awal pemberian MPASI, mulailah dengan makanan bertekstur halus atau bubur saring. Selanjutnya, kentalkan secara bertahap menjadi bubur kasar tidak disaring. Setelah melewati fase tekstur makanan tadi, Ibu bisa secara bertahap menyajikan finger food, setelah itu makanan lunak dengan lauk cincang. Nah, jika si Kecil sudah bisa menyesuaikan dengan tekstur makanan sebelumnya, Ibu bisa mulai mengenalkan ia pada makanan keluarga1. Jenis makanan keluarga biasanya lebih padat, seperti roti, sayur ataupun buah.

Uniknya, anak-anak sudah dapat mengunyah makanan lunak tanpa gigi. Jadi, walaupun si Kecil belum tumbuh gigi, jangan tunda untuk memberinya makanan bertekstur bila memang ia sudah mencapai usia 9—12 bulan. Setiap anak memiliki periode emas untuk belajar mengunyah dan menelan. Jika periode ini terlewatkan, dikhawatirkan anak akan mengalami gangguan kemampuan makan nantinya1.

3. Bahan Makanan yang Sebaiknya Digunakan untuk MPASI

Setelah anak mencapai usia 6 bulan, nutrisi yang paling tidak tercukupi kebutuhannya adalah zat besi (Fe). Bayi berusia 6 bulan atau lebih memiliki kebutuhan asupan zat besi 11 mg/hari. ASI hanya mensuplai zat besi sekitar 2 mg, sehingga sisanya harus didapatkan dari MPASI. Contoh makanan yang mengandung zat besi tinggi yaitu daging sapi, hati sapi atau ayam, dan ikan2.

Baca Juga: Menu MPASI yang Baik untuk Pencernaan

Selain itu, makanan padat pertama yang terbaik adalah yang terbuat dari beras karena beras merupakan bahan makanan hipoalergenik. Sementara itu, gandum dan campuran serealia lainnya sebaiknya diberikan pada usia 8 bulan ke atas untuk menghindari timbulnya reaksi alergi dan masalah pencernaan3

Ikatan Dokter Anak Indonesia juga menyatakan bahwa tidak ada urutan tertentu dalam pemberian MPASI. Karbohidrat, protein (daging, ayam, telur, dan ikan), sayuran, dan buah-buahan dapat dikenalkan bersamaan sejak usia 6 bulan. Tidak terbukti pengenalan buah lebih dahulu dapat mempersulit penerimaan sayur atau sebaliknya1.

4. Frekuensi dan Kalori MPASI

Berikut adalah frekuensi yang tepat dan kalori tambahan yang dibutuhkan dari MPASI3:

  1. Usia 6-9 bulan: 2-3 kali makan besar dan 1-2 kali makan selingan, 200 kcal per hari
  2. Usia 9-12 bulan: 3-4 kali makan besar dan 1-2 kali makan selingan, 300 kcal per hari
  3. Usia 12-23 bulan: 3-4 kali makan besar dan 1-2 kali makan selingan, 550 kcal per hari

Selain itu, terus berikan ASI sesuai permintaan si Kecil ya, Bu, karena ASI bisa memenuhi separuh kebutuhan energi anak usia 6—12 bulan dan memenuhi sepertiga kebutuhan energi anak usia 12-24 bulan4.

5. Cara Aman Menyimpan MPASI                            

Bila Ibu ingin membekukan MPASI, gunakan wadah plastik yang aman untuk makanan. Daging, ikan, telur, susu, kedelai, nasi, pasta dan sayur-sayuran sebaiknya disimpan dengan suhu kurang dari 5 derajat Celcius karena bakteri penyebab kontaminasi dapat tumbuh di dalam makanan-makanan tersebut. Daging dan ikan juga harus disimpan terpisah dari bahan makanan lainnya agar tidak terjadi kontaminasi bakteri4.

Makanan beku dari freezer bisa dicairkan menggunakan microwave dan sebaiknya segera dimasak setelah mencair. Agar kualitas makanan tetap terjaga, makanan yang sudah dikeluarkan dari lemari es tidak boleh digunakan lagi bila sudah berada di luar lemari es selama lebih dari dua jam, ya, Bu4.

6. Porsi MPASI Sekali Makan                              

Saat memberikan MPASI, kenalkan makanan sedikit demi sedikit, lalu tingkatkan porsinya berdasarkan usia bayi. Berikut adalah porsi MPASI dalam sekali makan4:

  1. Usia 6—9 bulan: 3 sendok makan hingga setengah mangkuk ukuran 250 ml.
  2. Usia 9—12 bulan: setengah mangkuk ukuran 250 ml.
  3. Usia 12—23 bulan: tiga perempat hingga satu mangkuk penuh ukuran 250 ml.

Baca Juga: Kapan Bayi Siap MPASI?

Untuk memudahkan Ibu dan melatih si Kecil disiplin dengan waktu makannya, Ibu bisa membuat jadwal MPASI 6 bulan secara teratur lengkap dengan menunya. Jangan berkecil hati ya, Bu, bila si Kecil tidak tertarik dengan menu yang Ibu sajikan. Biasanya, pengenalan pada satu makanan membutuhkan 10—15 kali percobaan1. Ibu bisa mencoba kembali di waktu makan berikutnya sembari ikut makan bersama si Kecil.  Cara ini sangat efektif karena anak akan belajar dan mencontoh cara makan dari ibunya.

Jadi, apakah Ibu dan si Kecil sudah siap menyambut masa MPASI yang penuh rasa? Pastikan untuk menyesuaikan menu MPASI sesuai usianya ya, Bu. Selamat mencoba!


Referensi

  1. Dr.Lina Ninditya, Dr.Siti Rayhani Fadhila. 2016. Memberi Makan pada Bayi: Kapan, Apa, dan Bagaimana? Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana  [Diakses 21 Juni 2021]  
  2. Dr. Angga Wirahmadi, Sp.A. 2017. Apakah makanan pendamping ASI (MPASI) komersial berbahaya buat bayi? Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/apakah-makanan-pendamping-asi-mpasi-komersil-berbahaya-buat-bayi  [Diakses 22 Juni 2021]  
  3. Sri S. Nasar. 2015. Makanan Pendamping ASI (MPASI). Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/makanan-pendamping-asi-mpasi  [Diakses 21 Juni 2021] 
  4. UKK Nutrisi Dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2018. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Diambil dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi  [Diakses 21 Juni 2021]